Bacaan Surat Pendek yang Dianjurkan Dibaca sebelum Tidur Teks Arab, Latin dan Artinya

19 hours ago 8

Liputan6.com, Jakarta - Dalam Islam, tidur merupakan amaliyah yang mendatangkan pahala apabila dimaknai sebagai ibadah. Oleh sebab itu, umat Islam dianjurkan berdoa dan menerapkan adab sesuai sunnah. Terdapat surat pendek yang dianjurkan dibaca sebelum tidur sebagaimana dicontohkan Rasulullah dan para ulama.

Landasannya adalah praktik Nabi SAW. Dalam hadis riwayat Bukhari: "Apabila Rasulullah SAW hendak tidur, beliau meniup kedua telapak tangannya, membaca Qul Huwallahu Ahad, Qul A'udzu birabbil Falaq, dan Qul A'udzu birabbin Naas, lalu mengusapkannya ke tubuh."

Dr. Abdullah bin Hamod Al-Forih dalam Buku Sunnah dan Dzikir Harian Nabi SAW menjelaskan, rutinitas ini adalah ruqyah syar'iyyah mandiri. Langkah ini memproteksi jiwa dari 'ain, sihir, dan tipu daya setan. Selain itu, terdapat berbagai surat lain yang disunnahkan karena fadhilahnya.

Merujuk berbagai sumber, berikut ini adalah surat pendek yang dianjurkan dibaca sebelum tidur. Simak bacaan lengkapnya, meliputi teks Arab, latin dan artinya.

1. Tiga Surat Perlindungan (Al-Ikhlas, Al-Falaq, dan An-Nas)

Ketiga surat ini sering disebut sebagai Al-Mu'awwidzat (surat-surat perlindungan). Membacanya sebelum tidur merupakan kebiasaan yang tidak pernah ditinggalkan oleh Rasulullah SAW, bahkan ketika beliau sedang sakit.

Dari Sayyidah Aisyah radhiyallahu 'anha, ia berkata: "Apabila Rasulullah SAW hendak tidur di tempat tidurnya setiap malam, beliau menyatukan kedua telapak tangannya, lalu meniupnya dan membaca di dalamnya: Qul Huwallahu Ahad (Al-Ikhlas), Qul A'udzu birabbil Falaq (Al-Falaq), dan Qul A'udzu birabbin Naas (An-Nas).

Kemudian beliau mengusapkan kedua telapak tangannya ke seluruh tubuh yang dapat dijangkaunya, dimulai dari kepala, wajah, dan bagian depan tubuhnya. Beliau melakukannya sebanyak tiga kali." (HR. Bukhari).

Abdullah Hamud al Furaij dalam Ebook Sunnah-Sunnah Sehari-hari menjelaskan bahwa amalan ini adalah bentuk ruqyah syar'iyyah mandiri. Menyatukan telapak tangan, membaca ketiga surat ini, meniupkan udara yang mengandung keberkahan Al-Qur'an (dengan sedikit percikan ludah yang sangat halus), dan mengusapkannya ke tubuh berfungsi sebagai perisai magis.

Rutinitas ini membentengi jiwa manusia dari ain (pandangan hasad), sihir, dan tipu daya setan selama manusia tidak sadarkan diri.

Bacaan Surat Al-Ikhlas

Arab: قُلْ هُوَ اللّٰهُ اَحَدٌۚ ۝ اَللّٰهُ الصَّمَدُۚ ۝ لَمْ يَلِدْ وَلَمْ يُوْلَدْۙ ۝ وَلَمْ يَكُنْ لَّهٗ كُفُوًا اَحَدٌ

Latin: Qul huwallāhu aḥad. Allāhuṣ-ṣamad. Lam yalid wa lam yūlad. Wa lam yakul lahū kufuwan aḥad.

Arti: Katakanlah (Muhammad), "Dialah Allah, Yang Maha Esa. Allah tempat meminta segala sesuatu. (Allah) tidak beranak dan tidak pula diperanakkan. Dan tidak ada sesuatu yang setara dengan Dia."

