IHSG Sepekan Menguat Tipis ke Level 6.236,1

15 hours ago 10

INDEKS Harga Saham Gabungan (IHSG) selama sepekan atau periode perdagangan 27 hingga 31 Juli 2026 ditutup sedikit menguat. Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), indeks sepekan naik 0,64 persen dibandingkan dengan perdagangan pekan sebelumnya.

IHSG pada pekan ini ditutup pada level 6.236,12 atau meningkat dibandingkan dengan posisi pekan sebelumnya yang tercatat di level 6.196,43. “Kapitalisasi pasar BEI juga meningkat 0,48 persen menjadi Rp10.923 triliun dari Rp10.870 triliun pada pekan lalu,” demikian dikutip dari keterangan resmi BEI, Ahad, 1 Agustus 2026.

Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca

BEI mencatat rata-rata perdagangan selama pekan ini ditutup dengan kinerja yang bervariasi. Rata-rata nilai transaksi harian pekan ini merosot 21,86 persen menjadi Rp 15,44 triliun dari Rp 19,76 triliun pada pekan sebelumnya. Sedangkan rata-rata volume transaksi harian BEI pekan ini juga turun 31,23 persen menjadi 30,04 miliar lembar saham dari sebelumnya 43,68 miliar lembar saham.

Adapun rata-rata frekuensi transaksi harian pekan ini juga mengalami penurunan 31,88 persen menjadi 1,82 juta kali transaksi dari 2,67 juta kali transaksi pada pekan lalu. Pada penutupan perdagangan Jumat, 31 Juli 2026, investor asing mencatatkan nilai jual bersih Rp 250,58 miliar dan sepanjang tahun 2026 investor asing telah mencatatkan nilai jual bersih sebesar Rp 72,987 triliun.

Pergerakan IHSG seiring menguatnya mayoritas bursa regional Asia. Associate Director of Research and Investment Pilarmas Investindo Sekuritas, Maximilianus Nico Demus, menyatakan, pelaku pasar merespons rilis data ekonomi Amerika Serikat (AS) dan hasil pertemuan biro politik atau Politbiro Cina.

Data ekonomi AS menunjukkan inflasi Personal Consumption Expenditures (PCE) AS pada Juni 2026 melandai ke angka 3,7 persen secara tahunan atau  year on year (yoy). Sedangkan pertumbuhan ekonomi kuartal II-2026 negara Abang Sam melambat di level 1,5 persen (yoy).

"Kondisi itu memicu spekulasi investor bahwa The Fed akan mengalihkan fokusnya dari pengendalian inflasi ke mitigasi kelesuan ekonomi. Sehingga pasar berekspektasi bahwa The Fed akan kembali menahan suku bunga pada rapat kebijakan di bulan September 2026," ujar Nico seperti dikutip dari Antara.

Read Entire Article
Fakta Dunia | Islamic |