Kapal Denmark Keluar Selat Hormuz dengan Pengawalan AS

13 hours ago 6

PERUSAHAAN pelayaran dan logistik Denmark, Maersk, mengatakan pada Senin 4 Mei 2026 bahwa salah satu kapal komersialnya melintasi Selat Hormuz di bawah perlindungan militer Amerika Serikat.

Dalam sebuah pernyataan seperti dilansir Anadolu, perusahaan tersebut mengatakan bahwa kapal ALLIANCE FAIRFAX—sebuah kapal roll-on/roll-off berbendera AS yang dioperasikan oleh Farrell Lines anak perusahaan Maersk Line— melintasi Selat Hormuz dan keluar dari Teluk Persia pada Senin.

Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca

“Pelintasan selesai tanpa insiden, dan semua awak kapal selamat dan tidak terluka,” kata pernyataan itu.

Disebutkan bahwa kapal tersebut tertahan di Teluk sejak dimulainya perang AS-Israel melawan Iran pada 28 Februari. “Kapal tidak dapat berangkat karena kekhawatiran keamanan yang berkelanjutan.”

“Setelah pengembangan dan koordinasi rencana keamanan komprehensif dengan militer AS, kepemimpinan MLL di darat dan di atas kapal menyetujui pelayaran tersebut,” kata pernyataan itu.

"Project Freedom"

Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengatakan Washington akan memandu kapal-kapal yang terdampar di Selat Hormuz menuju tempat aman – dalam sebuah inisiatif yang disebut “Project Freedom (Proyek Kebebasan).” Ini menandakan potensi tantangan terhadap blokade Iran atas jalur air strategis tersebut.

“Pergerakan kapal ini semata-mata bertujuan untuk membebaskan orang, perusahaan, dan negara yang sama sekali tidak melakukan kesalahan – Mereka adalah korban keadaan,” tulis Trump di platform Truth Social miliknya pada Ahad seperti dilansir Al Jazeera, menyebutnya sebagai “isyarat kemanusiaan”.

Presiden AS mengatakan bahwa kampanye tersebut dilakukan atas permintaan negara-negara yang kapalnya masih terjebak di Selat Hormuz, yang ia gambarkan sebagai "pihak yang netral dan tidak bersalah".

Trump menambahkan bahwa utusan AS sedang mengadakan diskusi "positif" dengan Iran, tetapi memperingatkan bahwa setiap campur tangan terhadap operasi tersebut "harus ditangani dengan tegas". Masih belum jelas bagaimana kampanye tersebut akan dilaksanakan, karena Iran telah memperingatkan kapal-kapal untuk tidak memasuki Selat Hormuz.

Ketegangan regional meningkat setelah AS dan Israel melancarkan serangan terhadap Iran pada 28 Februari yang menewaskan ribuan warga sipil dan pemimpin tertinggi saat itu, Ayatollah Ali Khamenei. Serangan ini memicu pembalasan dari Teheran terhadap Israel, serta sekutu AS di Teluk, bersamaan dengan penutupan Selat Hormuz.

Gencatan senjata mulai berlaku pada 8 April melalui mediasi Pakistan. Namun, pembicaraan di Islamabad gagal menghasilkan kesepakatan yang langgeng. Gencatan senjata tersebut kemudian diperpanjang oleh Trump tanpa batas waktu yang ditentukan.

Read Entire Article
Fakta Dunia | Islamic |