Bacaan Surat Al-Falaq

Arab: قُلْ اَعُوْذُ بِرَبِّ الْفَلَقِۙ ۝ مِنْ شَرِّ مَا خَلَقَۙ ۝ وَمِنْ شَرِّ غَاسِقٍ اِذَا وَقَبَۙ ۝ وَمِنْ شَرِّ النَّفّٰثٰتِ فِى الْعُقَدِۙ ۝ وَمِنْ شَرِّ حَاسِدٍ اِذَا حَسَدَ

Latin: Qul a‘ūżu birabbil-falaq. Min syarri mā khalaq. Wa min syarri gāsiqin iżā waqab. Wa min syarrin-naffāṡāti fil-‘uqad. Wa min syarri ḥāsidin iżā ḥasad.

Arti: Katakanlah, "Aku berlindung kepada Tuhan yang menguasai subuh (fajar), dari kejahatan (makhluk yang) Dia ciptakan, dan dari kejahatan malam apabila telah gelap gulita, dan dari kejahatan (perempuan-perempuan) penyihir yang meniup pada buhul-buhul (talinya), dan dari kejahatan orang yang dengki apabila dia dengki."

Bacaan Surat An-Nas

Arab: قُلْ اَعُوْذُ بِرَبِّ النَّاسِۙ ۝ مَلِكِ النَّاسِۙ ۝ اِلٰهِ النَّاسِۙ ۝ مِنْ شَرِّ الْوَسْوَاسِ ەۙ الْخَنَّاسِۖ ۝ الَّذِيْ يُوَسْوِسُ فِيْ صُدُوْرِ النَّاسِۙ ۝ مِنَ الْجِنَّةِ وَالنَّاسِ

Latin: Qul a‘ūżu birabbin-nās. Malikin-nās. Ilāhin-nās. Min syarril-waswāsil-khannās. Allażī yuwaswisu fī ṣudūrin-nās. Minal-jinnati wan-nās.

Arti: Katakanlah, "Aku berlindung kepada Tuhannya manusia, Raja manusia, sembahan manusia, dari kejahatan (bisikan) setan yang bersembunyi, yang membisikkan (kejahatan) ke dalam dada manusia, dari (golongan) jin dan manusia."

2. Surat Al-Kafirun

Surat pendek keempat yang sangat dianjurkan untuk dibaca sebagai penutup segala aktivitas di malam hari adalah Surat Al-Kafirun. Surat ini membawa pesan ketauhidan yang tegas.

Dari Naufal bin Mu'awiyah radhiyallahu 'anhu, bahwa Nabi SAW bersabda kepadanya: "Bacalah 'Qul Yaa Ayyuhal Kaafiruun', kemudian tidurlah di akhir ayatnya, karena sesungguhnya surat tersebut merupakan pelepasan diri dari kesyirikan." (HR. Abu Dawud dan Tirmidzi).

Dr. Abdullah bin Hamod Al-Forih dalam Buku Sunnah dan Dzikir Harian Nabi SAW menegaskan bahwa surat Al-Kafirun adalah manifesto pembebasan seorang Muslim dari segala bentuk kesyirikan (menyekutukan Allah). Dengan membaca surat ini sebelum tidur, seorang hamba menutup lembaran harinya dengan komitmen tauhid yang murni.

Jika takdir menyatakan ia meninggal dunia dalam tidurnya malam itu, maka ia diwafatkan dalam keadaan berada di atas fitrah (ketauhidan).

Bacaan Surat Al-Kafirun

Arab: قُلْ يٰٓاَيُّهَا الْكٰفِرُوْنَۙ ۝ لَآ اَعْبُدُ مَا تَعْبُدُوْنَۙ ۝ وَلَآ اَنْتُمْ عٰبِدُوْنَ مَآ اَعْبُدُۚ ۝ وَلَآ اَنَا۠ عَابِدٌ مَّا عَبَدْتُّمْۙ ۝ وَلَآ اَنْتُمْ عٰبِدُوْنَ مَآ اَعْبُدُۗ ۝ لَكُمْ دِيْنُكُمْ وَلِيَ دِيْنِ

Latin: Qul yā ayyuhal-kāfirūn. Lā a‘budu mā ta‘budūn. Wa lā antum ‘ābidūna mā a‘bud. Wa lā ana ‘ābidum mā ‘abattum. Wa lā antum ‘ābidūna mā a‘bud. Lakum dīnukum wa liya dīn.

