Panduan Tata Cara Tawasul Lengkap sebelum Doa Bersama atau Tahlilan

4 hours ago 2

Liputan6.com, Jakarta - Tawasul merupakan salah satu amalan yang telah mengakar kuat dalam tradisi keislaman, terutama sebelum melaksanakan doa bersama, baik dalam rangka tahlilan, yasinan, istighotsah, maupun ziarah kubur. Oleh sebab itu, perlu pemahaman mengenai tata cara tawasul lengkap sebagai bekal beribadah sekaligus bermasyarakat.

Secara bahasa, tawasul berasal dari kata wasilah yang berarti perantara atau jalan untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT. Adapun secara istilah, tawasul dimaknai sebagai cara mendekatkan diri kepada Allah SWT dalam bentuk doa atau ibadah melalui perantara. Tawasul dilakukan agar mendapatkan keberkahan para nabi, wali, dan orang-orang saleh.

Tawasul yang dilakukan sebelum doa bersama bertujuan agar ibadah dan doa yang dipanjatkan lebih diterima dan dikabulkan oleh Allah SWT. Landasan utama tawasul dalam Al-Qur'an adalah firman Allah dalam Surat Al-Ma'idah ayat 35: "Wahai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan carilah wasilah (perantara) untuk mendekatkan diri kepada-Nya" .

Dalam buku Tradisi Amaliyah Warga NU: Tahlilan, Hadiyuan, Dzikir, Yasinan, Ziarah Kubur, Sutejo Ibnu Pakar juga membahas secara mendalam tentang tawasul, landasan hukumnya, bacaan, hingga hikmahnya.

Merangkum berbagai sumber, berikut ini adalah panduan tata cara tawasul lengkap bacaan Arab, Latin dan artinya.

Tata Cara Tawasul Lengkap

Berikut adalah urutan tata cara tawasul lengkap yang biasa diamalkan sebelum doa bersama, baik dalam rangkaian tahlilan, yasinan, istighotsah, maupun ziarah kubur. Setiap tahap tawasul diakhiri dengan pembacaan Surat Al-Fatihah.

Langkah 1: Istigfar (3 Kali)

Sebelum memulai tawasul, dianjurkan untuk membaca istigfar sebanyak 3 kali.

Arab: اَسْتَغْفِرُاللهَ الْعَظِيْمَ (3x)

Latin: Astaghfirullāhal-'adhīm (3x)

Artinya: "Aku memohon ampun kepada Allah Yang Maha Agung."

Langkah 2: Tawasul kepada Nabi Muhammad SAW

Bacaan pertama dan paling utama ditujukan kepada Rasulullah SAW beserta keluarga, istri, anak, dan keturunannya.

Arab: بِسْمِ اللهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ

اِلَى حَضْرَةِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيهِ وَسَلَّمَ وَاَلِهِ وصَحْبِهِ شَيْءٌ لِلهِ لَهُمُ الْفَاتِحَةُ

Latin: Bismillāhirrahmānirrahīm. Ilā hadhratin nabiyyi shallallāhu 'alaihi wasallama wa ālihi wa shahbihi syai'un lillāhi lahumul fātihah.

Artinya: "Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Untuk yang terhormat Nabi Muhammad SAW, segenap keluarga, dan para sahabatnya. Bacaan Al-Fatihah ini kami tujukan kepada Allah dan pahalanya untuk mereka semua."

Setelah membaca tawasul ini, dilanjutkan dengan membaca Surat Al-Fatihah.

Langkah 3: Tawasul kepada Para Nabi, Rasul, Wali, Syuhada, dan Orang Saleh

Arab: ثُمَّ إِلَى حَضْرَةِ إِخْوَانِهِ مِنَ الْأَنْبِيَاءِ وَالْمُرْسَلِيْنَ وَالْأَوْلِيَاءِ وَالشُّهَدَاءِ وَالصَّالِحِيْنَ وَالصَّحَابَةِ وَالتَّابِعِيْنَ وَالْعُلَمَاءِ الْعَامِلِيْنَ وَالْمُصَنِّفِيْنَ الْمُخْلِصِيْنَ وَجَمِيْعِ الْمَلَائِكَةِ الْمُقَرَّبِيْنَ خُصُوْصًا سَيِّدِنَا الشَّيْخِ عَبْدِ الْقَادِرِ الْجَيْلَانِيِّ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ

