- Apa hikmah berdzikir setelah sholat fardhu?
- Apa saja 7 bacaan dzikir setelah sholat fardhu?
- Mengapa dzikir setelah sholat fardhu itu penting?
Baca artikel ini 5x lebih cepat
Liputan6.com, Jakarta - Dzikir adalah ibadah yang memiliki hikmah yang begitu besar untuk para pengamalnya yang istiqamah. Menyempatkan waktu sejenak untuk berdzikir dan berdoa setelah sholat fardhu merupakan amalan yang menjadi rutinitas para as-salafus shalih. Di antaranya adalah 7 bacaan dzikir setelah sholat fardhu.
Allah memerintahkan hamba-Nya untuk mengingatnya dengan dzikir. "Wahai orang-orang yang beriman, berzikirlah kepada Allah dengan zikir yang sebanyak-banyaknya." (QS. Al-Ahzab: 41). Ayat ini menjadi dasar syar'i yang kuat bagi umat Islam untuk memperbanyak dzikir.
Dengan mengamalkan dzikir-dzikir ini secara istiqamah, seorang muslim tidak hanya mendapatkan ampunan dosa, tetapi juga meraih ketenangan hati, perlindungan dari berbagai keburukan, dan derajat yang tinggi di sisi Allah SWT
Imam Nawawi dalam kitabnya Al-Adzkar pada bab Babul Adzkar ba'dash Shalah, para ulama telah sepakat mengenai kesunnahan berdzikir usai melaksanakan shalat, yang ditopang oleh banyak hadits shahih dengan jenis bacaan yang amat beragam. Berikut adalah tuntunan lengkap 7 bacaan dzikir setelah sholat fardhu beserta dalil dan pandangan ulama.
1. Istighfar (Memohon Ampun) – 3 Kali
Arab: أَسْتَغْفِرُ اللهَ الْعَظِـيْمَ الَّذِيْ لَااِلَهَ اِلَّا هُوَ الْحَيُّ الْقَيُّوْمُ وَأَتُوْبُ إِلَيْهِ
Latin: Astaghfirullahal-'adzim, alladzi laa ilaha illa huwal hayyul qayyumu wa atuubu ilaih
Artinya: "Saya mohon ampun kepada Allah yang Maha Besar, tidak ada tuhan melainkan Dia, Yang Maha Hidup lagi terus-menerus mengurus makhluk-Nya, dan saya bertobat kepada-Nya."
Hadits dari Aisyah RA bahwa Rasulullah SAW apabila selesai sholat, beliau beristighfar tiga kali (HR. Muslim no. 591). Imam An-Nawawi dalam Al-Adzkar menjelaskan bahwa istighfar ini dibaca sebelum membaca doa dan dzikir lainnya sebagai bentuk permohonan ampun atas kekurangan dalam sholat.
2. Doa Keselamatan – 1 Kali
Arab: للَّهُمَّ أَنْتَ السَّلاَمُ، وَمِنْكَ السَّلَامُ، وَإِلَيْكَ يَعُوْدُ السَّلَامُ فَحَيِّنَا رَبَّنَا بِالسَّلَامِ وَاَدْخِلْنَا الْـجَنَّةَ دَارَ السَّلَامِ تَبَارَكْتَ رَبَّنَا وَتَعَالَيْتَ يَا ذَاالْـجَلَالِ وَاْلإِكْرَام
Latin: Allahumma antas salaam, wa minkas salaam, wa ilaika ya'uudus salaam, fahayyinaa rabbanaa bis salaam, wa adkhilnal jannata daaras salaam, tabaarokta rabbanaa wa ta'aalaita yaa dzal jalaali wal ikraam
Artinya: "Ya Allah, Engkau adalah Zat yang mempunyai kesejahteraan dan dari-Mu lah kesejahteraan itu, kepada-Mu lah kembali kesejahteraan. Hidupkanlah kami, wahai Tuhan kami, dengan kesejahteraan, dan masukkanlah kami ke dalam surga, negeri yang penuh kesejahteraan. Maha Berkah Engkau, wahai Tuhan kami, dan Maha Tinggi Engkau, wahai Zat yang memiliki keagungan dan kemuliaan".
Dalil: Diriwayatkan oleh Imam Muslim dan Imam Tirmidzi. Dalam sebuah hadits, Nabi SAW mengucapkan doa ini sebagai doa terakhir setelah sholat (HR. Abu Daud).