Arti: Katakanlah (Muhammad), "Wahai orang-orang kafir! Aku tidak akan menyembah apa yang kamu sembah, dan kamu bukan penyembah apa yang aku sembah, dan aku tidak pernah menjadi penyembah apa yang kamu sembah, dan kamu tidak pernah (pula) menjadi penyembah apa yang aku sembah. Untukmu agamamu, dan untukku agamaku."

3. Ayat Kursi (Surat Al-Baqarah: 255)

Meski secara teknis ini adalah satu ayat dan bukan satu surat utuh, Ayat Kursi adalah pimpinan ayat-ayat Al-Qur'an yang memiliki fadhilah perlindungan terkuat saat seseorang hendak tidur.

Rasulullah SAW membenarkan perkataan setan (yang ditangkap oleh Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu): "Jika engkau mendatangi tempat tidurmu, bacalah Ayat Kursi. Sesungguhnya Allah akan senantiasa menjagamu, dan setan tidak akan mendekatimu hingga pagi hari." Nabi SAW lalu bersabda: "Ia telah berkata benar kepadamu, padahal ia adalah pendusta." (HR. Bukhari).

Ayat ini mengandung nama-nama Allah yang paling agung (Ismullah al-A'zham). Membaca Ayat Kursi sebelum tidur ibarat menyewa penjagaan lapis baja dari para malaikat, sehingga mustahil bagi entitas gaib yang berniat buruk untuk menembus pertahanan tersebut hingga terbit fajar.

Bacaan Ayat Kursi

Arab: اللّٰهُ لَآ اِلٰهَ اِلَّا هُوَۚ اَلْحَيُّ الْقَيُّوْمُ ەۚ لَا تَأْخُذُهٗ سِنَةٌ وَّلَا نَوْمٌۗ لَهٗ مَا فِى السَّمٰوٰتِ وَمَا فِى الْاَرْضِۗ مَنْ ذَا الَّذِيْ يَشْفَعُ عِنْدَهٗٓ اِلَّا بِاِذْنِهٖۗ يَعْلَمُ مَا بَيْنَ اَيْدِيْهِمْ وَمَا خَلْفَهُمْۚ وَلَا يُحِيْطُوْنَ بِشَيْءٍ مِّنْ عِلْمِهٖٓ اِلَّا بِمَا شَاۤءَۚ وَسِعَ كُرْسِيُّهُ السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضَۚ وَلَا يَـُٔوْدُهٗ حِفْظُهُمَاۚ وَهُوَ الْعَلِيُّ الْعَظِيْمُ

Latin: Allāhu lā ilāha illā huw, al-ḥayyul-qayyūm, lā ta'khużuhū sinatuw walā naum, lahū mā fis-samāwāti wa mā fil-arḍ, man żal-lażī yasyfa‘u ‘indahū illā bi'iżnih, ya‘lamu mā baina aidīhim wa mā khalfahum, wa lā yuḥīṭūna bisyai'im min ‘ilmihī illā bimā syā', wasi‘a kursiyyuhus-samāwāti wal-arḍ, wa lā ya'ūduhū ḥifẓuhumā, wa huwal-‘aliyyul-‘aẓīm.

Arti: "Allah, tidak ada tuhan selain Dia. Yang Mahahidup, Yang terus-menerus mengurus (makhluk-Nya), tidak mengantuk dan tidak tidur. Milik-Nya apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi. Tidak ada yang dapat memberi syafaat di sisi-Nya tanpa izin-Nya. Dia mengetahui apa yang di hadapan mereka dan apa yang di belakang mereka, dan mereka tidak mengetahui sesuatu apa pun tentang ilmu-Nya melainkan apa yang Dia kehendaki. Kursi-Nya meliputi langit dan bumi. Dan Dia tidak merasa berat memelihara keduanya, dan Dia Mahatinggi, Mahabesar."

