- Apa saja adab dalam membaca Alquran?
- Bolehkah membaca Alquran pakai celana pendek?
- Bagaimana tata cara membaca Alquran yang baik dan benar?
Baca artikel ini 5x lebih cepat
Liputan6.com, Jakarta - Al-Qur’an adalah kitab suci yang diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW dan merupakan sumber petunjuk, rahmat, dan cahaya bagi seluruh umat manusia. Mengingat kemuliaannya, umat Islam perlu memahami adab membaca Alquran.
Membaca Al-Qur'an merupakan salah satu amalan yang paling utama dan dicintai oleh Allah SWT. Untuk mendapatkan keberkahan dan pahala yang sempurna, seorang muslim mesti memahami dan mengamalkan adab-adab yang telah dicontohkan oleh Rasulullah.
Artikel ini akan mengupas secara lengkap adab membaca Al-Qur’an, hukum-hukum yang terkait, serta hikmah agung yang terkandung di dalamnya, merujuk ebook Membaca Al-Qur'an Adab dan Hukumnya, karya Prof DR Mahmud Al-Dausary dan Jurnal Adab Membaca Al-Qur'an, karya Musthofa.
Adab Membaca Al-Qur’an
Adab (etika) membaca Al-Qur’an terbagi menjadi tiga fase utama: sebelum membaca, saat membaca, dan setelah membaca. Pembagian ini didasarkan pada kajian komprehensif dalam berbagai literatur, seperti jurnal ilmiah dan kitab-kitab turats.
Adab Sebelum Membaca
1. Niat yang Ikhlas
Seorang qari (pembaca) harus meluruskan niatnya semata-mata karena Allah, bukan karena riya’ (ingin dipuji) atau sum’ah (ingin didengar). Niat merupakan fondasi utama setiap amalan. Dalam sebuah hadis, Rasulullah bersabda: “Sesungguhnya amal perbuatan tergantung pada niatnya.” (HR. Bukhari-Muslim).
Imam al-Ghazālī dalam Iḥyā’ ‘Ulūmiddīn menegaskan bahwa membaca Al-Qur’an harus didasari niat menjalankan perintah agama Allah. Musthofa dalam jurnalnya juga menekankan bahwa niat beribadah adalah syarat pertama yang harus dipenuhi.
2. Suci dari Hadas (Berwudhu)
Disunnahkan bagi pembaca untuk dalam keadaan suci dari hadas kecil dan besar. Ini merupakan bentuk penghormatan terhadap Kalamullāh. Dalilnya adalah firman Allah: “Tidak menyentuhnya kecuali orang-orang yang suci.” (QS. Al-Wāqi‘ah: 79).
Imam al-Nawawī dalam al-Tibyān fī Ādāb Ḥamalat al-Qur’ān menjelaskan bahwa membaca Al-Qur’an dalam keadaan berhadats diperbolehkan menurut ijma’, namun meninggalkan kesempurnaan (afḍaliyyah). Sementara jumhur ulama berpendapat bahwa berwudhu sebelum menyentuh mushaf adalah wajib.
3. Menghadap Kiblat
Dianjurkan untuk menghadap kiblat sebagai bentuk tawadhu’ (rendah hati) dan penghormatan, karena Al-Qur’an adalah kalamullāh yang mulia, sebagaimana halnya dalam salat.
4. Menutup Aurat dan Memakai Pakaian Bersih
Aurat harus ditutup dan pakaian harus bersih dari najis. Ini adalah simbol kesucian lahir dan batin saat bermunajat kepada Allah.
5. Memilih Tempat yang Bersih dan Sunyi
Sebaiknya membaca di tempat yang bersih, tenang, dan terhormat seperti masjid, serta menghindari tempat-tempat kotor seperti kamar mandi atau pasar. Imam al-Qurṭubī dalam al-Tidzkār melarang membaca Al-Qur’an di pasar atau tempat bergurau karena tidak sesuai dengan keagungan kitab suci.
