- Apa itu Puasa Ayyamul Bidh?
- Kapan waktu terbaik melafalkan niat Puasa Syawal?
- Bolehkah menggabungkan niat Puasa Syawal dengan puasa qadha Ramadan?
Baca artikel ini 5x lebih cepat
Liputan6.com, Jakarta - Puasa Ayyamul Bidh dan Puasa Syawal merupakan dua ibadah sunnah yang sangat dianjurkan dalam ajaran Islam, masing-masing membawa keutamaan dan waktu pelaksanaan yang spesifik. Kedua amalan ini menjadi jembatan bagi umat Muslim untuk senantiasa mendekatkan diri kepada Allah SWT, khususnya setelah rampungnya bulan suci Ramadan.
Niat memegang peranan fundamental dalam setiap ibadah, termasuk puasa, karena ia menjadi penentu keabsahan serta nilai amalan di mata Allah SWT. Oleh karena itu, memahami lafal niat yang benar, baik dalam tulisan Arab, Latin, maupun artinya, menjadi krusial bagi setiap Muslim yang ingin melaksanakannya.
Lantas bagaimana bacaan niat puasa Ayyamul Bidh dan Syawal dalam Bahasa Arab, Latin dan artinya? Melansir dari berbagai sumber, Selasa (31/3), simak ulasan informasinya berikut ini.
Pengantar Puasa Sunnah Ayyamul Bidh dan Syawal
Puasa Ayyamul Bidh, yang dikenal sebagai puasa hari-hari putih, adalah ibadah sunnah yang dilaksanakan pada tanggal 13, 14, dan 15 setiap bulan Qomariyah atau kalender Hijriah. Hari-hari ini disebut 'hari putih' karena pada malam-malam tersebut, bulan purnama bersinar terang, menerangi langit dengan cahayanya yang indah. Amalan ini sangat dianjurkan oleh Rasulullah SAW sebagai cara untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT.
Sementara itu, Puasa Syawal adalah puasa sunnah yang dikerjakan selama enam hari di bulan Syawal, yaitu bulan setelah Ramadan. Meskipun hukumnya tidak wajib, puasa ini memiliki keutamaan luar biasa, menjanjikan pahala yang besar bagi siapa saja yang melaksanakannya dengan ikhlas dan konsisten. Puasa ini tidak harus dilakukan secara berurutan, melainkan boleh dilakukan terpisah selama masih berada dalam bulan Syawal.
Niat adalah ucapan atau tekad dalam hati untuk melaksanakan suatu ibadah. Dalam setiap ibadah, termasuk puasa sunnah, niat menjadi penentu sah atau tidaknya ibadah tersebut. Tempat niat adalah di dalam hati (qashad), yang berarti seseorang harus menghadirkan maksud berpuasa dalam batinnya, sesuai dengan sabda Nabi Muhammad SAW, "Sesungguhnya setiap amal tergantung pada niatnya." (HR. Bukhari dan Muslim).
Bacaan Niat Puasa Ayyamul Bidh: Arab, Latin, dan Artinya
Niat puasa Ayyamul Bidh merupakan bagian penting dari pelaksanaan ibadah sunnah yang dianjurkan oleh Rasulullah SAW. Pelafalan niat ini dapat dilakukan di malam hari sebelum puasa atau di pagi hari selama belum melakukan hal-hal yang membatalkan puasa.
Bacaan Niat Puasa Ayyamul Bidh (Bahasa Arab)
نَوَيْتُ صَوْمَ أَيَّامِ الْبِيْضِ لِلّٰهِ تَعَالَى
Nawaitu shauma ayyaamil baidhi sunnatan lillaahi ta'aalaa.
Artinya: "Aku niat puasa pada hari-hari putih, sunnah karena Allah Ta'ala." Atau "Saya niat puasa Ayyamul Bidl (hari-hari yang malamnya cerah), karena Allah ta’âlâ."
Waktu Pelafalan Niat Puasa Ayyamul Bidh
Niat puasa Ayyamul Bidh dapat diucapkan di dalam hati atau dengan lisan pada malam hari sebelum puasa. Selain itu, niat juga boleh dilafalkan di pagi hari selama belum makan, minum, atau melakukan hal-hal yang membatalkan puasa sejak subuh.
Keutamaan dan Dalil Puasa Ayyamul Bidh
Puasa Ayyamul Bidh memiliki keutamaan yang besar dan merupakan salah satu amalan sunnah yang sangat dianjurkan oleh Rasulullah SAW. Keutamaan ini menjadi motivasi bagi umat Muslim untuk senantiasa melaksanakannya.
