Purbaya Laporkan Defisit APBN per Juni Rp 196,5 Triliun

6 hours ago 5

MENTERI Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa melaporkan realisasi anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN) hingga Juni 2026. Defisit anggaran di semester pertama tahun ini mencapai Rp 196,5 triliun atau 0,76 persen terhadap produk domestik bruto.

Purbaya menyatakan pendapatan negara per Juni telah mencapai Rp 1.499.4 triliun atau tumbuh 21,4 persen. “Sementara belanja negara terealisasi Rp 1.656 triliun atau meningkat 17,8 persen,” ucapnya dalam konferensi pers APBN Kinerja dan Fakta (KiTa) di kantor Kementerian Keuangan Jakarta, Selasa, 21 Juli 2026.

Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca

Bendahara negara itu juga mengatakan pendapatan negara terus meningkat dari Rp 574,9 triliun pada akhir Maret menjadi Rp 1.459,4 triliun per akhir Juni. Di saat bersamaan, ia menyebut belanja negara terus dioptimalkan untuk mendukung berbagai program prioritas pemerintah.

Ia juga menjelaskan keseimbangan primer yang sampai 30 Juni tercatat surplus Rp 85,1 triliun. Menurut dia, angka-angka ini menunjukkan APBN bagus, ekspansif, dan mendukung pembangunan.

Realisasi ini sebetulnya sudah dibacakan Menteri Keuangan dalam rapat dengan Badan Anggaran Dewan Perwakilan Rakyat di Senayan, Jakarta, Selasa, 7 Juli 2026. Karena itu Purbaya merasa tak perlu banyak menampilkan detail kondisi fiskal semester I dalam konferensi pers APBN bulanan pada hari ini. 

“Waktu itu masih lapsem (laporan semester pertama) ada prediksi tapi angkanya enggak banyak berubah. Jadi enggak banyak yang kita omongin hari ini ya,” ucapnya.

Tak seperti laporan APBN KiTa yang disampaikan tiap bulan, paparan Purbaya dalam edisi APBN Juni ini minim rincian. Di konferensi pers ini Purbaya hanya menunjukkan dua lembaran berupa uraian postur berisi realisasi dan pertumbuhannya. Serta dua lembar lain yang memuat rencana penerbitan surat utang negara dalam mata uang Yuan atau Renminbi Cina, Panda Bond dan rating utang. 

Biasanya, dalam konferensi pers APBN bulanan, Kementerian Keuangan melampirkan rincian pendapatan negara beserta kontribusi tiap sektor. Atau belanja negara yang memuat rincian belanja kementerian lembaga, transfer ke daerah, hingga belanja seperti penyaluran subsidi. Detail anggaran sederet program prioritas seperti Makan Bergizi Gratis atau ketahanan pangan pun luput ditampilkan dalam paparan kali ini. 

Sementara itu, Wakil Menteri Keuangan Suahasil Nazara menyatakan bahwa dokumen realisasi pelaksanaan anggaran selama enam bulan pertama akan segera dirilis oleh Kemenkeu.”Dokumen lapsem nanti di-publish,” ucapnya singkat dalam sesi tanya jawab pada jumpa pers ini.

Read Entire Article
Fakta Dunia | Islamic |