Liputan6.com, Jakarta - Malam 1 Rajab adalah salah satu momen spiritual yang dinantikan umat Muslim di seluruh dunia. Momen ini menandai awal bulan Rajab dalam kalender Hijriah, yang memiliki banyak keutamaan dan menjadi gerbang persiapan menuju bulan suci Ramadan. Sering muncul pertanyaan, “kapan malam 1 Rajab?” terutama untuk perencanaan ibadah di tahun-tahun mendatang, termasuk tahun 2026 Masehi.
Untuk tahun 2026 Masehi, yang bertepatan dengan tahun 1448 Hijriah, tanggal pasti 1 Rajab 1448 H belum dapat ditetapkan secara resmi. Penetapan ini bergantung pada hasil rukyatul hilal (pengamatan bulan sabit) atau perhitungan hisab (astronomi) yang akan dilaksanakan menjelang akhir bulan Jumadil Akhir 1448 H, diperkirakan sekitar Desember 2026. Oleh karena itu, masyarakat dianjurkan untuk menunggu pengumuman resmi dari Kementerian Agama Republik Indonesia.
Sebagai referensi, 1 Rajab 1447 H telah ditetapkan jatuh pada Minggu, 21 Desember 2025, berdasarkan Kalender Hijriah Indonesia yang disusun oleh Kementerian Agama RI dan juga Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT) Muhammadiyah. Dengan demikian, Malam 1 Rajab 1447 H sudah dimulai sejak Sabtu petang, 20 Desember 2025, setelah waktu Maghrib. Lalu kapan malam 1 Rajab? Simak penjelasan selengkapnya berikut ini, sebagaimana telah Liputan6.com rangkum dari berbagai sumber, Jumat (19/12/2025).
Kapan Malam 1 Rajab 2026 dan Penetapannya?
Malam 1 Rajab merupakan awal dari bulan Rajab dalam kalender Hijriah, yang dimulai pada petang hari setelah waktu Maghrib, menjelang tanggal 1 Rajab. Untuk tahun 2026 Masehi, yang bersamaan dengan tahun 1448 Hijriah, tanggal pasti 1 Rajab masih perlu menunggu hasil rukyatul hilal atau perhitungan hisab yang akan dilakukan menjelang akhir bulan Jumadil Akhir 1448 H, sekitar Desember 2026.
Penetapan awal bulan Hijriah di Indonesia umumnya menggunakan dua pendekatan utama. Metode ini terkadang dapat menyebabkan perbedaan dalam penetapan awal bulan Hijriah. Namun, Kementerian Agama RI melalui sidang isbat berupaya menyatukan pandangan untuk menjaga kebersamaan umat Islam di Indonesia.
- Rukyatul Hilal: Metode ini melibatkan pengamatan langsung hilal (bulan sabit muda) setelah matahari terbenam. Jika hilal terlihat, bulan baru dimulai. Jika tidak terlihat, bulan yang sedang berjalan digenapkan menjadi 30 hari (istikmal). Kriteria ini digunakan oleh Nahdlatul Ulama (NU) dan menjadi dasar sidang isbat Kementerian Agama RI.
- Hisab: Metode ini menggunakan perhitungan astronomis untuk menentukan posisi bulan. Muhammadiyah, misalnya, menggunakan kriteria hisab wujudul hilal, di mana awal bulan dimulai jika ijtimak (konjungsi) telah terjadi sebelum matahari terbenam dan bulan terbenam setelah matahari terbenam, tanpa melihat ketinggian hilal.
Keutamaan dan Dalil Bulan Rajab dalam Islam
Bulan Rajab memiliki kedudukan istimewa dalam Islam. Bulan ini dikenal sebagai salah satu dari empat bulan haram (Asyhurul Hurum) yang dimuliakan Allah SWT, bersama dengan Dzulqa'dah, Dzulhijjah, dan Muharram.
Allah SWT berfirman dalam Al-Qur'an Surat At-Taubah ayat 36:
"Sesungguhnya bilangan bulan di sisi Allah ialah dua belas bulan, (sebagaimana) ketetapan Allah (di Lauh Mahfuz) pada waktu Dia menciptakan langit dan bumi, di antaranya ada empat bulan haram. Itulah (ketetapan) agama yang lurus, maka janganlah kamu menzalimi dirimu padanya (empat bulan itu), dan perangilah orang-orang musyrik semuanya sebagaimana mereka pun memerangi kamu semuanya. Ketahuilah bahwa sesungguhnya Allah bersama orang-orang yang bertakwa."
