Berapa Rakaat Sholat Sunnah sebelum Subuh? Simak Penjelasan dan Tata Caranya

5 hours ago 2

Liputan6.com, Jakarta - Ketika azan Subuh berkumandang, selain menunaikan sholat fardhu, ada sebuah amalan sunnah yang sangat dianjurkan oleh Rasulullah SAW. Amalan ini adalah sholat sunnah qabliyah Subuh, yang juga dikenal dengan sebutan sholat fajar atau sholat sunnah fajar. Namun, sebagian orang masih belum tahu, berapa rakaat sholat sunnah sebelum subuh hingga tata caranya.

Padahal, keutamaan sholat ini begitu luar biasa. Nabi bersabda, keutamaan sholat fajar lebih baik dari dunia seisinya.

Dalam buku Risalah Tuntunan Shalat Lengkap, Moh. Rifai menjelaskan sholat sunnah qabliyah Subuh, yang sering disebut sholat fajar, adalah sholat sunnah yang dikerjakan sebelum menunaikan sholat fardhu Subuh. Sholat ini masuk dalam kategori sholat sunnah rawatib mu‘akkad, yaitu sholat sunnah yang sangat ditekankan dan terus-menerus dijaga oleh Rasulullah SAW.

Untuk memahami berapa rakaat sholat sunnah sebelum subuh hingga tata caranya, berikut ulasannya, merangkum berbagai sumber, termasuk Mir’ah al-Mafatih Syarah Misykat al-Mashabih karya Imam Abu Hasan al-Mubarakfuri, I’anatut Thalibin, serta sumber kredibel lainnya.

Jumlah Rakaat Sholat Sunnah Subuh (Sholat Fajar)

Imam Abu Hasan al-Mubarakfuri dalam kitab Mir’ah al-Mafatih Syarah Misykat al-Mashabih (juz 4, hal. 137) menjelaskan bahwa makna “dua rakaat shalat fajar” dalam hadis adalah shalat sunnah qabliyah Subuh, bukan shalat Subuh itu sendiri.

Sholat sunnah sebelum Subuh dikerjakan sebanyak 2 (dua) rakaat. Tidak ada perbedaan pendapat di kalangan ulama tentang jumlah rakaat sholat qabliyah Subuh. Seluruh mazhab sepakat bahwa sholat sunnah fajar dilaksanakan sebanyak dua rakaat.

Para ulama sepakat bahwa sholat sunnah qabliyah Subuh hukumnya sunnah mu‘akkad (sunnah yang sangat dianjurkan) bagi seluruh umat Islam, sementara bagi Rasulullah SAW sendiri, sholat ini bersifat wajib berdasarkan beberapa riwayat yang menunjukkan bahwa beliau tidak pernah sekalipun meninggalkannya selama hidupnya.

Jika seseorang tertidur dan tidak sempat mengerjakan sholat sunnah fajar sebelum Subuh, dia tetap bisa mengganti dengan cara qadha, sebagaimana sholat fardhu. Imam al-Nawawi dalam Syarh Sahih Muslim menyebutkan bahwa sholat sunnah qabliyah Subuh dapat diqadha setelah sholat Subuh hingga matahari terbit.

Dalil Sholat Sunnah sebelum Subuh

Dalil Al-Qur‘an

Secara umum, perintah untuk melaksanakan sholat pada waktu fajar termaktub dalam Surah Al-Isra‘ ayat 78:

أَقِمِ الصَّلَاةَ لِدُلُوكِ الشَّمْسِ إِلَىٰ غَسَقِ اللَّيْلِ وَقُرْآنَ الْفَجْرِ ۖ إِنَّ قُرْآنَ الْفَجْرِ كَانَ مَشْهُودًا

“Dirikanlah shalat sejak matahari tergelincir sampai gelapnya malam dan laksanakan pula shalat subuh. Sesungguhnya shalat Subuh itu disaksikan oleh malaikat.” (QS. Al-Isra‘ [17]: 78)

Dalam Tafsir Al-Azhar karya Prof. Dr. Hamka, dijelaskan bahwa “Qur’an al-fajri” dalam ayat tersebut ditafsirkan sebagai shalat Subuh, namun secara lebih luas juga mencakup amalan membaca Al-Qur‘an dan sholat sunnah yang menyertainya di waktu fajar.

