:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3309137/original/055065200_1606475068-nurhan-yC70QqvrPRk-unsplash.jpg)
Perbesar
Liputan6.com, Jakarta - Sistem penanggalan Hijriah menjadi pedoman penting bagi umat Islam dalam peribadatan dan muamalah sepanjang tahun. Setelah melewati kemuliaan dan keistimewaan Muharram yang penuh berkah, tidak sedikit masyarakat yang mulai menaruh perhatian kepada bulan selanjutnya, kapan bulan safar 2026?
Pertanyaan ini mencerminkan antusiasme spiritual yang sangat relevan, mengingat Safar merupakan bulan kedua dalam kalender lunar Islam yang memiliki nilai historis sekaligus teologis tersendiri. Terlebih, sebelum Muharram ada dua Asyhurul Hurum lainnya, yakni Dzulqa'dah (Dzulkaidah) dan Dzulhijjah.
Merujuk Jurnal Studi Sistem Perhitungan Kalender Hijriah dan Kalender Umat Islam di Indonesia, UIN Suska, Kalender Hijriah Indonesia 2026, Kemenag, Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT) Muhammadiyah, dan sumber relevan lain, berikut ini adalah ulasan jadwal jatuhnya bulan Safar, sejarah penamaannya di masa lampau, hingga berbagai amalan sunah yang sangat dianjurkan.
Pemahaman utuh ini diharapkan mampu menepis berbagai pandangan keliru serta mitos yang masih kerap beredar di tengah masyarakat tentang Safar.
Jadwal Bulan Safar 2026
Bagi umat Islam yang ingin merencanakan ibadah puasa sunah maupun menyusun agenda administratif, mengetahui konversi penanggalan Hijriah ke Masehi sangatlah krusial.
Berdasar Kalender Hijriah 2026 Indonesia (Kemenag)
- Berdasarkan dokumen resmi Kalender Hijriah Indonesia 2026 yang diterbitkan oleh Kementerian Agama Republik Indonesia (Kemenag), tanggal 1 Safar 1448 Hijriah jatuh pada hari Kamis, 16 Juli 2026.
- Bulan Safar 1448 H di tahun 2026 tersebut memiliki umur 29 hari.
- Adapun hari terakhir bulan ini, yakni 29 Safar 1448 H, akan berakhir pada hari Kamis, 13 Agustus 2026.
Kalander Hijriah Global Tunggal (KHGT) Muhammadiyah
- Menurut Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT), Pimpinan Pusat Muhammadiyah, 1 Safar jatuh pada Rabu, 15 Juli 2026.
- Bulan Safar 1448 H versi KHGT di tahun 2026 tersebut memiliki umur 30 hari.
- Adapun hari terakhir bulan ini, yakni 30 Safar 1448 H, akan berakhir pada hari Kamis, 13 Agustus 2026.
Meski 1 Safar 1448 H jatuh di tanggal berbeda, akhir Safar 1448 H kedua kalender ini sama, yakni 13 Agustus 2026. Sebab, umur bulan Kalender Hijriah Kemenag 29 hari, sedangkan KHGT 30 hari.
Sejarah Bulan Safar
Sejarah eksistensi dan penamaan bulan Safar berakar pada kebudayaan Jazirah Arab, jauh sebelum risalah Islam turun.
Pada zaman Jahiliah, sistem penanggalan kamariah sudah digunakan sebagai pedoman waktu. Kala itu, bulan pertama dan kedua memiliki penamaan yang serumpun. Bulan yang saat ini kita kenal sebagai Muharram, pada masa lalu dinamakan sebagai Shafar Al-Awwal. Sementara itu, bulan kedua dinamakan sebagai Shafar Ats-Tsani.
Secara etimologis, kata "Safar" memiliki arti "kosong" atau "kuning". Penamaan ini tidak lahir dari ruang hampa, melainkan merepresentasikan kondisi sosiologis masyarakat Arab kuno. Pada rentang bulan tersebut, kaum lelaki Arab memiliki kebiasaan meninggalkan kediaman mereka untuk melaksanakan berbagai ekspedisi di luar wilayah, seperti berperang, berdagang, dan berburu
Aktivitas komunal yang masif ini menyebabkan rumah-rumah dan perkampungan mereka menjadi benar-benar kosong.
Kedudukan Bulan Safar dalam Islam
Dalam kacamata syariat Islam, kedudukan Safar adalah mulia dan setara dengan bulan-bulan qamariyah pada umumnya, dengan pembeda utama pada status kesuciannya.
- Bukan Bagian dari Bulan Haram: Allah SWT telah menetapkan empat bulan haram (suci) di dalam Alquran, yaitu Dzul-Qa'dah, Dzul-Hijjah, Muharram, dan Rajab. Bulan Safar tidak termasuk ke dalam empat belas bulan suci tersebut.
- Berlakunya Hukum Normal: Lantaran tidak berstatus sebagai bulan haram, aturan khusus mengenai pengharaman mutlak untuk berperang atau menumpahkan darah yang berlaku di bulan Muharram tidak diterapkan secara mutlak di bulan Safar. Di samping itu, tidak ada pengkhususan pelipatgandaan dosa maupun pahala seperti yang ditetapkan pada bulan-bulan suci.
Bulan Safar tidak memiliki status khusus dalam syariat Islam. Namun, ketiadaan status istimewa ini bukan berarti bulan Safar adalah bulan yang terkutuk atau membawa kesialan.
Dalam pandangan Islam, setiap bulan adalah ciptaan Allah yang baik. Tidak ada satu pun bulan yang memiliki kekuatan untuk mendatangkan nasib baik atau buruk secara intrinsik. Safar hanyalah bagian dari waktu yang Allah ciptakan untuk diisi dengan amal kebaikan.
Syaikh Muhammad Shalih al-Munajjid dalam kitabnya "Keutamaan 'Asyura dan Bulan Muharram" menekankan bahwa seluruh waktu adalah milik Allah dan tidak ada satu pun waktu yang memiliki pengaruh buruk.