Pada bulan-bulan haram ini, amal saleh dilipatgandakan pahalanya, dan perbuatan dosa juga memiliki ganjaran yang lebih berat.
Malam pertama bulan Rajab termasuk dalam lima malam yang mustajab (doa dikabulkan), sebagaimana disebutkan oleh Imam Syafi'i dalam kitab Al-Umm. Beliau menyatakan: "Sesungguhnya doa diijabah pada lima malam: malam Jumat, malam Idul Adha, malam Idul Fitri, malam pertama bulan Rajab dan malam nishfu Sya'ban."
Rasulullah SAW menganjurkan umatnya untuk berdoa saat memasuki bulan Rajab. Salah satu doa yang sering diamalkan adalah:
اللَّهُمَّ بَارِكْ لَنَا فِي رَجَبَ وَشَعْبَانَ وَبَلِّغْنَا رَمَضَانَ
Latin: Allâhumma bârik lanâ fî rajaba wasya‘bâna waballighnâ ramadlânâ.
Artinya: "Duhai Allah, berkahilah kami pada bulan Rajab dan bulan Sya'ban dan pertemukanlah kami dengan bulan Ramadhan."
Meskipun sebagian ulama menilai hadits ini dhaif (lemah), mengamalkannya tetap diperbolehkan dan dianjurkan untuk fadhailul a'mal (keutamaan amal).
Amalan Dianjurkan di Malam dan Bulan Rajab
Untuk memanfaatkan kemuliaan bulan Rajab, umat Islam dianjurkan untuk memperbanyak amalan saleh. Berikut adalah beberapa amalan yang dapat dilakukan:
1. Memperbanyak Doa
Selain doa pendek di atas, terdapat juga doa panjang yang diriwayatkan ketika Rasulullah SAW melihat hilal Rajab:
اللَّهُمَّ بَارِكْ لَنَا فِي رَجَبٍ وَشَعْبَانَ وَبَلَّغْنَا شَهْرَ رَمَضَانَ وَأَعِنَّا عَلَى الصِّيَامِ وَالْقِيَامِ وَحِفْظ اللِّسَانِ وَغَضِّ الْبَصَرِ وَلَا تَجْعَلْ حَطَّنَا مِنْهُ الْجُوعَ وَالْعَطَشَ
Latin: Allahumma baarik lana fi Rajaba wa Sya'bana wa ballighna syahra Ramadhana wa a'inna 'ala ash-shiyami wal-qiyami wa hifzhil-lisani wa ghadhdhil-bashari wa laa taj'al hazhzhana minhu al-ju'a wal-'athasya.
Artinya: "Ya Allah, berkatilah kami dalam bulan Rajab dan Sya'ban, dan sampaikan kami ke bulan Ramadhan. Tolonglah kami untuk shiyam dan qiyam serta menjaga lisan dan menundukkan pandangan. Jangan jadikan bagian kami darinya hanya rasa lapar dan haus."
2. Memperbanyak Istighfar
Istighfar sangat dianjurkan di bulan Rajab sebagai bentuk permohonan ampunan kepada Allah SWT. Salah satu bacaan istighfar yang dianjurkan adalah:
رَبِّ اغْفِرْ لِي وَارْحَمْنِي وَتُبْ عَلَيَّ
Latin: Rabbighfirli warhamni watub 'alayya.
Artinya: "Ya Tuhanku, ampunilah aku, sayangilah aku, dan terimalah taubatku." Dianjurkan untuk membacanya sebanyak 70 kali setiap pagi dan sore hari di bulan Rajab.
3. Shalat Sunnah
Menghidupkan malam pertama bulan Rajab dengan shalat sunnah sangat dianjurkan. Beberapa sumber menyebutkan shalat sunnah ini dapat dikerjakan sebanyak 10 rakaat dengan 5 kali salam, yaitu setiap dua rakaat diakhiri satu salam.
