PRESIDEN Prabowo Subianto menerima kunjungan Menteri Negara Urusan Pertahanan Qatar Sheikh Saoud bin Abdulrahman bin Hassan bin Ali Al Thani di Istana Merdeka, Jakarta. Sheikh Saoud, yang juga menjabat Wakil Perdana Menteri Qatar, mengunjungi Istana pada Senin, 1 Juni 2026.
Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca
Kedatangan Sheikh Saoud disambut langsung oleh Presiden Prabowo. "Sheikh Saoud menyampaikan pesan khusus dari Emir Qatar, Sheikh Tamim bin Hamad Al-Thani kepada Presiden Prabowo," seperti tertulis dalam keterangan Sekretariat Presiden.
Dalam pertemuan tersebut, kedua pemimpin turut membahas sejumlah isu, khususnya soal kerja sama Indonesia-Qatar di berbagai sektor. Sebelumnya pada April 2025 lalu, Presiden Prabowo dan Emir Qatar menyaksikan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) yang bertajuk “Memorandum Saling Pengertian tentang Dialog Strategis antara Pemerintah Indonesia dan Pemerintah Negara Qatar.”
Dialog strategis ini bertujuan mendorong kerja sama yang lebih intensif di berbagai bidang. Di antaranya adalah politik dalam isu internasional dan regional, pertahanan dan keamanan, kontra-terorisme, ekonomi khususnya perdagangan dan investasi, pertukaran budaya, dan penguatan hubungan antarmasyarakat.
Prabowo menerima Sheikh Saoud pada Senin siang. Pada pagi harinya, Presiden memimpin upacara peringatan Hari Lahir Pancasila yang dihelat di Lapangan Gedung Pancasila, Kementerian Luar Negeri, Jalan Taman Pejambon, Jakarta.
Dalam kesempatan ini, Presiden Prabowo bertindak sebagai inspektur upacara. Hari Lahir Pancasila 2026 mengusung tema 'Pancasila Pemersatu Bangsa, Fondasi Perdamaian Dunia'. Makna tema ini menegaskan nilai Pancasila relevan untuk menjaga keutuhan bangsa dan sebagai jawaban terciptanya perdamaian dunia.
Saat berpidato dalam upacara tersebut, Prabowo menegaskan bahwa Pancasila adalah pegangan bagi rakyat Indonesia di tengah situasi dunia yang terpecah belah akibat konflik, persaingan, dan perang dagang di tingkat global.
"Di tengah dunia yang semakin terpecah oleh pertikaian, rivalitas geopolitik, perang dagang, dan ketidakpastian ekonomi, Indonesia memiliki pegangan yang kokoh. Pegangan itu adalah Pancasila,” kata Prabowo.
Ervana Trikarinaputri berkontribusi dalam penulisan artikel ini
Pilihan editor: Apa yang Memicu Intoleransi Beragama Tetap Marak




























:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5502852/original/043074800_1771048777-4.jpg)


















