Kumpulan Doa Ibu Hamil untuk Memohon Anak Aaleh dan Salehah Teks Arab, Latin dan Artinya

4 hours ago 3

Liputan6.com, Jakarta - Kehamilan adalah anugerah sekaligus amanah besar dari Allah SWT. Di dalam rahim seorang ibu, tumbuh generasi penerus yang kelak menjadi harapan keluarga dan agama. Untuk itu, penting mengamalkan doa ibu hamil untuk memohon anak saleh dan salehah.

Dalam Islam, doa orang tua, terutama seorang ibu, memiliki kedudukan yang istimewa. Momen kehamilan menjadi waktu tepat memanjatkan doa agar anak yang lahir kelak menjadi pribadi yang saleh dan salehah. 

Rasulullah bersabda, yang artinya: “Tiga doa yang pasti dikabulkan dan tidak diragukan lagi: doa orang yang terzalimi, doa orang yang sedang bepergian (safar), dan doa orang tua untuk anaknya.” (HR. Ibnu Majah)

Dalam buku Wirid Ibu Hamil, Doa-doa Mustajab Saat Menanti Buah Hati, Ummu Abdillah Naurah binti Abdirrahman mengemukakan wanita hamil dianjurkan memperbanyak doa dan dzikir yang bersumber dari Al-Qur’an dan hadis shahih, baik yang bersifat harian maupun yang lebih spesifik untuk keselamatan dan kebaikan janin. Merujuk berbagai sumber, berikut ini doa-doa ibu hamil memohon anak saleh dan salehah.

Berikut adalah doa-doa yang dapat diamalkan oleh ibu hamil dan suami sejak masa kehamilan, berdasarkan Al-Qur’an, hadis, dan kitab-kitab ulama terkemuka:

1. Doa “Rabbi Hablī minash Shālihīn” (Doa Nabi Ibrahim AS)

Doa ini merupakan salah satu doa yang paling masyhur untuk memohon keturunan yang saleh. Doa ini dipanjatkan oleh Nabi Ibrahim AS ketika beliau masih dalam masa penantian keturunan, sebelum dikaruniai Nabi Ismail AS. Doa ini diabadikan dalam Al-Qur’an Surat Ash-Shaffat ayat 100.

Teks Arab: رَبِّ هَبْ لِي مِنَ الصَّالِحِينَ

Latin: Rabbi hab lī minaṣ-ṣāliḥīn.

Artinya: “Ya Tuhanku, anugerahkanlah kepadaku (seorang anak) yang termasuk orang-orang yang saleh.”

Doa ini mengandung makna yang sangat dalam: Nabi Ibrahim AS tidak hanya meminta seorang anak, tetapi juga memohon agar anak tersebut kelak termasuk golongan orang-orang saleh. Menurut kitab Zaadul Masiir (7/71), Ibnul Jauzi rahimahullah menjelaskan maksud ayat ini: “Ya Rabbku, anugerahkanlah kepadaku anak yang saleh yang nanti termasuk jajaran orang-orang yang saleh.”

Sementara itu, Asy-Syaukani rahimahullah mengutip pendapat para pakar tafsir: “Ya Rabb, anugerahkanlah kepadaku anak yang saleh yang termasuk jajaran orang-orang yang saleh, yang bisa makin menolongku taat pada-Mu”.

Dalam Zaadul Masiir karya Ibnul Jauzi, ditegaskan bahwa doa ini mengajarkan kepada kita untuk memohon anak saleh yang bukan hanya baik secara pribadi, tetapi juga dapat membantu orang tuanya dalam meningkatkan ketakwaan kepada Allah SWT. Keturunan yang saleh adalah mereka yang menjadi penolong bagi orang tuanya untuk semakin taat kepada Allah SWT.

Doa ini disebutkan dalam Buku Terapi Komplementer dalam Kehamilan Bab 4, dan juga dalam berbagai sumber terpercaya lainnya. 

2. Doa Nabi Zakariya AS

Doa ini dipanjatkan oleh Nabi Zakariya AS ketika beliau sudah lanjut usia dan istrinya mandul, namun beliau tidak pernah putus asa memohon kepada Allah. Doa ini diabadikan dalam Al-Qur’an Surat Ali Imran ayat 38.

Teks Arab:

رَبِّ هَبْ لِي مِنْ لَّدُنْكَ ذُرِّيَّةً طَيِّبَةً ۖ إِنَّكَ سَمِيعُ الدُّعَاءِ

Latin: Rabbi hab lī mil ladungka dzurriyyatan ṭayyibah, innaka samī‘ud-du‘ā’i.

