Menelusur dan Memotret Budaya Jalanan di Jakarta

4 hours ago 2

INFO TEMPO - Melalui Scene & Sound Vol.1, Unframed.it mengajak generasi muda untuk city walking tour dan bincang santai terkait budaya masyarakat menggunakan ruang publik di Kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu, 27 Juni 2026. Acara yang digelar di Balai Budaja ini bertema 'Telusur Budaya: Menjaga Ruang Hidup Bersama di Jalan'.

Mengutip kalimat populer, "untuk melihat budaya suatu bangsa, lihatlah lalu lintasnya." Karena itu, cara masyarakat menggunakan ruang publik seringkali mencerminkan nilai-nilai yang hidup di dalamnya. Bagaimana masyarakat memperlakukan pejalan kaki, menghargai sesama pengguna jalan, merespons perbedaan, menjaga kebersihan, hingga berbagi ruang dengan orang lain yang menjadi kebiasaan sehari-hari dan membentuk pengalaman hidup bersama, sekaligus menjadi wajah budaya sebuah kota.

Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca

Acara dibuka dengan para peserta mengikuti city walking tour di Menteng yang menjadi salah satu kawasan bersejarah dan dirancang sebagai garden city pertama di Indonesia pada masa kolonial Belanda. Sepanjang jalan para peserta diminta untuk mengamati pelanggaran atau ruang publik yang tidak digunakan semestinya, di antaranya penggunaan trotoar untuk berjualan dan area parkir, kendaraan melawan arus lalu lintas, area trotoar yang tidak ramah disabilitas, dan lain sebagainya.

Setelah melakukan city walking tour, dalam bincang santai, peserta diajak melihat kota bukan sekadar sebagai ruang yang dilalui, melainkan sebagai ruang yang menyimpan pengalaman, ingatan, dan makna bagi orang-orang yang hidup di dalamnya. Ketua komunitas Peruja (Perupa Jakarta Raya), Rindy Atmoko, mengaku sempat mengalami culture shock di Jakarta. "Jakarta itu memang hiruk pikuk ya, kesibukan-kesibukan yang menurut saya sangat berbeda ketika saya di daerah saya," ujarnya.

CEO Step Into Jakarta, Indra Diwangkara, mengatakan, dahulu tidak ada yang peduli pada pedestrian. Karena itu, dirinya memulai jalan kaki. "Karena jalan kaki itu adalah kegiatan yang banyak manfaatnya, sehat, kemudian tidak berbiaya, dan itu akhirnya membuat banyak yang mulai ikut. Akhirnya kemudian setelah pandemi walking tour menjadi meledak," ucapnya. "Ini sejalan dengan pemerintah Jakarta yang fokus pada urban tourism."

Brigadir Susan dari National Traffic Management Center Korlantas Polri mengingatkan para pengguna jalan untuk selalu berhati-hati dan berkendara dengan aman. "Semua yang berada di jalan mempunyai hak yang sama. Mau pejalan kaki, menggunakan sepeda, menggunakan mobil, semua mempunyai hak yang sama. Jadi jangan saling mengambil jalur milik orang lain," kata dia.

Read Entire Article
Fakta Dunia | Islamic |