Bandar Narkoba Ko Andre Punya 2 Bos di Malaysia

6 hours ago 4

BADAN Reserse Kriminal Kepolisian RI atau Bareskrim Polri mengungkap jaringan bandar narkoba atau narkotika, psikotropika, dan zat adiktif lainnya bernama Andre Fernando alias Ko Andre "The Doctor" di Malaysia. Polisi menyatakan Ko Andre bekerja untuk dua bos narkoba yang beroperasi di Malaysia.

"Andre Fernando alias The Doctor memiliki dua orang atasan," kata Direktur Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Brigadir Jenderal Eko Hadi Santoso lewat keterangan tertulis, Selasa, 7 April 2026.

Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca

Eko mengatakan, dua orang atasan diyakini bernama Hendra dan Tomy. Hendra merupakan warga negara Indonesia asal Aceh yang tinggal di Malaysia. Sementara Tomy merupakan warga negara Malaysia.

Hendra dan Tomy diduga tidak saling mengenal atau memiliki jaringan terputus melalui perantara Ko Andre. Menurut Eko, The Doctor berperan sebagai perantara sekaligus penjamin antara Hendra dan Tomy dengan pelanggan.

Berdasarkan interogasi terhadap Ko Andre, dia mengaku mengenai Hendra melalui seorang teman yang bernama Hendro alias Nemo. Sementara hubungannya dengan Tomy bermula ketika Ko Andre bermain judi di Genting Highland, Malaysia.

Melalui Hendra, Ko Andre diduga sempat mendapatkan 5 kilogram sabu sebanyak dua kali transaksi pada Februari 2026 dengan harga Rp 390 juta per kg. Ko Andre mengaku menjualnya kepada Arfan Yulius Law yang mengedarkannya di Indonesia. Arfan alias Refan sebelumnya telah ditangkap polisi.

Adapun Arfan merupakan pengedar yang terafiliasi Erwin Iskandar alias Ko Erwin. Bandar Ko Erwin merupakan pemain narkoba jaringan Nusa Tenggara Barat yang terkoneksi dengan eks Kepala Satuan Reserse Narkoba Polres Bima Kota Ajun Komisaris Malaungi dan mantan Kapolres Bima Kota Ajun Komisaris Besar Didik Putra Kuncoro.

Ko Andre juga mendapatkan 500 pieces etomidate seharga Rp 1,6 juta per pieces dari Hendra. Barang itu kemudian dijual kepada Ika Novita Sari alias Mami Mika pada Januari 2026. Mami Mika merupakan pengendali narkoba di diskotek Whiterabit, Jakarta Selatan dan Jakarta Utara. Andre juga menjual narkoba jenis happy five sebanyak 50 bungkus dari Hendra ke Mami Mika pada Desember 2025.

Sementara lewat Tomy, Ko Andre juga mendapatkan etomidate. Transaksi pertama berupa etomidate ukuran kecil berjumlah 250 pieces seharga Rp 1,7 juta per pieces pada Desember 2025. The Doctor kembali mendapatkan 397 pieces etomidate ukuran kecil dengan harga sama pada Februari 2026. Terakhir, dia mengaku sempat mendapat 700 pieces etomidate dari Hendra seharga Rp 1,7 juta per pieces pada bulan yang sama. Semua barang itu, kata Eko, juga dijual kepada Mami Mika.

The Doctor tercatat meninggalkan Indonesia dengan menggunakan pesawat AirAsia nomor penerbangan QZ326 rute Bandara Internasional Juanda menuju Kuala Lumpur International Airport, Malaysia. Setelah serangkaian pelacakan, polisi mendeteksi Ko Andre berada di Crown Plaza Straits City, Penang. 

Pada Ahad, 5 April 2026, buronan itu sedang menginap di kamar hotel nomor 1923 bersama seorang perempuan asal Kazakhstan. Polisi menangkap dan menggeledah kamar tempat Ko Andre sedang menginap. "Saat penggeledahan tidak ditemukan dokumen paspor," kata Eko.

Polisi akhirnya berkoordinasi dengan Konsulat Jenderal Republik Indonesia Penang untuk membuat Surat Perjalanan Laksana Paspor (SPLP). Ko Andre akhirnya diterbangkan ke Indonesia pada Senin, 6 April 2026.

Berdasarkan interogasi, Ko Andre mengaku berupaya menghilangkan jejak dari kejaran penegak hukum ketika mengetahui dirinya menjadi DPO pada awal Maret. Ia juga mengaku membuang iPhone 16 warna hitam miliknya di jalan tol Kuala Lumpur menuju Selangor.

Read Entire Article
Fakta Dunia | Islamic |