Imbas Konflik Timur Tengah Penerbangan Global Menurun

5 hours ago 4

ASOSIASI Pengangkutan Udara Internasional (IATA) melaporkan penurunan permintaan penumpang udara global sebesar 1,7 persen secara tahunan (year-on-year) pada bulan Juni 2026. Pelemahan ini dipicu oleh belum stabilnya kondisi geopolitik di kawasan Timur Tengah serta menurunnya lalu lintas penerbangan domestik di negara-negara ekonomi besar seperti Tiongkok, Amerika Serikat, dan Jepang.

Total kapasitas penerbangan global yang diukur dalam available seat kilometres (ASK) menyusut 1,3 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Sementara itu, tingkat keterisian penumpang (load factor) berada di angka 84,2 persen, atau melorot 0,4 poin persentase.

Menanggapi situasi ini, Direktur Jenderal IATA Willie Walsh menyoroti eratnya keterkaitan antara industri penerbangan dengan dinamika ekonomi global dan geopolitik.

Meskipun kinerja di Timur Tengah mulai membaik, ketegangan yang muncul kembali tidak akan membantu proses pemulihan kawasan tersebut. Dampak lanjutan dari lonjakan harga bahan bakar juga akan terus membebani para pelancong melalui tarif tiket pesawat yang lebih mahal, ujar Walsh, seperti dikutip dari TTN, 

Dampak Krisis Timur Tengah dan Koridor Internasional

Maskapai di kawasan Timur Tengah mulai menunjukkan tren pemulihan setelah konflik militer mereda. Meskipun lalu lintas penumpang merosot 13,9 persen secara tahunan pada Juni 2026, angka ini jauh lebih baik dibandingkan penurunan drastis sebesar 28,8 persen pada Mei lalu, menurut laporan Gulf News,

Tanda-tanda pemulihan terlihat pada koridor penerbangan utama. Rute Timur Tengah menuju Asia tercatat hanya turun 11,6 persen, membaik dari kemerosotan 25,6 persen di bulan sebelumnya. Sementara rute Timur Tengah menuju Amerika Utara melesat naik dengan hanya mencatatkan penurunan tipis 1,9 persen.

Namun, jika kawasan Timur Tengah tidak dihitung dalam data global, permintaan penumpang internasional secara umum sebenarnya tumbuh 1,1 persen. Hal ini membuktikan bahwa gangguan keamanan regional memberi tekanan besar pada statistik penerbangan dunia.

Performa Regional Penerbangan Domestik

Dikutip dari Travel Gossip, sektor penerbangan domestik dunia tengah tertekan, ditandai dengan kemerosotan jumlah penumpang hingga 3 persen serta pemangkasan kapasitas penerbangan sebesar 2,4 persen. Selain penerbangan internasional Timur Tengah belum optimal, Walsh mengungkapkan bahwa lesunya penerbangan dalam negeri di tiga negara raksasa Tiongkok, Amerika Serikat, dan Jepang menjadi penyebab utama penurunan tren global ini.

Menurutnya, pemulihan industri penerbangan dan stabilitas ekonomi global sangat bergantung pada terwujudnya perdamaian di Timur Tengah serta normalisasi pasokan minyak dunia. "Masyarakat terus melakukan perjalanan, yang merupakan pendorong penting bagi pertumbuhan ekonomi global," pungkasnya.

Read Entire Article
Fakta Dunia | Islamic |