Liputan6.com, Jakarta - Perjalanan haji bukan sekadar perpindahan fisik dari satu tempat ke tempat lain. Haji adalah perjalanan ruhani yang harus dimulai dengan kesiapan batin yang matang, salah satu wujudnya adalah dengan memperbanyak doa. Maka itu, penting bagi calon jemaah untuk memanjatkan doa-doa persiapan spiritual sebelum haji yang dianjurkan.
Doa tersebut mengiringi tiap aktivitas sejak di tanah air, sebelum keberangkatan. Memantapkan niat, melangkahkan kaki keluar rumah, menaiki kendaraan, hingga tiba di Tanah Suci. Doa menjadi nafas spiritual yang mengiringi setiap langkah. Tanpa doa, perjalanan haji kehilangan ruhnya dan berubah menjadi sekadar rutinitas wisata religi.
Nabi Muhammad SAW bersabda mengenai pentingnya posisi doa, "Doa itu adalah inti ibadah." (HR. Tirmidzi, dari Anas bin Malik RA).
Artikel ini menyajikan doa-doa persiapan spiritual sebelum haji merangkum dari Buku Doa dan Zikir Manasik Haji dan Umrah Kemenag RI, Tuntunan Manasik Haji dan Umrah Kemenag RI, Ihya' Ulumiddin karya Imam al-Ghazali, Al-Azkar karya Imam an-Nawawi, dan Manasik Haji dan Umrah Rasulullah SAW karya Dr. KH. Imam Ghazali Said.
1. Doa Memohon Haji Diterima dan Diampuni Dosanya
Doa ini adalah doa universal yang diajarkan Rasulullah dan menjadi inti permohonan setiap jemaah haji. Menurut KH. Mochammad Bukhori Muslim dalam Tuntunan Manasik Haji dan Umrah Kemenag (Bab Hikmah Haji dan Umrah), doa ini mencerminkan kesadaran bahwa haji mabrur bukan sekadar sah secara formal, tetapi juga melahirkan perubahan perilaku.
Arab: اللَّهُمَّ اجْعَلْ حَجِّي مَبْرُورًا، وَسَعْيِي مَشْكُورًا، وَذَنْبِي مَغْفُورًا
Latin: Allāhumma ij‘al ḥajjī mabrūran, wa sa‘yī masykūran, wa dzanbī maghfūran
Artinya: "Ya Allah, jadikanlah hajiku haji yang mabrur, sa'iku yang diterima (mendapat pahala), dan dosaku diampuni."
2. Doa Mohon Kebaikan Dunia dan Akhirat (Doa Safar)
Kombinasi doa ini lengkap menggabungkan doa safar dan doa QS. Al-Baqarah [2]: 201, menjadikannya bacaan ideal yang mencakup perlindungan lahir dan batin sekaligus permohonan kebaikan komprehensif—tidak hanya untuk keselamatan perjalanan di dunia, tetapi juga untuk keselamatan di akhirat.
Arab: اللَّهُمَّ إِنَّا نَسْأَلُكَ فِي سَفَرِنَا هَذَا الْبِرَّ وَالتَّقْوَى وَمِنَ الْعَمَلِ مَا تَرْضَى، رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ
Latin: Allāhumma innā nas’aluka fī safarinā hādzal birra wat taqwā wa minal ‘amali mā tarḍā. Rabbanā ātinā fid dunyā ḥasanah, wa fil ākhirati ḥasanah, wa qinā ‘adzāban nār
Artinya: "Ya Allah, sesungguhnya kami memohon kepada-Mu dalam perjalanan kami ini kebaikan, ketakwaan, dan amal yang Engkau ridai. Ya Tuhan kami, berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat, dan lindungilah kami dari azab neraka."
3. Doa yang Dianjurkan untuk Keluarga yang Mendoakan
Doa Menitipkan Orang yang Bepergian
Doa ini adalah doa yang diajarkan Rasulullah ﷺ untuk diucapkan oleh keluarga atau sahabat kepada seseorang yang hendak bepergian, termasuk untuk berangkat haji.
Hadis: أَسْتَوْدِعُ اللَّهَ دِينَكَ وَأَمَانَتَكَ وَخَوَاتِيمَ عَمَلِك
Bacaan Latin: Astawdi‘ullāha dīnaka, wa amānataka, wa khawātīma ‘amalik
Artinya: "Aku menitipkan agamamu, amanahmu, dan penutup amalmu (perbuatan terakhirmu) kepada Allah."
