Doa saat Melihat Hewan Kurban yang Bikin Hati Lebih Bersyukur, Simak Adabnya

2 days ago 11

Liputan6.com, Jakarta - Ibadah kurban bukan hanya tentang menyembelih hewan di Hari Raya Idul Adha. Terdapat sunnah yang sering luput dari perhatian, yaitu menyaksikan langsung proses penyembelihan hewan kurban. Maka itu penting bagi umat Islam, terutama pekurban (mudhohi) untuk mengetahui doa saat melihat hewan kurban yang bikin hati lebih bersyukur 

Umat Islam dianjurkan untuk memanjatkan doa dengan penuh kesadaran dan rasa syukur. Doa inilah yang menjadi kunci untuk mengubah momen melihat hewan kurban, baik saat prosesi penyembelihan, maupun di pasar, di kandang, maupun di tempat lain menjadi pengalaman spiritual mendalam dan membawa keberkahan.

Merujuk Buku Bekal-Bekal Idul Adha, Abu Salma al-Atsari dan Buku Saku Fikih Qurban (2022), Inisiatif Zakat Indonesia, serta sumber relevan lainnya, berikut ini adalah doa saat melihat hewan kurban agar bertambah syukur dan berkah.

1. Doa Saat Melihat Hewan Kurban (Doa Menyaksikan Penyembelihan)

Berikut ini adalah doa saat melihat hewan kurban atau doa menyaksikan penyembelihan yang diajarkan Rasulullah SAW, lengkap dengan bacaan Arab, latin, dan terjemahannya.

Doa ini merupakan bacaan yang diajarkan langsung oleh Rasulullah SAW kepada Sayyidah Fatimah az-Zahra RA sebagaimana dalam hadis Abu Sa’id al-Khudri RA yang diriwayatkan oleh Imam Abu Daud dan Imam At-Tirmidzi.

Arab: إِنَّ صَلَاتِي وَنُسُكِي وَمَحْيَايَ وَمَمَاتِي لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ

Latin: Inna shalati, wa nusuki, wa mahyaya, wa mamati lillahi rabbil 'alamin.

Artinya: “Sesungguhnya salatku, ibadahku (kurbanku), hidupku, dan matiku hanyalah untuk Allah, Tuhan semesta alam.” (HR. Abu Daud 2810 dan At-Tirmidzi 1521)

Ayat ini sejatinya adalah penggalan dari QS Al-An’am ayat 162-163, yang merupakan pernyataan tauhid yang sangat agung. Dengan membacanya saat menyaksikan penyembelihan, seorang muslim menegaskan bahwa seluruh aspek kehidupannya—termasuk ibadah kurban yang ia saksikan—hanya dipersembahkan kepada Allah SWT, bukan kepada selain-Nya. Inilah inti dari rasa syukur yang sesungguhnya: pengakuan bahwa segala nikmat berasal dari Allah dan kembali kepada-Nya.

2. Doa Ringkas Saat Menyaksikan Penyembelihan

Selain doa di atas, terdapat bacaan lain yang dapat diamalkan saat menyaksikan penyembelihan hewan kurban. Bacaan ini lebih ringkas namun tetap mengandung makna yang mendalam.

Arab: اَللَّهُمَّ هَذَا مِنْكَ وَلَكَ، فَتَقَبَّلْ مِنِّي يَا كَرِيمُ

Latin: Allahumma hadza minka wa laka, fataqabbal minni ya karim.

Artinya: “Ya Allah, (kurban) ini adalah nikmat dari-Mu dan untuk-Mu, maka terimalah (kurban) ini dariku, wahai Tuhan Yang Maha Pemurah.” (HR. Muslim dan Baihaqi)

Doa ini menekankan pengakuan bahwa hewan kurban adalah titipan nikmat dari Allah SWT yang harus disyukuri dan dikembalikan kepada-Nya dalam bentuk ketaatan.

3. Doa Melihat Hewan Kurban (Saat Membeli atau Memandang)

Rasa syukur atas nikmat kurban sebaiknya tidak dimulai pada saat penyembelihan saja. Sejak pertama kali melihat hewan kurban yang akan disembelih, baik saat membeli di pasar hewan maupun saat hewan tiba di lokasi, seorang muslim sudah dianjurkan untuk berdoa.

Doa Melihat Keindahan Hewan (Mencegah ‘Ain)Rasulullah SAW mengajarkan doa ketika melihat sesuatu yang mengagumkan pada orang lain, seperti keindahan atau kegagahan hewan, untuk menangkal pengaruh buruk ‘ain (pandangan mata yang dapat menimbulkan bahaya).