Latin: Tsumma ilā hadhrati ikhwānihi minal anbiyā'i wal mursalīna wal-awliyā'i wasy-syuhadā'i wash-shālihīna wash-shahābati wat-tābi'īna wal-'ulamā'il-'āmilīna wal-mushannifīnal-mukhlisīna wa jamī'il-malā'ikatil-muqarrabīn, khushūshan sayyidinā syaikh 'Abdil Qādir al-Jailāni radhiyallāhu 'anhu.

Artinya: "Kemudian kepada saudara-saudaranya dari kalangan para nabi, rasul, wali, syuhada, orang-orang saleh, sahabat, tabi'in, ulama yang mengamalkan ilmunya, para penulis yang ikhlas, dan semua malaikat yang didekatkan (kepada Allah), khususnya kepada junjungan kami Syekh Abdul Qadir al-Jailani, semoga Allah meridhainya."

Setelah bacaan ini, dilanjutkan dengan membaca Surat Al-Fatihah.

Langkah 4: Tawasul kepada Semua Ahli Kubur Muslimin dan Muslimat

Arab: ثُمَّ إِلَى جَمِيْعِ أَهْلِ الْقُبُوْرِ مِنَ الْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ مِنْ مَشَارِقِ الْأَرْضِ إِلَى مَغَارِبِهَا بَرِّهَا وَبَحْرِهَا

Latin: Tsumma ilā jamī'i ahlil-qubūri minal-muslimīna wal-muslimāti wal-mu'minīna wal-mu'mināti min masyāriqil-ardi ilā maghāribihā barrihā wa bahrihā.

Artinya: "Kemudian kepada semua ahli kubur dari kaum muslimin laki-laki dan perempuan, mukminin laki-laki dan perempuan, dari timur bumi hingga baratnya, baik di darat maupun di laut."

Setelah bacaan ini, dilanjutkan dengan membaca Surat Al-Fatihah.

Langkah 5: Tawasul Khusus untuk Orang Tua, Guru, dan Keluarga

Arab: خُصُوْصًا إِلَى آبَائِنَا وَأُمَّهَاتِنَا وَأَجْدَادِنَا وَجَدَّاتِنَا وَمَشَايِخِنَا وَمَشَايِخِ مَشَايِخِنَا وَأَسَاتِذَتِنَا وَأَسَاتِذَةِ أَسَاتِذَتِنَا وَلِمَنْ أَحْسَنَ إِلَيْنَا وَلِمَنْ اجْتَمَعْنَا هَهُنَا بِسَبَبِهِ

Latin: Khushūshan ilā ābā'inā wa ummahātinā wa ajdādinā wa jaddātinā wa masyāyikhinā wa masyāykhi masyāyikhinā wa asātidzatinā wa asātidzati asātidzatina wa liman ahsana ilainā wa limanijtama'nā hāhunā bisababihi.

Artinya: "Khususnya kepada bapak kami, ibu kami, kakek kami, nenek kami, guru kami, pengajar dari guru kami, ustadz kami, pengajar ustadz kami, mereka yang telah berbuat baik kepada kami, dan bagi ahli kubur/arwah yang menjadi sebab kami berkumpul di sini."

Setelah bacaan ini, disebutkan nama spesifik orang yang ingin didoakan:

Arab: وَخُصُوْصًا إِلَى رُوْحِ ... (sebutkan nama lengkap almarhum/almarhumah)

Latin: Wa khushūshan ilā rūhi ... (sebutkan nama)

Artinya: "Dan khususnya kepada ruh ... (sebutkan nama)."

Kemudian ditutup dengan:

Arab: شَيْءٌ لِلهِ لَهُمُ الْفَاتِحَةُ

Latin: Syai'un lillāhi lahumul fātihah

Artinya: "Bacaan Al-Fatihah ini kami tujukan kepada Allah dan pahalanya untuk mereka semua."

Lalu ditutup dengan membaca Surat Al-Fatihah sekali lagi.

