Kumpulan Doa setelah Idul Fitri agar Tetap Istiqomah dalam Ibadah, Waktu Terbaik dan Hikmahnya

1 day ago 8

Liputan6.com, Jakarta - Setelah sebulan penuh berpuasa, bermunajat, dan membersihkan diri di bulan Ramadhan, tibalah hari kemenangan yang dinanti-nantikan, Aidilfitri. Di momen tersebut, penting bagi muslim memanjatkan doa setelah idul fitri agar tetap istiqomah dalam ibadah.

Sebab, setelah Idul Fitri adalah ujian sesungguhnya dari seorang mukmin. Setelah beribadah maksimat di bulan Ramadhan, umat Islam harus menjaga konsostensi ibadah di bulan setelahnya.

Merujuk buku Amalan setelah Ramadhan, secara bahasa, istiqomah berasal dari kata qama yang berarti berdiri tegak. Dalam konteks ibadah, istiqomah berarti konsisten dan teguh pendirian dalam menjalankan perintah Allah, tidak mudah goyah oleh godaan dunia, dan terus berada di jalan yang lurus meskipun tantangan datang silih berganti.

Artikel ini akan membahas secara lengkap doa-doa istiqamah dalam beribadah yang dianjurkan dibaca setelah Idul Fitri lengkap, urgensi doa permohonan istiqamah, waktu terbaik berdoa, adab, serta hikmahnya.

Berikut adalah doa-doa yang diajarkan oleh Rasulullah SAW dan para ulama untuk memohon keteguhan hati dalam beribadah:

1. Doa Memohon Keteguhan Hati (Ya Muqallibal Qulub)

Doa ini adalah yang paling sering dibaca oleh Rasulullah SAW sebagaimana diriwayatkan oleh Ummu Salamah dalam HR. Tirmidzi dan Ahmad .

يَا مُقَلِّبَ الْقُلُوبِ ثَبِّتْ قَلْبِى عَلَى دِينِكَ

Latin: Yā Muqallibal qulūb, tsabbit qalbī 'alā dīnik

Artinya: "Wahai Dzat yang membolak-balikkan hati, teguhkanlah hatiku di atas agama-Mu."

Doa ini mengajarkan kita untuk menyadari bahwa hati manusia berada di bawah kekuasaan Allah sepenuhnya. Memohon keteguhan hati adalah pengakuan akan kelemahan diri dan kebutuhan kita akan pertolongan Allah.

2. Doa agar Tidak Condong kepada Kesesatan

Doa ini diambil dari Al-Qur'an Surah Ali Imran ayat 8. Setelah Ummu Salamah menyebutkan doa pertama, beliau pun membaca ayat ini.

رَبَّنَا لَا تُزِغْ قُلُوبَنَا بَعْدَ إِذْ هَدَيْتَنَا وَهَبْ لَنَا مِنْ لَدُنْكَ رَحْمَةً إِنَّكَ أَنْتَ الْوَهَّابُ

Latin: Rabbana la tuzigh qulubana ba'da idz hadaitana wahab lana min ladunka rahmatan, innaka antal Wahhab

Artinya: "Ya Tuhan kami, janganlah Engkau jadikan hati kami condong kepada kesesatan sesudah Engkau beri petunjuk kepada kami, dan karuniakanlah kepada kami rahmat dari sisi Engkau, karena sesungguhnya Engkau Maha Pemberi (karunia)." (QS. Ali Imran: 8)

Dalam Tafsir Ibnu Katsir, ayat ini mengandung permohonan agar Allah tidak membiarkan hati berpaling dari petunjuk setelah mendapat hidayah. Ini adalah doa perlindungan dari kesesatan setelah mendapatkan petunjuk.

3. Doa agar Hati Diarahkan kepada Ketaatan

اللَّهُمَّ مُصَرِّفَ الْقُلُوبِ صَرِّفْ قُلُوبَنَا إِلَى طَاعَتِكَ

Latin: Allahumma musharrifal qulub, sharrif qulubana ila tha'atika

Artinya: "Ya Allah, Zat yang mengurus seluruh hati, arahkanlah hati kami kepada ketaatan kepada-Mu." (HR. Muslim)

4. Doa Memohon Bimbingan, Kesempurnaan, dan Penerimaan Ibadah

اللَّهُمَّ وَفِّقْنَا لِطَاعَتِكَ، وَأَتْمِمْ تَقْصِيرَنَا، وَتَقَبَّلْ مِنَّا، إِنَّكَ أَنْتَ السَّمِيعُ الْعَلِيمُ. وَصَلَّى اللَّهُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ. وَالْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ

Latin: Allahumma waffiqna li tha'atika, wa atmim taqshirana, wa taqabbal minna, innaka antas sami'ul 'alim. Wa shallallahu 'ala sayyidina muhammadin wa 'alihi wa shahbihi wa sallam. Walhamdulillahi rabbil 'alamin

Artinya: "Ya Allah, bimbinglah jalan kami pada jalan ketaatan kepada-Mu, sempurnakanlah kekurangan kami, terimalah ibadah kami. Sungguh, Kau Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui. Semoga Allah melimpahkan shalawat dan salam-Nya kepada Nabi Muhammad Saw, keluarga, dan para sahabatnya."

