- Apakah wajib mandi sebelum puasa Ramadan?
- Kapan waktu terbaik untuk mandi sebelum Ramadan?
- Bagaimana jika lupa membaca niat saat mandi?
Baca artikel ini 5x lebih cepat
Liputan6.com, Jakarta - Menjelang datangnya bulan suci Ramadan 1447 H, umat Muslim di seluruh dunia bersiap menyambutnya dengan berbagai persiapan, baik secara spiritual maupun fisik. Salah satu aspek penting yang sering menjadi perhatian adalah niat dan tata cara mandi sebelum puasa Ramadan 1447 H yang sesuai dengan tuntunan syariat Islam. Praktik mandi ini, meskipun tidak termasuk dalam rukun atau syarat sah puasa, sangat dianjurkan sebagai bentuk penyucian diri dari hadats besar sebelum memasuki ibadah puasa.
Pemahaman yang tepat mengenai niat dan tata cara mandi sebelum puasa Ramadan 1447 H akan membimbing umat Muslim dalam mempersiapkan diri secara optimal. Aktivitas mandi keramas ini memiliki makna spiritual yang mendalam, yaitu sebagai simbol penyucian lahir dan batin sebelum menjalankan ibadah puasa, yang merupakan salah satu rukun Islam.
Berikut ini telah Liputan6 ulas secara tuntas mengenai niat dan tata cara mandi sebelum puasa Ramadan 1447 H berdasarkan dalil-dalil yang sahih dan pandangan para ulama, pada Jumat (13/2). Pembahasan akan mencakup hukum mandi sebelum puasa, lafal niat yang benar, tahapan pelaksanaannya, hingga sunnah-sunnah yang dapat menyempurnakan ibadah ini. Dengan memahami niat dan tata cara mandi sebelum puasa Ramadan 1447 H secara komprehensif, diharapkan ibadah puasa kita dapat terlaksana dengan lebih khusyuk dan sempurna.
Hukum dan Keutamaan Mandi Sebelum Puasa Ramadan
Dalam fiqih Islam, mandi sebelum memasuki bulan Ramadan memiliki kedudukan sebagai amalan sunnah, bukan kewajiban yang menentukan sah atau tidaknya puasa seseorang. Menurut penjelasan dari NU Online dan Baznas, tidak ada ketentuan khusus yang mewajibkan mandi sebelum puasa Ramadan. Puasa seseorang tetap sah meskipun ia tidak melakukan mandi khusus sebelum Ramadan. Namun, mandi wajib tetap harus dilakukan jika seseorang berada dalam kondisi hadats besar, seperti junub, haid, atau nifas, sebelum melaksanakan ibadah yang mensyaratkan kesucian seperti shalat atau membaca Al-Qur'an.
Mandi atau keramas sebelum berpuasa dapat dianggap sebagai tindakan kebersihan yang dianjurkan, tetapi tidak diwajibkan dalam konteks hukum puasa Islam. Tidak ada rukun atau syarat sah puasa yang mewajibkan seseorang untuk mandi terlebih dahulu. Penting untuk dicatat bahwa yang utama dalam berpuasa adalah niat dan ketaatan terhadap aturan-aturan puasa, seperti menahan diri dari makan, minum, dan perilaku yang dapat membatalkan puasa selama periode puasa.
Bagi seseorang yang dalam keadaan junub, puasanya tetap sah meskipun belum sempat mandi wajib hingga adzan Subuh berkumandang. Hal ini didasarkan pada hadits riwayat Aisyah dan Ummu Salamah RA yang menyatakan bahwa Nabi Muhammad SAW pernah berpuasa dalam kondisi junub di pagi hari setelah berhubungan intim, kemudian beliau mandi.
Hikmah di Balik Anjuran Mandi Sebelum Ramadan
Mandi sebelum memasuki bulan Ramadan memiliki hikmah yang mendalam. Aktivitas ini melambangkan kesiapan seorang Muslim untuk menyambut bulan yang penuh ampunan dan rahmat Allah SWT. Dengan tubuh yang bersih dan suci, diharapkan jiwa pun turut tersucikan dan siap menjalani ibadah dengan penuh kekhusyukan.
Selain untuk menjaga kebersihan fisik, mandi wajib juga menjadi bentuk penyucian spiritual agar ibadah diterima oleh Allah SWT. Dari sisi kesehatan, mandi menyeluruh juga berkontribusi pada kebersihan fisik yang optimal. Hal ini penting mengingat selama Ramadan, umat Muslim akan lebih banyak melakukan aktivitas ibadah seperti shalat tarawih, tadarus Al-Qur'an, dan i'tikaf di masjid, yang menuntut kondisi tubuh yang bersih dan segar.
Lafal Niat Mandi Sebelum Puasa Ramadan
Niat merupakan rukun penting dalam setiap ibadah. Niat dapat diucapkan secara lisan atau cukup diniatkan dalam hati. Waktu terbaik untuk meniatkan mandi adalah bersamaan dengan percikan air pertama yang menyentuh tubuh.
