Survei LSI: Publik Ingin Terlibat dalam Amandemen UUD

5 hours ago 3

LEMBAGA Survei Indonesia atau LSI mengungkap mayoritas masyarakat Indonesia menolak kewenangan Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) mengubah Undang-Undang Dasar 1945 tanpa partisipasi rakyat.

Hasil survei bertajuk “Evaluasi dan Komitmen Publik terhadap Pancasila” ini dirilis pada Ahad, 12 April 2026. Survei dilakukan pada 4-12 Maret 2026 melibatkan 2.020 responden berusia 17 tahun atau lebih, atau sudah menikah ketika survei dilakukan. 

Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca

“Memang untuk mengubah UUD 45 tidak melibatkan keikutsertaan rakyat secara langsung. Tapi kami menanyakan bagaimana pendapatnya. Umumnya masyarakat ingin, kalau ada amandemen UUD 45 itu mereka tetap ingin dilibatkan,” kata Direktur Eksekutif LSI Djayadi Hanan saat pemaparan rilis di kanal YouTube LSI, pada Ahad 12 April 2026.

Sebanyak 56,4 persen masyarakat menolak kewenangan MPR mengamandemen UUD 1945 tanpa menyertakan rakyat. Rinciannya, 46,5 persen tidak setuju dan 9,9 persen sangat tidak setuju. Sementara hanya 5,3 persen yang mengatakan sangat setuju dan 29,6 persen setuju. Sedangkan 8,8 persen sisanya tidak tahu atau tidak menjawab.

Survei ini juga menyoroti pandangan publik terkait perlunya referendum dalam amandemen UUD 1945. Mayoritas responden menilai mekanisme tersebut perlu dilakukan.

Djayadi menjelaskan, gagasan referendum merupakan aspirasi publik, meski tidak diatur dalam konstitusi. “Referendum itu seperti sensus menanyakan setiap orang apakah perlu amandemen atau tidak. Tapi sekali lagi ini pandangan, kan, karena secara konstitusional enggak ada karena UUD 1945 itu tidak ada referendum dan keterlibatan langsung rakyat dalam perubahan UUD 1945,” ujarnya.

Sebanyak 74 persen responden menyatakan amandemen UUD 1945 harus melibatkan rakyat secara luas dan langsung melalui referendum. Mereka tidak menginginkan keputusan hanya berada di tangan MPR. Sementara itu, 14,7 persen responden menolak pelibatan langsung rakyat, dan 11,4 persen lainnya tidak menjawab atau tidak tahu.

Survei ini menggunakan metode multistage random sampling dengan margin of error sebesar ±2,2 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen (dengan asumsi simple random sampling). Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara tatap muka oleh pewawancara terlatih. Quality control terhadap hasil wawancara dilakukan secara acak sebesar 20 persen dari total sampel oleh supervisor melalui metode spot check. Hasilnya, tidak ditemukan kesalahan berarti.

Read Entire Article
Fakta Dunia | Islamic |