Liputan6.com, Jakarta - Kehidupan manusia di dunia ini tak selamanya indah dan mudah. Sebaliknya, Al-Qur'an dengan mengikhbarkan bahwa manusia diciptakan dalam keadaan susah payah sehingga harus memperjuangkannya agar lebih baik.
Allah Swt berfirman, yang artinya: “Sungguh, Kami benar-benar telah menciptakan manusia dalam keadaan susah payah.” (QS. Al-Balad: 4). Ayat ini menjadi landasan untuk memahami hakikat eksistensi manusia, bahwa perjuangan, tantangan, dan kesulitan adalah bagian tak terpisahkan dari fitrah kemanusiaan.
Surat Al-Balad yang terdiri dari 20 ayat ini merupakan surat Makkiyyah yang turun setelah surat Qaf. Nama Al-Balad yang berarti "negeri" diambil dari kata pertama pada ayat pertamanya, merujuk pada kota Makkah al-Mukarramah.
Keistimewaan surat ini terletak pada gaya penyampaiannya yang penuh dengan sumpah-sumpah Allah atas realitas-realitas agung, kemudian dilanjutkan dengan peringatan tentang kondisi manusia serta nikmat-nikmat yang dianugerahkan kepadanya.
Dalam jurnal Membangun Mentalitas Optimis dan Sabar: Telaah Konseptual dalam Al-Qur'an, oleh Nadia Leila Rochima dkk., disebutkan bahwa surat Al-Balad menegaskan bahwa manusia diciptakan untuk menghadapi kesulitan sebagai bagian dari fitrah hidupnya, sehingga memerlukan kesabaran dan mentalitas optimis dalam setiap proses kehidupannya.
Bacaan Surah Al-Balad Ayat 1-10: Arab, Latin, dan Artinya
Berikut bacaan lengkap Surah Al-Balad ayat 1-10 beserta terjemahannya:
Ayat 1
لَآ أُقۡسِمُ بِهَٰذَا ٱلۡبَلَدِ
Latin: Lā uqsimu bihāżal-balad.
Artinya: "Aku benar-benar bersumpah dengan negeri ini (Makkah)."
Ayat 2
وَأَنتَ حِلُّۢ بِهَٰذَا ٱلۡبَلَدِ
Latin: Wa anta ḥillum bihāżal-balad.
Artinya: "Dan engkau (Nabi Muhammad) bertempat tinggal di negeri ini (Makkah)."
Ayat 3
وَوَالِدٍۢ وَمَا وَلَدَ
Latin: Wa wālidin wa mā walad.
Artinya: "Demi bapak dan anaknya."
Ayat 4
لَقَدۡ خَلَقۡنَا ٱلۡإِنسَٰنَ فِى كَبَدٍ
Latin: Laqad khalaqnal-insāna fī kabad.
Artinya: "Sungguh, Kami benar-benar telah menciptakan manusia dalam keadaan susah payah."
Ayat 5
أَيَحۡسَبُ أَن لَّن يَقۡدِرَ عَلَيۡهِ أَحَدٌ
Latin: Ayaḥsabu allan yaqdira 'alayhi aḥad.
Artinya: "Apakah manusia itu mengira bahwa tidak ada seorang pun yang berkuasa atasnya?"
Ayat 6
يَقُولُ أَهۡلَكۡتُ مَالًاۢ لُّبَدًا
Latin: Yaqūlu ahlaktu mālan lubadā.
Artinya: "Dia mengatakan, 'Aku telah menghabiskan harta yang banyak.'"
Ayat 7
أَيَحۡسَبُ أَن لَّمۡ يَرَهُۥٓ أَحَدٌ
Latin: Ayaḥsabu allam yarahū aḥad.
Artinya: "Apakah dia mengira bahwa tidak ada seorang pun yang melihatnya?"
Ayat 8
أَلَمۡ نَجۡعَل لَّهُۥ عَيۡنَيۡنِ
Latin: Alam naj'al lahū 'aynayni.
Artinya: "Bukankah Kami telah menjadikan untuknya sepasang mata?"
Ayat 9
وَلِسَانًا وَشَفَتَيۡنِ
Latin: Wa lisānan wa syafatayni.