Niat Khusus untuk Mandi Sunnah Sebelum Puasa
Bagi yang ingin melaksanakan mandi sunnah sebagai persiapan menyambut Ramadan, niatnya adalah sebagai berikut:
نَوَيْتُ أَدَاءَ الْغُسْلِ الْمَسْنُونِ لِي فِي هَذِهِ اللَّيْلَةِ مِنْ رَمَضَانَ لِلَّهِ تَعَالَى
Transliterasi: Nawaitu adâ'al ghuslil masnûni lî fî hadzihil lailatil min romadhona lillâhi ta'âlâ.
Terjemahan: "Aku berniat menjalankan mandi yang disunnahkan kepadaku pada malam ini di bulan Ramadan karena Allah Ta'ala."
Niat ini dibaca dalam hati saat hendak mulai mandi. Seperti ibadah lainnya, niat menjadi pembeda antara mandi biasa dan mandi yang diniatkan sebagai ibadah.
Niat untuk Menghilangkan Hadats Besar (Mandi Wajib)
Apabila seseorang dalam kondisi hadats besar (junub, haid, nifas), maka niat mandi wajib harus dilakukan untuk menghilangkan hadats tersebut. Niat ini dapat digabungkan dengan niat mandi sunnah atau dilakukan secara terpisah.
Berikut lafal niat mandi wajib untuk menghilangkan hadats besar:
نَوَيْتُ الْغُسْلَ لِرَفْعِ الْحَدَثِ اْلاَكْبَرِ فَرْضًا ِللهِ تَعَالَى
Transliterasi: Nawaitul ghusla liraf'il hadatsil akbari fardhan lillahi ta'ala.
Terjemahan: "Aku berniat mandi besar untuk menghilangkan hadats besar, fardhu karena Allah Ta'ala."
Jika hadats besar disebabkan oleh janabah (hubungan suami istri atau keluar mani), niatnya bisa lebih spesifik:
نَوَيْتُ الْغُسْلَ لِرَفْعِ اْلحَدَثِ اْلأَكْبَرِ مِنَ اْلِجنَابَةِ فَرْضًا لِلهِ تَعَالَى
Transliterasi: Nawaitul ghusla liraf'il hadatsil akbari minal janabati fardhan lillahi ta'ala.
Terjemahan: "Saya berniat mandi untuk mengangkat hadats besar dari janabah, sebagai kewajiban karena Allah Yang Maha Tinggi."
Perbedaan utama antara niat mandi wajib dan sunnah terletak pada kata "fardhu" (wajib) pada niat mandi wajib dan "sunnah" (sunnah) pada niat mandi sunnah. Penting untuk diingat bahwa keikhlasan niat semata-mata karena Allah SWT menjadi kunci diterimanya sebuah ibadah.
Tahapan Pelaksanaan Mandi Sebelum Puasa
Pelaksanaan mandi, baik sunnah maupun wajib, memiliki rukun dan sunnah yang dianjurkan untuk kesempurnaan.
Rukun Wajib dalam Mandi
Ada dua rukun pokok yang harus dipenuhi agar mandi dianggap sah:
- Niat. Niat harus dihadirkan di awal mandi, baik dilafazkan dengan lisan maupun diniatkan dalam hati, sebelum air pertama menyentuh tubuh.
- Meratakan air ke seluruh tubuh. Seluruh bagian tubuh, dari ujung rambut hingga ujung kaki, harus terbasuh air. Tidak boleh ada bagian yang terlewat, termasuk lipatan tubuh, sela-sela jari, dan area tersembunyi lainnya.
Sunnah-Sunnah yang Menyempurnakan Mandi
Untuk mencapai kesempurnaan dalam mandi, berikut adalah amalan-amalan sunnah yang dianjurkan:
- Membaca Basmalah. Mengawali dengan mengucapkan "Bismillahirrahmanirrahim".
- Mencuci kedua telapak tangan. Mencuci telapak tangan sebanyak tiga kali.
- Membersihkan kotoran atau najis. Menghilangkan segala kotoran atau najis yang melekat di tubuh, terutama pada kemaluan dan area tersembunyi lainnya, menggunakan tangan kiri.
- Berwudhu sebelum mandi. Melakukan wudhu secara sempurna seperti hendak shalat.
- Menyela pangkal rambut. Memasukkan jari-jari tangan ke pangkal rambut dan menggosoknya agar air meresap hingga kulit kepala.
- Menyiram kepala tiga kali. Mengguyur kepala sebanyak tiga kali.
- Mendahulukan bagian kanan tubuh. Saat membasuh tubuh, dahulukan bagian kanan sebelum kiri.
- Menggosok seluruh tubuh. Memastikan air merata ke seluruh tubuh dengan menggosoknya.
- Berkumur dan istinsyaq. Berkumur-kumur dan memasukkan air ke hidung (istinsyaq) kemudian mengeluarkannya untuk membersihkan rongga mulut dan hidung.