Langkah 6: Doa Tawasul Singkat yang Mustajab

Selain rangkaian tawasul di atas, terdapat pula doa tawasul singkat yang sering diamalkan:

Arab: اَللَّهُمَّ إِنِّي أَتَوَسَّلُ إِلَيْكَ بِنَبِيِّكَ مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ

Latin: Allāhumma innī atawassalu ilaika binabiyyika muhammadin shallallāhu 'alaihi wa sallam

Artinya: "Ya Allah, aku bertawasul kepada-Mu melalui kemuliaan nabi-Mu, Nabi Muhammad SAW."

Atau:

Arab: يَا رَبِّ بِالمُصْطَفَى بَلِّغْ مَقَاصِدَنَا وَاغْفِرْ لَنَا مَا مَضَى يَا وَاسِعَ الكَرَمِ

Latin: Yā rabbi bil mushthafā, balligh maqāshidanā, waghfir lanā mā madhā, yā wāsi‘al karami

Artinya: "Tuhanku, berkat kemuliaan kekasih pilihan-Mu Rasulullah, sampaikanlah hajat kami. Ampunilah dosa kami yang telah lalu, wahai Tuhan Maha Pemurah."

Surat Al-Fatihah

Setelah setiap bacaan tawasul, dilanjutkan dengan membaca Surat Al-Fatihah:

Arab: بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ. اَلْحَمْدُ لِلهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ. اَلرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ. مَالِكِ يَوْمِ الدِّيْنِ. اِيَّاكَ نَعْبُدُ وَاِيَّاكَ نَسْتَعِيْنُ. اِهْدِنَا الصِّرَاطَ الَّمُسْتَقِيْمَ. صِرَاطَ الَّذِيْنَ اَنْعَمْتَ عَلَيْهِمْ غَيْرِ الْمَغْضُوْبِ عَلَيْهِمْ وَلَا الضَّالِّيْنَ. اَمِينْ

Latin: Bismillāhirrahmānirrahīm. Alhamdulillāhi rabbil 'ālamīn. Arrahmānirrahīm. Māliki yaumiddīn. Iyyāka na'budu wa iyyāka nasta'īn. Ihdinash-shirāthal mustaqīm. Shirāthal ladzīna an'amta 'alaihim ghairil maghdhūbi 'alaihim waladh-dhāllīn. Āmīn.

Artinya: "Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam. Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Yang menguasai hari pembalasan. Hanya kepada-Mu kami menyembah dan hanya kepada-Mu kami memohon pertolongan. Tunjukkanlah kami ke jalan yang lurus, yaitu jalan orang-orang yang telah Engkau anugerahi nikmat kepada mereka, bukan jalan mereka yang dimurkai dan bukan pula jalan mereka yang sesat. Kabulkanlah permohonan kami."

Pedoman Tawasul dan Landasan Syariatnya

Tawasul adalah salah satu cara umat Islam dalam berdoa kepada Allah SWT dengan menyertakan suatu wasilah atau perantara untuk mendekatkan diri kepada-Nya agar doa dikabulkan. Tawasul dapat dilakukan dengan wasilah amal saleh, wasilah orang-orang yang dekat dengan Allah (para nabi, wali, dan orang saleh), atau wasilah lainnya.

Tawasul yang dilakukan sebelum doa bersama, baik dalam rangkaian tahlilan, yasinan, istighotsah, maupun mujahadah, bertujuan agar ibadah dan doa yang dipanjatkan lebih diterima dan dikabulkan oleh Allah SWT.

Sebagaimana dijelaskan dalam buku Tradisi Amaliyah Warga NU, tawasul merupakan pembuka dalam acara tahlil yang bertujuan menghadiahkan pahala bacaan Al-Qur'an dan doa kepada para nabi, wali, ulama, serta ahli kubur yang dituju.

Ulama dari pelbagai madzhab sepakat bahwa tawasul yang dimaksud adalah amal saleh sebagai jalan yang menyertai seseorang dalam doanya. Amal saleh dapat mendekatkan seseorang kepada Allah SWT. Tawasul merupakan salah satu cara doa dan salah satu pintu tawajjuh (menghadap) kepada Allah SWT.

Tujuan hakikinya adalah Allah semata, sedangkan sesuatu yang dijadikan tawasul hanyalah jembatan dan wasilah untuk mendekatkan diri kepada-Nya.