Artinya: "Lidah dan sepasang bibir?"
Ayat 10
وَهَدَيۡنَٰهُ ٱلنَّجۡدَيۡنِ
Latin: Wa hadaynāhun-najdayni.
Artinya: "Dan Kami telah menunjukkan kepadanya dua jalan (kebajikan dan kejahatan)?"
Tafsir Singkat Surah Al-Balad Ayat 1-10
Para ulama tafsir memberikan penjelasan mendalam terhadap setiap ayat dalam surah ini. Bint al-Syathi’ dalam kitabnya Al-Tafsir al-Bayani li al-Qur’an al-Karim menegaskan bahwa kata al-balad pada ayat pertama merujuk secara khusus kepada Kota Makkah. Huruf lā pada lā uqsimu bukan berarti negasi, melainkan sebagai penguat (ta'kid) sumpah.
Terkait ayat 2, wa anta ḥillum bihāżal-balad, terdapat perbedaan penafsiran di kalangan ulama. Bint al-Syathi’ lebih cenderung menafsirkan ḥillun dengan makna al-hulūl (bertempat tinggal) atau al-iqāmah (menetap), karena lebih sesuai dengan konteks ayat. Pendapat ini juga dianut oleh mayoritas mufassir modern.
Pada ayat 4, kata al-insān merujuk pada manusia secara umum, sementara al-kabad berarti kesulitan dan kepayahan. Ibnu Katsir dalam Tafsir al-Qur'an al-Azhim menjelaskan bahwa manusia sejak awal penciptaannya selalu menghadapi kesulitan, baik di dunia maupun di akhirat.
Al-Thabari dalam Jami' al-Bayan menyebutkan bahwa ayat 5-7 turun berkenaan dengan seseorang dari Bani Jumah yang dikenal dengan panggilan Abi al-Asyadd, seorang yang sangat kuat dan sombong, atau menurut riwayat lain berkaitan dengan Al-Walid bin al-Mughirah yang merasa tidak ada seorang pun yang mampu menyainginya.
Al-Maraghi dalam Tafsir al-Maraghi menekankan bahwa ayat 8-10 berbicara tentang fitrah kemanusiaan—bahwa Allah menganugerahkan sarana fisik dan menunjukkan dua jalan kehidupan
Asbabun Nuzul Surah Al-Balad Ayat 1-10
Syekh Wahbah al-Zuhaili dalam Tafsir al-Munir menjelaskan bahwa Surah Al-Balad diturunkan di Makkah pada periode ketika kaum musyrik Quraisy telah mengambil keputusan bulat untuk menentang dakwah Nabi Muhammad SAW.
Latar belakang turunnya ayat ini berkaitan dengan sikap sombong sebagian tokoh Quraisy yang merasa dirinya kuat dan kaya sehingga mengira tidak ada seorang pun yang mampu mengalahkannya.
Al-Thabari meriwayatkan bahwa ayat 5-7 turun berkenaan dengan Abi al-Asyadd dari Bani Jumah, seorang yang sangat kuat dan menantang siapa pun untuk menjatuhkannya. Riwayat lain menyebutkan bahwa ayat ini turun tentang Al-Walid bin al-Mughirah yang membanggakan harta dan kekuasaannya.
Surah ini turun sebagai peringatan keras bagi mereka yang terpedaya oleh kekuasaan dan harta, sekaligus sebagai pengingat bahwa kehidupan manusia adalah medan perjuangan yang membutuhkan kesabaran dan ketekunan.
Makna Mendalam dan Kandungan Surah Al-Balad Ayat 1-10
1. Sumpah Allah atas Kemuliaan Makkah
Allah memulai surah ini dengan sumpah demi Kota Makkah—tempat kelahiran Nabi Muhammad dan pusat spiritual umat Islam. Ini menunjukkan betapa agungnya kedudukan kota suci tersebut di sisi Allah.
2. Penghormatan kepada Nabi Muhammad
Allah secara khusus menyebutkan bahwa Nabi Muhammad bertempat tinggal di Makkah, menegaskan kemuliaan beliau dan hubungan istimewa antara Rasulullah dengan tanah kelahirannya.