6. Bersiwak (Membersihkan Mulut)
Disunnahkan membersihkan mulut dengan siwak sebelum membaca. Hal ini didasarkan pada sabda Rasulullah: “Sesungguhnya mulut-mulut kalian adalah jalan-jalan bagi Al-Qur’an, maka bersihkanlah dengan siwak.” (HR. Ibnu Mājah). Ini untuk menjaga kebersihan dan sebagai bentuk adab terhadap firman Allah.
7. Membaca Ta‘awudz
Membaca a‘ūdzu billāhi minasy-syaiṭānir-rajīm sebelum memulai bacaan. Allah berfirman: “Maka apabila engkau membaca Al-Qur’an, mohonlah perlindungan kepada Allah dari setan yang terkutuk.” (QS. An-Naḥl: 98). Jumhur ulama sepakat bahwa ta‘awudz disyariatkan sebelum membaca.
Adab Ketika Membaca
1. Membaca dengan Tartil (Perlahan dan Jelas)
Allah memerintahkan: “Dan bacalah Al-Qur’an itu dengan tartil.” (QS. Al-Muzzammil: 4). Membaca tartil berarti membaca dengan tenang, jelas, memperhatikan panjang pendek, dan hukum tajwid.
2. Memperindah Suara
Rasulullah bersabda: “Hiasilah Al-Qur’an dengan suara-suara kalian.” (HR. Abū Dāwud). Membaca dengan suara yang merdu menambah kekhusyukan dan penghayatan.
3. Tadabbur (Merenungkan Makna)
Allah berfirman: “Kitab yang Kami turunkan kepadamu penuh berkah, agar mereka mentadaburi ayat-ayatnya.” (QS. Ṣād: 29). Membaca tanpa pemahaman akan mengurangi esensi utama Al-Qur’an sebagai petunjuk.
4. Menangis atau Menunjukkan Kesedihan
Disunnahkan bagi seorang qari untuk menangis atau setidaknya menunjukkan kesedihan saat membaca ayat-ayat yang menggetarkan hati.
5. Bertasbih, Berdoa, dan Berlindung pada Ayat yang Tepat
Ketika melewati ayat tasbih, bacalah subḥānallāh; pada ayat rahmat, berdoalah memohon rahmat; pada ayat azab, berlindunglah kepada Allah dari azab-Nya. Hal ini berdasarkan hadis riwayat Muslim dari Hudzaifah.
6. Menghindari Bacaan Cepat dan Nada Nyanyian
Dilarang membaca dengan cepat seperti membaca syair atau menggunakan irama seperti orang fasik, karena dapat menghilangkan hakikat tartil dan mengubah makna.
Adab Setelah Membaca
1. Mengamalkan Isi Kandungan
Setelah membaca, seorang Muslim wajib mengamalkan apa yang telah dibacanya dalam kehidupan sehari-hari. Al-Qur’an bukan hanya untuk dibaca, tetapi untuk dihayati dan diamalkan.
2. Berpegang Teguh pada Al-Qur’an
Menjadikan Al-Qur’an sebagai pedoman utama dalam berpikir dan bertindak, serta menjauhi larangan-larangannya.
3. Muhasabah (Introspeksi Diri)
Merenungkan kembali apakah bacaan dan amalan kita telah sesuai dengan tuntunan Al-Qur’an. Sebagaimana sabda Rasulullah: “Hendaklah setiap diri memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat).”
4. Berdoa Setelah Khatam
Disunnahkan untuk membaca doa khatam Al-Qur’an, meskipun tidak ada lafaz khusus yang ma’tsur dari Nabi, namun amalan ini dilakukan oleh para sahabat seperti Anas bin Mālik.
Hukum-Hukum Membaca Al-Qur’an
Para ulama bersepakat hukum asal membaca Al-Qur’an adalah sunnah mu’akkadah (sangat dianjurkan), terutama di luar sholat. Namun, terdapat beberapa hukum yang perlu diperhatikan:
1. Hukum Tajwid
Para ulama sepakat bahwa membaca Al-Qur’an dengan tajwid hukumnya fardhu ‘ain jika kesalahan bacaan dapat mengubah makna (lahn jali). Namun jika hanya untuk memperindah bacaan (tahsin), maka hukumnya sunnah. Syaikh ‘Utsaimīn menjelaskan: “Tajwid itu untuk memperbagus pelafalan saja. Yang wajib adalah mengucapkan huruf sesuai makhrajnya dan menjaga harakat.”