Niat shalat sunnah malam 1 Rajab adalah:
أُصَلِّى سُنَّةَ الرَّجَبِ رَكْعَتَيْنِ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ لِلَّهِ تَعَالَى اللَّهُ أَكْبَرُ
Latin: Ushallii sunnatan lisyahri rajaba rakataini mustaqbilal qiblati lillaahi ta'aalaa.
Artinya: "Aku berniat untuk shalat sunnah Rajab dua rakaat menghadap kiblat karena Allah Ta'ala."
4. Puasa Sunnah
Meskipun tidak ada dalil khusus yang mewajibkan puasa Rajab sebulan penuh seperti Ramadan, berpuasa di bulan Rajab sangat dianjurkan berdasarkan dalil umum keutamaan berpuasa di bulan-bulan haram. Puasa sunnah yang dapat dilakukan antara lain Puasa Ayyamul Bidh (tanggal 13, 14, dan 15 setiap bulan Hijriah), Puasa Senin-Kamis, dan Puasa Sunnah Mutlak di hari-hari awal bulan haram.
Niat puasa Rajab dapat dilafalkan pada malam hari atau pagi hari (sebelum waktu Dzuhur) jika belum melakukan hal yang membatalkan puasa.
Niat di Malam Hari:
نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ أَدَاءِ سُنَّةِ رَجَبَ لِلهِ تَعَالَى
Latin: Nawaitu shauma ghadin ‘an adā’i sunnati Rajaba lillāhi ta‘ālā.
Artinya: "Aku berniat puasa sunnah Rajab esok hari karena Allah Ta’ala."
Niat di Siang Hari:
نَوَيْتُ صَوْمَ هَذَا اليَوْمِ عَنْ أَدَاءِ سُنَّةِ رَجَبَ لِلهِ تَعَالَى
Latin: Nawaitu shauma hādzal yaumi ‘an adā’i sunnati Rajaba lillāhi ta‘ālā.
Artinya: "Aku berniat puasa sunnah Rajab hari ini karena Allah Ta’ala."
5. Memperbanyak Shalawat dan Sedekah
Amalan bersedekah di bulan Rajab juga sangat dianjurkan karena pahalanya dilipatgandakan. Rasulullah SAW menjanjikan istana di surga bagi yang bersedekah di bulan Rajab. Memperbanyak shalawat kepada Nabi Muhammad SAW juga merupakan amalan yang memiliki keutamaan tinggi.
6. Membaca Al-Qur'an dan Berdzikir
Membaca Al-Qur'an dan memperbanyak dzikir dapat meningkatkan kedekatan kepada Allah SWT, terutama di bulan yang mulia ini.
Isra' Mi'raj, Peristiwa Penting di Bulan Rajab
Bulan Rajab juga dikenang sebagai bulan terjadinya peristiwa Isra' Mi'raj Nabi Muhammad SAW, yang diperingati setiap tanggal 27 Rajab. Peristiwa agung ini merupakan perjalanan spiritual Nabi Muhammad SAW dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsa, lalu naik ke Sidratul Muntaha untuk menerima perintah shalat lima waktu.
Untuk tahun 1447 H, peringatan Isra' Mi'raj diperkirakan jatuh pada Jumat, 16 Januari 2026. Momen ini menjadi kesempatan bagi umat Islam untuk merenungkan kembali makna shalat dan meningkatkan kualitas ibadah.
Malam 1 Rajab adalah pintu gerbang menuju bulan-bulan yang dimuliakan. Dengan memahami kapan malam 1 Rajab dan dalil-dalil keutamaannya, kita dapat mempersiapkan diri lebih baik untuk menyambutnya dengan meningkatkan ibadah dan ketakwaan. Fokus utama bukan hanya pada tanggal, tetapi pada makna spiritual untuk membersihkan diri dan mempersiapkan hati menyambut Ramadan. Pantau terus pengumuman resmi dari Kementerian Agama RI untuk kepastian tanggal 1 Rajab. Mari jadikan Rajab bulan untuk memperbanyak istighfar, doa, dan amal saleh. Bagikan artikel ini kepada keluarga dan saudara kita sebagai pengingat.
FAQ
Q: Kapan malam 1 Rajab jatuh pada tahun 2026 Masehi?
