Amalan Amalan Jumat di Akhir Bulan, Penyempurna Keberkahan

1 day ago 10

Liputan6.com, Jakarta - Hari Jumat menempati kedudukan agung dalam Islam. Amalan amalan Jumat di akhir bulan, terutama di bulan haram, senantiasa dihidupkan para ulama untuk meraih keberkahan. Momen ini menjadi kesempatan memperbanyak ibadah sebelum bergantinya bulan.

Imam Jalaluddin As-Suyuthi dalam Buku Hari Jumat, Keistimewaan dan Kemuliaan (Nurul Lum'ah fi Khashashil Jumu'ah) menyebutnya sebagai hari raya mingguan kaum muslimin. Beliau mengutip hadits riwayat Ibnu Majah yang tegas mensunnahkan ibadah mandi.

Syaikh Hamid bin Muhammad Ali Quds melalui kitab Kanzun Najah was Surur mencatat anjuran Syaikh Ali al-Ajhuri. Anjuran tersebut berupa pembacaan amalan zikir saat khatib sedang berada di atas mimbar.

Rutinitas ibadah spiritual ini senantiasa menjadi penutup catatan bulan yang sangat penuh dengan curahan melimpahnya berkah serta rahmat agung Ilahi. Berikut ini adalah berbagai amalan yang bisa dilakukan pada hari Jumat.

1. Memperbanyak Shalawat

Amalan yang paling utama dan memiliki keutamaan luar biasa adalah memperbanyak shalawat kepada Nabi Muhammad ﷺ. Dalam kitab Nurul Lum'ah fi Khashaishil Jumu'ah, Imam as-Suyuthi secara panjang lebar mengemukakan beberapa hadits tentang keutamaan membaca shalawat pada hari Jumat.

Di antaranya, dari Aus bin Aus, Rasulullah ﷺ bersabda: Artinya, "Sesungguhnya di antara hari kalian yang paling utama adalah Hari Jumat. Pada hari itu Adam diciptakan dan diwafatkan, pada hari itu juga ditiup sangkakala dan akan terjadi kematian seluruh makhluk. Oleh karena itu, perbanyaklah membaca shalawat kepadaku pada hari Jumat, karena shalawat kalian akan dipersembahkan kepadaku."

Rasulullah ﷺ juga menjanjikan kedudukan yang dekat dengannya bagi yang memperbanyak shalawat, sebagaimana sabdanya: "Perbanyaklah kalian membaca shalawat kepadaku setiap hari Jumat. Barang siapa yang paling banyak membaca shalawat atasku, maka dia paling dekat kepadaku kedudukannya."

Keutamaan yang sangat istimewa bagi pembaca shalawat pada hari Jumat juga disebutkan dalam riwayat Anas bin Malik: Artinya, "Barang siapa membaca shalawat atasku pada hari Jumat seribu kali, maka ia tidak mati kecuali akan diperlihatkan kedudukannya di surga."

Berdasarkan hadits-hadits ini, keutamaan membaca shalawat sangatlah besar. Di antara keutamaan lainnya adalah shalawat langsung dihadapkan kepada Nabi SAW, diampuni dosa-dosanya, mendapatkan syafaat di hari kiamat, serta dikabulkan hajat-hajatnya. Oleh karena itu, perbanyaklah membaca shalawat, seperti "Allahumma shalli 'ala Muhammad" atau shalawat lainnya sepanjang hari Jumat ini.

2. Membaca Istighfar (Sayyidul Istighfar dan Istighfar Rajab)

Di akhir bulan Rajab, memperbanyak istighfar menjadi amalan yang sangat dianjurkan. Para ulama, termasuk Imam as-Suyuthi, mengategorikan bacaan "Allahumma anta Rabbi laa ilaha illa Anta khalaqtani..." sebagai salah satu keistimewaan (khashais) hari Jumat, yang ke-71 dalam kitabnya. Doa ini dikenal sebagai Sayyidul Istighfar (Penghulu Istighfar).

Selain Sayyidul Istighfar, terdapat istighfar khusus yang dianjurkan untuk dibaca pada bulan Rajab, yang diamalkan oleh Sayyidina Abdullah bin Abbas:

أَسْتَغْفِرُ اللهَ الْعَظِيمَ الَّذِي لَا إِلَهَ إِلَّا هُوَ الْحَيُّ الْقَيُّومُ وَأَتُوبُ إِلَيْهِ، تَوْبَةَ عَبْدٍ ظَالِمٍ لَا يَمْلِكُ لِنَفْسِهِ نَفْعًا وَلَا ضَرًّا وَلَا قُوَّةً وَلَا حَيَاةً وَلَا نُشُورًا

Artinya, "Saya memohon ampun kepada Allah, yang tiada Tuhan selain Dia, yang Maha Hidup, yang Maha Berdiri Sendiri, dan saya bertaubat kepada-Nya dengan taubat hamba yang dzalim yang tidak memiliki pada dirinya sendiri manfaat, mudarat, kekuatan, kehidupan, dan kematian."