Praktik tawasul dianjurkan dalam Al-Qur'an Surat Al-Maidah ayat 35:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَابْتَغُوا إِلَيْهِ الْوَسِيلَةَ

Artinya: "Hai orang yang beriman, takwalah kepada Allah. Carilah wasilah kepada-Nya."

Dalil lainnya adalah Surat An-Nisa ayat 64:

وَمَا أَرْسَلْنَا مِنْ رَسُولٍ إِلاَّ لِيُطَاعَ بِإِذْنِ اللَّهِ وَلَوْ أَنَّهُمْ إِذْ ظَلَمُوا أَنْفُسَهُمْ جَاءُوكَ فَاسْتَغْفَرُوا اللَّهَ وَاسْتَغْفَرَ لَهُمُ الرَّسُولُ لَوَجَدُوا اللَّهَ تَوَّاباً رَحِيماً

Artinya: "Dan Kami tidak mengutus seseorang rasul, melainkan untuk ditaati dengan seizin Allah. Sesungguhnya jikalau mereka ketika menganiaya diri mereka sendiri datang kepadamu, lalu memohon ampun kepada Allah, dan Rasul pun memohonkan ampun untuk mereka, tentulah mereka mendapati Allah Maha Penerima Tobat lagi Maha Penyayang."

Macam-Macam Tawasul

Terdapat beberapa macam tawasul yang dapat diamalkan oleh umat Islam:

1. Tawasul bi Asmaillah (Tawasul dengan Nama Allah)

Tawasul ini merupakan tawasul yang tingkatannya tertinggi. Tawasul ini dapat dilakukan dengan menyebut Asmaul Husna. Jenis tawasul ini biasanya dilakukan dengan berharap kesembuhan dari penyakit.

2. Tawasul bi A'mal Shalihat (Tawasul dengan Amal Baik)

Tawasul juga dapat dilakukan melalui amal saleh. Dalam kitab Riyadus Shalihin, dikisahkan tiga sahabat yang terjebak di dalam gua setelah pintunya tertutup batu besar. Setelah berbagai upaya untuk keluar gagal, mereka bertawasul kepada Allah dengan menyebut amal terbaik masing-masing. Salah satunya bertawasul dengan amal birrul walidain (berbakti kepada orang tua). Atas izin Allah, batu yang menutup gua bergeser hingga mereka akhirnya dapat keluar.

3. Tawasul bi Shalihin (Tawasul dengan Orang Saleh)

Tawasul juga dapat dilakukan melalui perantara orang saleh, baik yang masih hidup maupun telah meninggal. Salah satu contohnya adalah kisah sahabat yang bertawasul melalui kemuliaan Nabi Muhammad SAW.

4. Tawasul bi Dzat (Tawasul dengan Dzat atau Kedudukan)

Tawasul ini dapat dilakukan dengan beberapa cara, seperti bi jahi (dengan kedudukan), bi hurmati (dengan kemuliaan), atau bi karamati (dengan kemurahan).

Hikmah Tawasul Sebelum Doa Bersama

1. Mendekatkan diri kepada Allah SWT

Tawasul merupakan salah satu pintu tawajjuh (menghadap) kepada Allah SWT. Dengan menyertakan nama para nabi dan orang saleh dalam doa, seseorang mendekatkan diri kepada-Nya melalui wasilah yang mulia.

2. Mempercepat terkabulnya doa

Tawasul atau wasilah penting untuk diamalkan terutama saat seseorang akan berdoa, sebagai pendorong agar doa diijabah (dikabulkan) oleh Allah SWT. Tawasul adalah cara mencari wasilah kepada Allah agar doa yang dipanjatkan lekas diijabah.

3. Menjalin silaturahim spiritual

Tawasul sebelum doa bersama menjadi sarana untuk menyambungkan "sinyal" spiritual antara yang berdoa dengan para nabi, wali, dan orang-orang saleh. Adanya saling keterhubungan ini menjadikan orang dapat saling menolong satu sama lain dalam kebaikan.

