SEISMOGRAF Gunung Bromo merekam adanya gempa hybrid atau gempa fase banyak pada Senin, 20 Juli 2026. Catatan gempa vulkanik tersebut muncul dalam laporan hasil pengamatan kegempaan sepanjang Ahad, 19 Juli 2026, terhitung sejak pukul 00.00 WIB hingga 24.00 WIB.
Petugas Pos Pengamatan Gunung Api (PGA) Bromo, Wahyu Andrian Kusuma, melaporkan gempa hybrid itu terjadi dua kali dengan amplitudo 1 mm dan lama gempa 35-42 detik. Seperti diketahui gempa hybrid atau fase banyak berkaitan dengan pergerakan
fluida/magma ke arah kedalaman dangkal.
Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca
"Gempa jenis ini bisa menunjukkan adanya perubahan tekanan di dalam tubuh gunung api, seperti pergerakan magma dan gas yang saling berinteraksi," bunyi keterangan dikutip dari buku 'Harmoni di Negeri Cincin Api: Sains, Mitigasi, dan Harapan' yang diterbitkan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral pada tahun lalu.
Hasil pengamatan kegempaan juga mencatat lima kali gempa frekuensi rendah dengan amplitudo 1-2 mm, dan lama gempa 28-40 detik. Selain itu, tercatat juga satu kali gempa tremor menerus dengan amplitudo 0,5-1,0 mm, dominan 0,5 mm.
Saat ini, tingkat aktivitas gunung api dengan ketinggian 2.329 meter di atas permukaan laut tersebut masih tetap di Level II (Waspada). "Status Gunung Bromo masih tetap Waspada," ujar Wahyu dalam laporan tertulis, Senin, 20 Juli 2026.
Pada Level II atau Waspada ini, Pusat Vulkanologi Mitigasi dan Bencana Geologi (PVMBG) mengeluarkan rekomendasi antara lain, masyarakat di sekitar Gunung Bromo dan pengunjung atau wisatawan serta pendaki tidak memasuki kawasan dalam radius satu kilometer dari kawah aktif Gunung Bromo.
Selain itu, masyarakat sekitar Gunung Bromo, pedagang, wisatawan, pendaki, dan pengelola wisata agar mewaspadai terjadinya letusan freatik yang bersifat tiba-tiba dan tanpa didahului oleh gejala-gejala vulkanik yang jelas. Erupsi freatik terjadi akibat uap air bertekanan tinggi dari pemanasan air tanah oleh magma, tanpa diikuti keluarnya magma
Berdasarkan pengamatan klimatologi cuaca kawasan Bromo teramati cerah hingga mendung. Suhu udara tercatat sekitar 7-20 derajat Celsius. Sementara itu secara visual, gunung api yang berlokasi di Jawa Timur iin terlihat jelas hingga tertutup kabut dengan skala 0-III.
Teramati asap kawah utama berwarna putih dengan intensitas tipis, sedang hingga tebal tinggi sekitar 50-800 meter dari puncak. Gunung Bromo dilaporkan terakhir erupsi pada Jumat, 19 Juli 2019, pukul 16.37 WIB. Saat itu, secara visual letusan tidak teramati. Erupsi tersebut terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 37 mm dan durasi 434 detik.
































:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5464482/original/037142800_1767691264-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-01-06T160347.689.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3975039/original/078300400_1648205647-20220325-Harga-emas-pegadaian-naik-ANGGA-4.jpg)


:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5538204/original/016923600_1774506348-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-03-26T130029.116.jpg)



:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5463464/original/035712800_1767615770-unnamed__9_.jpg)





:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/930851/original/099558700_1437121241-20150717-Salat_Id_di_Al_Azhar-Jakarta_1.jpg)


