Liputan6.com, Jakarta - Umat Islam sangat dianjurkan untuk memaksimalkan berbagai ibadah di bulan Dzulhijah, salah satu Asyhurul Hurum dan bulan terakhir dalam kalender Hijriah. Salah satu sunnah yang sangat ditekankan adalah amalan memperbanyak dzikir di 10 hari pertama Dzulhijjah.
Pada 10 hari awal tersebut, terdapat ibadah haji, hari raya Idul Adha, dan yang tak kalah istimewa: sepuluh hari pertama yang disebut sebagai hari-hari terbaik sepanjang tahun. Firman Allah: "Demi fajar, dan malam yang sepuluh" (QS. Al-Fajr: 1-2), yang menurut mayoritas ulama tafsir merujuk pada sepuluh hari pertama bulan Dzulhijjah.
Di sisi lain, Rasulullah SAW bersabda, "Tidak ada hari yang amal shalih di dalamnya lebih dicintai Allah daripada hari-hari ini, maka perbanyaklah tahlil, takbir, dan tahmid."
Ibnu Hajar Al-Asqalani dalam kitab Fathul Bari menerangkan bahwa berkumpulnya ibadah induk seperti shalat, puasa, sedekah, dan haji secara bersamaan hanya terjadi eksklusif pada sepuluh hari ini. Oleh karena itu, seluruh umat Islam patut memanfaatkan momentum berharga ini.
Rasulullah SAW secara tegas menyebutkan bahwa dzikir yang dianjurkan untuk diperbanyak pada sepuluh hari pertama Dzulhijjah adalah: tahlil, takbir, tahmid, dan tasbih.
Berikut adalah penjelasan rinci beserta bacaan lengkap Arab, latin, dan artinya untuk setiap jenis dzikir yang dapat Anda amalkan.
1. Takbir: Mengagungkan Kebesaran Allah
Teks Arab: اللَّهُ أَكْبَرُ، اللَّهُ أَكْبَرُ، لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ، وَاللَّهُ أَكْبَرُ، اللَّهُ أَكْبَرُ وَلِلَّهِ الْحَمْدُ
Latin: Allāhu akbar, Allāhu akbar, lā ilāha illallāh, wallāhu akbar, Allāhu akbar, wa lillāhil ḥamd
Artinya: "Allah Maha Besar, Allah Maha Besar, tidak ada tuhan (yang berhak disembah) selain Allah, Allah Maha Besar, Allah Maha Besar, dan segala puji hanya milik Allah."
Ada dua jenis takbir yang disyariatkan pada bulan Dzulhijjah:
- Takbir Mutlaq (Tidak Terikat Waktu): Dibaca kapan saja, di mana saja, dalam kondisi apa pun, siang maupun malam. Dimulai sejak tanggal 1 Dzulhijjah hingga akhir hari Tasyriq (13 Dzulhijjah).
- Takbir Muqayyad (Terikat Waktu): Dibaca setiap selesai shalat fardhu yang dilaksanakan secara berjamaah. Dimulai sejak Shalat Subuh hari Arafah (9 Dzulhijjah) hingga Shalat Ashar pada akhir hari Tasyriq (13 Dzulhijjah).
2. Tahlil: Esensi Tauhid yang Paling Mulia
Teks Arab: لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ
Latin: Lā ilāha illallāh
Artinya: "Tidak ada tuhan (yang berhak disembah) selain Allah."