Artinya: “Ya Tuhanku, berilah aku dari sisi-Mu seorang anak yang baik. Sesungguhnya Engkau Maha Mendengar doa.”

Imam Al-Qurthubi dalam Tafsir Al-Jāmi‘ li Ahkāmil Qur’ān menjelaskan bahwa ayat ini menjadi dalil tentang disyariatkannya berdoa memohon kepada Allah agar dianugerahi seorang anak. Para nabi dan orang-orang saleh juga melakukan hal tersebut.

Pandangan Ulama: Ibnu Katsir rahimahullah dalam Tafsir Al-Qur’ān Al-‘Azhīm (3/54) menafsirkan doa ini: “Ya Rabb, anugerahkanlah padaku dari sisi-Mu keturunan yang thayyib, yaitu anak yang saleh. Sesungguhnya Engkau Maha Mendengar doa”. Kata thayyibah dalam doa ini mengandung makna kebaikan lahir dan batin, baik dari segi fisik, akhlak, maupun keimanan.

Kisah ini mengajarkan bahwa seorang ibu hamil atau pasangan yang sedang menanti keturunan hendaknya tidak pernah berputus asa dalam berdoa, karena Allah Maha Mendengar dan Maha Mengabulkan doa hamba-Nya yang tulus.

3. Doa Memohon Keturunan yang Menyejukkan Hati (Qurrata A‘yun)

Doa ini diabadikan dalam Al-Qur’an Surat Al-Furqan ayat 74. Doa ini dipanjatkan oleh orang-orang yang bertakwa (‘ibādur-raḥmān) sebagai puncak harapan mereka kepada Allah.

Teks Arab: رَبَّنَا هَبْ لَنَا مِنْ أَزْوَاجِنَا وَذُرِّيَّاتِنَا قُرَّةَ أَعْيُنٍ وَاجْعَلْنَا لِلْمُتَّقِينَ إِمَامًا

Latin: Rabbanā hab lanā min azwājinā wa dzurriyyātinā qurrata a‘yunin, waj‘alnā lil-muttaqīna imāmā.

Artinya: “Ya Tuhan kami, anugerahkanlah kepada kami pasangan kami dan keturunan kami sebagai penyenang hati (kami), dan jadikanlah kami pemimpin bagi orang-orang yang bertakwa.”

Makna “qurrata a‘yun” (penyejuk mata) adalah sesuatu yang membuat mata menjadi dingin karena rasa bahagia dan puas ketika melihatnya. Istri dan anak yang saleh menjadi penyebab ketenangan dan kebahagiaan orang tua. Imam Al-Qurthubi menjelaskan bahwa doa ini menggambarkan keturunan yang menyejukkan hati adalah mereka yang taat kepada Allah dan tidak mendurhakai-Nya.

Doa ini disebutkan dalam Buku Wirid Ibu Hamil, Buku Terapi Komplementer dalam Kehamilan, dan kitab Tafsir Al-Jāmi‘ li Ahkāmil Qur’ān karya Imam Al-Qurthubi sebagai salah satu doa mulia yang diajarkan dalam Al-Qur’an.

4. Doa Mohon Perlindungan dan Keberkahan atas Anak dan Keturunan

Selain memohon agar diberikan anak yang saleh, orang tua juga perlu memohon perlindungan dan keberkahan bagi anak-anak dan keturunannya. Doa ini sering dipanjatkan oleh para ulama dan orang saleh.

Teks Arab: اَللّٰهُمَّ بَارِكْ لَنَا فِي أَوْلَادِنَا وَذُرِّيَّاتِنَا، وَاحْفَظْهُمْ، وَلَا تَضُرَّهُمْ، وَارْزُقْنَا بِرَّهُمْ

Latin: Allāhumma bārik lanā fī aulādinā wa dzurriyyātinā, waḥfaẓhum, wa lā taḍurrahum, warzuqnā birrahum.

Artinya: “Ya Allah, berkahilah kami dalam anak-anak dan keturunan kami, jagalah mereka (dari segala kejelekan), jangan Engkau bahayakan mereka, dan anugerahkanlah kepada kami kebaikan mereka.”

Doa ini mengandung empat permohonan utama: (1) keberkahan dalam anak dan keturunan, (2) perlindungan dari segala kejelekan, (3) keselamatan dari bahaya, dan (4) kebaikan dari mereka kepada orang tua.

Sebagaimana disebutkan dalam Wirid Ibu Hamil, doa ini sangat dianjurkan untuk diamalkan oleh ibu hamil dan ayah agar anak-anak yang lahir kelak menjadi sumber kebaikan dunia dan akhirat.

