Liputan6.com, Jakarta - Hari Asyura yang jatuh pada tanggal 10 Muharram merupakan salah satu tonggak waktu paling istimewa dalam kalender Islam. Di hari inilah, pintu-pintu rahmat dan ampunan Allah SWT dibuka seluas-luasnya bagi hamba-Nya yang berpuasa dan bermunajat. Oleh sebab itu, penting bagi umat Islam untuk mengetahui doa 10 Muharram Latin dan artinya.
Sebelum melafalkan doa-doa tertentu, umat Islam perlu mendudukkan pemahaman fikihnya terlebih dahulu. Abu Abdillah Syahrul Fatwa bin Lukman dalam buku Muharram Bulan Keramat, Mitos atau Realita?, memberikan peringatan terkait maraknya selebaran berisi "Doa Khusus Hari Asyura" yang beredar di masyarakat.
Menurut dia, secara keilmuan hadits, syariat Islam tidak pernah menetapkan satu redaksi doa khusus yang diwajibkan atau dikhususkan pengamalannya hanya pada tanggal 10 Muharram semata. Sebagian besar riwayat yang mengklaim adanya doa khusus tersebut berstatus dhaif (lemah) atau bahkan maudhu' (palsu).
Meeraih berkah di hari istimewa harus senantiasa disandarkan pada literatur ulama yang tepercaya. Berikut ini adalah bacaan dan panduan lengkap doa-doa di hari Asyura berdasarkan kajian kitab para ulama.
1. Doa Pengampunan Dosa (Sayyidul Istighfar)
Karena fadhilah utama 10 Muharram adalah penghapusan dosa, maka doa yang paling relevan untuk dipanjatkan sepanjang hari adalah Penghulu Istighfar. Syaikh Al-Munajjid menukil pandangan Imam An-Nawawi bahwa puasa Asyura menghapus dosa kecil, sementara untuk dosa besar membutuhkan taubat khusus. Doa ini adalah bentuk taubat tertinggi seorang hamba.
Arab: اللَّهُمَّ أَنْتَ رَبِّي لَا إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ خَلَقْتَنِي وَأَنَا عَبْدُكَ وَأَنَا عَلَى عَهْدِكَ وَوَعْدِكَ مَا اسْتَطَعْتُ أَعُوذُ بِكَ مِنْ شَرِّ مَا صَنَعْتُ أَبُوءُ لَكَ بِنِعْمَتِكَ عَلَيَّ وَأَبُوءُ لَكَ بِذَنْبِي فَاغْفِرْ لِي فَإِنَّهُ لَا يَغْفِرُ الذُّنُوبَ إِلَّا أَنْتَ
Latin: Allahumma anta rabbii laa ilaaha illaa anta khalaqtanii wa anaa 'abduka wa anaa 'alaa 'ahdika wa wa'dika mastatha'tu a'uudzu bika min syarri maa shana'tu abuu-u laka bini'matika 'alayya wa abuu-u laka bidzanbii faghfir lii fa-innahu laa yaghfirudz dzunuuba illaa anta.
Artinya: "Ya Allah, Engkau adalah Tuhanku, tidak ada sesembahan yang berhak diibadahi selain Engkau. Engkau telah menciptakanku dan aku adalah hamba-Mu. Aku menepati perjanjian-Mu dan janji-Mu sesuai dengan kemampuanku. Aku berlindung kepada-Mu dari keburukan perbuatanku, aku mengakui nikmat-Mu kepadaku dan aku mengakui dosaku kepada-Mu, maka ampunilah aku. Sebab tidak ada yang dapat mengampuni dosa selain Engkau." (HR. Bukhari).
2. Doa Taubat Nabi Yunus AS
Hari Asyura memiliki nilai historis sebagai harinya para Nabi diselamatkan oleh Allah dari berbagai kesulitan besar. Meneladani kepasrahan mereka, doa Nabi Yunus saat terperangkap di perut ikan sangat dianjurkan dibaca, terutama saat menanti waktu berbuka puasa. Doa ini adalah kunci pembuka jalan keluar dari segala masalah.
Arab: لَا إِلَٰهَ إِلَّا أَنْتَ سُبْحَانَكَ إِنِّي كُنْتُ مِنَ الظَّالِمِينَ
Latin: Laa ilaaha illaa anta subhaanaka innii kuntu minadz dzaalimiin.
