Liputan6.com, Jakarta - Bulan Syawal datang setelah Ramadan dan menjadi waktu untuk melanjutkan kebiasaan ibadah yang sudah dijalani sebelumnya. Di bulan ini, umat Islam masih dianjurkan melakukan berbagai amalan yang memiliki dasar dalam ajaran agama.
Sejumlah amalan di bulan Syawal sering dijalankan sebagai bentuk lanjutan dari ibadah selama Ramadan. Karena itu, penting memahami amalan yang benar agar tidak sekadar mengikuti kebiasaan, tetapi juga sesuai dengan dalil.
Berikut 8 amalan yang bisa dilakukan di bulan Syawal, dirangkum Liputan6.com pada Rabu (1/4).
1. Puasa Enam Hari di Bulan Syawal
Amalan pertama yang bisa dikerjakan adalah, puasa enam hari di bulan Syawal. Ini menjadi amalan yang banyak dilakukan karena memiliki dasar dari hadis yang jelas. Ibadah ini dilakukan setelah hari raya Idulfitri dan dapat dikerjakan secara berurutan atau terpisah selama bulan Syawal berlangsung.
Praktik ini sendiri menjadi lanjutan dari puasa Ramadaan yang telah selesai dijalankan. Dalil mengenai puasa ini diriwayatkan dalam hadis Nabi yang menjelaskan nilai dari puasa enam hari tersebut. Berikut dalilnya dikutip dari laman resmi Universitas Muhammadiyah Sukabumi:
- مَنْ صَامَ رَمَضَانَ ثُمَّ أَتْبَعَهُ سِتًّا مِنْ شَوَّالٍ كَانَ كَصِيَامِ الدَّهْرِ
- Man shāma Ramaḍāna tsumma atba‘ahu sittan min Syawwāl kāna kaṣiyāmid-dahr
- "Barang siapa berpuasa Ramadan kemudian diikuti enam hari di bulan Syawal, maka seperti berpuasa sepanjang tahun."
Puasa ini memiliki tujuan menjaga kebiasaan ibadah yang telah terbentuk selama Ramadan. Dengan melanjutkan puasa, seseorang dapat menjaga ritme ibadah tanpa terputus setelah hari raya.
2. Menjaga Silaturahmi
Silaturahmi menjadi amalan yang sering dilakukan pada bulan Syawal, terutama setelah Idulfitri. Praktik ini dilakukan dengan mengunjungi keluarga, kerabat, atau saling menghubungi untuk mempererat hubungan.
Silaturahmi tidak terbatas pada pertemuan langsung, tetapi juga dapat dilakukan melalui komunikasi jarak jauh. Dalil tentang pentingnya silaturahmi terdapat dalam hadis Nabi berdasarkan riwayat Bukhari dan Muslim berikut:
- مَنْ أَحَبَّ أَنْ يُبْسَطَ لَهُ فِي رِزْقِهِ، وَيُنْسَأَ لَهُ فِي أَثَرِهِ، فَلْيَصِلْ رَحِمَهُ
- Man ahabba an yubsatha lahu fī rizqihi, wa yunsa-a lahu fī atsarihi, falyashil rahimahu.
- “Barangsiapa yang ingin dilapangkan rezekinya dan dipanjangkan umurnya, maka hendaklah ia menyambung tali silaturahmi.” - dirujuk dari laman Yayasan Syekh Ali Jaber.
Melalui silaturahmi, hubungan antarindividu dapat terjaga dan memperkuat ikatan sosial. Praktik ini juga menjadi bagian dari ajaran yang berkelanjutan, tidak hanya dilakukan pada momen tertentu.
3. Menikah di Bulan Syawal
Menikah di bulan Syawal memiliki dasar dari praktik yang dilakukan oleh Nabi. Amalan ini menunjukkan bahwa pernikahan pada bulan Syawal tidak memiliki larangan dan justru dianjurkan sebagai bagian dari ibadah. Dalil terkait hal ini diriwayatkan dalam hadis berikut:
- تَزَوَّجَنِي رَسُولُ اللَّهِ فِي شَوَّالٍ وَبَنَى بِي فِي شَوَّالٍ
- Tazawwajanī Rasūlullāh fī Syawwāl wa banā bī fī Syawwāl
- "Sayyidah ‘Aisyah ra berkata: Rasulullah saw menikahiku pada bulan Syawal dan mengadakan malam pertama pada bulan Syawal. Istri Rasulullah mana yang lebih bentuntung ketimbang diriku di sisi beliau?"