3. Doa Warid (Tauhid, Tahmid, dan Pengakuan Kekuasaan Allah) – 1 Kali
Arab: لَااِلَهَ اِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَاشَرِيْكَ لَهُ لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ يُحْيِ وَيُمِيْتُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْئٍ قَدِيْر
Latin: Laa ilaha illallahu wahdahu laa syarikalahu, lahul mulku wa lahul hamdu, yuhyi wa yumiitu wa huwa 'alaa kulli syai-in qadiir
Artinya: "Tidak ada yang berhak disembah selain Allah. Dia Yang Maha Tunggal tidak ada sekutu bagi-Nya. Milik-Nya kerajaan dan bagi-Nya segala puji. Dia Yang Maha Menghidupkan dan Mematikan, dan Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu".
Imam An-Nawawi dalam Al-Adzkar menyebutkan bahwa kalimat ini mengandung pengakuan keesaan Allah dan pengakuan bahwa seluruh kerajaan dan pujian hanya milik Allah. Syaikh Sa'id bin Ali bin Wahf al-Qahthani dalam Hisnul Muslim menyusun dzikir ini sebagai bagian dari tuntunan setelah sholat.
4. Doa Memohon Perlindungan dari Siksa Neraka – 3 atau 7 Kali
Arab: اللَّهُمَّ أَجِرْنَا مِنَ النَّارِ
Latin: Allahumma ajirna minan naar
Artinya: "Ya Allah, lindungilah kami dari api neraka."
Jumlah: 3 kali (atau 7 kali untuk sholat Maghrib dan Subuh)
Rasulullah SAW berbisik kepada sahabat Muslim bin Al-Harits At-Tamimi: "Apabila kamu telah selesai dari sholat Maghrib, maka ucapkanlah Allahumma ajirni minannaar sebanyak 7 kali. Sesungguhnya bila kamu mengucapkan itu kemudian meninggal di malam hari, telah ditetapkan bagimu perlindungan darinya. Apabila kamu telah selesai dari sholat Subuh, maka bacalah seperti itu. Sesungguhnya jika kamu meninggal di harimu, telah ditetapkan bagimu perlindungan darinya" (HR. Abu Dawud).
5. Tasbih, Tahmid, dan Takbir – Masing-masing 33 Kali
Tasbih (33x)
Arab: سُبْحَانَ اللهِ
Latin: Subhanallah
Artinya: Maha Suci Allah
Tahmid (33x)
Arab: الْحَمْدُ لِلَّهِ
Latin: Alhamdulillah
Artinya: Segala puji bagi Allah
Takbir (33x)
Arab: اللهُ أَكْبَرُ
Latin: Allahu AkbarArtinya: Allah Maha Besar
Penutup 100 (1x)
Arab: لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ
Latin: Laa ilaaha illallahu wahdahu laa syarikalahu, lahul mulku wa lahul hamdu wa huwa ‘alaa kulli syai-in qadiir
Artinya: Tidak ada tuhan yang berhak disembah selain Allah semata, tidak ada sekutu bagi-Nya. Milik-Nya kerajaan dan bagi-Nya pujian, dan Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu.
Hadits riwayat Muslim dari Abu Hurairah RA: "Barang siapa yang bertasbih sebanyak 33 kali, bertahmid sebanyak 33 kali, dan bertakbir sebanyak 33 kali setelah melaksanakan sholat fardhu sehingga berjumlah 99 kali, kemudian menggenapkannya untuk yang keseratus dengan ucapan Laa ilaaha illallahu wahdahu laa syarikalahu, lahul mulku wa lahul hamdu wa huwa ‘alaa kulli syai-in qadiir, maka kesalahannya akan diampuni meskipun sebanyak buih di lautan".
Syaikh Abd Al-Razaq Al-Badr dalam bukunya Zikir dan Doa dalam Tuntunan Al-Kitab dan Al-Sunnah menyebutkan bahwa Rasulullah SAW telah menuntunkan umatnya untuk membaca ketiga kalimat thayyibah itu setelah sholat.
