Tujuan Uni Eropa Paksa Baterai Ponsel Bisa Dilepas

8 hours ago 6

REGULASI baterai Uni Eropa yang akan mulai berlaku pada 17 Februari 2027 kembali menjadi sorotan, seiring munculnya anggapan bahwa aturan tersebut akan memaksa produsen ponsel menghadirkan baterai yang bisa dilepas-pasang seperti perangkat lama. Namun, interpretasi tersebut dinilai kurang tepat.

Aturan yang pertama kali dirilis pada 2023 dan diperbarui pada 2025 ini bertujuan mengurangi limbah dengan mendorong produsen merancang perangkat yang lebih mudah diperbaiki serta baterainya dapat diganti. Meski demikian, tidak semua perangkat diwajibkan memiliki baterai yang bisa dilepas tanpa alat.

Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca

Dalam dokumen resmi, Uni Eropa menjelaskan definisi baterai yang dapat dilepas. “Baterai portabel seharusnya dianggap dapat dilepas oleh pengguna akhir jika dapat dilepas menggunakan alat yang tersedia secara komersial dan tanpa memerlukan alat khusus, kecuali alat tersebut diberikan secara gratis, atau alat proprietary, energi panas, atau pelarut untuk membongkarnya,” demikian seperti dikutip dari laporan 9to5Google, 21 April 2026.

Ketentuan ini membuat banyak ponsel modern kemungkinan tidak masuk kategori tersebut, karena umumnya masih membutuhkan panas untuk melonggarkan perekat saat membuka perangkat. Dengan demikian, baterai pada ponsel flagship terbaru belum tentu dianggap “dapat dilepas” menurut definisi regulasi.

Meski begitu, regulasi juga memberikan kelonggaran melalui standar performa baterai. Perangkat tetap dianggap memenuhi aturan meski tidak memiliki baterai yang mudah dilepas, selama memenuhi syarat ketahanan tertentu. “(a) setelah 500 siklus pengisian penuh, kapasitas baterai minimal 83 persen dari kapasitas awal; (b) baterai mampu mencapai minimal 1.000 siklus pengisian penuh dan setelah itu masih memiliki kapasitas minimal 80 persen dari kapasitas awal; (c) perangkat memiliki rating IP67.”

Dengan ketentuan tersebut, banyak ponsel yang sudah beredar saat ini dinilai telah memenuhi standar, sehingga produsen seperti Samsung dan Google kemungkinan tidak perlu melakukan perubahan besar pada desain perangkat mereka.

Secara keseluruhan, regulasi ini lebih berfokus pada peningkatan daya tahan dan kemudahan perbaikan perangkat, bukan semata-mata mengembalikan desain baterai lepas-pasang seperti pada ponsel generasi lama.

Read Entire Article
Fakta Dunia | Islamic |