- Membaca doa setelah mandi. Setelah selesai mandi, disunnahkan membaca doa seperti doa setelah wudhu.
Perbedaan Mandi Sebelum Puasa dengan Mandi Wajib Biasa
Meskipun secara teknis pelaksanaan mandi sunnah sebelum puasa dan mandi wajib memiliki kesamaan, terdapat perbedaan mendasar dalam aspek niat, tujuan, dan waktu pelaksanaannya.
Aspek Niat dan Tujuan
Mandi sunnah sebelum puasa Ramadan memiliki dimensi persiapan spiritual untuk memasuki bulan suci, dengan niat khusus untuk melaksanakan kesunnahan menyambut Ramadan. Sementara itu, mandi wajib biasa lebih fokus pada pengangkatan hadats besar (seperti junub, haid, nifas) agar seseorang sah untuk melakukan ibadah yang mensyaratkan kesucian.
Perbedaan utama antara niat mandi wajib dan sunnah terletak pada kata "fardhu" (wajib) pada niat mandi wajib dan "sunnah" (sunnah) pada niat mandi sunnah. Dari sisi tujuan, mandi sebelum Ramadan tidak hanya bertujuan menyucikan badan dari hadats (jika ada), tetapi juga sebagai simbol penyucian jiwa dan kesiapan mental untuk menjalani ibadah puasa selama sebulan penuh.
Waktu Pelaksanaan
Mandi sunnah sebelum puasa Ramadan idealnya dilakukan pada malam terakhir bulan Sya'ban atau sebelum terbit fajar pada hari pertama Ramadan. Beberapa ulama juga menyebutkan bahwa mandi sunnah ini bisa dilakukan pada sore hari di akhir bulan Sya'ban atau pada malam hari setiap bulan Ramadan. Sementara mandi wajib biasa dilakukan segera setelah seseorang mengalami hadats besar, terutama jika hendak melaksanakan shalat atau ibadah lain yang mensyaratkan kesucian.
QnA (Tanya Jawab Seputar Mandi Sebelum Puasa Ramadan)
T: Apakah wajib mandi sebelum puasa Ramadan?
J: Tidak wajib, namun sangat dianjurkan (sunnah) terutama bagi yang memiliki hadats besar. Puasa tetap sah tanpa mandi khusus sebelum Ramadan, namun jika ada hadats besar harus disucikan dengan mandi wajib.
T: Kapan waktu terbaik untuk mandi sebelum Ramadan?
J: Waktu terbaik adalah pada malam terakhir Sya'ban setelah maghrib atau sebelum subuh hari pertama Ramadan. Namun bisa dilakukan kapan saja menjelang masuknya bulan Ramadan.
T: Bolehkah mandi sebelum puasa menggunakan air hangat?
J: Boleh menggunakan air hangat maupun dingin, yang penting air tersebut suci dan mensucikan (mutlak) serta merata ke seluruh tubuh.

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/2798777/original/080283400_1557223107-20190508-Tadarus-Masjid-Istiqlal-8.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3360669/original/037067400_1611729331-rumman-amin-DtnuHnc3Kzs-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5326255/original/074223700_1756094319-pexels-mahmut-33108520.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5503397/original/048535700_1771139433-zia2.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-color-landscape-new.png,1100,20,0)/kly-media-production/medias/5499939/original/029288400_1770801430-XLSmart_01.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4801125/original/065211400_1713085857-clock-bedroom_74190-92.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/2767867/original/012102100_1554201069-20190402-Wiranto_-Menkopolhukam-Pimpin-Kampanye-Rapat-Umum-Jokowi-Amin-di-Gorontalo--ANTONIUS-3.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5382022/original/048339900_1760524874-Sholawat_dan_Berdzikir.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5130499/original/005554400_1739345568-pexels-nicole-michalou-5779170.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5463463/original/097272200_1767615769-unnamed__6_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-color-landscape-new.png,1100,20,0)/kly-media-production/medias/5497951/original/063973500_1770695044-WhatsApp_Image_2026-02-10_at_10.17.00.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5170214/original/048710600_1742596937-20250322-Penukaran_Uang-ANG_3.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5499313/original/093378500_1770782603-sr-hlMjYlPGvrU-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5031588/original/007923300_1733102277-IMG-20241202-WA0036.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-color-landscape-new.png,1100,20,0)/kly-media-production/medias/5502087/original/071500100_1770967677-Yoga.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5417717/original/026810000_1763544372-Ilustrasi_Sholawat.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5068928/original/026798500_1735285005-147116947457b043c25600c.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5502262/original/070288400_1770975284-Gambar_Marhaban_Ya_Ramadhan.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4323014/original/067668700_1676337931-000_33973HA.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-color-landscape-new.png,1100,20,0)/kly-media-production/medias/5501360/original/044062500_1770896839-IM3_03.jpeg)





