6. Ayat Kursi – 1 Kali
Bacaan:Arab: اللَّهُ لَا إِلَٰهَ إِلَّا هُوَ الْحَيُّ الْقَيُّومُ ۚ لَا تَأْخُذُهُ سِنَةٌ وَلَا نَوْمٌ ۚ لَهُ مَا فِي السَّمَاوَاتِ وَمَا فِي الْأَرْضِ ۗ مَنْ ذَا الَّذِي يَشْفَعُ عِنْدَهُ إِلَّا بِإِذْنِهِ ۚ يَعْلَمُ مَا بَيْنَ أَيْدِيهِمْ وَمَا خَلْفَهُمْ ۖ وَلَا يُحِيطُونَ بِشَيْءٍ مِنْ عِلْمِهِ إِلَّا بِمَا شَاءَ ۚ وَسِعَ كُرْسِيُّهُ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ ۖ وَلَا يَئُودُهُ حِفْظُهُمَا ۚ وَهُوَ الْعَلِيُّ الْعَظِيمُ
Latin: Allāhu lā ilāha illā huwal-ḥayyul-qayyūm, lā ta’khudzuhū sinatuw wa lā nawm, lahū mā fis-samāwāti wa mā fil-arḍ, man dzalladzī yasyfa‘u ‘indahū illā bi’idznih, ya‘lamu mā bayna aidīhim wa mā khalfahum, wa lā yuḥīṭūna bi syai’im min ‘ilmihī illā bimā syā’, wasi‘a kursiyyuhus-samāwāti wal-arḍ, wa lā ya’ūduhū ḥifẓuhumā, wa huwal-‘aliyyul-‘aẓīm
Artinya: "Allah, tidak ada tuhan selain Dia, Yang Maha Hidup, Yang terus-menerus mengurus (makhluk-Nya); tidak mengantuk dan tidak tidur. Milik-Nya apa yang di langit dan di bumi. Siapa yang dapat memberi syafaat di sisi-Nya tanpa izin-Nya? Dia mengetahui apa yang di hadapan mereka dan di belakang mereka, sedangkan mereka tidak mengetahui sesuatu pun dari ilmu-Nya kecuali apa yang Dia kehendaki. Kursi-Nya meliputi langit dan bumi, dan Dia tidak merasa berat memelihara keduanya, dan Dia Maha Tinggi lagi Maha Agung" (QS. Al-Baqarah: 255).
Dalam sebuah hadits, Rasulullah SAW bersabda bahwa barang siapa membaca Ayat Kursi setelah setiap sholat fardhu, tidak ada yang menghalanginya masuk surga selain kematian.
7. Surat Al-Ikhlas, Al-Falaq, An-Nas – 1 Kali (atau 3 Kali untuk Sholat Subuh dan Maghrib)
Bacaan Surat Al-Ikhlas:
Arab: قُلْ هُوَ اللَّهُ أَحَدٌ، اللَّهُ الصَّمَدُ، لَمْ يَلِدْ وَلَمْ يُولَدْ، وَلَمْ يَكُنْ لَهُ كُفُوًا أَحَدٌ
Latin: Qul huwallāhu aḥad, Allāhuṣ-ṣamad, lam yalid wa lam yūlad, wa lam yakul-lahū kufuwan aḥad
Artinya: "Katakanlah (Muhammad), 'Dialah Allah, Yang Maha Esa. Allah adalah Tuhan yang bergantung kepada-Nya segala sesuatu. Dia tidak beranak dan tidak pula diperanakkan. Dan tidak ada sesuatu yang setara dengan Dia.'"
Bacaan Surat Al-Falaq:
Arab: قُلْ أَعُوذُ بِرَبِّ الْفَلَقِ، مِنْ شَرِّ مَا خَلَقَ، وَمِنْ شَرِّ غَاسِقٍ إِذَا وَقَبَ، وَمِنْ شَرِّ النَّفَّاثَاتِ فِي الْعُقَدِ، وَمِنْ شَرِّ حَاسِدٍ إِذَا حَسَدَ
Latin: Qul a‘ūżu birabbil-falaq, min syarri mā khalaq, wa min syarri ghāsiqin idzā waqab, wa min syarrin-naffāthāti fil-‘uqad, wa min syarri ḥāsidin idzā ḥasad
Artinya: "Katakanlah, 'Aku berlindung kepada Tuhan yang menguasai subuh (fajar), dari kejahatan (makhluk yang) Dia ciptakan, dan dari kejahatan malam apabila telah gelap gulita, dan dari kejahatan (perempuan-perempuan) tukang sihir yang meniup pada buhul-buhul (talinya), dan dari kejahatan orang yang dengki apabila ia dengki.'"