Doa ini diriwayatkan oleh Imam at-Tirmidzi dan Imam Ahmad dari sahabat Abdullah bin Umar RA. Beliau berkata: “Rasulullah ﷺ apabila menitipkan seseorang, beliau mengucapkan:..." (HR. Tirmidzi dan Ahmad).
4. Doa Walimatussafar (dari Keluarga yang Melepas)
Arab: زَوَّدَكَ اللَّهُ التَّقْوَى، وَغَفَرَ ذَنْبَكَ، وَيَسَّرَ لَكَ الْخَيْرَ حَيْثُمَا كُنْتَ
Latin: Zawwadakallāhut taqwā, wa ghafara dzanbaka, wa yassara lakal khaira haitsumā kunta
Artinya: "Semoga Allah membekalimu dengan takwa, mengampuni dosamu, dan memudahkanmu dalam jalan kebaikan di mana pun kau berada."
Dalam Al-Adzkar, Imam an-Nawawi menegaskan bahwa mendoakan orang yang bepergian termasuk bagian dari adab safar yang merupakan sunnah yang dianjurkan, karena safar mengandung potensi risiko sekaligus keberkahan.
5. Doa Sebelum Keluar Rumah (Mengawali Langkah)
Sebelum melintasi pintu rumah, calon jemaah dianjurkan melaksanakan shalat sunnah dua rakaat terlebih dahulu.
Dalam Ihya' Ulumiddin, Imam al-Ghazali menegaskan bahwa melaksanakan shalat sunnah dua rakaat sebelum berangkat haji adalah amalan penting yang sangat dianjurkan. Beliau juga menekankan bahwa sebelum berangkat, seorang jemaah harus bertaubat dengan sungguh-sungguh kepada Allah, mengembalikan hak-hak orang lain (membayar utang dan mengembalikan barang pinjaman), menyediakan nafkah bagi keluarga yang ditinggalkan, membawa harta yang halal sejak berangkat hingga pulang, dan bersedekah sebelum berangkat.
Setelah salam, dianjurkan mengangkat tangan dan membaca doa berikut dengan hati yang ikhlas:
Arab: اللَّهُمَّ أَنْتَ صَاحِبُ السَّفَرِ وَأَنْتَ الخَلِيفَة فِي الأَهْلِ وَالمَالِ وَالوَلَدِ وَالأَصْحَابِ احْفَظْنَا وَإِيَّاهُمْ مِنْ كُلِّ آفَةٍ وَعَاهَةٍ، اللَّهُمَّ إِنَّا نَسْأَلُكَ فِي مَسِيرِنَا هَذَا البِرَّ وَالتَّقْوَى وَمِنَ العَمَلِ مَاتَرْضَى، اللَّهُمَّ إِنَّا نَسْأَلُكَ أِنَّ تَطْوَى لَنَا الأَرْضَ وَتُهّوِّنَ عَلَيْنَا السَفَرَ وَأَنْ تَرْزُقْنَا فِي سَفَرِنَا سَلَامَةَ الْبَدَنِ وَالدِّينِ وَالمَالِ وَتُبَلِّغْنَا حَجَّ بَيتِكَ وَزِيَارَةَ قَبْرِ نَبِيِّكَ مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيهِ وَسَلَّمَ، اللَّهُمَّ إِنَّا نّعُوذُبِكَ مِنْ عَثَاِء السَفَرِ وَكآبَةِ المُنْقَلِبِ وَسُوءِ النَّظَرِ فِي الأَهْلِ وَالمَالِ وَالوَلَدِ وَالأصْحَابِ، اللَّهُمَّ اجْعَلْنَا وَإِيَّاهُمْ فِي جِوَارِكَ وَلَاتُسَلِّبْنَا وَإِيَّاهُمْ نِعْمَتَكَ وَلَاتُغَيِّرْ مَا بِنَا وَبِهِمْ مِنْ عَافِيَتِكَ
Latin: Allāhumma Anta Ṣāḥibus safar, wa Antal khalīfatu fil ahli wal māli wal waladi wal aṣḥāb. Iḥfaẓnā wa iyyāhum min kulli āfatin wa ‘āhatin. Allāhumma innā nas’aluka fī masīrinā hādzal birra wat taqwā wa minal ‘amali mā tarḍā. Allāhumma innā nas’aluka an taṭwiyā lanā al-arḍa wa tuhawwina ‘alaynā as-safar, wa an tarzuqanā fī safarinā salāmatal badani wad dīni wal māl, wa tuballiğnā ḥajja baytika wa ziyārata qabri nabiyyika Muḥammadin ṣallallāhu ‘alayhi wa sallam. Allāhumma innā na‘ūdzubika min ‘atsāis safar, wa kaābati al-munqalib, wa sū’in naẓari fil ahli wal māli wal waladi wal aṣḥāb. Allāhumma ij‘alnā wa iyyāhum fī jiwārika, wa lā tusallibnā wa iyyāhum ni‘mataka, wa lā tuğayyir mā binā wa bihim min ‘āfiyatika.