3. Hakikat Penciptaan Manusia
Ayat 4 menjadi inti pesan surah ini: manusia diciptakan dalam keadaan susah payah (kabad). Dr. Syaikh Yusuf Al-Qaradawi dalam Tafsir Juz Amma menjelaskan bahwa manusia sering kali terpesona oleh dunia dan lupa akan kedudukannya di hadapan Allah. Kehidupan bukanlah taman bunga, melainkan medan perjuangan yang membutuhkan ketekunan dan kesabaran.
4. Peringatan atas Kesombongan
Allah mempertanyakan logika manusia yang sombong: "Apakah dia mengira bahwa tidak ada seorang pun yang berkuasa atasnya?". Ini adalah teguran bagi mereka yang terpedaya oleh kekuatan dan kekayaan.
5. Nikmat dan Tanggung Jawab
Allah mengingatkan bahwa manusia dianugerahi mata, lidah, dan bibir sebagai sarana untuk memahami dan menyampaikan kebenaran. Setiap nikmat ini akan dimintai pertanggungjawaban.
6. 2 Jalan Kehidupan
Puncak dari ayat-ayat ini adalah pengakuan bahwa Allah telah menunjukkan dua jalan kepada manusia: jalan kebajikan dan jalan kejahatan. Manusia diberi kebebasan memilih, namun setiap pilihan memiliki konsekuensi.
Hikmah Surah Al-Balad Ayat 1-10 tentang Perjuangan
1. Hidup Adalah Medan Perjuangan
Manusia diciptakan untuk berjuang dan bekerja keras mewujudkan kebaikan. Kesuksesan sejati tidak pernah diraih melalui jalan yang mudah. Setiap manusia harus siap menghadapi tantangan dan rintangan dalam hidup.
2. Jangan Terpedaya oleh Kekayaan dan Kekuasaan
Harta dan kekuasaan hanyalah titipan Allah yang akan dipertanggungjawabkan. Kesombongan karena harta adalah jebakan yang menjerumuskan manusia ke dalam kesesatan.
3. Setiap Nikmat Ada Pertanggungjawabannya
Mata, lidah, dan bibir adalah anugerah Allah yang harus digunakan untuk kebaikan. Manusia akan dimintai pertanggungjawaban atas penggunaan setiap anggota tubuhnya.
4. Kebebasan Memilih dengan Konsekuensi
Allah telah menunjukkan dua jalan—kebajikan dan kejahatan. Manusia bebas memilih, namun setiap pilihan membawa konsekuensi di dunia dan akhirat. Ini adalah wujud keadilan Allah yang memberi manusia akal dan petunjuk untuk menentukan pilihan terbaik.
5. Optimisme dalam Menghadapi Kesulitan
Meskipun hidup penuh perjuangan, manusia tidak boleh berputus asa. Allah telah membekali manusia dengan sarana dan menunjukkan jalan yang benar. Dengan kesabaran dan keyakinan kepada Allah, setiap kesulitan dapat dihadapi.
Pertanyaan Seputar Surah Al-Balad
1. Apa inti dari Surah Al-Balad ayat 1-10?
Inti dari Surah Al-Balad ayat 1-10 adalah penegasan bahwa manusia diciptakan dalam keadaan susah payah dan menghadapi perjuangan hidup. Allah mengingatkan manusia agar tidak sombong dengan kekayaan dan kekuasaan, serta menunjukkan bahwa setiap manusia diberi sarana (mata, lidah, bibir) dan dua pilihan jalan—kebajikan atau kejahatan.
2. Mengapa Allah bersumpah demi Kota Makkah dalam Surah Al-Balad?
Allah bersumpah demi Kota Makkah untuk menunjukkan kemuliaan dan keistimewaan kota suci tersebut. Makkah adalah tempat kelahiran Nabi Muhammad SAW, pusat spiritual umat Islam, dan lokasi Baitullah. Sumpah ini juga menjadi pengantar bagi peringatan Allah tentang hakikat kehidupan manusia.
