Butet Kartaredjasa: Pernyataan Saiful Titik Awal Revolusi

5 hours ago 6

SENIMAN Butet Kartaredjasa membela pernyataan guru besar UIN Syarif Hidayatullah Saiful Mujani soal upaya menjatuhkan Presiden Prabowo Subianto. Menurut Butet, pernyataan itu bagian dari kebebasan berpendapat dan berekspresi.

Butet mengatakan kritik Saiful Mujani dan sejumlah pengamat merupakan titik awal revolusi karena karut marut situasi sosial politik yang makin meresahkan masyarakat sipil. Menurut dia, rezim Prabowo-Gibran yang militeristik lebih jahat ketimbang rezim Orde Baru yang dipimpin Soeharto karena menjauhi nilai-nilai demokrasi maupun hak asasi manusia. “Kabinet Prabowo itu isinya sampah,” kata Butet dihubungi Tempo, Senin, 20 April 2026.

Seniman asal Yogyakarta itu menyinggung peran militer yang semakin dominan dalam berbagai aspek kehidupan sipil. Perlawanan masyarakat sipil, kata Butet bisa tak terbendung seperti demonstrasi 1998 bila pemerintah tidak bisa menangani sejumlah persoalan, misalnya kenaikan harga bahan bakar minyak dan kebutuhan pokok, dan penegakan HAM. “Akan terjadi amuk kalau rakyat kelaparan. Bisa tak terkendali dan berlangsung cepat,” katanya. 

Dia juga menyoroti kasus penyiraman air keras terhadap Wakil Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan atau Kontras, Andrie Yunus. Butet menyebut pernyataan Oditur Militer 07-Jakarta bahwa motif prajurit Badan Intelijen Strategis (BAIS) menyiram air keras ke Andrie atas dasar dendam tidak masuk akal. Selain itu, dia juga menyoroti sistem peradilan militer yang tidak terbuka. Menurut Butet, pengadilan kasus Andrie seharusnya diserahkan ke pengadilan sipil untuk menjamin akuntabilitas.

Sebelumnya, pernyataan Saiful Mujani dalam acara bertajuk Sebelum Pengamat Ditertibkan di Komunitas Utan Kayu, Jakarta pada Senin, 30 Maret 2026 berbuntut penggerudukan kantor Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC), lembaga survei dan konsultan politik yang didirikan Saiful.

Sebelum pernyataan Saiful, Prabowo mengatakan akan menertibkan pengamat. Saiful dilaporkan ke kepolisian dengan tudingan menghasut orang untuk melawan penguasa. Selain itu, dosen hukum tata negara Universitas Andalas, Feri Amsari, dan dosen Universitas Negeri Jakarta Ubedilah Badrun juga dilaporkan ke kepolisian karena mengkritik pemerintahan Prabowo-Gibran dalam sejumlah acara. “Kita harus terus melawan pembungkaman kritik itu,” kata Butet.

Pilihan Editor:  Saiful Mujani: Kalau Prabowo Turun, Gibran Ikut Turun

Read Entire Article
Fakta Dunia | Islamic |