Liputan6.com, Jakarta - Doa ketika merasa putus asa menurut ajaran Islam menjadi amalan yang sangat dianjurkan agar terhindar dari bahaya kufur. Putus asa (al-ya'su atau al-qunuth) adalah kondisi psikologis yang membuat seseorang kehilangan harapan. Sikap ini tidak hanya berdampak pada kesehatan mental, tetapi juga dianggap bertentangan dengan prinsip fundamental keimanan.
Allah SWT dengan tegas melarang hamba-Nya berputus asa dari rahmat-Nya. Dalam Surat Az-Zumar ayat 53, Allah berfirman: "Katakanlah: 'Wahai hamba-hamba-Ku yang melampaui batas terhadap diri mereka sendiri, janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya Allah mengampuni dosa-dosa semuanya. Sesungguhnya Dialah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.'".
Ayat ini menjadi wujud kasih sayang Allah bagi hamba-Nya yang lelah, yang jatuh, yang merasa jauh dari Allah, bahkan yang hampir menyerah. Di lain sisi, Allah SWT juga berfirman dalam Surat Yusuf ayat 87: "Sesungguhnya tidak ada yang berputus asa dari rahmat Allah, kecuali kaum yang kafir.". Ayat ini menjadi pengingat bahwa selama iman masih ada di dalam dada, harapan tidak boleh padam.
Imam An-Nawawi dalam kitab Al-Adzkar mengumpulkan berbagai doa yang diajarkan Rasulullah SAW bagi mereka yang sedang berada dalam keputusasaan. Syaikh Abdurrazzaq bin Abdulmuhsin Al-Badr dalam Doa-Doa Pilihan Terbaik juga menekankan pentingnya memohon pertolongan dan ketenangan kepada Allah dalam setiap kondisi, termasuk saat dilanda rasa putus asa.
Merangkum berbagai literatur, berikut ini adalah kumpulan doa ketika merasa putus asa dan hampir menyerah.
Doa-Doa Ketika Merasa Putus Asa
1. Doa Berlindung dari Kedukaan dan Kesedihan
Doa ini adalah doa yang paling masyhur untuk mengatasi rasa putus asa, sedih, dan gelisah. Doa ini diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan Muslim.
Arab: اَللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنَ الْهَمِّ وَالْحَزَنِ، وَالْعَجْزِ وَالْكَسَلِ، وَالْبُخْلِ وَالْجُبْنِ، وَضَلَعِ الدَّيْنِ وَغَلَبَةِ الرِّجَالِ
Latin: Allâhumma innî a‘ûdzu bika minal hammi wal huzni, wal ‘ajzi wal kasali, wal bukhli wal jubni, wa dhala‘id daini wa ghalabatir rijâl.
Artinya: "Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari rasa susah dan sedih, dari rasa lemah dan malas, dari sifat bakhil dan penakut, serta dari beban utang dan penindasan orang lain."
Doa ini diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan Muslim. Doa ini merupakan salah satu doa yang sangat dianjurkan untuk mengatasi perasaan putus asa dan kesedihan. Doa ini mengajarkan seorang muslim untuk berlindung kepada Allah dari berbagai penyebab keputusasaan, baik yang bersumber dari dalam diri (seperti kemalasan dan ketakutan) maupun dari luar (seperti utang dan penindasan).
2. Doa Kelapangan Hati dan Jiwa Doa ini diajarkan Rasulullah SAW untuk memohon ketenangan hati dan penghilang kesedihan. Doa ini diriwayatkan oleh Imam Ahmad, Abu Dawud, dan Ibnu Majah.
Arab: اَللَّهُمَّ إِنِّي عَبْدُكَ، ابْنُ عَبْدِكَ، ابْنُ أَمَتِكَ، نَاصِيَتِي بِيَدِكَ، مَاضٍ فِيَّ حُكْمُكَ، عَدْلٌ فِيَّ قَضَاؤُكَ، أَسْأَلُكَ بِكُلِّ اسْمٍ هُوَ لَكَ، سَمَّيْتَ بِهِ نَفْسَكَ، أَوْ أَنْزَلْتَهُ فِي كِتَابِكَ، أَوْ عَلَّمْتَهُ أَحَدًا مِنْ خَلْقِكَ، أَوِ اسْتَأْثَرْتَ بِهِ فِي عِلْمِ الْغَيْبِ عِنْدَكَ، أَنْ تَجْعَلَ الْقُرْآنَ رَبِيعَ قَلْبِي، وَنُورَ صَدْرِي، وَجَلَاءَ حُزْنِي، وَذَهَابَ هَمِّي
Latin: Allâhumma innî ‘abduka, ibn ‘abdika, ibn amatika, nâshiyatî biyadika, mâdhin fiyya hukmuka, ‘adlun fiyya qadhâ'uka. As'aluka bikullismin huwa laka, sammayta bihi nafsaka, aw anzaltahu fî kitâbika, aw ‘allamtahu ahadan min khalqika, awista’tsarta bihi fî ‘ilmil-ghaibi ‘indaka, an taj‘alal-qur'âna rabî‘a qalbî, wa nûra shadrî, wa jalâ'a huznî, wa dzahâba hammî.