Mitos 'Safar Bulan Sial' dan Bantahan Islam
Masyarakat Arab sebelum datangnya Islam (Jahiliyah) memandang bulan Safar sebagai bulan yang membawa petaka, kesialan, dan hal-hal negatif. Mereka percaya bahwa pada bulan ini akan datang berbagai kemalangan yang dapat menimpa siapa saja. Saking kuatnya anggapan ini, mereka menjuluki bulan Safar sebagai Shafarul Khair—yang berarti "kosong dari kebaikan".
Keyakinan ini terbentuk karena pada bulan Safar, banyak orang Arab yang bepergian untuk berperang, sehingga sebagian dari mereka mengalami luka atau terbunuh. Dari pengalaman empiris inilah mereka kemudian menggeneralisasi bahwa Safar adalah bulan sial.
Islam datang untuk meluruskan keyakinan keliru ini. Rasulullah ﷺ dengan tegas membantah anggapan bahwa bulan Safar membawa kesialan. Dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan Imam Muslim dari sahabat Abu Hurairah, Rasulullah ﷺ bersabda:
"Tidak ada penularan penyakit (dengan sendirinya), tidak ada thiyarah, tidak ada kesialan karena burung hantu, tidak ada kesialan pada bulan Safar." (HR. Bukhari no. 5437, Muslim no. 2220, Abu Dawud no. 3911, Ahmad II/327)
Dalam riwayat lain, Rasulullah ﷺ juga bersabda: "Tidak ada wabah dan tidak ada keburukan binatang terbang dan tiada kesialan bulan Safar..." (HR. Bukhari).
Hadits-hadits ini dengan sangat jelas menegaskan bahwa anggapan kesialan pada bulan Safar hanyalah mitos dan takhayul yang tidak memiliki dasar dalam ajaran Islam.
Peristiwa Penting di Bulan Safar
Meskipun tidak memiliki status istimewa seperti bulan-bulan haram, Safar menjadi saksi beberapa peristiwa penting dalam sejarah Islam:
1. Perang Al-Abwa (Waddan)
Perang Al-Abwa atau Waddan merupakan salah satu pertempuran pertama yang dipimpin langsung oleh Rasulullah ﷺ setelah hijrah ke Madinah. Peristiwa ini terjadi pada tahun kedua Hijriah. Meskipun pertempuran fisik tidak terjadi secara besar-besaran, ekspedisi ini menandai dimulainya upaya pertahanan Islam yang lebih terorganisir.
2. Perang Khaibar
Perang Khaibar yang terkenal juga terjadi pada bulan Safar, tepatnya pada tahun 7 Hijriah. Peristiwa ini menunjukkan bahwa bulan Safar tidak menghalangi umat Islam untuk melakukan aktivitas penting—baik dalam bentuk dakwah, perdagangan, maupun peperangan dalam rangka membela diri.
3. Persiapan Hijrah
Meskipun peristiwa hijrah secara fisik terjadi pada bulan Rabiul Awal, persiapan dan perjalanan awal Rasulullah ﷺ dari Makkah ke Madinah dimulai menjelang akhir bulan Safar. Ini menunjukkan bahwa bulan Safar justru menjadi momentum awal dari perjalanan besar yang mengubah peradaban Islam.
Amalan-Amalan yang Dianjurkan di Bulan Safar
Karena Safar adalah bulan yang sama seperti bulan-bulan lainnya, tidak ada amalan khusus yang diperintahkan secara spesifik untuk bulan ini. Namun, seorang Muslim tetap dianjurkan untuk memperbanyak ibadah dan amal saleh, sebagaimana di bulan-bulan lainnya. Berikut beberapa amalan yang sangat dianjurkan:
1. Memperbanyak Doa dan Dzikir
Memperbanyak doa dan dzikir merupakan amalan yang sangat dianjurkan di bulan Safar. Dengan dzikir, seorang Muslim senantiasa mengingat Allah dan memohon perlindungan dari segala marabahaya.
2. Memperbanyak Sedekah dan Amal Kebajikan
Sedekah adalah ibadah yang paling dicintai Allah dan memiliki banyak keutamaan, baik bagi pemberi maupun penerima
3. Menjaga Silaturahmi
Bulan Safar adalah waktu yang tepat untuk mempererat tali silaturahmi dan memperbaiki hubungan dengan keluarga, teman, dan tetangga.
4. Shalat Sunnah dan Puasa Sunnah
Memperbanyak shalat sunnah—seperti shalat Dhuha, Tahajud, dan Rawatib—serta puasa sunnah Senin-Kamis atau puasa Ayyamul Bidh (tanggal 13, 14, dan 15 bulan Hijriah) sangat dianjurkan.
5. Memperbanyak Istighfar
Memohon ampunan kepada Allah dengan memperbanyak istighfar adalah salah satu cara untuk mendapatkan keberkahan di bulan Safar.
Pertanyaan Seputar Kapan Bulan Safar 2026
Bulan Safar tahun 2026 jatuh pada bulan apa?
Bulan Safar diperkirakan akan dimulai pada hari Rabu, 15 Juli 2026, tergantung pada penampakan bulan. Ini adalah bulan kedua dalam kalender Hijriah dan oleh karena itu datang setelah bulan suci Muharram .
Bulan Safar tgl berapa?
Bulan Safar 1448 H diperkirakan jatuh pada tanggal 16 Juli 2026 hingga 14 Agustus 2026.
1 Safar 1447 jatuh pada hari apa?
Berdasarkan kalender Hijriah resmi Kementerian Agama RI, 1 Safar 1447 H jatuh pada hari Sabtu, 26 Juli 2025.
Kenapa bulan Safar disebut bulan kosong?
Nama Safar sendiri berasal dari kata "shifr" yang berarti kosong. Bulan Safar adalah bulan dimana masyarakat Arab jahiliyah sering meninggalkan rumah mereka dalam keadaan kosong untuk berperang atau bepergian setelah bulan Muharram yang dianggap suci.