5. Doa Khusus pada Usia Kandungan 4 Bulan

Salah satu momen paling istimewa dalam kehamilan adalah ketika memasuki usia 4 bulan. Dalam hadis riwayat Al-Bukhari dan Muslim, disebutkan bahwa setelah janin berusia 120 hari, Allah mengutus malaikat untuk meniupkan ruh dan menetapkan empat hal: rezeki, ajal, amal, serta nasib (bahagia atau sengsara).

Oleh karena itu, para ulama menganjurkan agar kedua orang tua memperbanyak doa sebelum ruh ditiupkan. Dalam buku Wirid Ibu Hamil, Ummu Abdillah Naurah binti Abdirrahman menyebutkan beberapa doa yang dapat dibaca pada saat memasuki usia kandungan 4 bulan.

Teks Arab: اَللّٰهُمَّ اجْعَلْهُ وَلَدًا صَالِحًا كَرِيْمًا كَامِلًا نَافِعًا مُبَارَكًا

Latin: Allāhummaj‘alhu waladan ṣāliḥan karīman nāfi‘an mubārakan.

Artinya: “Ya Allah, jadikanlah anak ini kelak anak yang saleh, mulia, cerdas, dan penuh berkah.”

Panduan ini menjadi sangat penting, mengingat doa pada momen ini memiliki keistimewaan tersendiri karena berkaitan dengan penetapan takdir awal janin sebelum ruh ditiupkan.

6. Doa Memohon Anak Saleh yang Menjadi Penolong Orang Tua

Sebagai penutup, penting untuk menekankan bahwa anak saleh tidak hanya menjadi kebanggaan di dunia, tetapi juga menjadi penolong bagi kedua orang tuanya di akhirat. Dalam buku Wirid Ibu Hamil, Ummu Abdillah Naurah binti Abdirrahman mengutip doa yang dipanjatkan oleh seorang ulama yang termaktub dalam kitab Al-Wābil Ash-Shayyib karya Imam Ibnul Qayyim. Doa ini mengandung permohonan agar anak kelak menjadi orang yang shalih dan shalihah serta menjadi penolong kedua orang tuanya dengan doa-doanya.

Teks Arab:

اَللّٰهُمَّ اجْعَلْهُ مِنَ الصَّالِحِينَ وَالصَّالِحَاتِ، وَاجْعَلْهُ قُرَّةَ عَيْنٍ لَنَا وَارْزُقْنَا بِرَّهُ وَدُعَاءَهُ لَنَا بَعْدَ مَوْتِنَا

Latin: Allāhumma ij‘alhu minaṣ-ṣāliḥīna waṣ-ṣāliḥāti, waj‘alhu qurrata ‘aynin lanā warzuqnā birrahū wa du‘ā’ahū lanā ba‘da mautinā.

Artinya: “Ya Allah, jadikanlah dia termasuk orang-orang yang saleh dan salehah, jadikanlah dia penyejuk mata kami, dan anugerahkanlah kepada kami kebaikannya serta doanya untuk kami setelah kami meninggal dunia.”

Doa ini menggambarkan cita-cita tertinggi seorang Muslim: memiliki anak yang tidak hanya baik di dunia, tetapi juga menjadi investasi akhirat yang terus mengalirkan pahala melalui doa-doanya setelah orang tua tiada.

Doa Perlindungan Lengkap

Dalam kitab Wirid Ibu Hamil karya Ummu Abdillah Naurah binti Abdirrahman, yang diterbitkan oleh Pustaka Arafah (2009), disebutkan sebuah doa lengkap yang dapat dibaca oleh ibu hamil untuk memohon perlindungan bagi janin. Doa ini bersumber dari kitab Al-Manhal Ar-Rawiy dan Zad Al-Ma‘ad serta merujuk pada praktik yang diajarkan oleh para ulama salaf.