4. Dua Ayat Terakhir Surat Al-Baqarah (Al-Baqarah: 285-286)

Kedua ayat penutup surat Al-Baqarah ini diwahyukan secara istimewa langsung dari perbendaharaan di bawah Arsy dan menjadi amalan malam yang sangat dicintai Nabi SAW.

Rasulullah SAW bersabda: "Barangsiapa membaca dua ayat terakhir dari surat Al-Baqarah pada malam hari, niscaya keduanya akan mencukupinya." (HR. Bukhari dan Muslim).

Penjelasan Ulama: Abdullah Hamud al Furaij dalam Sunnah-Sunnah Sehari-hari menguraikan makna kata "mencukupinya" (kafataahu). Mayoritas ulama ahli hadis menafsirkan hal ini dalam dua makna: pertama, mencukupinya dari bangun malam untuk shalat tahajud (mendapatkan pahala yang setara), dan kedua, mencukupinya dari segala keburukan, kejahatan, dan bencana di malam tersebut.

Bacaan Dua Ayat Terakhir Al-Baqarah

Arab: اٰمَنَ الرَّسُوْلُ بِمَآ اُنْزِلَ اِلَيْهِ مِنْ رَّبِّهٖ وَالْمُؤْمِنُوْنَۗ كُلٌّ اٰمَنَ بِاللّٰهِ وَمَلٰۤىِٕكَتِهٖ وَكُتُبِهٖ وَرُسُلِهٖۗ لَا نُفَرِّقُ بَيْنَ اَحَدٍ مِّنْ رُّسُلِهٖ ۗ وَقَالُوْا سَمِعْنَا وَاَطَعْنَا غُفْرَانَكَ رَبَّنَا وَاِلَيْكَ الْمَصِيْرُ ۝ لَا يُكَلِّفُ اللّٰهُ نَفْسًا اِلَّا وُسْعَهَاۗ لَهَا مَا كَسَبَتْ وَعَلَيْهَا مَا اكْتَسَبَتْۗ رَبَّنَا لَا تُؤَاخِذْنَآ اِنْ نَّسِيْنَآ اَوْ اَخْطَأْنَاۚ رَبَّنَا وَلَا تَحْمِلْ عَلَيْنَآ اِصْرًا كَمَا حَمَلْتَهٗ عَلَى الَّذِيْنَ مِنْ قَبْلِنَاۚ رَبَّنَا وَلَا تُحَمِّلْنَا مَا لَا طَاقَةَ لَنَا بِهٖۚ وَاعْفُ عَنَّاۗ وَاغْفِرْ لَنَاۗ وَارْحَمْنَاۗ اَنْتَ مَوْلٰىنَا فَانْصُرْنَا عَلَى الْقَوْمِ الْكٰفِرِيْنَ

Latin: Āmanar-rasūlu bimā unzila ilaihi mir rabbihī wal-mu'minūn, kullun āmana billāhi wa malā'ikatihī wa kutubihī wa rusulih, lā nufarriqu baina aḥadim mir rusulih, wa qālū sami‘nā wa aṭa‘nā gufrānaka rabbanā wa ilaikal-maṣīr. Lā yukallifullāhu nafsan illā wus‘ahā, lahā mā kasabat wa ‘alaihā maktasabat, rabbanā lā tu'ākhiżnā in nasīnā au akhṭa'nā, rabbanā wa lā taḥmil ‘alainā iṣrang kamā ḥamaltahū ‘alal-lażīna ming qablinā, rabbanā wa lā tuḥammilnā mā lā ṭāqata lanā bih, wa‘fu ‘annā, wagfir lanā, warḥamnā, anta maulānā fanṣurnā ‘alal-qaumil-kāfirīn.

