Pertumbuhan Uang Primer April Melambat jadi 14,3 Persen

1 hour ago 2

BANK Indonesia (BI) melaporkan jumlah uang primer (M0) adjusted pada Januari 2026 sebesar Rp 2.232,2 triliun atau tumbuh 14,3 persen secara tahunan atau year on year (yoy). Laju pertumbuhan tersebut melambat dibanding Maret 2026 yang tumbuh 16,8 persen.

“Perkembangan ini dipengaruhi oleh pertumbuhan giro bank umum di Bank Indonesia adjusted sebesar 21,6 persen dan uang kartal yang diedarkan sebesar 14,6 persen,” ujar Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi Ramdan Denny Prakoso lewat keterangan resmi, Jumat, 8 Mei 2026.

Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca

Data pertumbuhan telah mempertimbangkan kebijakan yang dilakukan oleh Bank Indonesia, termasuk memperhitungkan dan mengelola dampaknya, termasuk pemberian insentif likuiditas atau pengendalian moneter adjusted.

Uang primer atau base money adalah seluruh uang yang diedarkan bank sentral ditambah simpanan giro bank umum di BI. M0 adjusted adalah ukuran uang primer yang telah disesuaikan oleh bank sentral. Mengutip laman resmi BI, M0 adjusted dijelaskan menggambarkan perkembangan uang primer yang telah mengisolasi dampak penurunan giro bank di Bank Indonesia akibat pemberian insentif likuiditas.

Sebelumnya Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan laju pertumbuhan uang primer atau base money, sampai pekan kedua April masih tumbuh 18 persen. Sehingga secara rata-rata pada tahun ini tumbuh dua digit. 

“Artinya pemerintah dan bank sentral menjaga suplai uang di sistem cukup untuk mendorong pertumbuhan ekonomi,” ucapnya dalam konferensi pers APBN KiTa yang disiarkan secara langsung pada Selasa, 5 Mei 2026.

Bendahara negara itu menyatakan bila uang primer bertahan di level 15-18 persen, pertumbuhan kredit pelan-pelan akan bergerak ke arah 15 persen. Artinya ekonomi bakal berjalan lebih cepat lagi karena sektor swasta bergerak. 

Purbaya menambahkan, ia akan mendorong pertumbuhan ekonomi dengan menghidupkan mesin pertumbuhan sektor swasta dan mesin pertumbuhan pemerintah. Upaya itu menurut dia belum sempurna tapi mulai berjalan. “Hasilnya, dari mana? dari pertumbuhan ekonomi kuartal I 2026 yang mencapai 5,61 persen dan suku bunga yang turun,” ucapnya.

Read Entire Article
Fakta Dunia | Islamic |