Doa setelah Sholat Dhuha agar Dimudahkan Rezeki dan Urusan Teks Arab, Latin dan Artinya

3 hours ago 3

Liputan6.com, Jakarta - Doa setelah Sholat Dhuha agar dimudahkan rezeki dan urusan merupakan amalan yang dianjurkan agar meraih keberkahan dan kelancaran dalam kehidupannya. Sholat Dhuha adalah shalat sunnah yang dikerjakan minimal dua rakaat dan maksimal dua belas rakaat, dengan waktu pelaksanaan mulai dari matahari terbit setinggi dua tombak hingga sebelum waktu dzuhur tiba.

Sebagaimana dijelaskan dalam buku Keutamaan Sholat Dhuha Serta Ibadah Sunnah Lainnya karya Drs. Mujahidin, kesunahan sholat dhuha disebutkan hadits dari Abu Hurairah RA bahwa Rasulullah SAW berwasiat: "Kekasihku (Rasulullah) telah berwasiat kepadaku tentang tiga perkara agar jangan aku tinggalkan hingga mati: Puasa tiga hari setiap bulan, salat Dhuha dan tidur dalam keadaan sudah mengerjakan salat Witir" (HR. al-Bukhari dan Muslim).

Dalam kitab-kitab fiqih Mazhab Syafi'i seperti I'anatut Thalibin, Tuhfatul Muhtaj, dan Hasyiyatul Jamal, para ulama juga mencantumkan doa-doa yang dianjurkan untuk dibaca setelah shalat Dhuha sebagai sarana memohon kelapangan rezeki dan kemudahan urusan.

Doa yang dipanjatkan setelah shalat Dhuha memperkuat koneksi batin dengan Allah SWT agar mendapatkan rahmat-Nya. Merangkum berbagai sumber, berikut ini adalah doa setelah Sholat Dhuha agar dimudahkan rezeki dan urusan.

Doa-Doa Setelah Sholat Dhuha agar Dimudahkan Rezeki dan Urusan

1. Doa Utama Setelah Shalat Dhuha

Doa utama yang dianjurkan untuk dibaca setelah shalat Dhuha termaktub dalam Tuntunan Shalat Dhuha karya H. Sayuti serta Tuntunan Lengkap 99 Salat Sunah Superkomplet karya Ibnu Watiniya. Berikut bacaan lengkapnya:

Arab: اَللّٰهُمَّ اِنَّ الضُّحَآءَ ضُحَاءُكَ وَالْبَهَاءَ بَهَاءُكَ وَالْجَمَالَ جَمَالُكَ وَالْقُوَّةَ قُوَّتُكَ وَالْقُدْرَةَ قُدْرَتُكَ وَالْعِصْمَةَ عِصْمَتُكَ. اَللّٰهُمَّ اِنْ كَانَ رِزْقِى فِى السَّمَآءِ فَأَنْزِلْهُ وَاِنْ كَانَ فِى اْلاَرْضِ فَأَخْرِجْهُ وَاِنْ كَانَ مُعَسَّرًا فَيَسِّرْهُ وَاِنْ كَانَ حَرَامًا فَطَهِّرْهُ وَاِنْ كَانَ بَعِيْدًا فَقَرِّبْهُ. بِحَقِّ ضُحَاءِكَ وَبَهَاءِكَ وَجَمَالِكَ وَقُوَّتِكَ وَقُدْرَتِكَ آتِنِىْ مَآاَتَيْتَ عِبَادَكَ الصَّالِحِيْنَ

Latin: Allaahumma innadh dhuhaa’a dhuhaa’uka wal bahaa’a bahaa’uka wal jamaala jamaaluka wal quwwata quwwatuka wal qudrota qudratuka wal ‘ismata ‘ismatuka. Allaahumma in kaana rizqii fissamaa’i fa anzilhu, wa in kaana fil ardhi fa akhrijhu, wa in kaana mu’assiran fa yassirhu, wa in kaana haraaman fa tahhirhu wa in kaana ba’iidan fa qarribhu bi haqqi dhuhaa’ika wa bahaa’ika wa jamaalika wa quwwatika wa qudratika, aatinii maa ataita ‘ibaadakash shalihiin.