Memperbanyak istighfar di akhir bulan Rajab adalah bentuk pengakuan atas dosa-dosa yang telah diperbuat dan permohonan ampunan sebelum memasuki bulan Syaban yang lebih dekat dengan Ramadhan.

3. Membaca Doa Khusus 35 Kali saat Khutbah Jumat

Inilah amalan yang paling masyhur dan spesifik untuk Jumat terakhir bulan Rajab. Amalan ini telah diijazahkan oleh para ulama besar Nusantara dan disebutkan dalam berbagai kitab kuning. Amalan tersebut adalah membaca kalimat berikut sebanyak 35 kali:

أَحْمَدُ رَسُولُ اللهِ مُحَمَّدٌ رَسُولُ اللهِ

Latin: (Ahmadu Rasûlullâh, Muhammadun Rasûlullâh)

Artinya: "Ahmad utusan Allah, Muhammad utusan Allah."

Tata cara mengamalkannya adalah ketika khatib sedang duduk di antara dua khutbah Jumat atau saat khatib menyampaikan khutbah kedua. Mengingat pada waktu itu jamaah diwajibkan untuk diam mendengarkan khutbah, maka bacaan ini cukup di dalam hati (sirr) tanpa perlu dilafalkan dengan suara.

Keutamaan dari amalan ini sangatlah besar dan istimewa, sebagaimana disebutkan dalam beberapa kitab ulama:

Syekh Ali al-Ajhuri al-Maliki dalam kitab Sa'adah al-Darain menyatakan: "Barang siapa di akhir Jumat bulan Rajab, saat khatib berada di mimbar membaca: 'Ahmadu Rasulullah Muhammadun Rasulullah' (sebanyak 35 kali), maka dirham tidak akan putus dari tangannya pada tahun tersebut (selama setahun penuh akan selalu memegang uang)."

Syekh Abdul Hamid bin Muhammad Ali dalam kitab Kanzun Najah was Surur juga menuliskan faedah yang sama, dan menyebutkan bahwa amalan ini merupakan salah satu fawaid (nasihat) dari Syekh Ali al-Ajhuri.

Al-Habib Ali bin Hasan Baharun dalam kitab al-Fawaid al-Mukhtarah menukil dari gurunya, al-Habib Zain bin Ibrahim bin Smith, bahwa amalan ini telah dicoba oleh banyak orang dan terbukti berhasil mendatangkan keberkahan harta sehingga uang tidak kunjung habis sepanjang tahun.

Amalan ini bukan sekadar rutinitas, tetapi merupakan bentuk tawassul (perantara) melalui kemuliaan dua nama agung Rasulullah ﷺ, yaitu nama Ahmad dan Muhammad, untuk memohon kelancaran rezeki dan keberkahan hidup.

4. Membaca Surat Al-Kahfi

Membaca Surat Al-Kahfi merupakan amalan yang sangat dianjurkan pada setiap hari Jumat. Dalilnya adalah hadits dari Abu Sa'id al-Khudri, bahwa Nabi ﷺ bersabda:

مَنْ قَرَأَ سُورَةَ الْكَهْفِ فِي يَوْمِ الْجُمُعَةِ أَضَاءَ لَهُ مِنَ النُّورِ مَا بَيْنَ الْجُمُعَتَيْنِ

Artinya: "Barang siapa membaca surat al-Kahfi pada hari Jumat, maka Allah akan memberinya cahaya di antara dua Jumat." (HR. Al-Hakim dan Al-Baihaqi)

Keutamaan membaca surat al-Kahfi pada hari Jumat sangatlah besar. Di antaranya, selain mendapatkan cahaya yang menerangi hingga Jumat berikutnya, juga sebagai perlindungan dari fitnah Dajjal. Oleh karena itu, bacalah atau dengarkanlah Surat Al-Kahfi di hari Jumat ini, baik pada malamnya (Kamis malam Jumat) atau siang harinya.

5. Puasa Sunah (Bukan Puasa Tunggal)

Di bulan Rajab, banyak umat Islam yang menjalankan puasa sunnah. Namun, perlu diperhatikan hukumnya jika puasa tersebut bertepatan dengan hari Jumat. Mayoritas ulama (jumhur) berpendapat bahwa makruh berpuasa pada hari Jumat saja tanpa disertai puasa sehari sebelumnya (Kamis) atau sehari sesudahnya (Sabtu).