2. Hukum Membaca dalam Keadaan Berhadats
Membaca Al-Qur’an dari hafalan dalam keadaan hadas diperbolehkan, tetapi menyentuh mushaf dalam keadaan tidak suci hukumnya haram berdasarkan firman Allah: “لا يَمَسُّهُ إِلَّا الْمُطَهَّرُونَ” (QS. Al-Wāqi‘ah: 79).
3. Hukum Mengeraskan Bacaan
Mengeraskan bacaan hukumnya sunnah jika tidak mengganggu orang lain (seperti orang tidur, salat, atau belajar). Jika dikhawatirkan riya’ atau mengganggu, maka lebih utama dengan suara lirih. Dalilnya: “Orang yang mengeraskan bacaan Al-Qur’annya seperti orang yang memperlihatkan sedekahnya, dan orang yang mengecilkan bacaannya seperti orang yang menyembunyikan sedekahnya.” (HR. Abū Dāwud).
4. Hukum Membaca dengan Nada Nyanyian
Membaca Al-Qur’an dengan irama yang menyerupai nyanyian orang fasik atau yang dapat mengubah hukum tajwid, hukumnya haram dan termasuk bid’ah yang tercela. Imām Mālik dan Imām Aḥmad memakruhkan bahkan mengharamkan model bacaan seperti ini.
5. Hukum Membaca Al-Qur’an di Kuburan
Membaca Al-Qur’an di kuburan dan menghadiahkan pahalanya kepada mayit hukumnya bid’ah menurut jumhur ulama, termasuk Ibnu Taimiyah dan muridnya Ibnu al-Qayyim. Mereka berpendapat bahwa hal itu tidak pernah dicontohkan oleh Nabi dan para sahabat.
Hikmah dan Keutamaan Membaca Al-Qur’an
Hikmah membaca Al-Qur’an sangatlah besar, baik di dunia maupun di akhirat. Di antaranya:
1. Mendapatkan Pahala Berlipat Ganda
Setiap huruf yang dibaca akan diganjar sepuluh kebaikan. Rasulullah bersabda: “Barangsiapa membaca satu huruf dari Kitabullah, maka baginya satu kebaikan, dan satu kebaikan dilipatgandakan menjadi sepuluh.” (HR. at-Tirmidzi).
2. Mendapat Syafaat di Hari Kiamat
Al-Qur’an akan datang pada hari kiamat sebagai pemberi syafaat bagi ahli-ahlinya (orang-orang yang membacanya dan mengamalkannya). (HR. Muslim).
3. Menjadi Sebaik-Baik Manusia
Rasulullah bersabda: “Sebaik-baik kalian adalah orang yang mempelajari Al-Qur’an dan mengajarkannya.” (HR. Bukhari).
4. Mendapat Ketenangan Hati dan Rahmat Allah
Allah akan menurunkan ketenangan (sakīnah), meliputi dengan rahmat, dan dikelilingi para malaikat bagi orang yang berkumpul untuk membaca dan mempelajari Al-Qur’an.
5. Diangkat Derajatnya oleh Allah
Dengan membaca Al-Qur’an, Allah akan mengangkat derajat seseorang di dunia dan akhirat. “Sesungguhnya Allah meninggikan derajat beberapa kaum dengan kitab ini, dan merendahkan yang lain dengannya.” (HR. Muslim).
People also Ask:
Apa saja adab dalam membaca Alquran?
8 Adab Membaca Al-Qur'an: Karena Ini Bukan Sekadar Bacaan BiasaNiat yang Ikhlas. Semuanya bermula dari niat. ...3. Berwudhu Sebelum Membaca. ...Membaca di Tempat yang Bersih. ...Menghadap Kiblat & Duduk dengan Tenang. ...6. Membaca Ta'awudz & Basmalah. ...7. Mentadabburi Ayat yang Dibaca. ...Yuk, Perbaiki Bacaan Kita.