Dalil Hadis

Terdapat beberapa hadis sahih yang menjadi landasan utama kesunnahan sholat qabliyah Subuh:

1. Hadis tentang keutamaan dua rakaat fajar (riwayat Muslim dari Aisyah RA)

رَكْعَتَا الْفَجْرِ خَيْرٌ مِنَ الدُّنْيَا وَمَا فِيهَا

Artinya: “Dua rakaat fajar (sholat sunnah sebelum Subuh) lebih baik daripada dunia dan seisinya.” (HR. Muslim, an-Nasa‘i, at-Tirmidzi)

Imam al-Nawawi dalam Syarh Sahih Muslim (6/5) menjelaskan bahwa yang dimaksud dengan “lebih baik daripada dunia dan seisinya” adalah lebih baik daripada seluruh harta benda dunia.

2. Hadis tentang konsistensi Rasulullah SAW menjaga sholat fajar (riwayat Bukhari dari Aisyah RA)

لَمْ يَكُنِ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَلَى شَيْءٍ مِنَ النَّوَافِلِ أَشَدَّ تَعَاهُدًا مِنْهُ عَلَى رَكْعَتَيِ الْفَجْرِ

Artinya: “Nabi SAW tidaklah lebih menjaga suatu sholat sunnah melebihi dua rakaat sholat fajar.” (HR. Bukhari)

3. Hadis tentang larangan meninggalkan sholat sunnah fajar (riwayat Abu Dawud dari Abu Hurairah)

لَا تَدَعُوا رَكْعَتَيِ الْفَجْرِ وَإِنْ طَرَدَتْكُمُ الْخَيْلُ

Artinya: “Janganlah engkau tinggalkan kedua rakaat sunah fajar itu meskipun engkau dikejar oleh tentara berkuda.” (HR. Abu Dawud dan Baihaqi)

4. Hadis tentang keutamaan sholat sunnah fajar lebih disukai daripada dunia (riwayat Muslim dari Aisyah RA)

لَهُمَا أَحَبَّ إِلَيَّ مِنَ الدُّنْيَا جَمِيعًا

Artinya: “Dua rakaat sebelum Subuh itu lebih aku sukai daripada dunia semuanya.” (HR. Muslim)

Penjelasan Ulama tentang Sholat Sunnah sebelum Subuh

  • Imam Abu Hasan al-Mubarakfuri dalam kitab Mir‘ah al-Mafatih Syarah Misykat al-Mashabih (juz 4, hal. 137) menegaskan bahwa maksud “dua rakaat shalat fajar” dalam hadis adalah shalat sunnah qabliyah Subuh.
  • Syaikh Nawawi al-Bantani dalam kitab Nihayatuz Zain menyebut beberapa istilah untuk sholat ini: sholat sunnah fajar, sholat sunnah subuh, sholat sunnah barad (karena dikerjakan saat udara masih dingin), dan sholat sunnah ghadat (sholat yang dikerjakan pagi-pagi sekali).
  • Dalam kitab I‘anatut Thalibin disebutkan setidaknya ada lima macam redaksi niat untuk sholat sunnah qabliyah Subuh, yang semuanya sah dan diperbolehkan.
  • Ibnul Qayyim al-Jauziyah dalam Zaadul Ma‘ad menjelaskan bahwa Rasulullah SAW sangat konsisten menjaga sholat sunnah qabliyah Subuh, bahkan dalam kondisi safar (bepergian) sekalipun, melebihi sholat-sholat sunnah lainnya.

Niat dan Tata Cara Sholat Sunnah sebelum Subuh

Lafazh Niat

Berikut adalah beberapa redaksi niat sholat sunnah sebelum Subuh yang dapat dipilih:

1. Niat dengan redaksi “sunnatas subhi” (paling umum)

اُصَلِّيْ سُنَّةَ الصُّبْحِ رَكْعَتَيْنِ لِلَّهِ تَعَالَى

Latin: Ushalli sunnatas shubhi rak‘ataini lillahi ta‘ala.

