APMF 2026 Dorong Industri Bangun Kolaborasi Berkelanjutan

1 hour ago 3

INFO TEMPO - Asia Pacific Media Forum (APMF) 2026 mendorong pelaku industri untuk menggeser fokus dari sekadar menciptakan kampanye yang menarik perhatian menuju pembangunan sistem kolaborasi dan pengambilan keputusan yang mampu bertahan dalam jangka panjang. Pergeseran ini dinilai penting seiring perubahan perilaku konsumen yang dipicu pesatnya perkembangan teknologi, kemunculan konten kreator, serta semakin terfragmentasinya media digital, yang membuat usia sebuah kampanye pemasaran kian pendek.

Chairman APMF Andi Sadha mengatakan tantangan industri saat ini tidak lagi terletak pada minimnya ide atau insight. Menurut dia, organisasi justru dihadapkan pada kebutuhan untuk membangun fondasi yang mampu menghasilkan nilai secara berkelanjutan, bahkan setelah sebuah kampanye berakhir.

Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca

"Sebagian besar dari kita pernah menjalankan kampanye yang berhasil menarik perhatian pasar. Impression datang, percakapan meningkat, tetapi beberapa minggu atau beberapa bulan kemudian semuanya menghilang. Campaigns fade. Itu memang sifat alami sebuah kampanye. Blueprint the Beyond adalah penolakan terhadap anggapan bahwa di situlah pekerjaan kita selesai," ujar Andi saat membuka APMF 2026 di Bali Nusa Dua Convention Center (BNDCC) pada 5 hingga 7 Agustus 2026.

Adapun APMF merupakan forum yang telah diselenggarakan sejak 2005 untuk mempertemukan para pemimpin industri dari berbagai sektor, mulai dari brand, media, teknologi, agensi, platform digital, hingga ekonomi kreatif. Forum ini membahas perkembangan pemasaran dan consumer engagement di kawasan Asia Pasifik. Pada 2026, APMF mengusung tema “Blueprint the Beyond”.

Tema Blueprint the Beyond lahir dari satu pertanyaan mendasar yang menjadi pijakan penyelenggaraan APMF tahun ini, yakni bagaimana mendorong lahirnya kolaborasi nyata dan kemitraan bisnis yang berkelanjutan. Atas dasar itu, seluruh rangkaian forum dirancang tidak hanya sebagai ruang berbagi pengetahuan, tetapi juga sebagai tempat mempertemukan para pengambil keputusan dari berbagai sektor.

"Selama tiga hari kami tidak mengajak peserta sekadar mengagumi ide-ide baru. Kami mengajak untuk membangun sesuatu yang tetap hidup setelah konferensi ini berakhir. Orang yang duduk di sebelah Anda bisa menjadi alasan sebuah ide besar diwujudkan atau sebuah kerja sama akhirnya tercapai," kata Anda.

Saat pembukaan peserta diajak berinteraksi dengan peserta lain sejak awal acara. Pendekatan tersebut mencerminkan gagasan utama APMF tahun ini, yakni bahwa kolaborasi sering kali bermula dari percakapan sederhana yang membuka peluang kerja sama di masa depan.

Andi menilai, di tengah kondisi ekonomi yang semakin dinamis, organisasi memiliki dua pilihan, yakni bertahan dengan cara lama atau menyesuaikan diri melalui kolaborasi. Karena itu, APMF tidak dirancang sebagai forum yang hanya menghadirkan inspirasi, melainkan ruang untuk membangun hubungan profesional yang dapat berkembang menjadi kemitraan jangka panjang.

"Kami percaya masa depan industri tidak dibangun oleh satu organisasi saja. Masa depan dibentuk melalui percakapan yang terbuka mengenai apa yang sedang kita bangun, apa yang kita butuhkan, dan apa yang dapat kita tawarkan kepada pihak lain. Semakin terbuka kita berbagi, semakin besar peluang kolaborasi itu terwujud," ujar Andi.

Andi mengajak peserta memanfaatkan APMF sebagai ruang untuk membangun kerja sama yang melampaui penyelenggaraan konferensi. "Jangan habiskan tiga hari ini sebagai pengamat. Jadilah pembangun. Mulailah percakapan dengan orang yang sudah Anda kenal, lalu dengan satu orang yang belum Anda kenal. Tanyakan satu hal sederhana: apa yang bisa kita bangun bersama? Karena pada akhirnya, kampanye akan berlalu, tetapi struktur yang dibangun bersama akan bertahan," katanya.

Selama tiga hari penyelenggaraan, APMF 2026 menghadirkan empat pengalaman utama, yakni Applied Intelligence Lab, Conference Stage, Innovation & Experience Showcase, serta Leadership Gatherings. Keempatnya dirancang untuk mempertemukan pemimpin industri dengan perspektif, teknologi, dan peluang kolaborasi baru dalam menghadapi perubahan lanskap marketing.

APMF 2026 menghadirkan lebih dari 50 pembicara dari berbagai negara, diantaranya Regional Chief Creative Officer IMPACT BBDO Ali Rez, Filmmaker sekaligus Co-founder Imajinari Ernest Prakasa, Managing Editor WARC APAC Rica Facundo, Co-Founder EnMasse Sunny Gho, serta Managing Director, Design and Digital Products Lead Accenture Song Tuomas Peltoniemi. (*)

Read Entire Article
Fakta Dunia | Islamic |