Artinya: "Tidak ada Tuhan selain Engkau. Maha Suci Engkau, sesungguhnya aku adalah termasuk orang-orang yang zalim." (QS. Al-Anbiya: 87).
3. Doa Memohon Kebaikan Paripurna
Bulan Muharram adalah waktu yang tepat untuk memancangkan resolusi kebaikan di tahun yang baru. Memanjatkan doa yang paling sering dibaca oleh Rasulullah Shallallahu 'Alaihi wa Sallam ini menjadi pelengkap untuk meraih keberkahan dunia dan keselamatan ukhrawi.
Arab: رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ
Latin: Rabbanaa aatinaa fid-dunyaa hasanah, wa fil-aakhirati hasanah, wa qinaa 'adzaaban-naar.
Artinya: "Ya Tuhan kami, berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat dan peliharalah kami dari siksa neraka." (QS. Al-Baqarah: 201).
4. Doa Berbuka Puasa Asyura
Sebagai amalan inti di tanggal 10 Muharram, ibadah puasa harus ditutup dengan doa yang shahih. Ustadz Said Yai mengingatkan agar umat Islam meninggalkan doa-doa berbuka yang sanadnya lemah, dan beralih pada doa berbuka yang diajarkan oleh Rasulullah, yang merangkum rasa syukur dan harapan atas pahala di hari Asyura.
Doa ini dibaca setelah menelan makanan/minuman pembatal puasa.
Arab: ذَهَبَ الظَّمَأُ وَابْتَلَّتِ الْعُرُوقُ وَثَبَتَ الْأَجْرُ إِنْ شَاءَ اللَّهُ
Latin: Dzahabazh zhama'u wabtallatil 'uruuqu wa tsabatal ajru in syaa Allah.
Artinya: "Telah hilang rasa haus, telah basah urat-urat, dan telah pasti ganjaran, dengan kehendak Allah." (HR. Abu Daud).
5. Doa Taubat Nabi Adam AS
Sejarah mencatat, sebagaimana diuraikan oleh Al-Hafizh Ibnu Rajab al-Hanbali dalam kitab Latha'if al-Ma'arif, bahwa 10 Muharram adalah hari di mana Allah Subhanahu wa Ta'ala menerima taubat Nabi Adam dan Hawa setelah diturunkan ke bumi. Membaca doa taubat ini menjadi amalan yang sangat selaras dengan fadhilah Asyura sebagai hari pengampunan.
Arab: رَبَّنَا ظَلَمْنَا أَنْفُسَنَا وَإِنْ لَمْ تَغْفِرْ لَنَا وَتَرْحَمْنَا لَنَكُونَنَّ مِنَ الْخَاسِرِينَ
Latin: Rabbanaa zhalamnaa anfusanaa wa in lam taghfir lanaa wa tarhamnaa lanakuunanna minal khaasiriin.
Artinya: "Ya Tuhan kami, kami telah menzalimi diri kami sendiri. Jika Engkau tidak mengampuni kami dan memberi rahmat kepada kami, niscaya kami termasuk orang-orang yang rugi." (QS. Al-A'raf: 23).
Memanjatkan doa ini saat sedang berpuasa Asyura adalah wujud pengakuan akan kelemahan diri dan penyesalan mendalam atas dosa-dosa yang telah dilakukan pada tahun-tahun sebelumnya.
6. Doa Keselamatan Nabi Musa AS
Asyura adalah hari kemenangan Nabi Musa 'Alaihissalam atas kezaliman Fir'aun. Meneladani kepasrahan Nabi Musa, terdapat sebuah doa memohon kebaikan dan jalan keluar yang sangat masyhur dipanjatkan beliau ketika berada dalam kondisi pelarian dan tidak memiliki tempat bersandar selain kepada Allah.
Arab: رَبِّ إِنِّي لِمَا أَنْزَلْتَ إِلَيَّ مِنْ خَيْرٍ فَقِيرٌ
Latin: Rabbi innii limaa anzalta ilayya min khairin faqiir.
Artinya: "Ya Tuhanku, sesungguhnya aku sangat memerlukan sesuatu kebaikan yang Engkau turunkan kepadaku." (QS. Al-Qashash: 24).
Para mufassir menjelaskan bahwa doa ini sangat mustajab untuk memohon rezeki, pekerjaan, kemudahan jodoh, serta keselamatan dari segala bentuk kesulitan, sangat tepat dibaca di hari keselamatan Nabi Musa.