Artinya: "Ya Allah, Engkau adalah kawan dalam perjalanan, dan Engkau adalah pengawas dalam menjaga keluarga, harta, anak, dan teman-teman. Selamatkan kami dan mereka dari setiap petaka dan penyakit. Ya Allah, dalam perjalanan ini kami memohon kepada-Mu kebaikan, ketakwaan, dan amal saleh yang Engkau ridai. Ya Allah, dekatkan dan mudahkanlah perjalanan ini untuk kami. Anugerahkan pada kami dalam perjalanan ini keselamatan badan, agama, dan harta, serta sampaikanlah kami untuk menunaikan haji ke rumah-Mu dan menziarahi makam Nabi-Mu Muhammad SAW. Ya Allah, kami berlindung kepada-Mu dari kelelahan dalam bepergian, pemandangan yang menyedihkan pada waktu pulang, dan kemurungan dalam memandang keluarga, harta, anak, dan para sahabat. Ya Allah, masukkanlah kami dan mereka ke dalam lindungan-Mu, jangan Engkau cabut nikmat-Mu dari kami dan mereka, dan jangan Engkau ubah kenikmatan sehat yang ada pada kami dan mereka."
6. Doa Keluar Rumah (Melangkah dengan Tawakal)
Doa ini diucapkan saat melangkahkan kaki keluar dari rumah menuju perjalanan ibadah. Doa keluar rumah ini menjadi pengingat bahwa setiap langkah berada dalam kekuasaan dan penjagaan Allah SWT.
Arab: بِسْمِ اللهِ تَوَكَّلْتُ عَلَى اللهِ وَلَا حَوْلَ وَلَا قُوَّةَ إِلَّا بِاللهِ
Latin: Bismillāhi tawakkaltu ‘alallāhi, wa lā ḥaula wa lā quwwata illā billāh
Artinya: "Dengan nama Allah, aku bertawakal kepada Allah. Tiada daya dan kekuatan kecuali dengan pertolongan Allah."
Doa keluar rumah ini merupakan amalan yang diajarkan Rasulullah ﷺ dan memiliki keutamaan besar. Dalam hadis riwayat Tirmidzi (versi lengkap yang mencakup perlindungan dari kesesatan hingga kezaliman), disebutkan bahwa barangsiapa membacanya saat keluar rumah, akan dijaga oleh Allah sepanjang perjalanan.
7. Doa Saat Menaiki dan Saat Kendaraan Mulai Berjalan
Doa Saat Duduk di Kendaraan (Pesawat/Bus)
Arab: بِسْمِ اللَّهِ مَالِكِ الْمُلْكِ
Latin: Bismillāhi mālikil mulk
Artinya: "Dengan nama Allah, Pemilik kerajaan."
Doa ini menjadi pengingat bahwa seluruh perjalanan berada dalam kekuasaan Allah semata.
8. Doa Saat Kendaraan Mulai Berjalan
Doa ini diambil dari QS. Az-Zukhruf [43]: 13-14 dan sangat dianjurkan dibaca saat kendaraan mulai melaju sebagai bentuk tawakal sekaligus kesadaran bahwa perjalanan ini adalah perjalanan menuju Allah.
Arab: سُبْحَانَ الَّذِي سَخَّرَ لَنَا هَذَا وَمَا كُنَّا لَهُ مُقْرِنِينَ وَإِنَّا إِلَى رَبِّنَا لَمُنْقَلِبُونَ
Latin: Subḥānallażī sakhkhara lanā hādzā wa mā kunnā lahū muqrinīn, wa innā ilā rabbinā lamunqalibūn
Artinya: "Maha Suci Allah yang telah menundukkan kendaraan ini bagi kami, padahal kami sebelumnya tidak mampu menguasainya, dan sesungguhnya kepada Tuhan kami-lah kami akan kembali."
Doa Ketika Mendekati Tempat Tujuan
Arab: اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ مِنْ خَيْرِ هَذِهِ الْبَلْدَةِ
Latin: Allāhumma innī as’aluka min khairi hādzihil baladah
Artinya: "Ya Allah, aku memohon kepada-Mu kebaikan dari negeri ini."
