6 Inspirasi Kata-Kata Penutup Khutbah Jumat Tema Akhir Zaman

9 hours ago 2
  • Doa penutup khutbah?
  • Apakah khutbah jumat pakai salam penutup?
  • Apa yang harus dilakukan setelah khutbah pertama selesai?

Baca artikel ini 5x lebih cepat

Liputan6.com, Jakarta - Menyampaikan kata-kata penutup khutbah Jumat tema akhir zaman menjadi pengingat bagi jemaah akan singkatnya kehidupan duniawi. Tema eskatologi ini sangat tepat untuk menggugah kesadaran umat agar senantiasa bertaubat dan mempersiapkan bekal amal kebaikan, sebelum batas waktu kehidupan manusia benar-benar berakhir.

Secara syariat, khatib harus cermat memperhatikan susunan rukun pada khutbah kedua agar khutbah Jumat tetap absah. Berdasarkan Buku Rukun dan Syarat Sah Khutbah Jumat Menurut Madzhab Syafiiyah, karya Ahmad Zarkasih, Lc, khutbah kedua secara berurutan wajib memuat ucapan hamdalah, shalawat, wasiat taqwa, dan diakhiri dengan mendoakan kaum mukmin. Pesan berbahasa Indonesia berisi renungan akhir zaman tersebut idealnya disisipkan sesudah rukun wasiat taqwa.

Penempatan rukun doa di akhir khutbah ini memiliki pijakan dalil syariat yang kokoh. Dalam kitab Minhaj al-Thalibin, Imam Nawawi menegaskan kewajiban mendoakan kaum muslimin pada khutbah kedua sebagai rukun kelima.

Permohonan ampunan untuk kebaikan akhirat ini menjadi penyempurna nasihat menghadapi fitnah akhir zaman. Berikut ini adalah inspirasi enam kata-kata penutup khutbah Jumat tema akhir zaman.

Kata-Kata Penutup Khutbah 1: Bertahan Menggenggam Bara Api Iman

إِنَّ الْحَمْدَ لِلَّهِ، اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ أَجْمَعِينَ. أَمَّا بَعْدُ، مَعَاشِرَ الْمُسْلِمِينَ اتَّقُوا اللَّهَ تَعَالَى.

Jamaah Jumat yang dirahmati Allah, Kita menyadari bahwa saat ini kita hidup di fase akhir zaman. Masa di mana fitnah bertebaran silih berganti bagaikan potongan malam yang gelap gulita. Sabda Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam kini terasa begitu nyata, bahwa memegang teguh agama di masa ini ibarat menggenggam bara api, terasa panas, berat, dan penuh ujian.

Namun, jangan pernah lepaskan bara api iman itu dari dada kita. Di tengah dunia yang semakin menua dan penuh tipu daya ini, tidak ada benteng pertahanan yang paling kuat selain kembali mempererat pelukan kita pada tali agama Allah. Bertahanlah sejenak dalam ketaatan, karena kesabaran di dunia yang fana ini kelak akan berbuah manis di keabadian akhirat.

اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِينَ وَالْمُسْلِمَاتِ، وَالْمُؤْمِنِينَ وَالْمُؤْمِنَاتِ الْأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالْأَمْوَاتِ

Pilihan 2: Terjaga di Tengah Kelalaian Zaman

إِنَّ الْحَمْدَ لِلَّهِ، اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ أَجْمَعِينَ. أَمَّا بَعْدُ، مَعَاشِرَ الْمُسْلِمِينَ اتَّقُوا اللَّهَ تَعَالَى.

Sidang shalat Jumat yang dimuliakan Allah, Tahun demi tahun berlalu dengan sangat cepat, seakan waktu telah kehilangan keberkahannya. Bukankah ini menjadi salah satu peringatan nyata bahwa kiamat semakin mendekat? Di akhir zaman ini, kemaksiatan dipertontonkan secara terbuka, kebenaran sering kali terasingkan, dan hati manusia mudah mati rasa terhadap dosa.

Mari kita bangun dari kelalaian panjang ini. Jangan biarkan diri dan keluarga kita ikut tenggelam terbawa arus zaman yang merusak akidah. Jadikanlah sisa umur yang Allah titipkan ini sebagai momentum untuk terus bertaubat, mengumpulkan bekal amal shalih, dan menjaga kedekatan kita dengan Sang Pencipta sebelum waktu kita di dunia benar-benar habis.

اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِينَ وَالْمُسْلِمَاتِ، وَالْمُؤْمِنِينَ وَالْمُؤْمِنَاتِ الْأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالْأَمْوَاتِ

Pilihan 3: Mencari Keselamatan sebelum Pintu Tertutup

إِنَّ الْحَمْدَ لِلَّهِ، اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ أَجْمَعِينَ. أَمَّا بَعْدُ، مَعَاشِرَ الْمُسْلِمِينَ اتَّقُوا اللَّهَ تَعَالَى.

Hadirin jamaah yang berbahagia, Di penghujung khutbah ini, mari kita menundukkan hati sejenak merenungi zaman yang kita pijak. Tanda-tanda akhir zaman telah mengepung kita dari segala penjuru; amanah yang banyak disia-siakan hingga musibah yang datang silih berganti.

Sebelum matahari terbit dari barat, dan sebelum kerongkongan ini tersumbat oleh napas terakhir, mari kita sucikan diri. Lindungi keluarga dari dahsyatnya fitnah akhir zaman, serta perbanyaklah memohon agar hati kita senantiasa diteguhkan dalam iman. Karena pada akhirnya, sehebat apapun kita mengejar kemegahan dunia, yang akan menyelamatkan kita kelak hanyalah hati yang bersih dan ridha dari Allah Subhanahu wa Ta'ala.

اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِينَ وَالْمُسْلِمَاتِ، وَالْمُؤْمِنِينَ وَالْمُؤْمِنَاتِ الْأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالْأَمْوَاتِ

Pilihan 4: Menyiapkan Bekal Menghadapi Fitnah Terbesar

إِنَّ الْحَمْدَ لِلَّهِ، اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ أَجْمَعِينَ. أَمَّا بَعْدُ، مَعَاشِرَ الْمُسْلِمِينَ اتَّقُوا اللَّهَ تَعَالَى.

Kaum muslimin rahimakumullah, Rasulullah telah memperingatkan bahwa tidak ada fitnah yang lebih dahsyat di akhir zaman melainkan fitnah Dajjal dan tipu daya dunia yang membutakan mata hati. Saat ini, kebohongan sering dibenarkan, sementara kebenaran justru diabaikan. Harta dan jabatan dikejar tanpa mempedulikan halal dan haram.

Mari kita bertanya pada diri sendiri, sudah cukupkah amal kita untuk menjadi tameng di masa-masa sulit ini? Jangan biarkan gemerlap dunia mencuri iman di dada kita. Lindungi diri dan keluarga kita dengan memperbanyak doa, membaca surat Al-Kahfi, dan berpegang teguh pada sunnah Nabi. Semoga Allah senantiasa mengaruniakan cahaya petunjuk-Nya di tengah kegelapan zaman ini.

اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِينَ وَالْمُسْلِمَاتِ، وَالْمُؤْمِنِينَ وَالْمُؤْمِنَاتِ الْأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالْأَمْوَاتِ

Pilihan 5: Kematian sebagai Kiamat Sugra

إِنَّ الْحَمْدَ لِلَّهِ، اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ أَجْمَعِينَ. أَمَّا بَعْدُ، مَعَاشِرَ الْمُسْلِمِينَ اتَّقُوا اللَّهَ تَعَالَى.

Jamaah shalat Jumat yang dirahmati Allah, Kita sering kali sibuk menghitung dan membicarakan tanda-tanda hari kiamat besar yang terjadi di berbagai belahan bumi, namun kita melupakan kiamat kecil yang pasti akan menghampiri kita masing-masing: kematian.

Akhir zaman bukanlah sekadar cerita tentang hancurnya alam semesta, melainkan pengingat bahwa jatah waktu kita di dunia ini sudah sangat menipis. Kelak, kita akan berdiri sendiri mempertanggungjawabkan setiap detik usia, setiap tetes keringat, dan setiap kata yang terucap. Sebelum keranda disiapkan dan sebelum tangis penyesalan tak lagi berguna, mari kita basuh dosa-dosa kita dengan air mata taubat. Jadikanlah setiap hembusan napas hari ini sebagai upaya merajut bekal menuju kampung halaman kita yang abadi.

اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِينَ وَالْمُسْلِمَاتِ، وَالْمُؤْمِنِينَ وَالْمُؤْمِنَاتِ الْأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالْأَمْوَاتِ

Pilihan 6: Menjaga Persaudaraan di Tengah Perpecahan Umat

إِنَّ الْحَمْدَ لِلَّهِ، اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ أَجْمَعِينَ. أَمَّا بَعْدُ، مَعَاشِرَ الْمُسْلِمِينَ اتَّقُوا اللَّهَ تَعَالَى.

Saudaraku seiman sedharma, Salah satu pemandangan akhir zaman yang paling menyayat hati adalah berpecah belahnya umat Islam. Hanya karena perbedaan pandangan atau termakan adu domba, saudara seiman saling mencela, bermusuhan, dan memutus tali silaturahmi. Padahal, kekuatan terbesar kita menghadapi fitnah akhir zaman adalah ukhuwah Islamiyah.

Mari kita rendahkan hati, buang jauh-jauh ego dan kesombongan. Jangan jadikan lisan dan jari kita sebagai senjata yang melukai saudara sendiri. Rapatkan kembali barisan shaf kita, pautkan kembali hati-hati yang berserakan, karena hanya dengan persatuan dan kasih sayang, umat ini akan mampu bertahan menghadapi badai fitnah akhir zaman yang semakin keras menerpa.

اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِينَ وَالْمُسْلِمَاتِ، وَالْمُؤْمِنِينَ وَالْمُؤْمِنَاتِ الْأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالْأَمْوَاتِ

People Also Ask:

Doa penutup khutbah?

Robbana 'aatinaa fiddunyaa hasanah wa fil aakhiroti hasanah wa qinaa 'adzaabannaar. Walhamdulillaahi robbil 'aalamiin.

Apakah khutbah jumat pakai salam penutup?

Dengan demikian di akhir khutbah Jum'at tidak perlu memberi salam.

Apa yang harus dilakukan setelah khutbah pertama selesai?

Setelah khutbah pertama selesai, khatib duduk sebentar (tidak ada doa khusus antara dua khutbah) kemudian berdiri kembali untuk menyampaikan khutbah kedua.

Apa yang dibaca ketika khutbah Jumat?

Selain memuji kepada Allah, seorang khatib pun harus membaca shalawat kepada Nabi Muhammad di khutbah pertama dan kedua. Lafaz shalawat yang dibaca harus menggunakan lafaz “ash-shalatu” atau derivasinya, seperti ash-shalatu ala Muhammad, ushalli ala Muhammad, atau ana mushallin 'ala Muhammad.

Read Entire Article
Fakta Dunia | Islamic |