Arab: مَا شَاءَ اللَّهُ لَا قُوَّةَ إِلَّا بِاللَّهِ

Latin: Maa syaa`allah, laa quwwata illaa billaah.

Artinya: “Atas kehendak Allah, tiada daya kecuali dengan pertolongan Allah.” (HR. Al-Bukhari)

Dengan doa ini, seseorang menyatakan bahwa keindahan hewan yang ia lihat semata-mata atas kehendak Allah, sekaligus memohon perlindungan dari bahaya ‘ain yang dapat merusak hewan kurban tersebut.

Hukum dan Anjuran Menyaksikan Penyembelihan Hewan Kurban

Secara syariat, menyaksikan langsung proses penyembelihan hewan kurban hukumnya adalah sunnah (sangat dianjurkan). Anjuran ini tidak hanya berlaku bagi orang yang berkurban (shahibul kurban), tetapi juga bagi siapa pun yang hadir dan menyaksikan.

Dasar hukum dari anjuran ini adalah hadis yang diriwayatkan dari Abu Sa’id al-Khudri RA, di mana Rasulullah SAW bersabda kepada putri tercintanya, Sayyidah Fatimah az-Zahra RA: “Wahai Fatimah, pergilah ke (tempat penyembelihan) hewan kurbanmu dan saksikanlah (saat penyembelihannya)! Sesungguhnya bagimu pada awal tetes darah hewan kurbanmu berupa ampunan atas setiap dosa yang telah engkau lakukan.” (HR. Al-Hakim, Al-Bazzar, dan dishahihkan oleh Syaikh Al-Albani).

Terdapat perbedaan pendapat di kalangan ulama ahli hadis mengenai status sanadnya. Al-Hakim menilai sanad hadis ini shahih, namun ulama lain seperti Syaikh Al-Albani dalam penelitiannya (Silsilah Al-Ahadith Ad-Da'ifah) menilai hadis ini berderajat dha'if (lemah).

Meski dinilai lemah oleh sebagian ulama, keutamaan menyaksikan kurban dengan niat dan ketakwaan tetap dianjurkan sebagai amalan sunah dalam Islam.

Bahkan, jumhur ulama (mayoritas) menyatakan bahwa anjuran menyaksikan proses penyembelihan ini sangat ditekankan, dengan harapan umat Islam dapat meraih ampunan dosa yang besar.

Tata Cara dan Adab Saat Menyaksikan Hewan Kurban

Agar momen menyaksikan hewan kurban benar-benar membawa ketenangan hati dan keberkahan, perhatikan beberapa adab berikut:

1. Hadir dengan Niat yang Ikhlas

Niatkan kehadiran Anda untuk mengikuti sunnah Rasulullah SAW, meraih ampunan, serta mengagungkan syiar Allah. Keikhlasan akan mengubah tindakan biasa menjadi ibadah yang bernilai pahala.

2. Baca Basmalah dan Sholawat

Awali dengan membaca “Bismillahirrahmanirrahim” dan sholawat kepada Nabi Muhammad SAW. Hal ini dilakukan untuk menghadirkan keberkahan dan ketenangan batin.

3. Baca Doa Menyaksikan Penyembelihan (Bacaan Inti)

Bacalah doa yang telah dijelaskan sebelumnya: “Inna shalati, wa nusuki, wa mahyaya, wa mamati lillahi rabbil ‘alamin.” Apabila hewan tersebut adalah milik orang lain, setelah membaca doa tersebut, boleh ditambahkan: “Allahumma hadza ‘an fulan” (Ya Allah, kurban ini dari si Fulan).

4. Jaga Kekhusyukan dan Renungkan Makna Pengorbanan

Pandanglah prosesi penyembelihan dengan hati yang tenang. Renungkan ketaatan Nabi Ibrahim AS yang rela mengorbankan putranya, Nabi Ismail AS, serta bagaimana Allah SWT menggantinya dengan hewan sembelihan yang besar. Peristiwa ini menjadi fondasi filosofis di balik ibadah kurban, yang mengajarkan bahwa hakikat pengorbanan adalah ketaatan total kepada Allah SWT.

5. Tidak Menyakiti Hewan

Pastikan pisau dalam keadaan tajam agar proses penyembelihan cepat dan mengurangi rasa sakit. Menyiksa hewan kurban adalah tindakan yang sangat dilarang dalam Islam. Tata cara ini diajarkan langsung oleh Rasulullah SAW sebagaimana diriwayatkan oleh Sahabat Anas bin Malik RA.