Doa ini dibaca saat jemaah mulai mendekati kota tujuan, seperti Madinah al-Munawwarah atau Makkah al-Mukarramah.
10. Doa Ketika Tiba di Tempat Tujuan
Arab: اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ خَيْرًا وَخَيْرَ مَا فِيهَا، وَأَعُوذُ بِكَ مِنْ شَرِّهَاوَشَرِّ مَا فِيهَا
Latin: Allāhumma innī as’aluka khairan wa khaira mā fīhā, wa a‘ūdzu bika min syarrihā wa syarri mā fīhā
Artinya: "Ya Allah, aku memohon kepada-Mu kebaikan negeri ini dan kebaikan yang ada di dalamnya, dan aku berlindung kepada-Mu dari keburukan negeri ini dan keburukan yang ada di dalamnya."
Amalan Khusus sebelum Berangkat Haji dari Imam al-Ghazali
Selain doa-doa yang secara eksplisit tercantum dalam buku Kemenag, Imam al-Ghazali dalam Ihya' Ulumiddin memberikan tambahan dimensi spiritual yang sangat mendalam dalam persiapan haji. Beliau merumuskan empat amaliyah penting bagi calon jemaah haji:
- Bertaubat dengan sungguh-sungguh — memohon ampunan atas segala dosa
- Mengembalikan hak-hak orang lain — melunasi utang, mengembalikan barang pinjaman
- Memastikan bekal dari harta yang halal — harta yang digunakan berasal dari sumber yang baik (thayyib)
- Memperbanyak sedekah sebelum berangkat menunaikan ibadah haji
Imam al-Ghazali juga menekankan pentingnya doa setelah berihram, dengan pengakuan total atas kehambaan di hadapan Allah. Doa ini mencerminkan bahwa ketundukan fisik disertai dengan ketundukan hati dan rahasia batin, yang akan membawa pelakunya merasakan kenikmatan spiritual yang sesungguhnya.
Hikmah Doa-Doa Persiapan Spiritual Sebelum Haji
1. Menjaga Niat Tetap Lurus dan Ikhlas Sepanjang Perjalanan
Doa adalah proses mengembalikan orientasi hati hanya kepada Allah. Dengan membiasakan diri berdoa sejak dari rumah, seorang jemaah meneguhkan kembali niatnya bahwa perjalanan ini semata-mata karena Allah, bukan karena status sosial, gelar, atau motif duniawi lainnya. Amalan taubat dan pengembalian hak orang lain yang ditekankan Imam al-Ghazali merupakan manifestasi dari niat yang bersih dan ikhlas.
2. Memperkuat Tawakal dan Menghilangkan Kekhawatiran Berlebihan
Doa-doa seperti Bismillāhi tawakkaltu 'alallāh secara eksplisit mengajarkan kepasrahan total kepada Allah. Hal ini membantu meredakan kecemasan berlebih tentang teknis perjalanan—mulai dari penerbangan, akomodasi, hingga kesehatan—karena jemaah meyakini bahwa segala sesuatu berada dalam kendali Allah.
3. Memohon Perlindungan dari Bahaya Fisik Maupun Spiritual
Doa-doa perjalanan dalam buku Kemenag mencakup permohonan perlindungan dari 'atsā' as-safar (kelelahan bepergian), kaābāt al-munqalib (pemandangan menyedihkan saat pulang), dan sū' an-naẓar fī al-ahl wa al-māl (kemurungan dalam memandang keluarga dan harta). Doa ini menjadi benteng spiritual untuk terhindar dari kecelakaan, kehilangan, dan gangguan selama di Tanah Suci.
4. Menjadikan Perjalanan Senantiasa Bernilai Ibadah
Dengan menyertakan doa dalam setiap fase perjalanan, aktivitas yang bersifat duniawi sekalipun—seperti naik bus atau memasuki kota baru—bertransformasi menjadi amal ibadah. Hal ini sejalan dengan prinsip bahwa seorang muslim dianjurkan untuk selalu mengingat Allah dalam setiap keadaan (fi kulli ḥāl).
5. Memperkuat Hubungan Emosional-Spiritual dengan Keluarga yang Ditinggalkan
Doa titipan bagi keluarga dan doa walimatussafar dari keluarga yang melepas menciptakan "tali spiritual" yang kuat meskipun secara fisik berjauhan. Keluarga merasa tenang karena telah menitipkan agamanya kepada Allah, sementara calon jemaah merasa didukung penuh oleh doa orang-orang terkasih. Ikatan batin yang terjalin melalui doa ini membuat perjalanan haji menjadi pengalaman kolektif yang melibatkan seluruh pihak, bukan sekadar pengalaman perorangan.