- Seperti Puasa Setahun Penuh: Rasulullah SAW bersabda, "Puasa ayyamul bidh itu seperti puasa setahun." (HR. Abu Daud & An Nasai, sahih). Setiap amal baik akan dilipatgandakan menjadi sepuluh kali lipat, sehingga puasa tiga hari setiap bulan setara dengan puasa 30 hari atau satu bulan penuh.
- Termasuk Wasiat Rasulullah SAW: Puasa Ayyamul Bidh termasuk dalam tiga wasiat Rasulullah SAW kepada Abu Hurairah RA, bersama dengan shalat dhuha dan shalat witir sebelum tidur.
- Kebiasaan Nabi SAW: Rasulullah SAW senantiasa mengamalkan puasa Ayyamul Bidh, baik di rumah maupun dalam bepergian, sebagai upaya mengikuti jejak ibadah beliau.
- Menghapus Dosa-dosa Kecil: Melaksanakan puasa ini dapat membantu menghapus dosa-dosa kecil yang telah diperbuat.
- Meningkatkan Derajat dan Mendekatkan Diri kepada Allah: Ibadah ini dapat meningkatkan derajat di sisi Allah SWT, memperkuat keimanan, dan meningkatkan kualitas ibadah seorang Muslim.
- Manfaat Kesehatan: Puasa secara rutin terbukti bermanfaat bagi kesehatan, membantu proses detoksifikasi tubuh, meningkatkan metabolisme, dan memberi jeda bagi sistem pencernaan untuk beristirahat.
Anjuran puasa Ayyamul Bidh didasarkan pada beberapa hadits, di antaranya hadits dari Abu Dzar RA: "Jika engkau ingin berpuasa tiga hari setiap bulannya, maka berpuasalah pada tanggal 13, 14, dan 15 (dari bulan Hijriyah)." (HR. Tirmidzi no. 761 dan An Nasai no. 2425).
Untuk puasa sunnah seperti Ayyamul Bidh, terdapat kelonggaran dalam waktu berniat. Seseorang boleh berniat pada pagi hari selama belum makan, minum, atau melakukan hal yang membatalkan puasa sejak subuh.
Bacaan Niat Puasa Syawal: Lafal Lengkap dan Variasinya
Niat puasa Syawal adalah syarat sahnya ibadah puasa sunnah ini. Lafal niat puasa Syawal dapat disesuaikan dengan cara pelaksanaannya, baik dilakukan secara berurutan maupun tidak.
Bacaan Niat Puasa Syawal (Bahasa Arab)
- Untuk puasa Syawal secara umum (tidak berurutan atau jika berniat di malam hari):نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ أَدَاءِ سُنَّةِ الشَّوَّالِ لِلّهِ تَعَالَى
- Untuk puasa Syawal 6 hari berturut-turut (jika diniatkan sejak awal):نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ أَدَاءِ سِتَّةٍ مِنْ شَوَّالٍ للهِ تعالى
- Untuk puasa Syawal di pagi hari (jika belum berniat di malam hari dan belum makan/minum):نَوَيْتُ صَوْمَ هَذَا اليَوْمِ عَنْ أَدَاءِ سُنَّةِ الشَّوَّالِ للهِ تعالى
Transliterasi Latin Niat Puasa Syawal
- Untuk puasa Syawal secara umum:"Nawaitu shauma ghadin 'an adaa'i sunnatis Syawwali lillaahi ta'ala."
- Untuk puasa Syawal 6 hari berturut-turut:"Nawaitu shauma ghadin 'an adai sittatin min Syawwal lillahi ta'ala."
- Untuk puasa Syawal di pagi hari:"Nawaitu shauma hadzal yaumi 'an adaa'i sunnatis Syawwal lillaahi ta'ala."
Arti Niat Puasa Syawal (Bahasa Indonesia)
- Untuk puasa Syawal secara umum:"Aku berniat puasa sunnah Syawal esok hari karena Allah SWT."
- Untuk puasa Syawal 6 hari berturut-turut:"Saya niat puasa esok hari untuk melaksanakan puasa sunnah enam hari di bulan Syawal karena Allah Ta'ala."
Untuk puasa Syawal di pagi hari:"Aku berniat puasa sunnah Syawal hari ini karena Allah SWT."
Waktu Pelafalan Niat Puasa Syawal
Niat puasa Syawal dapat dibaca pada malam hari atau sebelum terbit fajar. Namun, untuk puasa sunnah, niat juga boleh dilakukan di pagi hari selama belum makan dan minum sejak subuh.
Keutamaan dan Hukum Pelaksanaan Puasa Syawal
Puasa Syawal adalah amalan sunnah yang sangat dianjurkan setelah bulan Ramadan, dengan keutamaan yang besar dan fleksibilitas dalam pelaksanaannya.