Bacaan Surat An-Nas:
Arab: قُلْ أَعُوذُ بِرَبِّ النَّاسِ، مَلِكِ النَّاسِ، إِلَٰهِ النَّاسِ، مِنْ شَرِّ الْوَسْوَاسِ الْخَنَّاسِ، الَّذِي يُوَسْوِسُ فِي صُدُورِ النَّاسِ، مِنَ الْجِنَّةِ وَالنَّاسِ
Latin: Qul a‘ūżu birabbin-nās, malikin-nās, ilāhin-nās, min syarril-waswās al-khannās, alladzī yuwaswisu fī ṣudūrin-nās, minal-jinnati wan-nāsArtinya: "
Katakanlah, 'Aku berlindung kepada Tuhan manusia, Raja manusia, Sembahan manusia, dari kejahatan (bisikan) setan yang bersembunyi, yang membisikkan (kejahatan) ke dalam dada manusia, dari (golongan) jin dan manusia.'"
Hadits riwayat Abu Dawud dari Uqbah bin Amir RA bahwa Rasulullah SAW memerintahkan untuk membaca surat-surat Al-Mu'awwidzat (Al-Ikhlas, Al-Falaq, An-Nas) setelah setiap sholat. Untuk sholat Subuh dan Maghrib, dianjurkan membaca masing-masing 3 kali. Syaikh Sa'id bin Ali bin Wahf al-Qahthani dalam Hisnul Muslim mencantumkan bacaan ini sebagai bagian dari dzikir setelah sholat fardhu.
Doa Lengkap Setelah Dzikir
Setelah menyelesaikan seluruh rangkaian dzikir di atas, ditutup dengan memanjatkan doa. Berikut adalah doa populer yang lengkap dan dianjurkan:
Arab: رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ
Latin: Rabbanaa aatinaa fid dunyaa hasanah, wa fil aakhirati hasanah, wa qinaa 'adzaaban naar
Artinya: "Ya Tuhan kami, berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat, dan peliharalah kami dari siksa neraka" (QS. Al-Baqarah: 201).
Imam Al-Qurthubi dalam Tafsir Al-Qurthubi menjelaskan bahwa doa ini mencakup seluruh kebaikan di dunia dan akhirat, menjadikannya salah satu doa yang paling komprehensif. Doa ini juga sering dibaca oleh Rasulullah SAW dalam berbagai kesempatan.
Hikmah Berdzikir
- Penyempurna Ibadah Sholat – Dzikir berfungsi sebagai pelengkap ibadah sholat, menambal kekurangan yang mungkin terjadi saat pelaksanaannya, sehingga pahalanya bisa utuh.
- Ketenangan Hati – Allah SWT berfirman, "Ingatlah, hanya dengan mengingati Allah hati menjadi tenteram" (QS. Ar-Ra'd: 28). Orang yang berdzikir akan merasakan ketenangan dan kedamaian dalam jiwanya.
- Diampuni Dosa-dosa – Rasulullah SAW menjanjikan bahwa siapa yang mengamalkan tasbih, tahmid, takbir, dan tahlil setelah sholat, dosanya akan diampuni meskipun sebanyak buih di lautan.
- Mendapat Ampunan, Rahmat, Ridha, serta Petunjuk dari Allah SWT – Imam An-Nawawi dalam Al-Adzkar menjelaskan bahwa orang yang berdzikir akan mendapatkan berbagai keutamaan tersebut.
- Dikelilingi Malaikat Rahmat – Rasulullah SAW bersabda, "Sesungguhnya Allah memiliki para Malaikat yang berkeliling di jalanan untuk mencari orang-orang ahli dzikir. Dan ketika mereka menemukan sekelompok orang yang senantiasa berdzikir kepada Allah, para Malaikat ini kemudian memanggil, 'Ambillah kebutuhan kalian'" (HR. Muttafaqun Alaih, Tirmidzi, dan Ahmad).
- Mendapat Perlindungan dari Siksa Neraka – Dengan membaca Allahumma ajirna minan naar 3 atau 7 kali setelah sholat, seorang muslim mendapatkan perlindungan dari api neraka sepanjang hari atau malam.
