Wilsen Willim X Dian Sastro Hadirkan Koleksi Kebaya Klasik hingga Beskap Ikonis

2 hours ago 2

CANTIKA.COM, Jakarta - Pertemuan ini bukan pertama kalinya dan tiba-tiba. Selayaknya sebuah skenario yang tertulis rapi, Wilsen Willim dan Dian Sastrowardoyo kerap dipertemukan. Jaket berkerah beskap dengan potongan samping tinggi karya Wilsen yang dikenakan Dian Sastrowardoyo saat promo seri Gadis Kretek di Busan International Film Festival (BIFF 2023) ataupun saat Dian Sastrowardoyo kembali memerankan Dasiyah (Gadis Kretek, 2023) dan berjalan sebagai model penutup di presentasi Wilsen Willim tahun 2024, keduanya saling mendukung satu sama lain melalui karya.

Berbekal kecintaan mereka pada warisan budaya dan siluet kontemporer busana tanah air, Wilsen Willim bersama Dian Sastro melansir koleksi kapsul kolaborasi busana siap pakai keduanya yang diluncurkan bersamaan dengan hari Kebaya Nasional 24 Juli 2026 sekaligus persiapan perayaan kemerdekaan Indonesia pada bulan Agustus. Adapun koleksi ini akan dibagi menjadi dua bagian, yang akan dilansir secara lengkap pada hari batik nasional pada bulan Oktober 2026 nanti.

Sejumlah 13 artikel busana siap pakai berbentuk kemeja, rok, korset, serta luaran dalam siluet busana tradisional Indonesia seperti Kebaya Kartini, Kebaya Kutubaru, atasan Janggan, Beskap, Sikepan Hussar khas prajurit Keraton Surakarta, dan Surjan yang semuanya dikemas dengan gaya modern kontemporer dalam palet warna yang netral seperti putih, hitam, merah hati, biru laut, dan hijau gelap. Untuk material pun koleksi ini hadir dalam bahan katun, suiting fabric, Jacquard, dan batik tulis Cirebon berbahan dasar katun.

Kolaborasi Wilsen Willim dan Dian Sastrowardoyo rilis 13 artikel busana siap pakai berbentuk kemeja, rok, korset, serta luaran dalam siluet busana tradisional/Foto: Doc. Wilsen Willim

“Kita sengaja memilih warna-warna netral agar mudah kenakan kembali ataupun dipadukan dengan wastra nusantara yang seringkali bercorak cerah dengan motif dominan,” papar Wilsen Willim akan desain rancangannya.

Mengenai keterlibatan Dian Sastro dalam koleksi kolaborasi ini pun digambarkan cukup unik menurut Wilsen, “Kita sudah beberapa kali saling menuangkan ide yang mendapat respon positif tidak hanya dari media sosial tapi juga dari pelangganku. Pada koleksi kali ini, Kak Dian tidak hanya tampil sebagai wajah kolaborator, namun Kak Dian dan tim turut menuangkan ide dan melakukan kurasi terhadap rancangan karyaku dan tim,” jelas Wilsen mengenai keterlibatan Dian dan Hagai Pakan.

“Saya ingin kebaya bisa menjadi bagian dari keseharian perempuan Indonesia, dengan gaya yang lebih kasual, material yang sejuk, namun tetap menjaga nilai dan identitas budayanya,” papar Dian saat acara private viewing luncheon bersama teman-teman terdekat di Plataran Dharmawangsa, 29 Juli 2026 lalu.

Koleksi yang diluncurkan pada hari kebaya nasional melalui sosial media ini juga diperkenalkan kepada publik melalui presentasi terbatas pada tanggal 29 Juli 2026 bertempat di restoran Plataran Dharmawangsa, sebelum nantinya dapat dibeli langsung saat acara Heritage Reimagined di pusat perbelanjaan ASHTA District 8 pada tanggal 6 Agustus hingga 30 Agustus 2026.

Kolaborasi Wilsen Willim dan Dian Sastrowardoyo rilis 13 artikel busana siap pakai berbentuk kemeja, rok, korset, serta luaran dalam siluet busana tradisional/Foto: Doc. Wilsen Willim

Koleksi kolaborasi Wilsen Willim dengan Dian Sastro bagian pertama ini merupakan buah cinta dua orang seniman dengan media berkarya yang berbeda namun memiliki satu visi yang sama: memajukan dan melestarikan budaya Indonesia; baik dalam seni peran dan perfilman ataupun mode dan pengembangan wastra di tanah air.

Selayaknya sebuah babak awal dari sebuah film yang menceritakan harapan dan mimpi besar untuk secara perlahan tapi pasti, bergulir menjadi perubahan dan pesan sarat makna pun tersampaikan membekas di hati para penonton dan tentunya para pemeran.

Dalam tajuk Heritage Imagined juga menampilkan koleksi Algorithm: Universal Language, koleksi batik tulis cirebon algoritma Wilsen Willim, busana siap pakai Wilsen Willim, sepatu koleksi Bocorocco x Wilsen Willim, serta aksesori dari Subeng Klasik x Wilsen Willim 2.0 di samping koleksi kolaborasi antara Wilsen Willim dan Dian Sastro.

“Kami percaya bahwa legacy hanya akan tetap hidup ketika terus diberi ruang untuk berevolusi. Melalui Heritage Reimagined, kami ingin menghadirkan sebuah pengalaman yang menghubungkan warisan wastra Indonesia dengan kreativitas masa kini. Bersama Wilsen Willim, kami mengajak masyarakat untuk melihat tenun bukan sekadar sebagai tradisi yang diwariskan, tetapi sebagai inspirasi yang terus berkembang, relevan, dan layak diapresiasi oleh generasi mendatang,” ujar Leonardo Slatter selaku Senior Manager Center Experience, ASHTA District 8.

Pilihan Editor: Dian Sastro Dandan Sendiri di BIFF 2025, Warganet: Enggak Ada Rasa Insecure

ECKA PRAMITA 

Halo Sahabat Cantika, Yuk Update Informasi Terkini Gaya Hidup Cewek Y dan Z di Instagram dan TikTok Cantika.

Read Entire Article
Fakta Dunia | Islamic |