- Setara dengan Puasa Setahun Penuh: Keutamaan terbesar puasa Syawal adalah pahalanya yang setara dengan puasa setahun penuh. Hal ini berdasarkan hadits Rasulullah SAW: "Barang siapa berpuasa pada bulan Ramadhan, lalu diikuti dengan puasa enam hari pada bulan Syawal, maka seolah ia telah berpuasa setahun penuh." (HR. Muslim). Perhitungan ini didasarkan pada prinsip bahwa setiap satu kebaikan dilipatgandakan menjadi sepuluh. Puasa Ramadan 30 hari setara 300 hari, ditambah puasa Syawal 6 hari setara 60 hari, total 360 hari atau satu tahun.
- Penyempurna Puasa Ramadan: Puasa Syawal berfungsi sebagai penyempurna pahala puasa Ramadan dan menutupi kekurangan dalam ibadah wajib.
- Tanda Diterimanya Amal Ramadan: Melanjutkan ibadah setelah Ramadan merupakan tanda bahwa amal sebelumnya diterima oleh Allah SWT.
- Melatih Konsistensi Ibadah: Puasa Syawal menjadi jembatan spiritual agar semangat beribadah tidak padam setelah bulan suci berakhir, melatih istiqomah dalam beribadah.
- Manfaat Kesehatan: Puasa ini membantu tubuh dalam proses detoksifikasi, mengeluarkan racun, memperbaiki sistem pencernaan, dan menjaga kesehatan tubuh secara keseluruhan.
Puasa Syawal tidak harus dilakukan secara berurutan. Ulama sepakat bahwa puasa enam hari ini boleh dilakukan secara berturut-turut tepat setelah Idulfitri (dimulai pada tanggal 2 Syawal), maupun dikerjakan secara terpisah-pisah (acak) asalkan semuanya masih diselesaikan di dalam rentang waktu bulan Syawal.
Mengenai hukum menggabungkan niat puasa Syawal dengan puasa lain:
- Menggabungkan dengan Puasa Qadha Ramadan: Sebagian ulama membolehkan menggabungkan niat puasa qadha dengan niat puasa Syawal, dan secara otomatis mendapatkan kesunnahan puasa Syawal. Namun, pendapat yang paling kuat dan hati-hati adalah memisahkan keduanya, yaitu menyelesaikan puasa qadha terlebih dahulu, baru kemudian melaksanakan puasa Syawal, untuk mendapatkan keutamaan puasa setahun penuh.
- Menggabungkan dengan Puasa Senin-Kamis: Umat Islam dapat menggabungkan niat puasa sunnah Syawal dengan puasa Senin Kamis untuk meraih pahala ganda.
Perbandingan dan Manfaat Ibadah Puasa Sunnah
Puasa Ayyamul Bidh dan Puasa Syawal adalah dua amalan sunnah yang memiliki kesamaan dalam tujuan mendekatkan diri kepada Allah SWT dan meraih pahala, namun berbeda dalam waktu dan sedikit pada lafal niatnya.
Perbandingan Niat dan Pelaksanaan
- Waktu Pelaksanaan: Puasa Ayyamul Bidh dilaksanakan pada tanggal 13, 14, dan 15 setiap bulan Hijriah. Sedangkan puasa Syawal dilaksanakan selama enam hari di bulan Syawal, setelah Idul Fitri (tidak boleh pada tanggal 1 Syawal).
- Lafal Niat: Lafal niat keduanya spesifik menyebutkan jenis puasanya (Ayyamul Bidh atau Syawal). Niat puasa Ayyamul Bidh secara umum adalah "Nawaitu shauma ayyaamil baidhi sunnatan lillaahi ta'aalaa". Sementara niat puasa Syawal bervariasi tergantung apakah diniatkan untuk esok hari secara umum, enam hari berturut-turut, atau di pagi hari.
- Fleksibilitas Niat Sunnah: Keduanya memiliki fleksibilitas dalam waktu berniat, yaitu boleh di malam hari atau di pagi hari selama belum melakukan hal yang membatalkan puasa.
Pentingnya Niat dan Konsistensi Ibadah Sunnah
Niat yang benar dan tulus adalah fondasi utama dalam setiap ibadah. Tanpa niat yang benar, ibadah puasa tidak akan sah di sisi Allah SWT. Dengan niat yang ikhlas, ibadah sunnah seperti puasa Ayyamul Bidh dan Syawal menjadi lebih sempurna dan bernilai di sisi Allah SWT. Melaksanakan puasa-puasa sunnah ini juga menunjukkan konsistensi seorang Muslim dalam beribadah dan menjaga semangat spiritual yang telah dibangun selama Ramadan.