Hikmah Melihat Hewan Kurban yang Membuat Hati Lebih Bersyukur

Mengapa Islam sangat menganjurkan untuk menyaksikan langsung penyembelihan hewan kurban? Berikut adalah hikmah-hikmah agung di balik anjuran tersebut:

1. Mendapatkan Ampunan Dosa

Keutamaan yang paling utama disebutkan secara eksplisit oleh Rasulullah SAW. Setiap tetes darah yang mengalir dari hewan kurban akan menjadi wasilah (perantara) ampunan bagi dosa-dosa yang telah diperbuat. Ini adalah rahmat Allah yang luar biasa, di mana ibadah fisik (penyembelihan) dapat membersihkan dosa-dosa spiritual.

2. Menghidupkan Sunnah Nabi dan Mengikuti Jejak Sahabat

Dengan menyaksikan penyembelihan, seorang muslim telah menghidupkan sunnah yang nyaris terlupakan di era modern. Sayyidah Fatimah RA sebagai putri kesayangan Rasulullah SAW diperintahkan untuk menyaksikan, sehingga ini menjadi teladan bagi seluruh umat Islam lintas generasi.

3. Melatih Empati dan Kepedulian Sosial

Saat menyaksikan hewan disembelih, seorang muslim diingatkan kembali bahwa ibadah ini bukan sekadar ritual, melainkan simbol pengorbanan harta untuk kemudian dagingnya dibagikan kepada fakir miskin. Daging kurban yang dibagikan dalam keadaan mentah memberi kebebasan ekonomi kepada penerima untuk menjualnya jika lebih bermanfaat bagi mereka.

4. Meningkatkan Kualitas Syukur

Menyaksikan langsung hewan kurban yang tadinya hidup lalu disembelih untuk mendekatkan diri kepada Allah, mengingatkan seorang muslim bahwa Allah telah menundukkan hewan-hewan tersebut untuk kemaslahatan manusia. Kesadaran ini akan melahirkan rasa syukur yang mendalam atas nikmat yang tak terhitung jumlahnya.

Pertanyaan Seputar Doa Melihat Hewan Kurban

Apa doa untuk orang yang berkurban?

Lafaz Doa Untuk Orang yang Berkurban

Artinya: "Ya Allah, terimalah kurban dari (nama orang) dan keluarganya." Dengan membaca doa untuk orang yang berkurban ini, kita memohon agar Allah menerima pengorbanan hamba-Nya. Ini juga menjadi bentuk penghormatan kita atas ibadah yang mereka lakukan.

Bagaimanakah doa yang Rasulullah panjatkan tatkala penyembelihan hewan kurban?

Nabi Muhammad SAW membaca "Bismillahi wallahu Akbar" (Dengan menyebut nama Allah, Allah Maha Besar) yang hukumnya wajib. Beliau kemudian menyempurnakannya dengan doa:

"Allahumma hadza minka wa laka ‘anni"(Artinya: Ya Allah, kurban ini dari-Mu dan untuk-Mu, dari-ku)

Apakah kurbannya tetap sah jika tidak menyaksikan penyembelihan?

Sah. Sunnah menyaksikan bersifat pelengkap kesempurnaan, bukan syarat sahnya kurban. Apabila shahibul kurban berhalangan hadir karena sakit, jarak yang jauh, atau menitipkan kurban melalui lembaga sosial, maka kurbannya tetap sah. Hal ini sebagaimana dijelaskan dalam buku Fiqih Kurban Perspektif Madzhab Syafi’i (Ustaz Muhammad Ajib).

Doa mana yang paling utama dibaca saat melihat hewan kurban?

Yang paling utama adalah membaca ayat QS Al-An’am: 162-163 yang diajarkan Rasulullah SAW: “Inna shalati, wa nusuki…” karena memiliki landasan hadis yang jelas dan makna tauhid yang agung. Apabila hafalannya belum kuat, doa ringkas “Allahumma hadza minka wa laka…” juga sudah mencukupi.

Apakah wanita haid boleh menyaksikan penyembelihan hewan kurban?

Boleh. Tidak ada larangan syariat yang melarang wanita yang sedang haid untuk menyaksikan penyembelihan hewan kurban. Anjuran menyaksikan bersifat umum bagi semua muslim tanpa kecuali, karena tidak terkait dengan shalat atau ibadah yang memerlukan kesucian.

Read Entire Article
Fakta Dunia | Islamic |