Freeport Setor Rp 75 Triliun ke Negara

3 hours ago 2

PT Freeport Indonesia menyetor total Rp 75 triliun kepada negara sepanjang 2025 hingga awal 2026. Nilai tersebut mencakup pajak, royalti, dividen, serta pembagian keuntungan bersih kepada pemerintah pusat dan daerah.

Terbaru, pada 8 April 2026, perusahaan kembali menyetorkan bagian keuntungan bersih tahun buku 2025 sebesar Rp 4,8 triliun kepada pemerintah pusat dan pemerintah daerah.

Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca

Presiden Direktur PTFI Tony Wenas mengatakan perusahaan terus menjalankan kewajiban kepada negara secara transparan dan akuntabel.

“Perusahaan senantiasa mengedepankan transparansi dan akuntabilitas dalam menjalankan kewajibannya kepada negara dan daerah dengan harapan agar dapat dimanfaatkan untuk sebesar-besarnya kepentingan rakyat di daerah masing-masing,” kata Tony dikutip dari keterangan tertulis, Sabtu, 9 Mei 2026.

Tony menjelaskan, dari total setoran Rp 75 triliun tersebut, sebesar Rp 16,9 triliun berupa dividen kepada MIND ID selaku pemegang saham pemerintah Indonesia. Selain itu, pemerintah daerah menerima total Rp 13,48 triliun yang terdiri dari Rp 10,6 triliun yang dibayarkan sepanjang 2025 dan tambahan Rp 2,88 triliun dari pembagian keuntungan bersih perusahaan tahun 2025.

Adapun rincian pembagian tambahan Rp 4,8 triliun itu meliputi pemerintah pusat menerima Rp 1,92 triliun, Papua Tengah menerima Rp 720,5 miliar, dan Kabupaten Mimika menerima Rp1,2 triliun.

Kemudian tujuh kabupaten lain di Papua Tengah masing-masing menerima Rp 137,2 miliar, yakni Kabupaten Nabire, Kabupaten Paniai, Kabupaten Puncak, Kabupaten Puncak Jaya, Kabupaten Dogiyai, Kabupaten Deiyai, dan Kabupaten Intan Jaya.

Tony mengatakan kontribusi perusahaan berpotensi meningkat seiring harga komoditas mineral yang masih relatif tinggi. Namun saat ini operasional tambang PTFI belum pulih sepenuhnya setelah insiden di tambang bawah tanah Grasberg Block Cave.

“Saat ini operasional PTFI masih dalam tahap pemulihan setelah insiden tambang bawah tanah Grasberg Block Cave (GBC), dengan tingkat produksi baru mencapai sekitar 40 hingga 50 persen. Perusahaan menargetkan dapat kembali mencapai kapasitas penuh pada awal tahun 2028,” ujar Tony.

Selain setoran kepada negara, PTFI juga mengalokasikan investasi sosial untuk masyarakat sekitar wilayah tambang. Sepanjang 2025, nilai investasi sosial perusahaan mencapai Rp 2 triliun.

"Perusahaan berkomitmen melanjutkan program tersebut dengan nilai sekitar 100 juta dolar AS atau setara Rp 1,7 triliun per tahun hingga 2041," kata dia.

Read Entire Article
Fakta Dunia | Islamic |