Gunung Merapi Masih Semburkan Awan Panas hingga Malam Ini

3 hours ago 4

GUNUNG Merapi masih erupsi menyemburkan awan panas hingga Senin malam, 13 April 2026. Aktivitas vulkanik ini terjadi hampir setiap hari selama sepekan terakhir atau sejak Selasa 7 April lalu.

Berdasarkan pantauan terbaru Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) Yogyakarta, Gunung Merapi kembali memuntahkan awan panas guguran pada Senin malam ini, pukul 19.56 WIB. Luncurannya tercatat memiliki amplitudo maksimum 22,11 mm dengan durasi 199,23 detik.

Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca

"Estimasi jarak luncur mencapai 2.000 meter dengan material vulkanik mengarah ke sektor barat daya, tepatnya menuju hulu Kali Boyong dan Kali Krasak," ujar Kepala BPPTKG Yogyakarta Agus Budi Santoso pada Senin malam.

Sebelumnya, sejak Selasa hingga Ahad, BPPTKG mencatat total delapan kali awan panas guguran dari puncak gunung api yang berlokasi di perbatasan Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta ini. Frekuensi tertinggi pada Ahad yang sampai memuntahkan tiga kali awan panas guguran dengan jarak luncur terjauh juga 2.000 meter.

Agus menuturkan, meskipun aktivitas awan panas meningkat, status Gunung Merapi tetap Siaga atau Level III atau satu level di bawah status aktivitas gunung api yang tertinggi, yakni Awas. Gunung Merapi telah dinyatakan Siaga sejak November 2020.

Agus menjelaskan aktivitas terkini dipicu oleh aktivitas internal gunung yang masih sangat dinamis. "Masyarakat tetap waspadai daerah potensi bahaya," kata dia.

Sementara, kondisi meteorologi di sekitar puncak Merapi turut menjadi perhatian serius mengantisipasi banjir lahar karena tingginya curah hujan awal April. Kepala Stasiun Meteorologi BMKG Yogyakarta, Warjono, memaparkan data sebaran curah hujan harian dari 126 titik pengamatan periode 12-13 April 2026. 

Secara umum, wilayah D.I. Yogyakarta mengalami kategori tidak hujan hingga hujan sedang, namun wilayah Sleman bagian utara dan timur, Bantul utara, serta Kota Yogyakarta timur masuk dalam kategori hujan lebat dengan intensitas 50 hingga 100 mm/hari. 

Curah hujan tertinggi mencapai 73 mm/hari tercatat di Pos Hujan Tunggularum, Turi, Sleman, yang berada di lereng Merapi.

Read Entire Article
Fakta Dunia | Islamic |