Manfaat Spiritual dan Kesehatan
Kedua puasa sunnah ini tidak hanya memberikan pahala yang berlimpah dan keutamaan spiritual seperti penghapusan dosa dan peningkatan derajat di sisi Allah, tetapi juga memberikan manfaat kesehatan fisik. Puasa membantu detoksifikasi tubuh, meningkatkan metabolisme, dan memberikan istirahat bagi sistem pencernaan. Secara mental, puasa juga menumbuhkan rasa syukur, ketenangan, dan kedisiplinan.
Pertanyaan & Jawaban Seputar Bacaan Niat Puasa Ayyamul Bidh dan Syawal
1. Apa itu Puasa Ayyamul Bidh?
Jawaban: Puasa Ayyamul Bidh adalah puasa sunnah yang dilaksanakan selama tiga hari setiap bulan Qomariyah (kalender Hijriah), yaitu pada tanggal 13, 14, dan 15, yang dikenal sebagai 'hari putih' karena bulan purnama bersinar terang.
2. Kapan waktu terbaik melafalkan niat Puasa Syawal?
Jawaban: Niat puasa Syawal dapat dibaca pada malam hari atau sebelum terbit fajar. Untuk puasa sunnah, niat juga boleh dilakukan di pagi hari selama belum makan dan minum sejak subuh.
3. Bolehkah menggabungkan niat Puasa Syawal dengan puasa qadha Ramadan?
Jawaban: Sebagian ulama membolehkan, namun pendapat yang paling kuat dan hati-hati adalah menyelesaikan puasa qadha terlebih dahulu, baru kemudian melaksanakan puasa Syawal, untuk mendapatkan keutamaan puasa setahun penuh.
4. Apa keutamaan Puasa Syawal?
Jawaban: Keutamaan Puasa Syawal adalah pahalanya yang setara dengan puasa setahun penuh, berfungsi sebagai penyempurna puasa Ramadan, tanda diterimanya amal Ramadan, melatih konsistensi ibadah, dan memberikan manfaat kesehatan.
Anda Sedang Mengikuti Pembahasan Seputar
Tantiya Nimas Nuraini, Alieza NurulitaTim Redaksi
Share

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5534795/original/014528000_1773892938-khutbah.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5533838/original/065283400_1773785899-unnamed__99_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5541900/original/045765100_1774924667-f74d8bed-bd18-437b-b58c-048c5cf9b3f9.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4403008/original/008750000_1681991372-20230420-Pemantauan-Hilal-Iqbal-7.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3129115/original/002193800_1589524975-Collection_Of_Ketupat_Made_From_Coconut_Leaves.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3121589/original/054389800_1588827933-3482841.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3187033/original/003171100_1595400533-makkah-kaaba-hajj-muslims_21730-6508.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5253548/original/037891900_1750053354-000_34QQ7PD.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5531528/original/007916600_1773619112-unnamed__10_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5539035/original/075853600_1774587144-Undangan_Syawalan_Kreatif.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5456521/original/033087800_1766898100-Gemini_Generated_Image_xyevcgxyevcgxyev_2.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5532112/original/098919800_1773642523-Halal_Bihalal_Keluarga__Gemini_AI_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/2802571/original/001114900_1557556759-A.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5531526/original/098176600_1773619110-unnamed__9_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4010962/original/065645500_1651214803-20220429-Itikaf-Lailatul-Qadar-6.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5165547/original/039502800_1742184289-b4a3c7bb548ce7350daf939ff99bd501.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3141446/original/078371000_1591071405-15263.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5158421/original/049373700_1741665139-kata-kata-pengingat-diri-islami.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5452011/original/027635700_1766382521-Gemini_Generated_Image_k4wu91k4wu91k4wu.png)










:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5448205/original/085550400_1766022443-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2025-12-18T084617.730.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4010689/original/086569000_1651202668-pexels-rayn-l-3163677.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3381466/original/043629600_1613720800-photo-1512632578888-169bbbc64f33.jpg)






:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/1626268/original/067647800_1497616352-Mantan-MenKes-Siti-Fadilah-Divonis-4-Tahun-Penjara-01.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4990655/original/018003600_1730716747-tata-cara-sholat-tahajud-agar-keinginan-terkabul.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5154231/original/041919200_1741337635-20250307-Tadarus-ANG_2.jpg)


:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4199341/original/055639700_1666344669-bacaan-doa-untuk-orang-meninggal-latin-dan-artinya.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5450038/original/011940800_1766126206-Gemini_Generated_Image_n0zy6on0zy6on0zy.png)