Kalimat tahlil merupakan inti dari seluruh dzikir. Terdapat bacaan tahlil yang lebih panjang dan sangat dianjurkan untuk diamalkan pada sepuluh hari pertama Dzulhijjah, berdasarkan kitab Kanzun Najah was Surur karya Syekh Abdul Hamid:
Teks Arab: لَآ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ عَدَدَ الدُّهُوْرِ، لَآ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ عَدَدَ أَمْوَاجِ الْبُحُوْرِ، لَآ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ عَدَدَ النَّبَاتِ وَالشَّجَرِ، لَآ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ عَدَدَ الْقَطْرِ وَالْمَطَرِ، لَآ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ عَدَدَ لَمْحِ الْعُيُوْنِ، لَآ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ خَيْرٌ مِمَّا يَجْمَعُوْنَ، لَآ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ مِنْ يَوْمِنَا هَذَا إِلَى يَوْمِ يُنْفَخُ فِي الصُّوْرِ
Latin: Lā ilāha illallāhu ‘adadad duhūr, lā ilāha illallāhu ‘adada amwājil buhūr, lā ilāha illallāhu ‘adadan nabāti was syajar, lā ilāha illallāhu ‘adadal qathri wal mathar, lā ilāha illallāhu ‘adada lamhil ‘uyūn, lā ilāha illallāhu khairum mimmā yajma‘ūn, lā ilāha illallāhu min yauminā hādzā ilā yaumi yunfakhu fīṣ ṣūr
Artinya: "Tiada Tuhan selain Allah sepanjang hitungan masa, tiada Tuhan selain Allah sebanyak ombak di lautan, tiada Tuhan selain Allah sebanyak tumbuhan dan pepohonan, tiada Tuhan selain Allah sebanyak rintik-rintik hujan, tiada Tuhan selain Allah sebanyak kedipan mata, tiada Tuhan selain Allah lebih baik dari segala apa yang mereka kumpulkan, tiada Tuhan selain Allah sejak hari ini hingga ditiupnya sangkakala."
3. Tahmid: Pujian Hanya Milik Allah
Teks Arab: الْحَمْدُ لِلَّهِ
Latin: Alhamdulillāh
Artinya: "Segala puji hanya bagi Allah."
Dapat pula dikembangkan menjadi:
Teks Arab: الْحَمْدُ لِلَّهِ حَمْدًا كَثِيرًا طَيِّبًا مُبَارَكًا فِيهِ
Latin: Alḥamdu lillāhi ḥamdan katsīran ṭayyiban mubārakan fīh
Artinya: "Segala puji bagi Allah, pujian yang banyak, baik, dan penuh berkah."
4. Tasbih: Mensucikan Allah dari Segala Kekurangan
Teks Arab: سُبْحَانَ اللَّهِ
Latin: Subḥānallāh
Artinya: "Mahasuci Allah."
Panduan dan Tata Cara Praktis
- Setelah Shalat Fardhu (Takbir Muqayyad): Dimulai sejak Shalat Subuh hari Arafah (9 Dzulhijjah) hingga Shalat Ashar pada 13 Dzulhijjah
- Kapan Saja (Takbir Mutlaq): Mulai dari tanggal 1 Dzulhijjah hingga akhir hari Tasyriq (13 Dzulhijjah), di mana saja dan kapan saja
- Sejak Pagi Hari: Dianjurkan untuk memulai setiap hari di bulan Dzulhijjah dengan dzikir pagi. Sebagaimana dijelaskan dalam Buku Dzikir Pagi dan Petang karya Syaikh Sa'id bin Ali bin Wahf al-Qahthani, dzikir pagi memiliki keutamaan tersendiri sebagai bentuk penjagaan diri sepanjang hari.
Para ulama menganjurkan untuk mengeraskan suara dalam bertakbir ketika berada di pasar, rumah, jalan, masjid, dan tempat-tempat umum lainnya, berdasarkan firman Allah QS. Al-Baqarah: 185. Ini merupakan bentuk syiar yang mengingatkan semua orang akan kebesaran Allah dan masuknya waktu yang mulia ini.
Keutamaan Memperbanyak Dzikir di 10 Hari Pertama Dzulhijjah
1. Hari-Hari dengan Amal Paling Dicintai Allah
Landasan utama keutamaan dzikir pada sepuluh hari pertama Dzulhijjah adalah sabda Rasulullah SAW:
"Tidak ada hari di mana amal saleh pada saat itu lebih dicintai oleh Allah daripada hari-hari ini, yaitu sepuluh hari dari bulan Dzulhijjah."(HR. Al-Bukhari, dari Ibnu Abbas)
Al-Hafidz Ibnu Hajar Al-Asqalani rahimahullah menjelaskan bahwa keunggulan sepuluh hari Dzulhijjah adalah karena berkumpulnya bentuk-bentuk ibadah utama di dalamnya, yaitu shalat, puasa, sedekah, dan haji—sesuatu yang tidak ditemukan pada hari-hari lainnya.