Selain itu, menikah di bulan Syawal juga dianjurkan, karena untuk menepis kebiasaan zaman jahiliyah. Ketika itu, menikah di bulan Syawal dianggap kesialan, dan Rasulullah mencoba menepis hal ini.
Menikah merupakan ibadah yang memiliki tujuan membangun keluarga dan menjaga hubungan yang sah. Pelaksanaan di bulan Syawal menjadi salah satu contoh praktik yang dapat diikuti oleh umat Islam.
4. Melanjutkan Ibadah Sunnah
Setelah Ramadan, ibadah sunnah tetap dapat dilanjutkan sebagai bentuk konsistensi dalam menjalankan ajaran agama. Ibadah ini mencakup salat sunnah, puasa sunnah, serta amalan lain yang dilakukan secara rutin.
Konsistensi dalam ibadah menjadi bagian dari upaya menjaga kedekatan dengan Allah. Praktik ini tidak terbatas pada waktu tertentu, tetapi dilakukan secara berkelanjutan.
Diharapkan, dengan mulai melatih untuk membiasakan diri menjalankan ibadah-ibadah sunnah yang kerap dijalankan saat Ramadan tempo hari, hal ini akan menjadi kebiasan baik dalam menyempurnakan kegiatan ibadah karena Allah SWT.
5. Bersedekah
Sedekah menjadi amalan yang dapat dilakukan kapan saja, termasuk di bulan Syawal. Praktik ini dilakukan dengan memberikan sebagian harta kepada yang membutuhkan sebagai bentuk kepedulian sosial.
Harta yang dimaksud di sini tidak selalu harus berupa uang, namun apapun benda yang dimiliki dan memiliki nilai guna maupun nilai ekonomi, sudah bisa untuk disedekahkan kepada pihak yang tidak mampu. Namun yang paling umum selain uang adalah bahan makanan yang sangat berguna untuk memenuhi kebutuhan.
Sedekah memiliki peran dalam membantu sesama dan memperkuat hubungan sosial. Praktik ini juga menjadi bagian dari ajaran yang terus dijalankan setelah Ramadan.
6. Memperbanyak Zikir
Dzikir merupakan amalan yang dilakukan dengan mengingat Allah melalui ucapan tertentu. Praktik ini dapat dilakukan kapan saja, termasuk di bulan Syawal. Dzikir sebenarnya sudah dilakukan setiap selesai menjalankan salat 5 waktu.
Namun, jika Anda ingin menyempurnakannya, Anda bisa menambah durasi dzikir di waktu-waktu yang mustajabr untuk berdoa. Dzikir akan mempermudah koneksi komunikasi dengan Allah SWT, sekaligus mempermudah dibukakan jalan dari kesulitan dan dibukakan pintu rezeki yang halal dan melimpah.
Dzikir menjadi bagian dari ibadah yang dapat dilakukan dalam berbagai kondisi. Praktik ini membantu menjaga kesadaran dalam menjalankan aktivitas sehari-hari.
7. Membaca Al-Qur’an
Membaca Al-Qur’an tidak hanya dilakukan di bulan Ramadan, tetapi juga dilanjutkan di bulan Syawal. Praktik ini menjadi bagian dari ibadah yang berkelanjutan, dari terus berulang dan dilakukan sampai bertemu dengan Ramadan yang akan datang.
Dengan membaca Al Quran, seorang hamba akan ditenangkan hatinya, dibimbing batinnya, mendapat pahala berlipat ganda (10 kebaikan per huruf) serta mendapat syafaat di hari kiamat kelak.
Membaca Al-Qur’an menjadi sarana memahami ajaran Islam. Praktik ini dapat dilakukan secara rutin sebagai bagian dari kehidupan sehari-hari, selepas menjalankan salat 5 waktu.
