DESAINER Phillip Iswardono memiliki cara unik dalam mengenalkan karyanya. Desainer fokus mengeksplorasi wastra Nusantara itu menampilkan koleksinya di MesaStila Magelang, yang dikeliling kebun kopi dan pegunungan, Kamis, 16 April 2026.
Dihadiri ratusan pengunjung baik dari warga Indonesia dan turis mancanegara, peragaan busana ini menjadi rangkaian pembuka dari event utama pagelaran tunggalnya pasca 20 tahun berkarya bertajuk "Menyuluh Wastra Menoreh Jejak" yang akan digelar 2 - 3 Mei 2026 di Taman Budaya Yogyakarta.
Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca
Phillip konsisten mengangkat nilai tradisi dalam karya-karya kontemporernya. Dalam 74 karya yang akan ditampilkan di Taman Budaya Yogyakarta nanti, ia meramu kekayaan seni wastra tujuh wilayah di Indonesia. Mulai dari Badui, Jawa, Palembang, NTT, NTB, Bali, dan Makassar.
"Karya saya terinspirasi dari seni wastra tujuh provinsi di Indonesia," kata desainer yang Philip di sela acara tersebut. "Jadi setiap satu karya ditampilkan satu model, tidak ganti."
Sejumlah karya wastra desainer Phillip Iswardono ditampilkan di kawasan MesaStila yang dikelilingi kebun kopi dan pegunungan di Magelang, 16 April 2026. Tempo/Pribadi Wicaksono
Bagi Philip wastra bukan sekadar kain, melainkan ruang ingatan dan identitas perjalanan tradisi bangsa yang bergerak bersama dengan ciri berbeda. "Sehingga dalam berkarya, saya ingin menghidupkan kembali nilai-nilai wastra itu sebagai identitas kita yang beragam," kata desainer yang telah berkarya selama dua dekade.
Melalui pendekatan yang memadukan teknik lokal dan sentuhan kontemporer, karya-karya ini diharapkan menjembatani tradisi dengan konteks modern. Dalam proses kreatif yang dijalaninya pun tidak hanya berbicara tentang estetika, tetapi juga tentang makna.
Untuk melengkapi tampilan karyanya, Philip juga memberi sentuhan sanggul daerah dalam tata rias. Selain itu, untuk mendukung misi kebudayaan, diapun mengusung konsep Pasar Kangen sebagai sajian jamuan tradisional bagi para pengunjung.
Project Manager pergelaran, Nyudi Dwijo, menjelaskan gelaran puncak pada 2 dan 3 Mei 2026 di Taman Budaya Yogyakarta, tak sekedar pameran fashion. Namun dikemas unik menggabungkan seni instalasi fashion. Di mana pergelaran ini dirancang sebagai sebuah narasi utuh yang menggabungkan konsep artistik, kuratorial, dan pengalaman visual bagi audiens. "Jadi ajang fashion dikemas lebih menarik dan berbeda," kata dia.
Penasehat event itu, Afif Syakur, mengatakan kolaborasi ini bertujuan memperkuat posisi wastra agar tetap relevan dalam konteks modern melalui pengalaman visual yang artistik dan kuratorial yang matang.






























:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5448205/original/085550400_1766022443-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2025-12-18T084617.730.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4010689/original/086569000_1651202668-pexels-rayn-l-3163677.jpg)




:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5154231/original/041919200_1741337635-20250307-Tadarus-ANG_2.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5450038/original/011940800_1766126206-Gemini_Generated_Image_n0zy6on0zy6on0zy.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4199341/original/055639700_1666344669-bacaan-doa-untuk-orang-meninggal-latin-dan-artinya.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3360668/original/038739700_1611729329-abdullah-faraz-fj-p_oVIhYE-unsplash.jpg)


:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/755908/original/073849700_1414158415-x6.jpg)




:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3922271/original/043865300_1643824060-Ilustrasi_bulan_Rajab_1.jpeg)