Ibu Korban Duga Iring-iringan TNI Tabrak Lari Anaknya di Jayapura

4 hours ago 3

SEORANG pemuda, Kevin Febrian Chen, tewas setelah iring-iringan kendaraan tentara menabraknya di Jalan Dunlop, Kecamatan Sentani, Kabupaten Jayapura, Papua. Insiden itu terjadi pada Ahad, 14 Juni 2026, sekitar pukul 20.56 WIT.

Ibu korban, Sampe Mulyana, mengatakan anaknya menjadi korban tabrak lari yang diduga dilakukan sebuah mobil ambulans. Belakangan, ia memperoleh informasi bahwa ambulans tersebut merupakan bagian dari rombongan TNI Angkatan Darat. "Akhirnya saya dapat informasi kalau itu rombongan TNI AD," ujar perempuan yang akrab disapa Ully itu kepada Tempo, Sabtu, 27 Juni 2026.

Ully menuturkan, sesaat setelah insiden terjadi, ia mendatangi lokasi kejadian. Ia kemudian mengumpulkan rekaman kamera CCTV di sekitar lokasi yang, menurut dia, menunjukkan anaknya ditabrak oleh iring-iringan batalion TNI AD.

Menurut Ully, rombongan tentara itu sama sekali tidak bertanggung jawab setelah menabrak anaknya hingga tewas. Warga sekitar akhirnya mengangkut jenazah Kevin menggunakan mobil pick-up ke rumah sakit.

Pada Selasa, 16 Juni 2026, Ully melaporkan insiden tersebut ke Unit Lalu Lintas Polsek Sentani. Saat itu, polisi mengklaim telah menerbitkan laporan polisi atas peristiwa tersebut.

Dua hari kemudian, Ully menerima informasi bahwa Polsek Sentani telah mengalihkan penanganan perkara itu ke Polisi Militer Komando Daerah Militer (Pomdam) XVII/Cenderawasih. "Mereka lakukan pelimpahan tanpa kami ketahui," tutur Ully kepada Tempo.

Hingga kini, kata Ully, ia belum mengetahui identitas pelaku yang menabrak anaknya. Ia bahkan diminta membuat laporan ulang di Pomdam XVII/Cenderawasih.

Ully mengaku merasa dipermainkan oleh aparat penegak hukum. Menurut dia, aparat mengoper penanganan perkara ke sana kemari tanpa memberikan kejelasan. "Saya jadi muak sendiri," ucap Ully.

Kepala Penerangan Kodam XVII/Cenderawasih Kolonel Infanteri Tri Purwanto membenarkan adanya insiden tersebut. Ia mengatakan Pomdam XVII/Cenderawasih telah menerima laporan dari keluarga korban. "Laporan dari keluarga sudah diterima oleh pihak Pomdam," kata Tri saat dikonfirmasi Tempo, Sabtu, 28 Juni 2026. 

Namun, Tri membantah polisi telah melimpahkan berkas perkara tersebut ke Pomdam. Menurut dia, kepolisian dan Pomdam hingga kini masih menyelidiki kasus itu secara bersama-sama.

Pilihan Editor: Bisakah Polisi Menyidik Teror Air Keras tanpa Barang Bukti

Read Entire Article
Fakta Dunia | Islamic |