SEORANG ibu hamil, Melkiana Duwitau dan janinnya, tewas terkena peluru di tengah kontak tembak antara Komando Operasional TNI Habema dan Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat-Organisasi Papua Merdeka (TPNPB-OPM). Perstiwa itu terjadi pada Kamis malam, 2 Juli 2026 di Kampung Wandoga, Distrik Sugapa, Kabupaten Intan Jaya, Papua Tengah.
Ketua Komnas HAM Perwakilan Papua, Frits Bernard Ramandey, mendatangi lokasi untuk memverifikasi kejadian itu. Saat peristiwa itu terjadi, Melkiana sedang berada di honai atau rumah adatnya. Usia kandungannya saat itu sekitar 7 – 8 bulan.
“Saya ke TKP (tempat kejadian perkara), saya lihat jenazah sebelum dikubur, saya lihat ibunya, lihat bayinya,” kata Frits kepada Tempo pada Selasa, 7 Juli 2026.
Kepergian Melkiana dan bayinya hanya menyisakan seorang suami berinisial BS. Ia merupakan salah satu warga yang memberi kesaksian kepada Komnas HAM Perwakilan Papua. “Suaminya dan beberapa warga di situ memberi kesaksian kepada kami. Memang mereka mengatakan ada tembakan awal di sekitar rumah almarhum,” ujar Frits.
Namun, suara tembakan tak hanya terdengar sekali. “Dua kali bunyi tembakan di sekitar rumah almarhum,” kata Frits.
Setelah penembakan, Frits mengatakan, Melkiana terlambat dilarikan ke rumah sakit. Ia akhirnya meninggal. Setibanya di rumah sakit, tim medis berupaya mengeluarkan janin dari perut Melkiana. Namun, nyawa bayinya juga tidak terselamatkan. “Kuat dugaan karena tidak ada oksigen untuk bayinya sehingga bayinya juga meninggal dunia,” ujar Frits.
Ia juga mengungkap bahwa saat kejadian, polisi maupun tentara tidak langsung menuju TKP. Instansi yang menangani kejadian itu adalah Komnas HAM, Dinas Kesehatan, dan pemerintah daerah setempat.
Menurut Frits, warga tidak mengizinkan polisi dan TNI untuk datang ke lokasi. “Karena situasinya begitu, warga dan keluarga belum menerima kehadiran dua institusi itu,” ujarnya.
Saat ini, Perwakilan Komnas HAM Papua telah melakukan verifikasi peristiwa serta bertemu dengan polisi dan TNI setempat, juga saksi-saksi yang ada di lokasi. Frits berkata, temuan-temuan Komnas HAM akan diungkap pada 8 Juli 2026. “Hasil ini kami akan umumkan kemungkinan hari Rabu,” kata Frits.
Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca































:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4670207/original/029073300_1701403206-rasyid-maulana-yVwiHXoTrnU-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5160529/original/036403800_1741831526-hasan-almasi-_X2UAmIcpko-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4400005/original/008170900_1681813298-20230418-Zakat-Fitrah-Herman-1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5526386/original/065611600_1773119349-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-03-10T120535.465.jpg)




:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4895076/original/042008200_1721293227-20240718-Pendukung_Trump-AFP_6.jpg)






:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5220916/original/022981400_1747295711-cek_fakta_dana_infak_ikn.jpg)