Hal ini didasarkan pada hadits yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan Muslim dari Abu Hurairah, bahwa Nabi ﷺ bersabda:

لَا يَصُومَنَّ أَحَدُكُمْ يَوْمَ الْجُمُعَةِ إِلَّا أَنْ يَصُومَ قَبْلَهُ أَوْ بَعْدَهُ

Artinya: "Janganlah sekali-kali seorang di antara kalian berpuasa pada hari Jumat, kecuali ia berpuasa (sehari) sebelumnya atau sesudahnya.".

Pendapat ini juga ditegaskan oleh Imam Jalaluddin as-Suyuthi dalam Nurul Lum'ah fi Khashaishil Jum'ah. Jadi, jika ingin berpuasa sunnah di bulan Rajab yang bertepatan dengan hari Jumat, sebaiknya digabung dengan puasa hari Kamis atau Sabtu. Jika tidak, maka puasa pada hari Jumat saja dihukumi makruh.

6. Mandi, Memakai Wangi, dan Bersiwak

Amalan-amalan sunnah ini sangat dianjurkan bagi setiap Muslim yang hendak melaksanakan shalat Jumat. Imam Ibnu Majah meriwayatkan hadits dari sahabat Abdullah bin Abbas, bahwa Rasulullah ﷺ bersabda:

إِنَّ هَذَا يَوْمُ عِيدٍ جَعَلَهُ اللَّهُ لِلْمُسْلِمِينَ، فَمَنْ جَاءَ إِلَى الْجُمُعَةِ فَلْيَغْتَسِلْ، وَإِنْ كَانَ طِيبٌ فَلْيَمَسَّ مِنْهُ، وَعَلَيْكُمْ بِالسِّوَاكِ

Artinya: "Sesungguhnya hari ini (Jumat) adalah hari raya yang Allah peruntukkan untuk orang-orang muslim. Maka barang siapa yang ingin mendatangi shalat Jumat, hendaknya ia mandi, dan jika ia mempunyai wewangian, hendaknya ia memakainya, dan hendaklah pula kalian bersiwak." (HR. Ibnu Majah).

Mandi Jumat disunnahkan untuk membersihkan diri dan menghilangkan bau tidak sedap, terutama saat akan berkumpul dengan jamaah lain di masjid. Memakai pakaian terbaik dan wewangian juga merupakan bentuk menghormati hari yang agung ini.

Pertanyaan Seputar Amalan Amalan Jumat di Akhir Bulan

Berapa kali membaca Ahmadu Rasulullah Muhammadur Rasulullah?

Zikir "Ahmadu Rasulullah Muhammadur Rasulullah" dianjurkan untuk dibaca sebanyak 35 kali. Amalan ini biasanya dibaca pada waktu tertentu, seperti saat khatib sedang duduk di antara dua khutbah pada hari Jumat terakhir bulan Rajab. Berdasarkan panduan dari para ulama, zikir ini dibaca dengan harapan agar rezeki dan keberkahan senantiasa mengalir sepanjang tahun.

Amalan apa di Jumat terakhir bulan Rajab?

Amalan khusus yang dianjurkan pada Jumat terakhir bulan Rajab adalah membaca zikir "Ahmadu Rasulullah, Muhammadur Rasulullah" sebanyak 35 kali. Berdasarkan anjuran ulama seperti Syekh Ali Al-Ajhuri, amalan ini dibaca saat khatib sedang duduk di antara dua khotbah dengan harapan agar rezeki senantiasa berkah dan mengalir sepanjang tahun.

Zikir apa di hari Jumat?

Pada hari Jumat, Anda sangat dianjurkan untuk memperbanyak bacaan istighfar, tasbih, dan shalawat. Amalan-amalan ini sangat ringan namun memiliki keutamaan luar biasa, terutama karena hari Jumat adalah

Bacaan sujud apakah harus 3 kali?

Tidak, bacaan sujud tidak harus dibaca 3 kali. Jumlah bacaan sujud bersifat fleksibel,

Apa artinya Ahmadu Rasulullah Muhammadur Rasulullah?

"Ahmad Rasulullah, Muhammad Rasulullah" (أَحْمَدُ رَسُوْلُ اللهِ مُحَمَّدٌ رَسُوْلُ اللهِ) secara bahasa artinya "Ahmad Utusan Allah, Muhammad Utusan Allah".

Read Entire Article
Fakta Dunia | Islamic |