Artinya: "Ya Allah, sesungguhnya waktu dhuha adalah waktu dhuha-Mu, keagungan adalah keagungan-Mu, keindahan adalah keindahan-Mu, kekuatan adalah kekuatan-Mu, kekuasaan adalah kekuasaan-Mu, dan penjagaan adalah penjagaan-Mu. Ya Allah, apabila rezekiku berada di atas langit maka turunkanlah, apabila berada di dalam bumi maka keluarkanlah, apabila susah didapat maka mudahkanlah, apabila haram maka sucikanlah, apabila jauh maka dekatkanlah. Ya Allah dengan hak dhuha-Mu, keindahan-Mu, kekuatan-Mu, dan kekuasaan-Mu, datangkanlah padaku apa yang Engkau datangkan kepada hamba-hamba-Mu yang sholeh".

Doa ini mengandung permohonan yang sangat lengkap: rezeki yang berada di langit diminta untuk diturunkan, rezeki yang terpendam di bumi diminta untuk dikeluarkan, rezeki yang sulit diminta untuk dimudahkan, rezeki yang haram diminta untuk disucikan, dan rezeki yang jauh diminta untuk didekatkan.

2. Doa Memohon Rezeki dari Segala Arah

Selain doa utama, dalam buku Tuntunan Shalat Dhuha karya H. Sayuti juga terdapat doa khusus untuk memohon rezeki dari segala penjuru:

اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ عَدَدَ أَنْوَاعِ الرِّزْقِ وَالْفُتُوْحَاتِ، يَا بَاسِطَ الَّذِي يَبْسُطُ الرِّزْقَ كَثِيْرًا مِنْ كُلِّ جِهَةٍ مِنْ خَزَائِنِ رِزْقِكَ بِغَيْرِ مِنَّةِ مَخْلُوْقٍ بِفَضْلِكَ وَكَرَمِكَ

Latin: Allaahumma shalli 'alaa sayyidinaa Muhammadin 'adada anwaa'i irrizqi wal futuhaati, yaa baasithalladzi yabsuthur rizqa katsiiran min kulli jihatin min khazaa'ini rizqika bighairi minnatin makhluuqin bifadlika wakaromika.

Artinya: "Ya Allah, limpahkanlah rahmat atas junjungan kita Nabi Muhammad sebanyak aneka rupa rizki. Wahai Dzat yang meluaskan rizki kepada orang yang dikehendaki tanpa hisab. Luaskan dan banyakkanlah rizqiku dari setiap penjuru dari perbendaharaan rizkiMu tanpa pemberian dari makhluk, berkat kemurahanMu juga."

3. Doa Agar Dibebaskan dari Kemiskinan

Doa ini diriwayatkan dalam HR. Abu Dawud, Nasai, dan lainnya, dan dianjurkan untuk diamalkan setelah shalat Dhuha:

اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنَ الْفَقْرِ وَالْقِلَّةِ وَالذِّلَّةِ وَأَعُوذُ بِكَ مِنْ أَنْ أَظْلِمَ أَوْ أُظْلَمَ

Latin: Allaahumma inni a-'uudzubika minal faqri wal qillati wadzdzillati wa a-'uudzubika min an azhlama au uzhlama.

Artinya: "Ya Allah, aku berlindung kepadaMu dari kefakiran, kekurangan, dan kehinaan. Dan aku berlindung kepadaMu dari mendzalimi orang lain atau didzalimi."

4. Doa Agar Dibebaskan dari Hutang Doa ini diriwayatkan dari Ali bin Abu Thalib RA dan tercantum dalam HR. Ahmad, at-Turmidzi, dan al-Hakim:

اللَّهُمَّ اكْفِنِي بِحَلَالِكَ عَنْ حَرَامِكَ وَأَغْنِنِي بِفَضْلِكَ عَمَّنْ سِوَاكَ

Latin: Allaahumma kfinii bihalaalika 'an haraamika wa aghninii bifadhlika 'amman siwaak.

Artinya: "Ya Allah, cukupkan diriku dengan yang halal dari-Mu dan bukan dengan yang haram dari-Mu. Cukupkan aku dengan karunia-Mu sehingga aku tidak butuh lagi kepada siapa pun selain Engkau."

Tata Cara dan Waktu Terbaik Sholat Dhuha agar Dimudahkan Rezeki dan Urusan

Sholat Dhuha dikerjakan sebagaimana shalat sunnah pada umumnya, dimulai dengan niat, membaca Al-Fatihah, dilanjutkan dengan surat pendek, rukuk, sujud, hingga salam. Jumlah rakaat minimal adalah dua rakaat dan maksimal dua belas rakaat.