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3488842/original/008089600_1624273563-teeth-5536858_640.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5501800/original/006278100_1770956928-unnamed__12_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3239983/original/044887600_1600257707-20200916-Ojol-4.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4861241/original/046142300_1718179339-raka-dwi-wicaksana-Jbk_Tce8Z1U-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5534795/original/014528000_1773892938-khutbah.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3516536/original/071123800_1626851248-pexels-mikhail-nilov-7582420.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4783488/original/041264600_1711352368-Ilustrasi_bulan_purnama__masjid__Islami.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3141446/original/078371000_1591071405-15263.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5415138/original/047923100_1763361872-Gemini_Generated_Image_4jbcgr4jbcgr4jbc.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3977835/original/066021800_1648524608-pexels-ahmed-aqtai-2233416_1_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3285859/original/062073000_1604404965-20201103-pembebasan-tarif-bea-masuk-permudah-umkm-ekspor-produk-ke-AS-ANGGA-1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4976559/original/079775500_1729596649-nama-nama-surga-1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4104854/original/037203900_1659064080-6398519.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4109197/original/057496800_1659407820-muslim-family-having-good-time-outdoors.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4433582/original/003374600_1684488413-20230519135602__fpdl.in__high-angle-woman-holding-beads-meditating_23-2148847546_normal.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5154985/original/052470100_1741423981-ede81875d15153fbe260c34e41fda1ef.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3337095/original/079976700_1609328703-20201230-Rupiah-Ditutup-Menguat-4.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4863406/original/036872700_1718344791-21918.jpg)












:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4382809/original/074926600_1680593144-top-view-hand-holding-silver-coins.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4016804/original/046265400_1652067919-KPK_4.jpeg)


:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5518245/original/007067800_1772495256-1.jpg)






:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5518326/original/022972500_1772505463-bantuan_bibit_ayam_-klaim_link_pendaftaran.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/2800821/original/002869500_1557387809-IMG_20190509_113107.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5523086/original/018748500_1772788951-cpns_imigrasi.jpg)


:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5515623/original/045243200_1772182225-dinas_perhubungan_-_klaim_facebook_cpns.jpg)
