Kata Katib Syuriyah PBNU Soal Penetapan Lokasi Muktamar

3 hours ago 3

KATIB Syuriyah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama atau PBNU, Ahmad Tajul Mafakhir, menyatakan yang disampaikan Rais Aam Miftachul Akhyar mengenai pencabutan Pondok Pesantren Lirboyo sebagai lokasi Muktamar belum final.

Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca

Dia menjelaskan, Rais Aam yang saat itu secara tiba-tiba naik ke podium ketika terjadi kericuhan dalam Munas Alim Ulama dan Konbes 2026, meminta agar pembahasan penentuan lokasi Muktamar dijalankan sesuai dengan ketentuan AD/ART PBNU.

"Rais Aam ingin keputusan dilakukan secara konstitusional organisasi," kata Tajul saat dihubungi, Kamis, 25 Juni 2026.

Dia melanjutkan, sebagaimana ketentuan AD/ART, penentuan lokasi Muktamar ditentukan berdasarkan kesepakatan para pengurus wilayah NU. Sebab, mereka inilah yang nantinya akan menjadi tuan rumah dan mempersiapkan kebutuhan keseluruhan.

Sementara penentuan Lirboyo sebagai lokasi Muktamar, kata dia, diputuskan secara sepihak atau kilat, sehingga dianggap tak sesuai dengan ketentuan, khususnya AD/ART yang berlaku di PBNU.

"Keputusan itu dilempar ke forum tanpa ada jeda. Jadi prosesnya ini yang dipersoalkan Rais Aam. Beliau ingin segala keputusan itu sejalan dengan ketentuan yang ada," ujar Tajul.

Tajul berujar, sejauh ini terdapat beberapa daerah yang sudah mengusulkan untuk menjadi tuan rumah Muktamar ke-35 PBNU. Daerah itu adalah Nusa Tenggara Barat, Jawa Timur, Jawa Barat, Jakarta, dan Sumatera Barat.

Rais Aam, dia menyebut, meminta agar PBNU membentuk tim khusus untuk melakukan peninjauan terhadap tempat-tempat yang telah mengajukan menjadi tuan rumah pelaksanaan Muktamar yang diagendakan berlangsung pada 1-5 Agustus mendatang.

"Jadi, Rais Aam tidak dalam kapasitas menghalang-halangi Lirboyo agar jadi lokasi Muktamar. Beliau ingin keputusan konstitusional," katanya.

Sebelumnya, kericuhan mewarnai rapat pleno Munas dan Konbes NU 2026 di Pondok Pesantren Al-Falah Ploso, Kediri, pada Senin, 22 Juni 2026. Kericuhan dipicu perbedaan pendapat peserta Munas dan Konbes mengenai penentuan lokasi Muktamar ke-35.

Mulanya, beredar kabar di kalangan peserta jika Lirboyo telah ditetapkan sebagai tuan rumah Muktamar ke-35. Masalahnya, para peserta Munas dan Konbes menyatakan keputusan belum bersifat final.

Dalam momentum inilah terjadi aksi saling dorong antarpeserta. Melihat suasana forum yang memanas, Rais Aam Miftachul Akhyar kemudian naik ke podium.

Dia menegaskan bahwa keputusan mengenai lokasi Muktamar belum dapat ditetapkan. Ia bahkan menyatakan mencabut keputusan yang dianggap telah menetapkan Lirboyo sebagai tuan rumah.

Hari Tri Warsono berkontribusi dalam penulisan artikel ini
Read Entire Article
Fakta Dunia | Islamic |