7. Doa Kesembuhan dan Angkat Bala Nabi Ayyub AS
Para ahli sejarah Islam mencatat bahwa kesabaran Nabi Ayyub 'Alaihissalam dalam menghadapi ujian penyakit menahun membuahkan hasil kesembuhan secara total pada hari Asyura. Doa yang beliau panjatkan merupakan salah satu munajat terindah yang diabadikan dalam Al-Qur'an.
Arab: أَنِّي مَسَّنِيَ الضُّرُّ وَأَنْتَ أَرْحَمُ الرَّاحِمِينَ
Latin: Annii massaniyad-dhurru wa anta arhamur-raahimiin.
Artinya: "(Ya Tuhanku), sesungguhnya aku telah ditimpa penyakit dan Engkau adalah Tuhan Yang Maha Penyayang di antara semua penyayang." (QS. Al-Anbiya: 83).
Bagi umat Islam yang sedang diuji dengan penyakit, kesulitan ekonomi, atau penderitaan lainnya, memperbanyak doa ini di tanggal 10 Muharram diyakini menjadi wasilah turunnya rahmat dan diangkatnya segala bala bencana.
8. Doa Memohon Keteguhan Hati (Doa Rasulullah SAW)
Memasuki tahun yang baru di bulan Muharram, tantangan untuk menjaga keimanan akan selalu ada. Rasulullah Shallallahu 'Alaihi wa Sallam mengajarkan sebuah doa yang paling sering beliau baca untuk memohon keteguhan hati di atas jalan ketaatan.
Arab: يَا مُقَلِّبَ الْقُلُوبِ ثَبِّتْ قَلْبِي عَلَى دِينِكَ
Latin: Yaa Muqallibal quluub tsabbit qalbii 'alaa diinik.
Artinya: "Wahai Zat yang membolak-balikkan hati, teguhkanlah hatiku di atas agama-Mu." (HR. Tirmidzi).
Ustadz Said Yai mengingatkan bahwa pengendalian hawa nafsu pasca-Ramadhan mendapati momentum puncaknya di bulan Muharram. Membaca doa ini saat puasa Asyura akan membantu menjaga istiqamah dalam beramal shalih sepanjang tahun ke depan.
Fadhilah Berdoa di Hari Asyura
Hari Asyura (10 Muharram) bukan sekadar momentum untuk berpuasa, melainkan juga waktu yang sangat istimewa untuk memperbanyak munajat dan doa. Berdoa pada hari bersejarah ini memiliki keutamaan yang sangat besar dalam syariat Islam.
Berikut adalah 5 fadhilah (keutamaan) memanjatkan doa pada hari Asyura:
1. Waktu yang Sangat Mustajab (Terkabulnya Doa)
Hari Asyura memiliki rekam jejak sejarah sebagai waktu di mana Allah Subhanahu wa Ta'ala mengabulkan doa-doa para Nabi ketika mereka berada dalam situasi paling genting. Mulai dari doa Nabi Musa saat terdesak di Laut Merah hingga doa Nabi Yunus di dalam perut ikan. Oleh karena itu, memanjatkan hajat di hari ini memiliki peluang sangat besar untuk diijabah oleh Allah.
2. Meraih Pengampunan Dosa secara Sempurna
Fadhilah utama Asyura adalah janji penghapusan dosa selama satu tahun yang berlalu. Ketika ibadah puasa digabungkan dengan doa permohonan ampun (istighfar) dan taubat yang tulus, seorang hamba tidak hanya dihapuskan dosa-dosa kecilnya, tetapi juga memiliki harapan besar diampuni dosa-dosa besarnya, meneladani diterimanya taubat Nabi Adam pada hari yang sama.
3. Pelipatgandaan Pahala (Keutamaan Bulan Haram)
Muharram adalah salah satu dari empat bulan suci (Asyhurul Hurum). Dalam kaidah syariat, amal ibadah yang dilakukan di dalam bulan haram—termasuk berdoa dan berdzikir—akan diberikan ganjaran pahala yang berlipat ganda dibandingkan hari-hari biasa di luar bulan haram. Doa di hari Asyura menjadi bernilai sangat tinggi di sisi Allah.
4. Wasilah Pembebasan dari Kesulitan dan Musibah
Sejarah mencatat bahwa 10 Muharram adalah hari pengangkatan bala dan musibah, seperti disembuhkannya penyakit menahun Nabi Ayyub dan diselamatkannya Nabi Ibrahim dari api. Berdoa memohon jalan keluar dari lilitan hutang, kesembuhan dari penyakit, atau pembebasan dari masalah hidup di hari ini merupakan ikhtiar spiritual yang sangat kuat untuk mengundang rahmat dan pertolongan Allah.
