10 Amalan Sederhana yang Dicintai Allah Meski Dilakukan Sedikit, Kuncinya Istiqamah

9 hours ago 4

Liputan6.com, Jakarta - Dalam kesibukan dunia modern, seringkali muncul persepsi bahwa meraih cinta dan ridha Allah adalah sesuatu yang rumit dan membutuhkan amalan yang luar biasa besar. Namun, Allah Maha Rahman dan Rahim. Terdapat berbagai amalan sederhana yang dicintai Allah meski dilakukan sedikit.

Kunci untuk mendapatkan kecintaan Allah bukanlah terletak pada kuantitas amalan yang besar, melainkan pada kualitas konsistensi dan keistiqamahan dalam melakukannya, walaupun tampak sederhana. Rasulullah SAW bersabda, "Amalan yang paling dicintai oleh Allah Ta'ala adalah amalan yang terus-menerus dilakukan walaupun itu sedikit."(HR. Muslim)

Imam An-Nawawi dalam kitab Riyadhus Shalihin menjelaskan bahwa konsistensi dalam ibadah, sekalipun ringan, jauh lebih utama daripada amalan dalam jumlah besar yang hanya dilakukan sesekali (tidak kontinu).

Merujuk Buku 88 Amalan Ringan Pembuka Pintu Surga karya H. Ma'ruf, M.Ag, Amalan Pagi Hari Berpahala dan Terhindar dari Penyakit karya Prof. Dr. dr. Rifki Muslim, SpB, SpU, serta sumber kredibel lain, berikut ini adalah sejumlah amalan sederhana yang dicintai Allah:

1. Menjaga Lisan dan Senantiasa Istighfar

Lisan adalah anggota tubuh yang paling cepat tergelincir ke dalam dosa. Karena itu, Islam sangat menekankan pentingnya menjaga lisan atau hanya menggunakannya untuk kebaikan. "Sayidul Istighfar" (Penghulu Istighfar) adalah doa agung yang diajarkan Rasulullah SAW dan sangat dianjurkan untuk diamalkan setiap pagi dan petang sebagai bentuk permohonan ampunan atas dosa-dosa lisan dan lainnya.

Dari Abu Hurairah RA, Rasulullah SAW bersabda: "Barangsiapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir, maka hendaklah ia berkata yang baik atau diam." (HR. Bukhari dan Muslim).

Imam An-Nawawi dalam Riyadhus Shalihin menegaskan bahwa hadits ini mengajarkan etika utama seorang muslim: jika tidak ada kebaikan yang hendak diucapkan, maka diam adalah pilihan terbaik demi keselamatan.

Sementara itu, keutamaan membaca Sayyidul Istighfar diriwayatkan oleh Imam Bukhari: "Barangsiapa membacanya di siang hari dengan meyakininya, lalu ia mati pada hari itu sebelum sore harinya, maka ia termasuk ahli surga".

2. Senyum yang Tulus

Senyum sering dianggap sebagai respons sosial biasa. Namun dalam Islam, memberikan senyuman kepada saudara sesama muslim mengandung nilai ibadah yang sangat besar dan merupakan bentuk sedekah paling mudah. H. Ma'ruf dalam bukunya menyebutkan bahwa senyum adalah "sedekah paling murah tetapi paling besar pahalanya."

Rasulullah SAW bersabda: "Tersenyum ketika bertemu saudaramu adalah ibadah (sedekah)." (HR. Tirmidzi).

Syaikh Nawawi al-Bantani dalam kitab Nashaihul 'Ibad mengajarkan bahwa akhlak mulia seperti senyum dapat menghilangkan kebencian dan mendekatkan hati, sehingga amalan ini sangat disukai Allah karena mencerminkan keimanan seorang hamba.

3. Menyingkirkan Gangguan di Jalan

Aktivitas sederhana seperti memindahkan batu, duri, atau paku yang membahayakan pengguna jalan ternyata memiliki ganjaran yang luar biasa. Ini menunjukkan bahwa kepedulian terhadap keselamatan publik merupakan bagian dari iman.