Artinya: "Ya Allah, sesungguhnya aku adalah hamba-Mu, anak dari hamba-Mu, anak dari hamba perempuan-Mu. Ubun-ubunku berada di tangan-Mu. Telah berlalu keputusan-Mu atasku. Telah berlaku keadilan-Mu dalam ketetapan-Mu atasku. Aku memohon kepada-Mu dengan setiap nama yang Engkau miliki, yang Engkau namakan dengan-Nya diri-Mu, atau yang Engkau turunkan dalam kitab-Mu, atau yang Engkau ajarkan kepada seseorang dari makhluk-Mu, atau yang Engkau rahasiakan dalam ilmu ghaib di sisi-Mu, agar Engkau menjadikan Al-Qur'an sebagai penyejuk hatiku, cahaya dadaku, penghilang kesedihanku, dan pelenyap kegundahanku."
Doa ini diriwayatkan oleh Imam Ahmad dan Abu Dawud. Doa ini termasuk doa yang sangat dianjurkan bagi mereka yang merasa putus asa dan ingin mendapatkan ketenangan jiwa. Doa ini juga diriwayatkan oleh Imam An-Nawawi dalam Al-Adzkar sebagai doa untuk menghilangkan kesedihan dan kegundahan.
3. Doa Memohon Pertolongan kepada Allah (Doa Nabi Yunus)
Doa Nabi Yunus AS adalah doa yang sangat mustajab dan dianjurkan saat menghadapi kesulitan berat. Doa ini tercantum dalam Al-Qur'an Surat Al-Anbiya' ayat 87.
Arab: لَا إِلَٰهَ إِلَّا أَنْتَ سُبْحَانَكَ إِنِّي كُنْتُ مِنَ الظَّالِمِينَ
Latin: Lā ilāha illā anta, subḥānaka, innī kuntu minaẓ-ẓālimīn.
Artinya: "Tidak ada Tuhan selain Engkau. Maha Suci Engkau. Sungguh, aku termasuk orang-orang yang zalim."
Doa ini diabadikan langsung oleh Allah dalam Al-Qur'an. Imam Thabrani mengatakan, doa Nabi Yunus dinamakan sebagai doa Al-Kurb, artinya doa kesedihan atau kesusahan. Para ulama salafus shalih biasa mengamalkan bacaan doa ini. Doa ini mengandung pengakuan akan keesaan Allah (tauhid), pengagungan terhadap-Nya (tasbih), serta pengakuan atas dosa yang dilakukan.
Rasulullah SAW sendiri menjamin bahwa tidak ada seorang muslim pun yang berdoa dengan doa ini dalam suatu urusan, melainkan Allah akan mengabulkannya.
4. Doa Perlindungan dari Rasa Malas, Pengecut, dan Pikun
Doa ini dianjurkan bagi mereka yang merasa kehilangan semangat dan motivasi dalam menjalani hidup.
Arab: اَللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنَ الْكَسَلِ، وَأَعُوذُ بِكَ مِنَ الْجُبْنِ، وَأَعُوذُ بِكَ مِنَ الْهَرَمِ، وَأَعُوذُ بِكَ مِنَ الْبُخْلِ
Latin: Allâhumma innî a‘ûdzubika minal kasali wa a‘ûdzubika minal jubni wa a‘ûdzubika minal harami wa a‘ûdzubika minal bukhli.
Artinya: "Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari rasa malas, dan aku berlindung kepada-Mu dari sikap pengecut, dan aku berlindung kepada-Mu dari pikun, dan aku berlindung kepada-Mu dari sifat pelit."
Doa ini diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan menjadi salah satu doa yang dianjurkan untuk menghindari sikap-sikap negatif yang dapat menyebabkan keputusasaan.
5. Doa Mohon Pertolongan dengan Rahmat Allah
Doa ini diajarkan Rasulullah SAW untuk memohon pertolongan Allah dalam segala urusan.
Arab: يَا حَيُّ يَا قَيُّومُ بِرَحْمَتِكَ أَسْتَغِيثُ أَصْلِحْ لِي شَأْنِي كُلَّهُ، وَلَا تَكِلْنِي إِلَى نَفْسِي طَرْفَةَ عَيْنٍ
Latin: Yā hayyu, yā qayyūmu, bi rahmatika astaghītsu, ashlih lī sya’nī kullahū, wa lā takilnī ilā nafsī tharfata ‘aynin.
