Hoaks seputar Bansos Beredar di Medsos, Simak Faktanya

11 hours ago 8

Liputan6.com, Jakarta - Hoaks seputar program bantuan pemerintah berupa bantuan sosial (bansos) marak beredar di media sosial. Satu di antaranya adalah bantuan sosial (bansos) untuk balita.

Hoaks disertai dengan link pendaftaran, di mana ketika diklik akan mengarah pada halaman situs yang meminta data pribadi.

Lalu apa saja hoaks seputar bansos yang beredar di media sosial? Simak daftarnya berikut ini:

1. Cek Fakta: Tidak Benar Link Pendaftaran Bansos untuk Balita

Cek Fakta Liputan6.com mendapati klaim link pendaftaran bantuan sosial (bansos) untuk balita. Informasi tersebut diunggah salah satu akun Facebook pada 22 Juli 2026.

Berikut isi unggahannya:

"ALHAMDULILLAH ADA BANTUAN UNTUK BALITA

Bagi KPM yang sudah menerima bantuan Balita, jangan lupa rutin membawa anak ke Posyandu sebagai bagian dari kewajiban penerima.

Bagi keluarga yang memiliki Bayi tetapi belum menerima bantuan, Segera Daftar Nama Orang Tua Balita Tersebut:

https://daftar-sekarang-2026-ochre.vercel.app/"

Unggahan disertai poster dengan tulisan sebagai berikut:

"PROGRAM KELUARGA HARAPAN

BANTUAN UNTUK BALITA SEBESAR Rp750.000

CAIR SETIAP 3 BULAN SEKALI.

BESARAN BANTUAN:

1 ANAK BALITA

Rp750.000 PER 3 BULAN

2 ANAK BALITA

TOTAL Rp1.500.000 PER 3 BULAN

BAGI KELUARGA YANG MEMILIKI BALITA TETAPI BELUM MENERIMA BANTUAN PKH, SEGERA DAFTAR"

Unggahan disertai link daftar. Jika diklik akan mengarah pada halaman situs yang menampilkan formulir digital serta meminta data pribadi, seperti nama lengkap dan nomor Telegram aktif.

Lalu benarkah klaim link pendaftaran bansos untuk balita? Simak hasil penelusurannya berikut ini...

Cek Fakta Liputan6.com menemukan klaim link pendaftaran bantuan sosial (bansos) Hari Kemerdekaan ke-81 RI. Link itu beredar dan diunggah di akun media sosial Facebook pada 21 Juli 2026.

Berikut isi unggahannya:

"BONUS CAIR 2026"

Berikut isi caption fotonya:

"BANTUAN-BANSOS.NT-VT.COM"

"Pendaftaran Program Bantuan Sosial Pemerintah Program Keluarga Harapan (PKH), Bantuan Pangan Non-Tunai (BPNT), dan Program Indonesia Pintar (PIP) untuk mendukung kesejahteraan dan akses pendidikan masyarakat".

Lalu benarkah klaim link pendaftaraan bantuan sosial (bansos) Hari Kemerdekaan ke-81 RI? Simak hasil penelusurannya berikut ini...

Cek Fakta Liputan6.com mendapati klaim tautan atau link pendaftaran bantuan sosial (bansos) Program Keluarga Harapan (PKH) periode Juli hingga September 2026. Informasi tersebut diunggah salah satu akun Facebook, pada 6 Juli 2026.

Berikut isi unggahannya:

"Kementerian Sosial mulai menyalurkan bantuan sosial Program Keluarga Harapan Tahap III periode Juli hingga September 2026 kepada keluarga miskin dan rentan di berbagai wilayah Indonesia pada bulan Juli 2026."

Unggahan turut menyertakan poster dengan tulisan sebagai berikut:

"KEMENTERIAN SOSIAL REPUBLIK INDONESIA

PKH (Program Keluarga Harapan)

Bantuan sosial bersyarat dari pemerintah untuk keluarga miskin dan rentan.

Dibayarkan per tahap senilai, Rp600.000-Rp1.500.000

Klik DAFTAR"

Unggahan disertai link pendaftaran. Jika diklik akan mengarah pada halaman situs yang menampilkan formulir digital serta meminta data pribadi, seperti nama lengkap hingga nomor Telegram.

Lalu benarkah klaim link pendaftaran bansos PKH periode Juli hingga September 2026? Simak hasil penelusurannya berikut ini...

Tentang Cek Fakta Liputan6.com

Melawan hoaks sama saja melawan pembodohan. Itu yang mendasari kami membuat Kanal Cek Fakta Liputan6.com pada 2018 dan hingga kini aktif memberikan literasi media pada masyarakat luas.

Sejak 2 Juli 2018, Cek Fakta Liputan6.com bergabung dalam International Fact Checking Network (IFCN) dan menjadi partner Facebook. Kami juga bagian dari inisiatif cekfakta.com. Kerja sama dengan pihak manapun, tak akan mempengaruhi independensi kami.

Jika Anda memiliki informasi seputar hoaks yang ingin kami telusuri dan verifikasi, silahkan menyampaikan di email [email protected].

Ingin lebih cepat mendapat jawaban? Hubungi Chatbot WhatsApp Liputan6 Cek Fakta di 0811-9787-670.

Read Entire Article
Fakta Dunia | Islamic |