Niat Sholat Dhuha:

أُصَلِّي سُنَّةَ الضُّحَى رَكْعَتَيْنِ لِلَّهِ تَعَالَى

Latin: Ushalli sunnatadh dhuhaa rak'ataini lillaahi ta'aalaa.

Artinya: "Aku niat mengerjakan sholat sunah Dhuha dua rakaat karena Allah Ta'ala".

Waktu Pelaksanaan:

Waktu sholat Dhuha dimulai ketika matahari telah naik setinggi sepenggalah, sekitar 15–20 menit setelah matahari terbit, dan berakhir sebelum matahari tergelincir (zawal), sekitar 15–20 menit sebelum Dzuhur. Secara praktik, waktu amannya adalah sekitar pukul 07.00 hingga 11.00.

Waktu Terbaik (Paling Afdhol):

Rasulullah SAW menjelaskan waktu paling utama untuk sholat Dhuha sebagaimana sabdanya: "Shalat awwabin (shalat Dhuha) dilakukan ketika anak unta mulai kepanasan (oleh terik matahari)" (HR. Muslim dan At-Tirmidzi). Para ulama menjelaskan waktu ini kira-kira di seperempat siang, sekitar pukul 09.00 hingga 11.00.

Jika dikonversi ke waktu Indonesia, khususnya wilayah seperti Jakarta dan sekitarnya, waktu Dhuha paling utama umumnya berada sekitar pukul 08.30 hingga 10.00 WIB. Banyak ulama menyebut sekitar pukul 09.00 WIB sebagai waktu yang sangat baik untuk melaksanakan sholat Dhuha karena matahari sudah cukup tinggi namun belum mendekati zuhur. Waktu terbaik lainnya adalah sekitar pukul 09.30 hingga 10.00 pagi, ketika matahari sudah cukup tinggi namun belum terlalu terik.

Surat yang Dianjurkan:

Pada rakaat pertama dianjurkan membaca Surah Ad-Dhuha, dan pada rakaat kedua dianjurkan membaca Surah Asy-Syams. Namun, jika tidak menghafalnya, boleh membaca surat-surat pendek lainnya yang dikuasai.

Fadhilah Doa Setelah Sholat Dhuha

1. Dibukanya Pintu Rezeki dari Segala Arah

Doa setelah shalat Dhuha yang berisi permohonan agar rezeki diturunkan dari langit, dikeluarkan dari bumi, dimudahkan jika sulit, disucikan jika haram, dan didekatkan jika jauh, merupakan ikhtiar spiritual yang membuka pintu rezeki dari berbagai penjuru.

2. Mendapatkan Kecukupan Hidup Sepanjang Hari

Dalam hadits qudsi yang diriwayatkan Imam Ahmad, Allah SWT berfirman: "Wahai anak Adam, janganlah engkau tinggalkan empat rakaat di awal harimu, niscaya Aku cukupkan kebutuhanmu sepanjang hari itu".

3. Diampuni Dosa-Dosa

Dalam hadits riwayat At-Tirmidzi dan Ibnu Majah, Rasulullah SAW bersabda: "Siapa pun yang melaksanakan shalat dhuha dengan langgeng, akan diampuni dosanya oleh Allah, sekalipun dosa itu sebanyak buih di lautan." Doa setelah shalat Dhuha yang diiringi dengan taubat dan istighfar menjadi penyempurna ampunan tersebut.

4. Mendapatkan Kemudahan dalam Segala Urusan

Doa setelah shalat Dhuha yang dipanjatkan di waktu pagi yang penuh berkah menjadi momen penting untuk memohon kemudahan dalam segala urusan. Dengan memohon pertolongan Allah melalui doa ini, seorang Muslim meyakini bahwa Allah akan memudahkan jalan bagi setiap urusan yang dihadapinya, baik urusan duniawi maupun ukhrawi.

5. Ditinggikan Derajat dan Dicintai Allah

Melaksanakan shalat Dhuha secara istiqamah dan diiringi dengan doa yang khusyuk merupakan amalan yang mendekatkan diri kepada Allah SWT. Rasulullah SAW bersabda: "Orang yang mengerjakan shalat dhuha tidak termasuk orang lalai" (HR. Al-Baihaqi dan An-Nasa'i). Dengan demikian, doa setelah shalat Dhuha menjadi sarana untuk meningkatkan kualitas keimanan dan ketakwaan, yang pada gilirannya akan mendatangkan kecintaan Allah dan kemuliaan di sisi-Nya.

Read Entire Article
Fakta Dunia | Islamic |