AS Kirim Delegasi ke Pakistan untuk Diskusi Putaran Kedua

6 hours ago 5

PRESIDEN Amerika Serikat Donald Trump mengumumkan akan mengirim delegasi ke Islamabad, Pakistan, pada Senin, 20 April 2026, untuk membuka peluang perundingan lanjutan terkait konflik Amerika Serikat-Israel dengan Iran. Langkah ini diambil menjelang berakhirnya gencatan senjata dua pekan pada Rabu mendatang.

Menurut laporan Al Jazeera, Trump menyampaikan rencana tersebut melalui media sosial pada Ahad 19 April 2026. Ia tidak merinci siapa saja pejabat yang akan dikirim dalam perundingan tatap muka putaran kedua itu. Pekan lalu, perundingan awal yang dipimpin Wakil Presiden JD Vance berakhir tanpa kesepakatan.

Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca

Iran Tolak Hadiri Putaran Kedua

Setelah pengumuman itu, Iran belum memutuskan mengirim delegasi ke Pakistan selama blokade laut terhadap pelabuhan Iran masih berlangsung. “Iran menyatakan bahwa ketidakhadirannya dalam putaran kedua perundingan berasal dari apa yang disebut sebagai tuntutan berlebihan Washington, ekspektasi yang tidak realistis, perubahan sikap yang terus-menerus, kontradiksi berulang, serta blokade laut yang masih berlangsung, yang dianggap sebagai pelanggaran terhadap gencatan senjata,” ungkap laporan IRNA, seperti dilansir France 24.

Iran tidak berencana berpartisipasi dalam perundingan baru tersebut, beberapa jam setelah Trump menyatakan akan mengirim utusan ke Pakistan dan mengancam akan menyerang Iran jika tidak menerima syarat yang diajukan.

Ancaman Terbaru Trump

Trump menuduh Iran melanggar gencatan senjata dengan tembakan di Selat Hormuz pada Sabtu lalu. Ia juga mengancam akan menghancurkan infrastruktur sipil Iran jika kesepakatan tidak tercapai.

“Kami menawarkan kesepakatan yang sangat adil dan masuk akal, dan saya harap mereka menerimanya karena jika tidak, Amerika Serikat akan menghancurkan setiap pembangkit listrik dan setiap jembatan di Iran,” tulis Trump di platform Truth Social.

Dalam pernyataan terpisah, Trump menyebut militer AS telah menguasai kapal kargo berbendera Iran. “Kami memiliki kendali penuh atas kapal mereka, dan sedang melihat apa yang ada di dalamnya,” tulisnya.

Militer AS menyatakan telah memaksa 23 kapal berbalik arah sejak blokade diberlakukan. Komando Pusat AS menyebut operasi terus dilakukan terhadap kapal yang masuk atau keluar dari pelabuhan dan wilayah pesisir Iran.

Kementerian Luar Negeri Iran menyebut blokade laut AS sebagai tindakan melanggar hukum dan kriminal. “Blokade yang disebut Amerika Serikat terhadap pelabuhan atau garis pantai Iran bukan hanya pelanggaran terhadap gencatan senjata yang dimediasi Pakistan, tetapi juga merupakan tindakan melanggar hukum dan kriminal,” kata Juru bicara Kementerian Luar Negeri, Esmaeil Baghaei.

“Selain itu, dengan secara sengaja menjatuhkan hukuman kolektif kepada rakyat Iran, tindakan ini setara dengan kejahatan perang dan kejahatan terhadap kemanusiaan,” ujarnya.

Angkatan Laut Garda Revolusi Iran menyatakan Selat Hormuz kembali ditutup kurang dari 24 jam setelah sempat dibuka, dan akan tetap ditutup hingga blokade AS dicabut. Sebelum konflik, jalur ini menangani sekitar seperlima pasokan minyak dunia.

Adapun Ketua Parlemen Iran, Mohammad Bagher Ghalibaf, mengatakan masih banyak celah dalam negosiasi. “Masih banyak kesenjangan dan beberapa poin mendasar yang tersisa,” ujarnya. Ia menambahkan, “Kami masih jauh dari pembahasan akhir.”

Read Entire Article
Fakta Dunia | Islamic |