2. Hari yang Disebutkan Khusus oleh Al-Qur'an
Dalam surat Al-Fajr ayat 1-2, Allah SWT bersumpah dengan "malam yang sepuluh". Para ulama tafsir sepakat bahwa yang dimaksud adalah sepuluh malam pertama bulan Dzulhijjah. Sumpah Allah atas suatu masa menunjukkan betapa besar keberkahan dan keistimewaan yang terkandung di dalamnya.
3. Perintah Langsung dalam Al-Qur'an
Allah SWT berfirman dalam QS. Al-Hajj ayat 28: Artinya: "...dan supaya mereka menyebut nama Allah pada hari-hari yang telah ditentukan..."
Menurut penjelasan Imam An-Nawawi dalam kitab Al-Adzkar, ayat ini dipahami oleh Ibnu Abbas, Imam Asy-Syafi'i, dan jumhur ulama bahwa yang dimaksud dengan "hari-hari yang telah ditentukan" (al-ayyam al-ma'lumat) adalah sepuluh hari pertama bulan Dzulhijjah.
4. Teladan Mulia dari Para Sahabat
Imam Al-Bukhari meriwayatkan bahwa Ibnu Umar dan Abu Hurairah radhiyallahu 'anhuma biasa keluar ke pasar pada sepuluh hari pertama Dzulhijjah seraya mengeraskan suara takbir, lalu masyarakat pun mengikuti takbir mereka. Hal ini menunjukkan bahwa dzikir pada hari-hari ini dianjurkan untuk dikeraskan sebagai bentuk syiar Islam yang mengingatkan semua orang akan kebesaran Allah.
5. Keutamaan Khusus di Hari Arafah
Dzikir pada sepuluh hari pertama Dzulhijjah memiliki puncak keutamaan pada Hari Arafah (9 Dzulhijjah). Imam An-Nawawi dalam Al-Adzkar menyatakan:
"Ketahuilah bahwa disunnahkan memperbanyak dzikir pada sepuluh awal Dzulhijjah dibanding hari lainnya. Dan di antara sepuluh awal itu, memperbanyak dzikir pada hari Arafah sangat disunnahkan."
6. Amalan Dilipatgandakan 700 Kali
Dalam riwayat Baihaqi yang dikutip oleh Syekh Abdul Hamid Al-Makki dalam kitab Kanzun Najah was Surur, disebutkan bahwa amal saleh yang dilakukan pada sepuluh hari pertama Dzulhijjah dilipatgandakan pahalanya hingga 700 kali lipat. Sementara itu, berpuasa satu hari di dalamnya menyamai pahala puasa selama satu tahun.
Hikmah Memperbanyak Dzikir di 10 Hari Pertama Dzulhijjah
- Mendapatkan Cinta dan Kedekatan dengan Allah: Amal saleh pada hari-hari ini adalah amal yang paling dicintai Allah. Dzikir sebagai bentuk penghambaan akan mendekatkan seorang hamba kepada Rabb-nya
- Menggapai Keutamaan Setara Jihad: Betapa agungnya keutamaan ini, bahkan amalan yang ringan seperti dzikir pada sepuluh hari pertama Dzulhijjah dapat menyamai keutamaan jihad di jalan Allah
- Penghapus Dosa: Dzikir yang disertai dengan keikhlasan dapat menjadi sebab dihapuskannya dosa-dosa kecil. Terlebih di hari Arafah, puasa dan dzikir dapat menghapus dosa dua tahun
- Menyambut Hari Raya dengan Hati yang Bersih: Memperbanyak dzikir sebelum Idul Adha akan membersihkan hati, menjauhkan dari kesombongan, dan mempersiapkan diri untuk menyambut hari kemenangan dengan penuh ketakwaan
- Meneladani Generasi Terbaik: Dengan memperbanyak dzikir, kita menghidupkan sunnah dan meneladani generasi terbaik Islam—para sahabat—yang selalu mengisi waktu-waktu mulia mereka dengan mengingat Allah.
Pertanyaan Seputar Amalan Memperbanyak Dzikir di 10 Hari Pertama Dzulhijjah
Apa amalan 10 hari pertama bulan Dzulhijjah?