A: Untuk tahun 2026 Masehi, yang bersamaan dengan tahun 1448 Hijriah, tanggal pasti 1 Rajab masih perlu menunggu hasil rukyatul hilal atau perhitungan hisab yang akan dilakukan menjelang akhir bulan Jumadil Akhir 1448 H, sekitar Desember 2026. Keputusan resmi akan diumumkan oleh Kementerian Agama RI.
Q: Apakah ada perbedaan antara tanggal 1 Rajab dan malam 1 Rajab?
A: Ya, ada perbedaan. Dalam sistem kalender Hijriah, satu hari dimulai saat Maghrib. Jadi, Malam 1 Rajab sudah dimulai pada petang hari setelah Maghrib, sebelum tanggal 1 Rajab di kalender Masehi. Sebagai contoh, jika 1 Rajab 1447 H jatuh pada 21 Desember 2025, maka Malam 1 Rajab-nya adalah petang 20 Desember 2025.
Q: Apa dalil keutamaan malam 1 Rajab?
A: Keutamaan malam 1 Rajab sebagai waktu mustajab untuk berdoa didasarkan pada keterangan Imam Syafi'i dalam kitab Al-Umm. Beliau menyebutkan bahwa doa dikabulkan pada lima malam, salah satunya adalah malam pertama bulan Rajab.
Q: Apa saja amalan yang dianjurkan pada malam 1 Rajab?
A: Amalan yang dianjurkan pada malam 1 Rajab antara lain: memperbanyak doa (terutama doa menyambut Rajab), beristighfar, melaksanakan shalat sunnah, membaca Al-Qur'an, dan bersedekah.
Q: Apakah puasa Rajab punya dalil khusus?
A: Tidak ada hadits shahih yang secara khusus menyebutkan keutamaan puasa Rajab saja. Namun, puasa di bulan Rajab dianjurkan berdasarkan dalil umum tentang keutamaan berpuasa di bulan-bulan haram (Asyhurul Hurum), di mana Rajab termasuk di dalamnya. Puasa sunnah seperti Senin-Kamis atau Ayyamul Bidh (tanggal 13, 14, 15 Rajab) sangat baik dilakukan.

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5024176/original/090387600_1732614331-quote-sabar-dan-ikhlas.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4975686/original/001020200_1729565914-nama-sahabat-nabi.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3413087/original/89624600_1616897919-horizontal-shot-satisfied-college-student-uses-new-cool-app-cell-phone-carries-notepad-writing-notes-wears-spectacles-silk-scarf-knitted-sweater-isolated-blue-wall_273609-26316.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5095573/original/012538800_1736934827-pexels-helloaesthe-15707485.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5121926/original/039550200_1738729829-1738723823107_muamalah-adalah.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5423024/original/045605200_1764051067-Membaca_ayat_suci_al_quran__pexels_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5417694/original/055901700_1763543336-Kultum_Singkat_tentang_Sabar.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5438947/original/026009100_1765343687-SnapInsta.to_590425390_18544905169033381_7948525635136531867_n.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4628436/original/095598200_1698637528-8712637.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/2978888/original/058603600_1574829310-20191127-Lowongan-Pekerjaan-Dibuka-di-Job-Fair-Jakarta-TALLO-4.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3998634/original/078503800_1650277026-20220418-Tadarus_Al-Quran_di_Bulan_Ramadhan-3.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3097896/original/057966000_1586407258-concrete-dome-buildings-during-golden-hour-2236674.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5067115/original/068159000_1735273362-1735270416030_kata-kata-mutiara-islami.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4858180/original/029627600_1717939832-WhatsApp_Image_2024-05-29_at_10.56.30.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5309824/original/049461300_1754640312-56c16cba-d65e-4d65-9a2f-45a2fa7bdd9a.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5490521/original/051406700_1770014009-Ilustrasi_Puasa.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3381448/original/032968300_1613719892-wooden-spoon-fork-as-clock-hands-white-plate_49149-1007.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5365523/original/042845000_1759199598-Dua_wanita_muslimah_membaca_buku.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5490999/original/014133400_1770040826-Masjid_Agung_Demak.jpeg)





