Artinya: "Wahai Zat yang Maha Hidup dan Maha Kekal Abadi, dengan rahmat-Mu aku memohon pertolongan. Bawakanlah kemaslahatan pada segala urusanku. Janganlah Kau biarkan aku sendiri menyelesaikan urusan meski sekejap."
Doa ini diriwayatkan oleh Imam An-Nasai, Ibnu Sunni, Al-Hakim, dan Al-Baihaqi. Rasulullah SAW mengajarkan doa ini kepada putrinya, Siti Fathimah RA, untuk menjaga kesehatan mental. Doa ini juga merupakan permohonan yang paling sering dibaca Rasulullah SAW pada saat menghadapi musuh di bukit Uhud.
6. Doa Memohon Ampunan, Rahmat dan Tempat yang Mulia
Doa ini adalah doa yang dibaca Rasulullah SAW menjelang wafatnya, yang berisi permohonan ampunan, rahmat, dan kedudukan mulia di sisi Allah.
Arab: اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لِي وَارْحَمْنِي وَأَلْحِقْنِي بِالرَّفِيقِ الْأَعْلَى
Latin: Allâhummaghfir lî warhamnî wa alhiqnî bir rafîqil a‘lâ.
Artinya: "Ya Allah, ampunilah aku, rahmatilah aku, dan sampaikanlah aku pada tempat yang tinggi (bersama orang-orang saleh)."
Doa ini diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan Muslim dari Aisyah RA. Doa ini mengajarkan bahwa bahkan di saat-saat terberat sekalipun, seorang muslim harus tetap memohon ampunan, rahmat, dan kedudukan yang mulia di sisi Allah.
Hikmah Doa Ketika Merasa Putus Asa
1. Menghadirkan Kesadaran bahwa Allah Maha Kuasa atas Segala Sesuatu
Dengan berdoa saat putus asa, seorang muslim menyadari bahwa hanya Allah-lah yang memiliki kekuasaan mutlak atas segala sesuatu. Sebagaimana dijelaskan dalam doa "nâshiyatî biyadika" (ubun-ubunku di tangan-Mu), doa ini mengingatkan bahwa hidup dan nasib seseorang sepenuhnya berada di tangan Allah. Kesadaran ini melahirkan ketenangan dan kepercayaan bahwa pertolongan Allah pasti datang.
2. Mengalihkan Fokus dari Masalah kepada Allah
Ketika dilanda keputusasaan, doa mengalihkan fokus dari besarnya masalah kepada kebesaran Allah. Doa adalah tempat untuk mencurahkan keluh kesah, memohon pertolongan, dan mencari kekuatan. Ini adalah terapi spiritual yang efektif untuk meredakan kecemasan dan mengembalikan harapan. Syamsidar dalam studi Doa sebagai Metode Pengobatan Psikoterapi Islam menyebut doa sebagai metode psikoterapi Islami karena mampu menciptakan ketenangan psikis dan menguatkan optimisme.
3. Menumbuhkan Tawakal dan Kepasrahan
Dengan berdoa, seorang muslim menyatakan ketergantungan penuh kepada Allah. Doa "lâ takilnî ilâ nafsî tharfata 'aynin" (jangan Kau biarkan aku sendiri menyelesaikan urusan meski sekejap) adalah pengakuan bahwa manusia tidak mampu berdiri sendiri tanpa pertolongan Allah. Inilah hakikat tawakal—menyerahkan segala urusan kepada-Nya setelah berikhtiar.
4. Membuka Pintu Harapan dan Optimisme
Doa mengingatkan bahwa putus asa bukanlah pilihan seorang mukmin. Sebagaimana firman Allah: "Sesungguhnya bersama kesulitan itu ada kemudahan" (QS. Al-Insyirah: 6). Dengan berdoa, seorang muslim membuka pintu harapan dan optimisme bahwa setiap ujian pasti ada jalannya. Syekh Ibnu Athaillah dalam Al-Hikam mengingatkan agar jangan sampai penundaan ijabah membuat seseorang putus asa, karena Allah telah menjamin ijabah-Nya pada waktu yang Dia kehendaki.
5. Memperkuat Keimanan dan Kedekatan dengan Allah
Doa saat putus asa adalah bentuk penghambaan dan pengakuan bahwa hanya Allah-lah tempat bergantung. Doa yang dipanjatkan dengan penuh kerendahan hati dan keyakinan akan memperkuat keimanan serta mendekatkan diri kepada Allah. Sebagaimana sabda Rasulullah SAW, "Tidak ada seorang pun yang binasa dengan doanya". Doa menjadi jembatan yang menghubungkan hati yang lemah dengan kekuatan Ilahi yang tak terbatas.