5. Doa Memohon Kebaikan Dunia dan Akhirat

رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ

Latin: Rabbana atina fid-dunya hasanah wa fil-akhirati hasanah wa qina 'adzaban-nar

Artinya: "Ya Tuhan kami, berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat, dan peliharalah kami dari siksa neraka." (QS. Al-Baqarah: 201).

6. Doa agar Dapat Bertemu Ramadhan Kembali

Para ulama salaf biasa memanjatkan doa ini setelah Ramadhan:

اللَّهُمَّ بَلِّغْنَا رَمَضَانَ الْمُقْبِلَ وَنَحْنُ فِي عَافِيَةٍ وَإِيمَانٍ وَيَقِينٍ وَأَنْتَ رَاضٍ عَنَّا

Latin: Allahumma ballighna Ramadhanal muqbila wa nahnu fi 'afiyatin wa imanin wa yaqinin wa anta radhin 'anna

Artinya: "Ya Allah, sampaikanlah kami kepada Ramadhan yang akan datang dalam keadaan sehat, beriman, yakin, dan Engkau ridha kepada kami."

7. Doa Mohon Ampunan dan Rahmat

رَبَّنَا اغْفِرْ لَنَا وَلِإِخْوَانِنَا الَّذِينَ سَبَقُونَا بِالْإِيمَانِ وَلَا تَجْعَلْ فِي قُلُوبِنَا غِلًّا لِلَّذِينَ آمَنُوا رَبَّنَا إِنَّكَ رَءُوفٌ رَحِيمٌ

Latin: Rabbana-ghfir lana wa li-ikhwaninal-ladzina sabaquna bil-imani wa la taj'al fi qulubina ghilla lilladzina amanu rabbana innaka ra'ufur rahim

Artinya: "Ya Tuhan kami, ampunilah kami dan saudara-saudara kami yang telah beriman lebih dahulu dari kami, dan janganlah Engkau tanamkan kedengkian dalam hati kami terhadap orang-orang yang beriman. Ya Tuhan kami, sesungguhnya Engkau Maha Penyantun lagi Maha Penyayang." (QS. Al-Hasyr: 10).

Waktu Terbaik Berdoa Setelah Idul Fitri

1. Malam Idul Fitri

Imam Syafii dalam kitab Al-Umm menjelaskan bahwa malam Idul Fitri termasuk salah satu dari lima malam terbaik untuk berdoa yang mustajab (diijabah).

Lima malam yang dimaksud Imam Syafii adalah:

  • Malam Jumat
  • Malam Idul Adha
  • Malam Idul Fitri
  • Malam pertama Rajab
  • Malam Nisfu Sya'ban

Imam Syafii juga meriwayatkan bahwa para syekh dari kalangan penduduk Madinah muncul di Masjid Nabawi pada malam Hari Raya. Mereka berdoa dan berdzikir mengingat Allah sampai berlalu satu saat dari malam.

2. Sepanjang Bulan Syawal

Meskipun malam Idul Fitri memiliki keistimewaan khusus, doa memohon istiqamah dapat dan harus dipanjatkan setiap saat, terutama sepanjang bulan Syawal sebagai momentum untuk mempertahankan semangat ibadah.

3. Waktu-Waktu Mustajab Lainnya

Selain malam Idul Fitri, ada beberapa waktu mustajab yang bisa dimanfaatkan untuk berdoa memohon istiqamah :

a. Waktu Sahur (Sepertiga Malam Terakhir)

Rasulullah SAW bersabda:"Allah Swt turun setiap malam ke langit dunia ketika tersisa sepertiga malam terakhir, lalu Dia berfirman: 'Siapa yang berdoa kepada-Ku, niscaya Aku kabulkan. Siapa yang meminta kepada-Ku, niscaya Aku beri. Dan siapa yang memohon ampun kepada-Ku, niscaya Aku ampuni.'" (HR. Bukhari Muslim)

b. Antara Adzan dan Iqamat: Rasulullah SAW bersabda:"Doa antara azan dan iqamat tidak akan ditolak." (HR. at-Tirmidzi)

c. Setelah Shalat Fardhu: Doa setelah shalat lima waktu termasuk waktu yang mustajab.

d. Saat Berpuasa (termasuk saat menjalankan puasa Syawal)

e. Saat Turun Hujan.