Artinya: “Aku menyengaja sembahyang sunnah Subuh dua rakaat karena Allah ta‘ala.”

2. Niat dengan redaksi “qabliyatan” (menyebutkan “sebelum”)

اُصَلِّى سُنَّةَ الصُّبْحِ رَكْعَتَيْنِ قَبْلِيَّةً مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ ِللهِ تَعَالَى

Latin: Usholli sunnatash subhi rok‘ataini qobliyatan mustaqbilal qiblati lillahi ta‘ala.

Artinya: “Aku niat mengerjakan sholat sunnah sebelum Subuh dua rakaat, menghadap kiblat karena Allah Ta‘ala.”

3. Niat dengan redaksi “sunnatal fajri”

اُصَلِّى سُنَّةَ الْفَجْرِ رَكْعَتَيْنِ لِلّٰهِ تَعَا لٰى

Latin: Usholli sunnatal fajri rak‘ataini lillahi ta‘ala.

Artinya: “Aku berniat sholat fajar dua rakaat karena Allah Ta‘ala.”

4. Niat dengan redaksi lain (dari kitab I‘anatut Thalibin)

  • Usholli sunnatal bardi rak‘ataini lillahi ta‘ala (sholat sunnah waktu dingin)
  • Usholli sunnatal wustho rak‘ataini lillahi ta‘ala (sholat sunnah wustho)
  • Usholli sunnatal ghadati rak‘ataini lillahi ta‘ala (sholat sunnah pagi)

Semua redaksi di atas sah dan dapat digunakan sesuai dengan kebiasaan masing-masing.

Tata Cara Sholat Sunnah Sebelum Subuh

Tata cara sholat qabliyah Subuh secara umum sama dengan sholat sunnah dua rakaat pada umumnya. Namun ada beberapa hal khusus yang perlu diperhatikan:

Sholat sunnah qabliyah Subuh dikerjakan pada saat terbitnya fajar shidiq (fajar yang menandakan masuknya waktu Subuh) atau setelah azan Subuh berkumandang, sebelum iqamah sholat Subuh.

Tata Cara Sholat Subuh

Membaca niat sesuai dengan salah satu redaksi di atas. Niat dilakukan dalam hati bersamaan dengan takbiratul ihram.

  • Takbiratul ihram — mengucapkan “Allahu Akbar” sambil mengangkat kedua tangan.
  • Membaca doa iftitah (sunnah).
  • Membaca Surah Al-Fatihah.
  • Membaca surat pendek setelah Al-Fatihah. Rasulullah SAW menganjurkan:
  • Rakaat pertama: Surah Al-Kafirun
  • Rakaat kedua: Surah Al-Ikhlas
  • Rukuk dengan tuma‘ninah.
  • I‘tidal (bangkit dari rukuk).
  • Sujud pertama.
  • Duduk di antara dua sujud.
  • Sujud kedua (menyelesaikan rakaat pertama).
  • Berdiri untuk rakaat kedua — mengulangi langkah dari membaca Al-Fatihah hingga sujud kedua.
  • Duduk tasyahud akhir.
  • Mengucapkan salam sambil menoleh ke kanan dan ke kiri.

Keutamaan Sholat Sunnah Sebelum Subuh

Sholat sunnah fajar memiliki keutamaan yang luar biasa. Meskipun hanya dua rakaat dan terkesan ringan, pahalanya sangat besar. Berikut beberapa keutamaan utama sholat fajar:

1. Lebih Baik daripada Dunia dan Seisinya

Keutamaan paling masyhur dari sholat sunnah fajar adalah sabda Rasulullah SAW: “Dua rakaat fajar lebih baik daripada dunia dan seisinya.” (HR. Muslim).

Imam al-Nawawi dalam Syarh Sahih Muslim (6/5) menjelaskan maknanya: lebih baik daripada seluruh harta benda dunia dan kenikmatan yang ada di dalamnya.