Arti: "Rasul (Muhammad) beriman kepada apa yang diturunkan kepadanya (Al-Qur'an) dari Tuhannya, demikian pula orang-orang yang beriman. Semua beriman kepada Allah, malaikat-malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya dan rasul-rasul-Nya. (Mereka berkata), 'Kami tidak membeda-bedakan seorang pun dari rasul-rasul-Nya.' Dan mereka berkata, 'Kami dengar dan kami taat. Ampunilah kami Ya Tuhan kami, dan kepada-Mu tempat (kami) kembali.' Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya. Dia mendapat (pahala) dari (kebajikan) yang dikerjakannya dan dia mendapat (siksa) dari (kejahatan) yang diperbuatnya..." (dst hingga akhir ayat).

5. Surat Al-Mulk (Tabarak) dan Surat As-Sajdah

Berbeda dengan surat pendek, Al-Mulk (30 ayat) dan As-Sajdah (30 ayat) adalah surat menengah yang sangat dirutinkan oleh Rasulullah SAW setiap malam karena jaminannya yang luar biasa untuk kehidupan di alam barzakh.

Dari Jabir bin Abdullah radhiyallahu 'anhu, ia berkata: "Sesungguhnya Nabi SAW tidak tidur hingga beliau membaca 'Alif Lam Mim Tanzil' (Surat As-Sajdah) dan 'Tabarakalladzi Biyadihil Mulku' (Surat Al-Mulk)." (HR. Tirmidzi). Tentang Al-Mulk, beliau juga bersabda: "Ada suatu surat dari Al-Qur'an yang terdiri dari tiga puluh ayat, ia memberi syafaat bagi seseorang hingga ia diampuni, yaitu: Tabarakalladzi biyadihil mulku..." (HR. Abu Dawud).

Dr. Abdullah bin Hamod Al-Forih menegaskan bahwa Surat Al-Mulk dikenal sebagai Al-Mani'ah (Sang Pencegah). Ulama sepakat bahwa merutinkan surat ini setiap malam sebelum tidur akan membentengi seorang Muslim dari kengerian dan azab kubur. Sementara Surat As-Sajdah dianjurkan karena mengingatkan hamba pada proses penciptaan, hari kebangkitan, serta menanamkan ketawadhuan yang dalam.

Bacaan Surat Al-Mulk

(Mengingat surat ini terdiri dari 30 ayat, disunnahkan untuk membacanya secara utuh. Berikut adalah permulaan ayatnya).

Arab: تَبٰرَكَ الَّذِيْ بِيَدِهِ الْمُلْكُۖ وَهُوَ عَلٰى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌۙ ۝ الَّذِيْ خَلَقَ الْمَوْتَ وَالْحَيٰوةَ لِيَبْلُوَكُمْ اَيُّكُمْ اَحْسَنُ عَمَلًاۗ وَهُوَ الْعَزِيْزُ الْغَفُوْرُۙ

Latin: Tabārakal-lażī biyadihil-mulku wa huwa ‘alā kulli syai'ing qadīr. Allażī khalaqal-mauta wal-ḥayāta liyabluwakum ayyukum aḥsanu ‘amalā, wa huwal-‘azīzul-gafūr.

Arti: "Mahasuci Allah yang menguasai (segala) kerajaan, dan Dia Mahakuasa atas segala sesuatu. Yang menciptakan mati dan hidup, untuk menguji kamu, siapa di antara kamu yang lebih baik amalnya. Dan Dia Mahaperkasa, Maha Pengampun."

Menggabungkan empat surat pendek sebelumnya (Al-Ikhlas, Al-Falaq, An-Nas, Al-Kafirun) dengan Ayat Kursi, Dua Ayat penutup Al-Baqarah, serta merutinkan Al-Mulk dan As-Sajdah adalah wujud nyata menghidupkan sunnah paripurna. Rangkaian ini tidak hanya menjadi pelindung di dunia saat manusia terlelap, tetapi juga investasi eskatologis (akhirat) yang menyelamatkan manusia di alam kubur.