8. Menjaga Shalat Berjemaah
Shalat berjemaah menjadi amalan yang dianjurkan dalam Islam. Praktik ini dilakukan dengan melaksanakan salat bersama di masjid atau musala terdekat dari tempat tingga.
Shalat berjemaah memiliki peran dalam membangun kebersamaan, termasuk silaturahmi sosial. Praktik ini juga menjadi bagian dari ibadah yang terus dijaga setelah Ramadan.
Terdapat sejumlah keutamaan yang bisa didapat, di antaranya mendapat pahala yang dilipatgandakan 27 derajat dibandingkan salat sendiri. Kemudian, setiap langkah menuju masjid akan termasuk dalam menghapuskan dosa dan meninggikan derajat dan memudahkan jalan menuju surga.
Pertanyaan dan Jawaban Seputar Topik
1. Apa saja amalan yang dianjurkan di bulan Syawal?
Amalan di bulan Syawal meliputi puasa enam hari, silaturahmi, menikah, sedekah, dzikir, membaca Al-Qur’an, dan menjaga ibadah rutin.
2. Apakah puasa Syawal harus berurutan?
Puasa enam hari di bulan Syawal tidak harus dilakukan secara berurutan, dapat dilakukan terpisah selama bulan Syawal.
3. Mengapa menikah di bulan Syawal dianjurkan?
Karena terdapat riwayat bahwa Nabi menikah di bulan Syawal, sehingga menjadi contoh yang dapat diikuti.
4. Apakah amalan di bulan Syawal wajib dilakukan?
Sebagian besar amalan di bulan Syawal bersifat sunnah, sehingga tidak wajib tetapi dianjurkan untuk dilakukan.
5. Apakah amalan Syawal hanya dilakukan setelah Idulfitri?
Amalan Syawal dilakukan sepanjang bulan Syawal, tidak terbatas pada hari setelah Idulfitri saja.

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5537973/original/087366600_1774496444-059021300_1731541467-puasa_7.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3381462/original/019627800_1613720800-wooden-spoon-fork-as-clock-hands-white-plate_49149-1007.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3977835/original/066021800_1648524608-pexels-ahmed-aqtai-2233416_1_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-gray-landscape-new.png,45,600,0)/kly-media-production/medias/5417025/original/049518900_1763516699-IMG_0525.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5539894/original/063339600_1774665018-Jemaah_umrah.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5531527/original/052463700_1773619111-unnamed__8_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5534795/original/014528000_1773892938-khutbah.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5533838/original/065283400_1773785899-unnamed__99_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5541900/original/045765100_1774924667-f74d8bed-bd18-437b-b58c-048c5cf9b3f9.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4403008/original/008750000_1681991372-20230420-Pemantauan-Hilal-Iqbal-7.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3129115/original/002193800_1589524975-Collection_Of_Ketupat_Made_From_Coconut_Leaves.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3121589/original/054389800_1588827933-3482841.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3187033/original/003171100_1595400533-makkah-kaaba-hajj-muslims_21730-6508.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3430346/original/057356100_1618535827-coffee-cup-with-different-dried-fruits-nuts.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5253548/original/037891900_1750053354-000_34QQ7PD.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5531528/original/007916600_1773619112-unnamed__10_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5539035/original/075853600_1774587144-Undangan_Syawalan_Kreatif.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5456521/original/033087800_1766898100-Gemini_Generated_Image_xyevcgxyevcgxyev_2.png)










:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5448205/original/085550400_1766022443-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2025-12-18T084617.730.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4010689/original/086569000_1651202668-pexels-rayn-l-3163677.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3381466/original/043629600_1613720800-photo-1512632578888-169bbbc64f33.jpg)






:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/1626268/original/067647800_1497616352-Mantan-MenKes-Siti-Fadilah-Divonis-4-Tahun-Penjara-01.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4990655/original/018003600_1730716747-tata-cara-sholat-tahajud-agar-keinginan-terkabul.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5154231/original/041919200_1741337635-20250307-Tadarus-ANG_2.jpg)


:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4199341/original/055639700_1666344669-bacaan-doa-untuk-orang-meninggal-latin-dan-artinya.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5450038/original/011940800_1766126206-Gemini_Generated_Image_n0zy6on0zy6on0zy.png)