Dalam hadits riwayat Muslim, Rasulullah SAW bersabda: "Ada seorang laki-laki yang membuang dahan pohon yang menghalangi jalan, lalu berkata, 'Demi Allah, aku akan singkikan dahan ini agar tidak mengganggu dan menyakiti kaum muslimin.' Maka Allah pun memasukkannya ke dalam surga. "

Hadits ini oleh para ulama seperti Syaikh Salim bin Ied Al-Hilali sering dikutip untuk menunjukkan bahwa menghilangkan bahaya dari jalan kaum muslimin adalah amalan yang bisa menjadi sebab masuk surga, bahkan jika dilakukan secara spontan.

4. Bersegera Melangkah ke Masjid

Meskipun jarak rumah jauh, melangkahkan kaki menuju masjid untuk berjamaah adalah investasi pahala yang sangat besar. Bahkan setiap langkah kaki kita dinilai sebagai penghapus dosa dan pengangkat derajat.

Dari Abi Hurairah RA, Rasulullah SAW bersabda: "Maka tidaklah ia melangkahkan kaki dengan satu langkah kecuali akan dinaikkan baginya satu derajat, dihapuskan satu dosanya..." (HR. Bukhari).

Secara spesifik, beliau juga bersabda: "Barangsiapa yang shalat Isya` berjamaah maka seakan-akan dia telah shalat setengah malam. Dan barangsiapa shalat Subuh berjamaah, maka seakan-akan dia telah melaksanakan shalat malam satu malam penuh." (HR. Muslim).

 5. Berpuasa Sunnah (Senin-Kamis)

Puasa tidak hanya di bulan Ramadhan. Puasa sunnah di hari Senin dan Kamis adalah amalan yang paling sering dilakukan oleh Rasulullah SAW. Dua hari ini adalah waktu diangkatnya amal manusia kepada Allah.

Abu Hurairah RA mengatakan bahwa Rasulullah SAW bersabda: "Sesungguhnya amal perbuatan manusia diangkat (dilaporkan) menuju Allah pada hari Senin dan Kamis, dan aku ingin ketika amalku diangkat, aku dalam keadaan puasa." (HR. Tirmidzi dan Ahmad).

Imam Ibnu Qayyim al-Jauziyyah dalam kitab Zaadul Ma'aad menjelaskan bahwa puasa Senin-Kamis memiliki pengaruh besar terhadap kesehatan fisik dan jiwa, selain sebagai bentuk syukur atas nikmat kelahiran dan diutusnya Rasulullah SAW pada hari Senin.

Selain amalan di atas, menurut Prof. Rifki Muslim dalam bukunya "Amalan Pagi Hari Berpahala dan Terhindar dari Penyakit", waktu pagi hari adalah momen paling istimewa yang penuh dengan keberkahan (barakah). Beliau merangkai amalan pagi yang efektif dalam akronim TTMOK (Tahajjud, Tadarrus, Masjid, Olahraga, Kurma):

6. Tahajjud (Mengangkat Derajat dan Menyehatkan Jiwa)

Di Menurut Prof. Rifki Muslim dalam bukunya "Amalan Pagi Hari Berpahala dan Terhindar dari Penyakit", waktu pagi hari adalah momen paling istimewa yang penuh dengan keberkahan (barakah). Beliau merangkai amalan pagi yang efektif dalam akronim TTMOK (Tahajjud, Tadarrus, Masjid, Olahraga, Kurma):

Amalan pagi dimulai dari malam sebelumnya dengan shalat Tahajjud di sepertiga malam terakhir. Ini adalah waktu mustajab untuk berdoa.

  • Waktu Terbaik: Sepertiga malam terakhir (kira-kira pukul 02.00-03.00 dini hari hingga masuk Subuh).
  • Manfaat Rohani & Jasmani: Rasulullah SAW bersabda: "Biasakanlah dirimu untuk shalat malam (tahajjud), karena itu kebiasaan orang shalih terdahulu agar mendekatkan diri kepada Allah, menghapus dosa, menolak penyakit dan mencegah berbuat dosa" (HR. Ahmad).
  • Penelitian Prof. Dr. Moh. Sholeh (UIN Surabaya) menunjukkan bahwa Tahajjud menurunkan kadar hormon kortisol (penyebab stres) dan meningkatkan kadar imunoglobulin (IgM, IgG, IgA) sehingga tubuh terlindungi dari virus dan kuman.

7. Tadarrus Al-Qur'an (Obat Penyembuh Hati dan Badan)

Setelah Tahajjud atau setelah Subuh, luangkan waktu untuk membaca dan merenungkan Al-Qur'an. Waktu optimal setelah shalat Subuh hingga terbit matahari.