Pertanyaan Seputar Doa Saat Putus Asa
1. Apakah doa saat putus asa harus dibaca dengan jumlah tertentu?
Tidak ada ketentuan baku mengenai jumlah bacaan. Doa-doa di atas cukup dibaca satu kali dengan penuh keyakinan dan kekhusyukan. Namun, jika masih merasa putus asa, dapat diulang beberapa kali hingga hati terasa tenang. Yang terpenting adalah menghadirkan hati dan yakin akan pertolongan Allah.
2. Kapan waktu terbaik membaca doa saat putus asa?
Waktu terbaik adalah saat seseorang merasakan keputusasaan, kapan pun dan di mana pun. Doa-doa ini dapat dibaca setelah salat, pada waktu pagi dan petang, atau saat menghadapi masalah berat. Rasulullah SAW bahkan mengajarkan doa untuk kesehatan mental yang dibaca pagi dan sore hari. Waktu-waktu mustajab seperti sepertiga malam terakhir juga sangat dianjurkan.
3. Apakah doa saat putus asa hanya untuk orang yang berdosa?
Tidak. Meskipun beberapa doa seperti doa Nabi Yunus mengandung pengakuan dosa, doa-doa saat putus asa dapat dibaca oleh siapa saja yang sedang dilanda keputusasaan, baik karena dosa, ujian hidup, atau kesulitan lainnya. Allah SWT berfirman dalam Surat Az-Zumar ayat 53 bahwa seruan ini ditujukan kepada seluruh hamba-Nya yang melampaui batas—sebuah pelukan bagi mereka yang lelah dan hampir menyerah.
4. Bagaimana jika setelah membaca doa masih tetap merasa putus asa?
Jika setelah membaca doa masih belum hilang rasa putus asa, dianjurkan untuk memperbanyak istighfar, membaca Al-Qur'an, melazimi zikir, dan memperbanyak salat. Yang terpenting adalah tetap bersabar dan tidak putus asa dari rahmat Allah. Syekh Ibnu Athaillah mengingatkan agar jangan sampai penundaan ijabah membuat seseorang putus asa. Teruslah berdoa dan berbaik sangka kepada Allah, karena Allah sesuai dengan prasangka hamba-Nya kepada-Nya.
5. Apa perbedaan putus asa dan tawakal?
Putus asa adalah kehilangan harapan terhadap pertolongan Allah dan menganggap bahwa tidak ada lagi jalan keluar. Sementara tawakal adalah berserah diri kepada Allah setelah melakukan ikhtiar maksimal, dengan keyakinan penuh bahwa Allah akan memberikan yang terbaik. Tawakal adalah sikap positif yang penuh harapan, sedangkan putus asa adalah sikap negatif yang bertentangan dengan iman.

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3133009/original/069410900_1589908304-3482876.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4374139/original/096709100_1679981555-pexels-alena-darmel-8164742.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4997084/original/030729200_1731122835-doa-tidur-agar-mimpi-indah.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5134162/original/012917000_1739593072-1739590048291_arti-doa-sholat-dhuha.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5382022/original/048339900_1760524874-Sholawat_dan_Berdzikir.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4206904/original/051627000_1666947484-doa-keselamatan-dunia-akhirat-arab-dan-latin-amalkan-setiap-hari.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4199341/original/055639700_1666344669-bacaan-doa-untuk-orang-meninggal-latin-dan-artinya.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4889994/original/071009200_1720767600-pexels-zeynep-sude-emek-193601188-20785719.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5534795/original/014528000_1773892938-khutbah.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4766225/original/046556200_1709881475-masjid-pogung-raya-LhNePx4kde0-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4262146/original/085381500_1671090332-pexels-alena-darmel-8164382.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4373091/original/033031400_1679908390-top-view-islamic-new-year-with-quran-book.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3141446/original/078371000_1591071405-15263.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9311275/original/087122900_1785397131-11f6ba91-cbd0-4c59-acf0-ef7c3e5b5211.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3081755/original/098010500_1584692954-20200320-Suasana-Salat-Jumat-di--Masjid-Agung-Al-Azhar-Jakarta-2.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4834999/original/045552600_1715939587-medium-shot-islamic-man-grieving.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4439341/original/074219600_1684915362-ibrahim-uz-3Z3RvzpVAqM-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5386164/original/039099900_1760956903-ilustrasi_membaca_quran.jpg)















:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5220347/original/094913800_1747281277-41961081_8976420.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5327298/original/085035000_1756177391-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran__83_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5558454/original/058152900_1776419419-cek_fakta_-_petani_milenial_2026.jpg)


:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5552530/original/095418000_1775812020-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-04-10T153121.431.jpg)



:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4449837/original/055086300_1685614290-WhatsApp_Image_2023-06-01_at_17.06.22.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4909950/original/090842100_1722854822-WhatsApp_Image_2024-08-05_at_17.40.39_50d920d6.jpg)


:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5547119/original/085428000_1775445943-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-04-06T101438.375.jpg)