Sepuluh hari pertama bulan Dzulhijjah adalah waktu yang sangat dimuliakan di mana amal ibadah lebih dicintai oleh Allah dibandingkan hari-hari lainnya. Amalan utamanya meliputi: memperbanyak puasa sunnah (terutama Puasa Tarwiyah pada 8 Dzulhijjah dan Puasa Arafah pada 9 Dzulhijjah), memperbanyak dzikir dan takbir, bersedekah, dan melaksanakan ibadah kurban.
Apa yang harus dibaca pada 10 hari pertama bulan Dzul hijjah?
Salah satu sunnah sederhana dan ampuh di bulan ini, terutama selama sepuluh hari pertama, adalah senantiasa berzikir, khususnya membaca takbir (Allahu Akbar), tahmid (Alhamdulillah), tahlil (Lā ilāha illā allah), dan tasbih (SubhanAllah)
Dzikir apa saja di bulan Dzulhijjah?
Di bulan Dzulhijjah, terutama pada 10 hari pertama, umat Islam sangat dianjurkan memperbanyak amal ibadah, khususnya dzikir. Rasulullah ﷺ bersabda bahwa amal saleh di waktu ini lebih dicintai Allah dibandingkan hari-hari lainnya.
Amalan manakah yang paling baik di bulan Dzulhijjah?
Amalan yang paling utama di bulan Dzulhijjah adalah memperbanyak amalan saleh secara umum pada sepuluh hari pertama (1-10 Dzulhijjah), dengan amalan spesifik yang paling utama pada tanggal 10 Dzulhijjah adalah berkurban.
Apa saja yang sebaiknya tidak dilakukan dalam 10 hari pertama bulan Dzul hijjah?
Nabi hanya melarang memotong rambut, bukan mencucinya . Jika seseorang, tanpa rencana sebelumnya untuk mempersembahkan kurban, memotong rambut atau kukunya selama sepuluh hari pertama bulan Dzul-Hijjah, kemudian memutuskan untuk mempersembahkan kurban, maka ia harus menahan diri dari memotong rambut dan kukunya sejak saat ia mengambil keputusan tersebut.

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5525602/original/003097400_1773046669-unnamed__54_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4437264/original/001657600_1684817338-izuddin-helmi-adnan-JFirQekVo3U-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5158448/original/019123000_1741665178-kata-kata-ijab-kabul.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/6457587/original/090285500_1779321221-20150925102649-kumandang-takbir-idul-adha-1436-h-dari-berbagai-penjuru-dunia-012-nfi.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/1336023/original/016338800_1472887334-20160903-Idul-Adha-Jakarta-Qurban-YR2.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4433582/original/003374600_1684488413-20230519135602__fpdl.in__high-angle-woman-holding-beads-meditating_23-2148847546_normal.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3515648/original/043308100_1626760051-20210720-Pemotongan-Hewan-Kurban-1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5450229/original/030945800_1766134797-unnamed__2_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3516535/original/022805800_1626851247-pexels-photo-6587473.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3516488/original/076834800_1626849309-pexels-asifgraphy-4348424.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3516536/original/071123800_1626851248-pexels-mikhail-nilov-7582420.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4478171/original/051039000_1687492216-hari_tasyrik.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4449837/original/055086300_1685614290-WhatsApp_Image_2023-06-01_at_17.06.22.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5597928/original/080198400_1778159546-kartun-nabi-telanjang-diunggah-ke-facebook.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5456521/original/033087800_1766898100-Gemini_Generated_Image_xyevcgxyevcgxyev_2.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3430346/original/057356100_1618535827-coffee-cup-with-different-dried-fruits-nuts.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4482816/original/057401700_1687846159-Kekhusyukan_jemaah_haji_panjatkan_doa_di_Jabal_Rahmah-AP__7_.jpg)










:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4174191/original/099991100_1664358430-bacaan-doa-setelah-adzan-beserta-arti-dan-keutamaannya.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5385863/original/035777200_1760946460-KIP_Kuliah.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5502852/original/043074800_1771048777-4.jpg)
