3. Apa makna "manusia diciptakan dalam susah payah" dalam Surah Al-Balad ayat 4?
Makna kabad (susah payah) adalah bahwa manusia sejak lahir hingga akhir hayatnya akan menghadapi berbagai kesulitan dan perjuangan. Ini bukan berarti hidup harus sengsara, melainkan bahwa kehidupan adalah medan ujian yang membutuhkan kesabaran, ketekunan, dan kerja keras. Kesulitan adalah bagian dari fitrah manusia yang dengannya ia diuji dan dimuliakan.
4. Apa yang dimaksud dengan "dua jalan" dalam Surah Al-Balad ayat 10?
"Dua jalan" (al-najdayn) merujuk pada dua pilihan hidup: jalan kebajikan dan jalan kejahatan. Allah telah menunjukkan kedua jalan tersebut kepada manusia melalui akal, wahyu, dan fitrahnya. Manusia diberi kebebasan untuk memilih, namun setiap pilihan memiliki konsekuensi di dunia dan akhirat.
5. Bagaimana menerapkan pesan Surah Al-Balad dalam kehidupan sehari-hari?
Pesan Surah Al-Balad dapat diterapkan dengan: (1) menyadari bahwa hidup adalah perjuangan dan tidak mudah menyerah; (2) tidak sombong dengan harta dan kekuasaan karena semua adalah titipan Allah; (3) menggunakan mata, lidah, dan bibir untuk kebaikan; (4) selalu memilih jalan kebajikan dalam setiap keputusan; serta (5) tetap optimis dan sabar dalam menghadapi setiap ujian hidup.

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5134162/original/012917000_1739593072-1739590048291_arti-doa-sholat-dhuha.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3108176/original/099514400_1587459746-close-up-of-text-on-paper-318451__1_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8627023/original/022700000_1782622344-masjid-pogung-dalangan-GGtHPUYx6oI-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5423024/original/045605200_1764051067-Membaca_ayat_suci_al_quran__pexels_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5755785/original/001679200_1778657765-andri-helmansyah-dzX6fui33UA-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3133009/original/069410900_1589908304-3482876.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4758315/original/039700600_1709260395-front-view-person-reading-from-holy-book.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8627020/original/000666700_1782622344-aoun-abbas-97o4XH0htUs-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4896192/original/028890500_1721390967-WhatsApp_Image_2024-07-19_at_14.25.09.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4374139/original/096709100_1679981555-pexels-alena-darmel-8164742.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8578226/original/050320100_1782536534-Q9pPAyic8jv7cpBl4fRIrUpKD9FkIl7fODAhUgsZ.jpg)











:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5220347/original/094913800_1747281277-41961081_8976420.jpg)


:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5572218/original/060707400_1777780612-cek_fakta_-_CPNS_Kemenag.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5550896/original/089873500_1775711382-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-04-09T120454.556.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5382328/original/091326000_1760578848-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2025-10-15T134632.180.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4697748/original/031327300_1703490526-20231225-Taman-Margasatwa-Ragunan-Herman-5.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5380783/original/022608800_1760432989-Ilustrasi_Qunut.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/2806807/original/084266200_1557976563-IMG-20190507-WA0082.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5640995/original/044596400_1778245881-haj1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/6363680/original/024922800_1779238711-Tugas__15_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/1336024/original/066771100_1472887334-20160903-Idul-Adha-Jakarta-Qurban-YR3.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4725886/original/008571900_1706156981-madrosah-sunnah-XvJYidRmpUE-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4081826/original/095015200_1657181935-eid-al-adha-g4b5ad3a7d_1920.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5088255/original/081749300_1736475152-pupuk_subsidi.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5575202/original/003079900_1778040737-WhatsApp_Image_2026-05-06_at_10.48.40_AM.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/1336023/original/016338800_1472887334-20160903-Idul-Adha-Jakarta-Qurban-YR2.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4864490/original/019606900_1718432505-Khusyuk_Wukuf_Jemaah_Haji_di_Padang_Arafah-AP__6_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3081754/original/022995900_1584692954-20200320-Suasana-Salat-Jumat-di--Masjid-Agung-Al-Azhar-Jakarta-1.jpg)