INFO TEMPO - Gubernur Sulawesi Utara periode 2016 hingga 2025 yang saat ini menjabat Bendahara Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan, Olly Dondokambey, mendampingi Ketua Umum Megawati Soekarnoputri saat menerima kunjungan Duta Besar Rusia untuk Indonesia Sergei Tolchenov di Jalan Teuku Umar, Jakarta Pusat, pada Kamis, 7 Mei 2026. Pertemuan tersebut membahas isu strategis, salah satunya rencana peringatan 125 tahun kelahiran Presiden Pertama Republik Indonesia Soekarno.
"Sampaikan salam hangat saya kepada Presiden Putin,” kata Megawati yang telah mengenal Putin sejak masih bertugas di Pemerintah Kota St. Petersburg ketika dirinya menjadi anggota DPR RI. Apalagi, Megawati juga mengenal sejumlah tokoh seperti Kliment Voroshilov dan Nikita Khrushchev.
Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca
Hubungan Indonesia dan Rusia telah terjalin sejak 1950, ketika negara tersebut masih bernama Uni Soviet. Selain memperkuat persahabatan yang sudah berlangsung lama, Kedutaan Besar Rusia juga menyampaikan rencana penerbitan tulisan mengenai sejarah serta kedekatan hubungan Soekarno dengan Rusia.
Semasa memimpin Indonesia, Bung Karno, sapaan akrab Soekarno, tercatat sebanyak empat kali berkunjung ke Uni Soviet. Kunjungan pertama pada 1956, lalu tahun 1959, kemudian 1961, dan terakhir 1964. Karena itu pula, Tolchenov berpendapat bahwa Bung Karno merupakan tokoh penting yang meletakkan fondasi hubungan erat Indonesia dan Rusia sejak era Uni Soviet. "Kami ingin memperingati 125 tahun Bapak Soekarno. Beliau lahir 6 Juni 1901 dan tahun ini bertepatan dengan yubileum 125 tahun Bung Karno," kata Tolchenov dalam pertemuan tersebut.
Sergey Tolchenov juga mengusulkan pemutaran film dokumenter mengenai kunjungan Soekarno ke Uni Soviet melalui kerja sama dengan Megawati Institute atau Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP).
Megawati menyambut baik pernyataan tersebut dan mengatakan bahwa PDIP pun berencana menyelenggarakan rangkaian kegiatan Bulan Bung Karno pada Juni mendatang.
Kerja Sama Strategis Indonesia dan Rusia
Kedekatan dengan Rusia tetap terjaga tatkala Megawati menjadi Presiden kelima RI. Pada 2003, ia juga berkunjung ke Rusia untuk membeli alat utama sistem persenjataan (alutsista), termasuk pesawat tempur Sukhoi Su-27. Keputusan itu diambil di tengah kondisi ekonomi Indonesia yang sedang sulit, sehingga transaksi dilakukan menggunakan mata uang rubel serta melalui skema barter komoditas.
“Saya bilang waktu itu tidak punya uang dan tidak mau konversi ke dolar AS, tapi langsung ke rubel. Karena uangnya tidak cukup, kami tawarkan barter dengan komoditas seperti kedelai dan lainnya. Akhirnya tercapai kesepakatan,” kata Megawati.
Pembicaraan tersebut juga menyinggung betapa Indonesia saat ini masih sangat bergantung pada dolar Amerika Serikat saat melakukan transaksi dagang internasional. Menurut dia, transaksi bilateral menggunakan mata uang lokal dapat membuka peluang kerja sama lebih luas dengan negara-negara besar.
Megawati juga menyampaikan harapan agar pesawat Sukhoi milik Indonesia dapat memperoleh dukungan perawatan dan overhaul dari Rusia.
Selain itu, Presiden kelima RI yang juga menjabat Ketua Dewan Pengarah BRIN menjelaskan Indonesia baru menemukan gunung berapi aktif bawah laut. Sebagai tindak lanjutnya, tentu membutuhkan dukungan teknologi serta kerja sama ilmiah.
Tolchenov menanggapi bahwa Rusia siap memberikan dukungan melalui kerja sama dengan Akademi Ilmu Pengetahuan Rusia, termasuk dalam pemanfaatan teknologi kapal selam dan alat nirawak bawah laut. Menurut dia, kerja sama yang dibangun pada masa pemerintahan Megawati Soekarnoputri telah menjadi fondasi penting hubungan bilateral kedua negara hingga saat ini.
“Kami juga sudah memiliki kerja sama dengan BRIN di bidang nuklir dan antariksa. Bahkan akan didirikan monumen Yuri Gagarin di lingkungan BRIN,” ujarnya.
Adapun pertemuan tersebut juga dihadiri Wakil Dubes Rusia Veronika Novoseltseva yang fasih berbahasa Indonesia. Sementara dari PDIP selain Olly, Megawati juga didampingi Sekretaris Jenderal DPP PDIP Hasto Kristiyanto, Ketua DPP PDIP Eriko Sotarduga, serta Direktur Eksekutif Megawati Institute Hilmar Farid. (*)
































:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5473943/original/060119400_1768461944-klaim_purbaya_temukan_data_uang_jokowi.jpg)



:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5468799/original/045139300_1768018023-fantastic-mosque-architecture-islamic-new-year-celebration.jpg)



:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5153924/original/010138200_1741324616-1741320553002_ucapan-selamat-puasa-marhaban-ya-ramadhan.jpg)



:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3977835/original/066021800_1648524608-pexels-ahmed-aqtai-2233416_1_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5469781/original/030433100_1768183342-Isra_Miraj_2026.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4735410/original/014374300_1707130221-10217582.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4370308/original/064241200_1679646015-Shalot-Jumat-Pertama-Ramadhan-Di-Masjid-Istiqlal-Angga-2.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5158368/original/097065700_1741665044-kata-kata-isra-miraj.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/2798272/original/079059200_1557206746-20190507-Mengisi-Waktu-Berpuasa-dengan-Tadarus-ARBAS-6.jpg)