Fadhilah Membaca Surat Pendek Sebelum Tidur

1. Mendapatkan Penjagaan Ketat dari Malaikat

Membaca Ayat Kursi sebelum memejamkan mata mengundang perlindungan langsung dari Allah. Seseorang yang membacanya akan dijaga oleh utusan Allah, sehingga setan maupun entitas negatif lainnya tidak akan mampu mendekatinya sejak malam hingga terbit fajar.

2. Perisai Diri dari Sihir, 'Ain, dan Gangguan Gaib

Membaca Al-Mu'awwidzat (Surat Al-Ikhlas, Al-Falaq, dan An-Nas) yang ditiupkan ke telapak tangan lalu diusapkan ke seluruh tubuh berfungsi sebagai ruqyah mandiri. Praktik ini membentengi jiwa raga dari bahaya malam, kedengkian manusia (penyakit 'ain), tipu daya setan, dan serangan magis saat kesadaran manusia menurun.

3. Menutup Hari dengan Kemurnian Tauhid

Membaca Surat Al-Kafirun sebelum terlelap merupakan deklarasi pembebasan diri dari segala bentuk kesyirikan. Fadhilah utamanya adalah memastikan bahwa apabila seseorang ditakdirkan meninggal dunia dalam tidurnya malam itu, ia wafat dalam keadaan memegang teguh fitrah tauhid yang murni.

4. Diberikan Kecukupan dan Terhindar dari Bencana

Melantunkan dua ayat terakhir dari Surat Al-Baqarah (ayat 285-286) memberikan fadhilah kifayah (kecukupan). Hal ini bermakna bahwa Allah akan mencukupinya dengan melindunginya dari berbagai musibah, keburukan, atau bencana di malam tersebut, serta dinilai setara dengan pahala menghidupkan malam (qiyamul lail).

5. Menjadi Penyelamat dari Azab Kubur

Merutinkan Surat Al-Mulk (Tabarak) setiap malam membawa jaminan besar untuk kehidupan di akhirat. Surat ini dikenal sebagai Al-Mani'ah (Sang Pencegah) yang kelak akan memberikan syafaat atau pembelaan bagi pembacanya di alam barzakh, sehingga ia diselamatkan dari kengerian dan azab kubur.

Pertanyaan Seputar Bacaan Surat Pendek yang Dianjurkan Dibaca sebelum Tidur

Sebaiknya sebelum tidur baca surat apa?

Sebelum tidur, sangat dianjurkan membaca Surat Al-Mulk untuk perlindungan dari siksa kubur, serta membaca Al-Ikhlas, Al-Falaq, dan An-Nas sebanyak 3 kali sambil ditiupkan ke telapak tangan untuk perlindungan dari gangguan.

Surah apa yang dibaca 3 kali sebelum tidur?

Surah yang dibaca 3 kali sebelum tidur adalah Surah Al-Ikhlas, Al-Falaq, dan An-Nas (sering disebut surah Al-Mu'awwidzatain atau 3 Qul).

Cara membacanya adalah dengan menyatukan kedua telapak tangan, membaca ketiga surah tersebut (masing-masing 3 kali), lalu meniup sedikit ke telapak tangan dan mengusapkannya ke seluruh tubuh yang terjangkau.

Apa 4 amalan sebelum tidur?

Berdasarkan tuntunan Rasulullah SAW, empat amalan utama sebelum tidur adalah berwudu, membersihkan tempat tidur, membaca zikir dan doa (seperti Ayat Kursi, Al-Ikhlas, Al-Falaq, An-Nas), serta memaafkan kesalahan orang lain.

Kenapa Al Mulk dibaca sebelum tidur?

Surah Al-Mulk dianjurkan untuk dibaca sebelum tidur karena memiliki keutamaan sebagai pelindung atau perisai dari siksa kubur dan akan memberikan syafaat (pertolongan) di hari kiamat bagi yang merutinkannya. Hal ini berdasarkan hadits Rasulullah SAW yang menyebutkan bahwa surah ini akan memohonkan ampunan bagi pembacanya.

Read Entire Article
Fakta Dunia | Islamic |