Allah SWT berfirman, "Dan kami turunkan dari Al-Qur’an (sesuatu) yang menjadi penawar dan rahmat bagi orang yang beriman..." (QS. Al-Isra': 82).

Peneliti Ahmed Qadhi di Amerika Serikat menemukan bahwa getaran suara bacaan Al-Qur'an dapat membunuh sel kanker, menghilangkan stres, dan menjaga memori (mencegah pikun).

8.  Masjid (Shalat Subuh Berjamaah: Olahraga Rohani & Fisik)

Shalat Subuh di masjid bukan hanya kewajiban, tetapi juga gerbang perlindungan dari Allah.

Shalat Subuh berjamaah adalah puncak amalan pagi. Rasulullah SAW bersabda: "Barangsiapa shalat subuh (berjamaah) di masjid, maka dirinya berada dalam perlindungan / jaminan Allah" (HR. Muslim).

Berjalan kaki ke masjid meningkatkan kadar Nitrit Oksida (NO) yang melebarkan pembuluh darah, memperlancar aliran darah ke otak dan otot jantung, sehingga mengurangi risiko penyakit jantung koroner dan stroke.

4. Olahraga Pagi

Setelah shalat Subuh dan tadarrus, tubuh membutuhkan gerakan. Rasulullah SAW biasa berjalan dengan langkah cepat namun penuh ketenangan.

Dalam sebuah riwayat dari Ibnu Abbas disebutkan, "Sebaik-baik cara untuk mengobati diri adalah melalui ... al-Masyu (jalan kaki)." (HR. Thabrani).

Jalan cepat yang dilakukan secara rutin di pagi hari (minimal 4000 langkah dalam 30 menit) meningkatkan kerja jantung (kardiovaskular), mengurangi risiko diabetes, memperkuat stamina, dan menjaga massa tubuh ideal. Prof. Rifki menekankan bahwa ini adalah kebiasaan yang dicontohkan langsung oleh Rasulullah SAW.

10. Kurma, Makanan Pembuka Penuh Berkah

Mengawali sarapan dengan kurma, terutama jenis Ajwa, adalah sunnah yang memiliki dampak luar biasa bagi kesehatan fisik dan perlindungan spiritual.

Rasulullah SAW bersabda: "Barangsiapa makan kurma Ajwa pagi hari, maka pada hari itu tidak terkena racun dan sihir" (HR. Bukhari & Muslim).

Penelitian Prof. Julie Garden Robinson (North Dakota University) menyebutkan kurma kaya akan mineral (menguatkan tulang), Vitamin B6 (mengurangi stres dengan meningkatkan serotonin), serta antioksidan yang mencegah penyakit jantung, stroke, dan stabilisasi gula darah. Kandungannya juga dapat menurunkan kadar Interleukin 6 (IL-6) di otak, sehingga mencegah kepikunan.

Pertanyaan Seputar Amalan Sederhana

Allah menyukai amalan yang sedikit tapi rutin?

Betul sekali, konsep tersebut merujuk pada hadis sahih (HR. Muslim) yang menyatakan bahwa amalan yang paling dicintai Allah adalah yang dikonsistenkan (istiqomah) walau jumlahnya sedikit.

Zikir apa yang paling Allah sukai?

Dzikir yang paling dicintai Allah SWT adalah empat kalimat mulia (Al-Baqiyatus Shalihat), yaitu: Subhanallah, Alhamdulillah, La ilaha illallah, dan Allahu Akbar.

3 Contoh Sedekah yang Tidak Diterima Allah?

Dalam ajaran Islam, Allah SWT tidak akan menerima sedekah jika syarat sah dan keikhlasan tidak terpenuhi.

Apa 3 amalan yang tidak terputus?

Berdasarkan hadis Rasulullah SAW (HR. Muslim), ada tiga amalan yang pahalanya tidak akan terputus meskipun seseorang telah meninggal dunia

Zikir apa yang paling dahsyat?

Zikir yang paling dahsyat dan utama adalah membaca kalimat tauhid "La ilaha illallah" (tiada Tuhan selain Allah). Rasulullah SAW bersabda bahwa ini adalah zikir yang paling utama karena menjadi fondasi keimanan dan kunci surga.

Read Entire Article
Fakta Dunia | Islamic |