4. Mengamalkan perintah Al-Qur'an

Tawasul merupakan bentuk pengamalan dari firman Allah dalam Surat Al-Ma'idah ayat 35 yang memerintahkan umat Islam untuk mencari wasilah (jalan mendekatkan diri) kepada-Nya. Dari ayat ini, ulama memutuskan bahwa tawasul adalah sesuatu yang disyariatkan oleh Islam.

5. Mendoakan ahli kubur secara kolektif

Dalam doa bersama, tawasul memungkinkan pahala bacaan dan doa sampai kepada seluruh ahli kubur—mulai dari para nabi, sahabat, wali, hingga keluarga dan kerabat yang telah mendahului. Hal ini sejalan dengan pendapat ulama Maliki, Hanafi, dan Hanbali yang menyatakan bahwa pahala bacaan Al-Qur'an sampai kepada mayit.

6. Memperkuat ukhuwah Islamiyah

Doa bersama yang diawali dengan tawasul menjadi momen kebersamaan yang mempererat tali persaudaraan antar sesama muslim, sekaligus mengingatkan akan kehidupan setelah mati dan pentingnya saling mendoakan.

Pertanyaan Seputar Tawasul

1. Apa itu tawasul dan bagaimana cara melakukannya?

Tawasul adalah cara mendekatkan diri kepada Allah SWT dalam bentuk doa atau ibadah melalui perantara (wasilah), seperti menyebut Asmaul Husna, amal saleh, atau orang-orang saleh. Cara melakukannya adalah dengan membaca doa yang menyertakan nama orang yang dijadikan perantara—misalnya Nabi Muhammad SAW, para wali, atau orang tua yang telah meninggal—lalu memohon kepada Allah agar doa dikabulkan. Tawasul diawali dengan menghadiahkan bacaan Al-Fatihah kepada Rasulullah SAW, para nabi, sahabat, ulama, hingga kaum Muslimin yang telah wafat.

2. Apakah tawasul memiliki dalil dalam Al-Qur'an?

Ya, tawasul memiliki landasan syariat yang kuat dalam Al-Qur'an. Allah SWT berfirman dalam Surat Al-Ma'idah ayat 35: "Wahai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan carilah wasilah (perantara) untuk mendekatkan diri kepada-Nya" . Dalil lainnya terdapat dalam Surat An-Nisa ayat 64 yang menjelaskan tentang memohon ampun melalui perantara Rasulullah SAW.

3. Bagaimana urutan bacaan tawasul yang benar?

Urutan yang benar adalah: (1) Membaca istigfar 3 kali, (2) Tawasul kepada Nabi Muhammad SAW, keluarga, dan sahabat—lalu membaca Al-Fatihah, (3) Tawasul kepada para nabi, rasul, wali, syuhada, dan orang saleh—lalu membaca Al-Fatihah, (4) Tawasul kepada semua ahli kubur muslimin dan muslimat—lalu membaca Al-Fatihah, (5) Tawasul khusus kepada orang tua, guru, dan keluarga yang dituju—lalu membaca Al-Fatihah.

4. Apakah tawasul termasuk amalan bid'ah?

Tawasul bukanlah amalan bid'ah karena memiliki landasan syariat yang kuat dari Al-Qur'an dan disepakati oleh para ulama Ahlussunnah wal Jama'ah. Ulama dari pelbagai madzhab sepakat bahwa tawasul yang dimaksud adalah amal saleh sebagai jalan yang menyertai seseorang dalam doanya. Yang terpenting adalah menjaga niat yang ikhlas karena Allah dan tidak meyakini bahwa selain Allah dapat memberikan manfaat atau mudarat secara mandiri.

5. Bolehkah bertawasul kepada orang yang sudah meninggal?

Ya, hukumnya boleh. Tawasul kepada para nabi serta wali, baik semasa hidup maupun setelah wafat, hukumnya mubah (boleh) secara syara'. Namun perlu ditegaskan bahwa tawasul kepada wali yang sudah wafat bukan berarti meminta kepada wali. Meminta tetap kepada Allah SWT, akan tetapi hanya menjadikan mereka perantara dalam doa kepada Allah SWT. Tujuan hakiki tawasul adalah Allah semata, sedangkan sesuatu yang dijadikan tawasul hanyalah jembatan untuk mendekatkan diri kepada-Nya.

Read Entire Article
Fakta Dunia | Islamic |