Doa lengkapnya adalah sebagai berikut:

Teks Arab: اَللّٰهُمَّ احْفَظْ وَلَدِيْ مَا دَامَ فِيْ بَطْنِيْ، وَاشْفِهِ أَنْتَ الشَّافِيْ لَا شِفَاءَ إِلَّا شِفَاؤُكَ شِفَاءً لَا يُغَادِرُ سَقَمًا. اَللّٰهُمَّ صَوِّرْهُ فِيْ بَطْنِيْ صُوْرَةً حَسَنَةً، وَثَبِّتْ قَلْبَهُ إِيْمَانًا بِكَ وَبِرَسُوْلِكَ. اَللّٰهُمَّ أَخْرِجْهُ مِنْ بَطْنِيْ وَقْتَ وِلاَدَتِيْ سَهْلاً وَسَلاَمًا. اَللّٰهُمَّ اجْعَلْهُ صَحِيْحًا كَامِلاً عَاقِلاً حَاذِقًا عَالِمًا عَامِلاً. اَللّٰهُمَّ طَوِّلْ عُمْرَهُ وَصَحِّحْ جَسَدَهُ وَحَسِّنْ خُلُقَهُ وَأَحْسِنْ صُوْرَتَهُ وَافْصَحْ لِسَانَهُ لِقِرَاءَةِ الْقُرْآنِ وَالْحَدِيْثِ بِبَرَكَةِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ

Latin: Allāhummaḥfaẓ waladī mā dāma fī baṭnī, wasyfihi antas-syāfī lā syifā’a illā syifā’uka syifā’an lā yughādiru saqaman. Allāhumma ṣawwirhu fī baṭnī ṣūratan ḥasanatan, wa ṡabbit qalbahū īmānan bika wa bi rasūlika. Allāhumma akhrijhu min baṭnī waqta wilādatī sahlan wa salāman. Allāhumma ij‘alhu ṣaḥīḥan kāmilan ‘āqilan ḥādziqan ‘āliman ‘āmilan. Allāhumma ṭawwil ‘umrahū wa ṣaḥḥiḥ jasadahū wa ḥassin khuluqahū wa aḥsin ṣūratahū wafṣaḥ lisānahū li qirā’atil-qur’āni wal-ḥadīṡi bi barakati sayyidinā Muḥammadin ṣallallāhu ‘alaihi wa sallam.

Artinya: “Ya Allah, peliharalah anakku selama berada dalam kandunganku. Dan sehatkanlah dia, karena sesungguhnya Engkau adalah Dzat Yang Maha Menyehatkan, tiada kesehatan tanpa kesehatan dari-Mu, kesehatan yang tidak meninggalkan penyakit sedikit pun. Ya Allah, bentuklah dia di dalam rahimku dengan bentuk yang bagus dan tetapkanlah hatinya untuk beriman kepada-Mu dan kepada rasul-Mu. Ya Allah, keluarkanlah dia dari rahimku ketika aku melahirkannya dengan mudah dan selamat. Ya Allah, jadikanlah dia anak yang sehat, sempurna, cerdas, cekatan, berilmu, dan mengamalkannya. Ya Allah, panjangkanlah umurnya, sehatkan jasadnya, baguskan akhlaknya, elokkan rupanya, dan fasihkan lisannya untuk membaca Al-Qur’an dan Al-Hadis dengan keberkahan junjungan kami Nabi Muhammad ﷺ.”

Doa ini mencakup aspek yang sangat lengkap: keselamatan fisik, kesempurnaan bentuk dan fungsi tubuh, keteguhan iman, kelancaran proses kelahiran, kepintaran dan kecerdasan, serta kemampuan membaca Al-Qur’an dan hadis dengan fasih. 

Pertanyaan Seputar Doa Ibu Hamil

Apa doa biar anak soleh dan solehah?

“Ya Allah berkahilah kami di dalam anak-anak dan keturunan kami, jagalah mereka (dari segala kejelekan), jangan Engkau bahayakan mereka, dan berilah kami kebaikan mereka.” Itulah 3 doa memohon diberikan anak yang saleh dan salehah.

Apa benar doa ibu hamil mustajab?

Dalam Islam, tidak ada dalil spesifik yang menyebutkan bahwa status "ibu hamil" secara otomatis membuat semua doanya mustajab. Namun, ibu hamil diyakini termasuk golongan yang doanya mudah dikabulkan karena mereka sedang berjuang dan berserah diri kepada Allah SWT demi keselamatan buah hatinya.

Doa yang bagus dibaca saat hamil?

Membaca doa saat hamil sangat dianjurkan untuk memohon keselamatan, kesehatan fisik dan mental ibu, serta agar bayi kelak tumbuh menjadi anak yang saleh dan cerdas.

Surat Yusuf untuk ibu hamil dibaca sampai ayat berapa?

Surah Yusuf umumnya dianjurkan untuk dibaca dari ayat 1 sampai ayat 16. Bagian ini dipilih karena memuat kisah awal kehidupan dan mimpi Nabi Yusuf AS, dengan harapan agar kelak sang anak dianugerahi ketampanan (atau kecantikan) budi pekerti, keteguhan iman, dan akhlak yang mulia.

Read Entire Article
Fakta Dunia | Islamic |