Bolehkah membaca Alquran pakai celana pendek?
Bolehkah Membaca Alquran Pakai Celana Pendek? Ini UraiannyaDari keempat madzhab ini, dapat disimpulkan bahwa bolehkah membaca alquran pakai celana pendek jawabannya adalah boleh, selama aurat terjaga.
Tata cara membaca Alquran yang baik dan benar?
membaca Al Qur'an dengan pelan atau tidak tergesa-gesa, dan tenang. Setiap huruf dibaca dengan jelas dan tepat sesuai dengan ilmu tajwid, kaidah dan hukum-hukumnya. Selain itu, setiap huruf atau setiap ayat juga dipahami maknanya secara mendalam, agar kita lebih khusyu' dengan apa yang sedang kita lafalkan.
Apa saja etika dalam membaca Al-Quran?
Al-Quran harus dipegang hanya dengan tangan yang bersih , jadi berwudulah sebelum Anda berniat untuk membaca Al-Quran. Al-Quran diturunkan dari Allah. Oleh karena itu, Anda harus duduk dalam posisi yang terhormat saat membaca atau melafalkan Al-Quran. Selalu letakkan Al-Quran di tempat yang lebih tinggi saat belajar atau saat melafalkan.

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4694981/original/059163000_1703214208-Ilustrasi_pernikahan__menikah__Islami.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5456522/original/072791600_1766898100-Gemini_Generated_Image_f3y0p0f3y0p0f3y0_2.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3195567/original/025977300_1596167805-20200731-Salat-Id-JIC-8.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5382022/original/048339900_1760524874-Sholawat_dan_Berdzikir.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3426408/original/005688900_1618209714-WhatsApp_Image_2021-04-12_at_08.22.59.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5553265/original/069368100_1775925376-Juliati_Kemala.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5417694/original/055901700_1763543336-Kultum_Singkat_tentang_Sabar.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3977835/original/066021800_1648524608-pexels-ahmed-aqtai-2233416_1_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5245253/original/070133300_1749300502-IMG_20250606_060339.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4731781/original/059808800_1706761571-ilustrasi_bayi_perempuan.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5380783/original/022608800_1760432989-Ilustrasi_Qunut.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5552321/original/058845600_1775806918-da4eee4c0f11eaa06447a469562bbdd4ommons.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5095573/original/012538800_1736934827-pexels-helloaesthe-15707485.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/2555930/original/052427200_1545801494-20181226-Peringatan-14-Tahun-Tsunami-Aceh-AFP-5.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/1612134/original/044088500_1496388393-20170602-Salat-Jumat-Pertama-Bulan-Ramadan-di--Istiqlal-Gempur-4.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3381462/original/019627800_1613720800-wooden-spoon-fork-as-clock-hands-white-plate_49149-1007.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5531526/original/098176600_1773619110-unnamed__9_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4314861/original/012980000_1675661791-rade-nugroho-rlj3VznKap0-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/2815496/original/065112000_1558772546-iStock-1137948841.jpg)










:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5448205/original/085550400_1766022443-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2025-12-18T084617.730.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4010689/original/086569000_1651202668-pexels-rayn-l-3163677.jpg)




:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/1626268/original/067647800_1497616352-Mantan-MenKes-Siti-Fadilah-Divonis-4-Tahun-Penjara-01.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5154231/original/041919200_1741337635-20250307-Tadarus-ANG_2.jpg)


:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5450038/original/011940800_1766126206-Gemini_Generated_Image_n0zy6on0zy6on0zy.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4199341/original/055639700_1666344669-bacaan-doa-untuk-orang-meninggal-latin-dan-artinya.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3360668/original/038739700_1611729329-abdullah-faraz-fj-p_oVIhYE-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/2559362/original/076937200_1546315450-20190101-Kembang-Api-Ancol-5.jpg)



:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/755908/original/073849700_1414158415-x6.jpg)