- Menumbuhkan Kesadaran akan Dosa – Istighfar yang dibaca dengan penuh penghayatan dapat menumbuhkan kesadaran akan dosa-dosa yang telah diperbuat dan mendorong untuk meninggalkannya.
People Also Ask:
Urutan bacaan dzikir setelah sholat fardhu?
Kumpulan Doa dan Dzikir Setelah Salat FardhuMembaca Istigfar 3 Kali. ...Memberikan Pujian kepada Allah SWT. ...Membaca Ayat Kursi. ...Melafalkan Tahlil. ...Sholawat Nabi. ...Membaca Tasbih, Tahmid, Takbir. ...Doa Keselamatan Dunia dan Akhirat. ...Doa untuk Kedua Orang Tua.
Zikir apa yang paling dahsyat?
Namun, beberapa dzikir yang sering disebut memiliki keutamaan khusus antara lain: dzikir Laa ilaaha illallah, Subhanallah walhamdulillah wala ilaha illallah wallahu akbar, serta dzikir Istighfar (meminta ampunan).
Dzikir apa saja yang disunnahkan dibaca setelah sholat fardhu?
Bacaan Dzikir Setelah Sholat FardhuDzikir Pertama. أَسْتَغْفِرُ اللهَ (٣×) اللَّهُمَّ أَنْتَ السَّلامُ، وَمِنْكَ السَّلَامُ، تَبَارَكْتَ يَا ذَا الْجَلَالِ وَالْإِكْرَامِ ...2. Dzikir Kedua. ...Dzikir Tasbih, Tahmid dan Takbir 33x. ...4. Dzikir Lainnya.
Sebutkan zikir apa saja yang dibaca sesudah sholat 5 waktu.?
Bacaan Dzikir Setelah Shalat FardhuMemohon Ampunan. ...Memuji Keesaan Allah. ...Memohon Keselamatan. ...Membaca al-Fatihah. ...Membaca Ayat Kursi. ...Membaca Pujian. ...Dzikir Tasbih, Tahmid, dan Takbir sebanyak 33 kali. ...Memuji Kebesaran Allah.

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5533779/original/098475800_1773775028-unnamed__98_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5165509/original/009073500_1742184236-535f032ee6b6e3beccec5dfc251f3802.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5211926/original/011374200_1746600887-Baju_Koko_Pria.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5417694/original/055901700_1763543336-Kultum_Singkat_tentang_Sabar.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5382022/original/048339900_1760524874-Sholawat_dan_Berdzikir.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3585755/original/069032500_1632814784-muslim-man-using-misbaha-keep-track-counting-tasbih_53876-15256__1_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4120045/original/038413400_1660195971-pexels-david-mceachan-87500.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4462892/original/030653200_1686564225-20230612143247__fpdl.in__illuminated-minaret-symbolizes-spirituality-famous-blue-mosque-generated-by-ai_188544-35440_normal.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5544711/original/040128800_1775114977-014528000_1773892938-khutbah.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/1736918/original/048236900_1507776245-planning-hero-720x240.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5534795/original/014528000_1773892938-khutbah.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5531528/original/007916600_1773619112-unnamed__10_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5210971/original/091010800_1746521381-35a809bc-4568-495f-a8ae-24e0aac67ddf.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5531526/original/098176600_1773619110-unnamed__9_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5504244/original/075918900_1771228828-Ilustrasi_Cokelat_Valentine__Photo_by_valeria_aksakova_on_Freepik___9_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/1632447/original/056755900_1498200692-20170623-Salat-Jumat-Terakhir-Ramadan-Afandi-4.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/2336374/original/082096200_1534823979-Salat-Idul-Adha-1439-H5.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5450229/original/030945800_1766134797-unnamed__2_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4780649/original/094862900_1711077046-masjid-pogung-raya-9nkMRXMvZiI-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5382617/original/073885900_1760596152-ilustrasi_berdoa.jpg)











:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5154231/original/041919200_1741337635-20250307-Tadarus-ANG_2.jpg)









:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4770150/original/051663000_1710247846-20240312-Berbuka_Puasa_di_Istiqlal-HER_2.jpg)


:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3190057/original/069392400_1595662626-muslim-woman-praying_23-2147794180.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5417338/original/087225200_1763529762-Buka_Puasa.jpg)