5. Doa Orang Berpuasa yang Tidak Tertolak
Syariat sangat menekankan pelaksanaan puasa sunnah pada hari Asyura. Rasulullah Shallallahu 'Alaihi wa Sallam bersabda bahwa doa orang yang berpuasa, terutama saat menjelang waktu berbuka, adalah doa yang tidak akan ditolak. Memadukan kemuliaan hari Asyura dengan status diri sebagai orang yang sedang berpuasa menjadikan doa tersebut menembus langit tanpa penghalang.
Pertanyaan Seputar doa 10 muharram
10 Muharram identik dengan apa?
10 Muharram identik dengan Hari Asyura, yang dikenal sebagai hari penuh sejarah dan ibadah dalam Islam.
Apa saja 10 hal penting di bulan Muharram?
Tanggal sepuluh Muharram dikenal sebagai Asyura, hari peringatan penting dalam Islam . Bagi Muslim Sunni, Asyura menandai terbelahnya Laut Merah oleh Musa dan keselamatan Bani Israel.
Doa apa yang dibaca 10 Muharram?
Pada Hari Asyura (10 Muharram), umat Islam dianjurkan untuk memperbanyak doa dan dzikir. Salah satu doa utama yang sangat dianjurkan adalah memohon perlindungan dan kecukupan
Keistimewaan 10 Muharram?
Tanggal 10 Muharram (Hari Asyura) adalah hari yang sangat mulia dalam Islam. Keistimewaannya meliputi sejarah besar para nabi seperti diterimanya taubat Nabi Adam AS, diselamatkannya Nabi Musa AS dari Firaun, dan pahala puasa Asyura yang menghapus dosa setahun. Umat Islam juga dianjurkan memperbanyak sedekah dan menyantuni anak yatim.

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4780649/original/094862900_1711077046-masjid-pogung-raya-9nkMRXMvZiI-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3081754/original/022995900_1584692954-20200320-Suasana-Salat-Jumat-di--Masjid-Agung-Al-Azhar-Jakarta-1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8263683/original/_Disabilitas__Landis__PPIH_Arab_Saudi__Rika_Novianti_mengatakan__tim_Landis_memiliki_tugas_memantau_terhadap_jemaah_haji_kategori_risiko_tinggi_yang_membutuhkan_bantuan_dalam_aktivitas_sehari-hari.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4749999/original/079429500_1708587393-masjid-pogung-raya-owQ3N7FZgIM-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8262410/original/082401200_1781787644-Pelaksana_Lansia_dan_Disabilitas__Landis__melakukan_pelayanan_terhadap_jemaah_haji_Indonesia.__dok._Landis_Sektor_5_PPIH_Daker_Makkah____.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8261804/original/081472700_1781758365-Pelaksana_Lansia_dan_Disabilitas__Landis__melakukan_pelayanan_terhadap_jemaah_haji_Indonesia.__dok._Landis_Sektor_5_PPIH_Daker_Makkah___.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5534795/original/014528000_1773892938-khutbah.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/842877/original/009596200_1428044283-Jenazah-Mpok-Nori-2.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5102800/original/012961600_1737448281-1737446419683_arti-doa-tidur.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4889994/original/071009200_1720767600-pexels-zeynep-sude-emek-193601188-20785719.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3429248/original/019447900_1618459697-pexels-michael-burrows-7129429.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4270292/original/089440700_1671764205-masjid-pogung-dalangan-DdMZbKFFbaU-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4863406/original/036872700_1718344791-21918.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4449837/original/055086300_1685614290-WhatsApp_Image_2023-06-01_at_17.06.22.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4104097/original/098258700_1658996611-islami1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5258672/original/007662100_1750394658-18b4e792-fa49-48cf-b166-455eb3a3b632.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3187901/original/087360700_1595477323-courtyard-kalyan-mosque-sunset-bukhara-uzbekistan_196911-7.jpg)











:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5263253/original/068977400_1750812433-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran__10_.jpg)












:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4016804/original/046265400_1652067919-KPK_4.jpeg)


:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5509210/original/054924500_1771663566-Koleksi_dari_Zaskia_Mecca.jpg)

