Tips Atasi Rasa Takut Ala Michelle Ziudith Hingga Amna Al Qubaisi

2 hours ago 2

AKTRIS Michelle Ziudith beauty influencer Shashfir, dan pembalap Amna Qubaisi membagikan pengalaman mereka menghadapi rasa insecure alias takut di tengah tekanan untuk terus berkembang dan memenuhi standar kecantikan. Yang ketiga menilai rasa tidak percaya diri dapat diubah menjadi dorongan untuk bertumbuh, bukan menjadi penghalang.

Michelle Ziudith mengaku dirinya termasuk pribadi yang sulit menerima hal-hal baru. Ia merasa lebih nyaman berada di zona nyaman. Namun, menurut dia, kecemasan dan rasa tidak percaya diri justru bisa menjadi titik awal berkembang.

Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca

"Aku sangat nyaman menjadi diriku di zona amanku. Tapi kembali lagi, aku rasa kegelisahan, rasa tidak aman itu menjadi peluang yang bahkan banyak orang tidak sadar kalau ternyata bisa membuat kita berani mencoba hal-hal baru dan mengambil risiko gagal," kata Michelle dalam sesi diskusi Women in Speed pada pembukaan pada pembukaan Wardah Color Circuit di Nirmana Falatehan, Blok M, Jakarta, akhir Juli 2026..

Menurut Michelle, keberanian mengambil risiko, termasuk menghadapi kemungkinan gagal, merupakan bagian penting dari proses yang bertumbuh. “Di situ ada pertumbuhan yang tidak kita sadari, yang justru membentuk kita menjadi diri kita yang sekarang,” ujarnya.

Shashfir memiliki cara berbeda menyikapi pencapaian orang lain. Alih-alih merasa iri, ia berusaha mengubah pola pikir dengan menjadikan keberhasilan orang lain sebagai sumber inspirasi.

"Aku mencoba mengubah pola pikir supaya jangan sampai merasa iri. Aku lebih memilih merasa terinspirasi dengan teman-teman atau orang-orang di sekitarku," katanya.

Menurut Shashfir, pengalaman orang lain dapat menjadi pelajaran berharga. Oleh karena itu, ia tidak ragu meminta tips maupun belajar langsung dari mereka yang telah lebih dulu berhasil. "Setiap aku melihat orang yang mungkin lebih hebat dari aku, aku malah terinspirasi. Itu jadi tantangan buat aku supaya bisa berkembang," ujarnya.

Sementara itu, pembalap asal Uni Emirat Arab, Amna Al Qubaisi menyoroti besarnya pengaruh media sosial terhadap rasa percaya diri. Menurut dia, media sosial kerap menampilkan standar kecantikan yang tidak realistis karena dipengaruhi teknologi penyuntikan foto hingga kecerdasan buatan.

"Sangat mudah membandingkan diri sendiri dengan apa yang kita lihat di media sosial. Padahal ada Photoshop dan sekarang juga AI yang ikut membentuk standar kecantikan itu," kata Amna.

Ia mengingatkan bahwa setiap orang memiliki keunikan sehingga tidak perlu membandingkan dirinya dengan orang lain. Menurut Amna, setiap individu memiliki bentuk kecantikan yang berbeda-beda.

"Setiap orang memiliki kecantikan yang unik dengan caranya masing-masing. Jangan pernah membandingkan dirimu dengan orang lain. Kamu indah dengan caramu sendiri, seperti lampu Natal dan bunga. Keduanya sama-sama indah, hanya saja dengan cara yang berbeda," ujarnya.

Halal Beauty Decorative Brand Building Lead Wardah, Findi Novia Lusintasari, mengatakan Wardah Colour Circuit dirancang sebagai perjalanan konsumen yang terintegrasi. Menurut dia, kegiatan ini membantu perempuan memahami karakter wajah, warna personal, kebutuhan kulit, hingga pilihan riasan yang sesuai dengan kepribadian masing-masing.

“Melalui pengalaman yang lebih precised dan personalised, kami ingin membantu setiap perempuan menemukan tampilan yang relevan dengan kebutuhan dan keunikannya, sehingga mereka dapat tampil sebagai versi terbaik dirinya secara autentik,” kata Findi.

Read Entire Article
Fakta Dunia | Islamic |