2. Sholat Sunnah yang Paling Dijaga Rasulullah SAW

Tidak ada sholat sunnah yang paling dijaga oleh Rasulullah SAW melebihi dua rakaat fajar. Hal ini menunjukkan betapa istimewanya sholat ini di sisi beliau. (HR. Bukhari dan Muslim)

3. Menjadi Sebab Masuk Surga

Dalam hadis lain disebutkan bahwa barangsiapa yang melaksanakan sholat sunnah fajar akan dimudahkan jalannya menuju surga. Beberapa ulama juga menyebutkan bahwa sholat fajar termasuk amalan yang dapat menjadi sebab seseorang dimasukkan ke dalam surga.

4. Mendapatkan Pahala Sholat Malam Penuh

Dalam sebuah hadis, Rasulullah SAW bersabda:

مَنْ صَلَّى الْعِشَاءَ فِي جَمَاعَةٍ فَكَأَنَّمَا قَامَ نِصْفَ اللَّيْلِ، وَمَنْ صَلَّى الصُّبْحَ فِي جَمَاعَةٍ فَكَأَنَّمَا صَلَّى اللَّيْلَ كُلَّهُ

Artinya: “Barangsiapa yang melakukan shalat Isya berjamaah, maka seolah-olah dia melakukan shalat setengah malam. Barangsiapa yang melakukan shalat Subuh berjamaah, maka dia sama seperti melakukan shalat malam sepanjang waktu malam seluruhnya.” (HR. Muslim)

5. Mendapatkan Perlindungan Allah SWT Sepanjang Hari

Rasulullah SAW mengungkapkan, bila umatnya bangun dan melaksanakan sholat Subuh berjamaah di masjid, maka Allah SWT akan melindunginya seharian penuh.

6. Pahala Haji dan Umrah yang Sempurna

Rasulullah SAW bersabda: Artinya: “Barangsiapa yang sholat Subuh berjamaah kemudian duduk berzikir kepada Allah hingga matahari terbit, lalu sholat dua rakaat, maka ia mendapatkan pahala seperti pahala haji dan umrah yang sempurna, sempurna, sempurna.” (HR. Tirmidzi)

7. Manfaat Kesehatan

Dalam Jurnal Analisis Keistimewaan Shalat Subuh Perspektif Al-Qur‘an dan Kesehatan karya Muhammad Farhan Athallah, dijelaskan bahwa kebiasaan bangun di waktu fajar dan melaksanakan sholat memberikan dampak positif bagi kesehatan fisik dan mental. Aktivitas fisik dalam sholat membantu mengatur ketegangan otot, mengurangi kecemasan, dan membangun kontrol diri yang baik. Waktu fajar juga menjadi waktu yang tenang sehingga sangat kondusif untuk merenung, berdzikir, dan mendekatkan diri kepada Allah SWT.

People Also Ask:

Apakah qobliyah Subuh boleh 4 rakaat?

Sebelumnya, sudah dijelaskan bahwa ketika hendak melaksanakan shalat Qobliyah Subuh itu hanya 2 rakaat saja. Aturan tersebut juga dengan cara melaksanakan shalat sunnah rawatib ini, baik sebelum maupun sesudah shalat fardhu, hanya saja berbeda niat.

Apa niat sholat 2 rakaat sebelum Subuh?

Bacaan Niat Qobliyah Subuh

Latin: Usholli sunnatash subhi rok'ataini qobliyatan mustaqbilal qiblati lillahi ta'ala. Artinya: Sengaja aku sholat sunnah qobliyah Subuh dua rakaat karena Allah ta'ala.

Kapan waktu yang tepat sholat qobliyah Subuh?

Shalat Sunnah Sebelum Subuh, atau yang dikenal sebagai Shalat Qobliyah Subuh, adalah salah satu ibadah sunnah yang sangat dianjurkan dalam Islam. Ibadah ini dilakukan sebelum shalat Subuh wajib, membawa keberkahan dan kedamaian di awal hari.

10 menit sebelum Subuh apakah boleh sholat tahajud?

Batas waktu sholat tahajud adalah sebelum adzan subuh berkumandang.

Read Entire Article
Fakta Dunia | Islamic |