People also Ask:
Bagaimana cara mempersiapkan diri secara spiritual untuk ibadah haji?
Persiapan Spiritual
Pelajari ritualnya: Pelajari langkah-langkah haji secara detail agar Anda dapat melaksanakannya dengan percaya diri . Mohon ampunan: Lunasi hutang, berdamai dengan orang lain, dan mohon ampunan kepada Allah sebelum berangkat. Niatkan dengan tulus: Haji harus dilakukan semata-mata untuk mencari ridha Allah.
Apa saja yang harus dipersiapkan sebelum berangkat haji?
Melansir dari CNN Indonesia, berikut adalah daftar dokumen yang harus disiapkan sebelum berangkat Haji.Paspor. ...Visa haji. ...Buku kesehatan jamaah haji (Kartu Kuning). ...Kartu identitas jamaah haji (ID Card). ...Tiket pesawat pulang-pergi. ...Buku manasik haji. ...Salinan dokumen pribadi. ...Surat mahram.
Doa apa yang dibaca ketika melewati antara shafa dan marwah?
Doa Memulai Sa'i
Ucapan ini hanya dibaca satu kali saat hendak memulai sa'i, tidak perlu diulang ketika menaiki Bukit Marwah atau Shafa setelahnya. Innas-safa wal-marwata min sya'airillah. Artinya: “Sesungguhnya Safa dan Marwah merupakan sebagian syiar agama Allah”.
Amalan apa supaya cepat naik haji?
Amalan Agar Bisa Cepat Naik HajiBerbuat Baik Kepada Sesama. Amalan baik seperti bersedekah bisa membuka pitu rezeki. ...Menjaga Shalat Lima Waktu. Shalat lima waktu adalah kewajiban yang tak boleh ditinggalkan. ...Perbanyak Istigfar. ...Memperdalam Ilmu Agama.

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4863721/original/068009200_1718356035-20240614-Jamaah_Haji_di_Mina-AP_4.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5403225/original/009668300_1762321820-Hajar_Aswad.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4481407/original/082543500_1687764700-_Jemaah_Haji_Hadapi_Cuaca_Panas_yang_Menyengat_di_Tanah_Suci-AFP__6_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-gray-landscape-new.png,1100,20,0)/kly-media-production/medias/2796590/original/052296600_1557042788-20190505_144552.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4437264/original/001657600_1684817338-izuddin-helmi-adnan-JFirQekVo3U-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4841759/original/035167100_1716551777-538281-17165404037598-berita.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5378584/original/033747300_1760257934-unnamed__52_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/2876075/original/030089700_1565230144-20190807-Masjidil-Haram-Dipadati-Jemaah-Jelang-Puncak-Haji-AFP-1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5533779/original/098475800_1773775028-unnamed__98_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/1632447/original/056755900_1498200692-20170623-Salat-Jumat-Terakhir-Ramadan-Afandi-4.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5163744/original/091320600_1742047214-pexels-rdne-7249191.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5596568/original/038590900_1778157105-17-juta-penduduk-indonesia-sudah-naik-haji.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4314861/original/012980000_1675661791-rade-nugroho-rlj3VznKap0-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4725886/original/008571900_1706156981-madrosah-sunnah-XvJYidRmpUE-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4824614/original/074506300_1715073103-pexels-drmkhawarnazir-18996539.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4824122/original/040369300_1715055236-ekrem-osmanoglu-WRbNWOMA-Xk-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5561824/original/094267400_1776761768-haji1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5640306/original/068350000_1778244673-komisi-viii-minta-kemenag-transparan-soal-dana-haji.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5573502/original/086099000_1777914567-WhatsApp_Image_2026-05-04_at_9.42.25_PM__1_.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4439341/original/074219600_1684915362-ibrahim-uz-3Z3RvzpVAqM-unsplash.jpg)











:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5473943/original/060119400_1768461944-klaim_purbaya_temukan_data_uang_jokowi.jpg)









:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3977835/original/066021800_1648524608-pexels-ahmed-aqtai-2233416_1_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4735410/original/014374300_1707130221-10217582.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5469781/original/030433100_1768183342-Isra_Miraj_2026.jpg)





:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/1575221/original/040400200_1492996168-islamicitydotorg.jpg)