PPATK Ungkap Penyebab Jabodetabek Jadi Sarang Judol

4 hours ago 2

PUSAT Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) menyatakan kawasan Jabodetabek, Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi, menjadi klaster aktivitas judi online (judol) terbesar di Indonesia sepanjang 2025. Kepala PPATK Ivan Yustiavandana mengatakan aktivitas judi online terkonsentrasi di Jabodetabek karena jumlah penduduk di kawasan tersebut lebih besar dibandingkan daerah lain.

Selain itu, penetrasi digital masyarakatnya juga relatif lebih tinggi. “Aktivitas judol terkonsentrasi di Jabodetabek dikarenakan jumlah penduduknya lebih banyak dibandingkan dengan daerah lain. Di samping itu, penetrasi digital masyarakatnya juga relatif lebih tinggi,” kata Ivan saat dihubungi Tempo, Sabtu, 27 Juni 2026.

Ivan menuturkan pemerintah telah melakukan sejumlah upaya pencegahan, antara lain menurunkan (takedown) situs judi online melalui Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi), memblokir rekening dan QRIS yang digunakan untuk deposit judi online, serta menggelar kampanye publik antijudol bersama PPATK dan berbagai pihak.

PPATK juga mengungkapkan melalui unggahan di akun Instagram resminya bahwa empat wilayah dengan jumlah pemain judi online terbanyak berada di kawasan Jabodetabek. Kawasan tersebut menjadi zona merah judi online nasional.

“Data PPATK tahun 2025 menunjukkan adanya konsentrasi aktivitas judi online di sejumlah wilayah, dengan Jabodetabek menjadi salah satu klaster terbesar secara nasional,” tulis PPATK melalui akun Instagram @ppatk_indonesia pada Selasa, 23 Juni 2026.

Kabupaten Bogor menempati posisi pertama dengan 103.092 pemain dan nilai deposit mencapai Rp 414,4 miliar. Posisi berikutnya ditempati Jakarta Barat dengan 89.320 pemain dan deposit Rp 600,6 miliar.

Jakarta Timur berada di urutan ketiga dengan 81.750 pemain dan deposit Rp 425,9 miliar. Adapun Kota Bandung menempati posisi keempat dengan 80.549 pemain dan deposit Rp 341,7 miliar.

Secara keseluruhan, 10 wilayah dengan jumlah pemain judi online terbanyak terdiri atas empat wilayah di DKI Jakarta, empat wilayah di Jawa Barat, dan dua wilayah di Banten.

Di tingkat kecamatan, Kecamatan Cengkareng, Jakarta Barat, mencatat jumlah pemain terbanyak, yakni 21.497 orang. Posisi kedua ditempati Kecamatan Cakung, Jakarta Timur, dengan 14.664 pemain, disusul Kecamatan Tanjung Priok dengan 13.769 pemain.

Selanjutnya, Kecamatan Kebayoran Lama di Jakarta Selatan mencatat 9.948 pemain. Posisi kelima ditempati Kecamatan Bekasi Utara dengan 7.793 pemain. “Ini menunjukkan bahwa judi online bukan lagi fenomena yang jauh atau abstrak. Ia sudah hadir di lingkungan tempat tinggal, sekolah, kampus, tempat kerja, hingga komunitas sekitar kita,” tulis PPATK.

PPATK juga menemukan bahwa kelompok usia produktif mendominasi pemain judi online. Kelompok usia 20–30 tahun mencatat prevalensi tertinggi, disusul kelompok usia 31–40 tahun. Selain itu, jumlah pemain laki-laki jauh lebih besar dibandingkan perempuan.

“Artinya, kelompok usia produktif yang menjadi motor ekonomi justru menjadi kelompok yang paling rentan terpapar judi online,” tulis PPATK. “Yang dipertaruhkan bukan hanya uang, tetapi juga masa depan produktif.”

Read Entire Article
Fakta Dunia | Islamic |