Adab-Adab Berdoa Agar Dikabulkan Allah

Imam Al-Ghazali dalam kitab Ihya Ulumiddin (Beirut, Daru Ibn Hazm: 2005, juz I, halaman 361-364) menjelaskan 10 adab berdoa agar permohonan dikabulkan oleh Allah:

1. Berdoa di Waktu Mulia

Memilih waktu-waktu mustajab seperti yang telah disebutkan di atas.

2. Berdoa dalam Kondisi Istimewa

Memilih kondisi-kondisi istimewa seperti saat turun hujan, saat berpuasa, setelah shalat lima waktu, serta waktu di antara azan dan iqamat .

3. Menghadap Kiblat

Saat berdoa hendaknya sambil menghadap kiblat, mengangkat kedua tangan, dan menundukkan pandangan. Setelah selesai, mengusap wajah dengan kedua tangan. Dari Umar bin Khattab RA: "Apabila Rasulullah mengangkat kedua tangannya dalam doa, beliau tidak menurunkannya hingga mengusap wajahnya dengan keduanya." (HR. Muslim)

4. Bersuara Lirih

Berdoa dengan suara lembut, tidak mengeraskan suara secara berlebihan. Allah berfirman: "Berdoalah kepada Tuhanmu dengan rendah hati dan suara yang lembut. Sesungguhnya Dia tidak menyukai orang-orang yang melampaui batas." (QS. Al-A'raf: 55)

5. Menghindari Sajak dan Berlebihan

Tidak memaksakan diri membuat sajak atau rangkaian kata yang berlebihan dalam doa, karena dikhawatirkan akan mengurangi sikap rendah hati. Rasulullah bersabda: "Akan ada kaum yang melampaui batas dalam berdoa." (HR. Abu Dawud)

6. Hati yang Khusyu'

Berdoa dengan sikap rendah hati, khusyuk, serta penuh harap dan takut kepada Allah. Rasulullah bersabda: "Apabila Allah mencintai seorang hamba, Dia akan mengujinya hingga Dia mendengar doa permohonannya dengan penuh kerendahan." (HR. Ad-Dailami)

7. Yakin Akan Dikabulkan

Memiliki keyakinan bahwa Allah Maha Kuasa dan akan mengabulkan doa hamba-Nya. Rasulullah bersabda: "Berdoalah kepada Allah dengan penuh keyakinan akan dikabulkan, dan ketahuilah bahwa Allah Azza wa Jalla tidak akan mengabulkan doa dari hati yang lalai." (HR. at-Tirmidzi)

8. Serius dan Penuh Kesungguhan

Tidak tergesa-gesa menuntut jawaban, dan mengulangi doa minimal tiga kali. Rasulullah bersabda:

"Doa seseorang akan dikabulkan selama ia tidak tergesa-gesa dengan berkata: 'Aku telah berdoa, tetapi belum juga dikabulkan.' Maka apabila engkau berdoa, mintalah kepada Allah dengan banyak, karena sesungguhnya engkau memohon kepada Dzat Yang Maha Pemurah." (HR. Bukhari Muslim)

9. Membaca Hamdalah dan Shalawat

Mengawali doa dengan memuji Allah (hamdalah) dan membaca shalawat kepada Nabi. Salamah bin Al-Akwa berkata: "Aku tidak pernah mendengar Rasulullah membuka doa kecuali beliau memulainya dengan ucapan: 'Subhana rabbiyal 'aliyyil a'lal Wahhab (Maha Suci Tuhanku Yang Maha Tinggi lagi Maha Pemberi).'" (HR. Ahmad)

10. Tobat dan Ikhlas

Ini adalah adab batin yang menjadi pokok terkabulnya doa: bertaubat, mengembalikan hak orang lain yang terzalimi, dan menghadapkan hati sepenuhnya kepada Allah.

Hikmah Berdoa untuk Istiqamah

1. Mengakui Kelemahan Diri

Dengan berdoa memohon istiqamah, seorang muslim mengakui bahwa dirinya lemah dan sangat membutuhkan pertolongan Allah. Ini adalah inti dari penghambaan.

2. Meneladani Rasulullah SAW

Doa "Ya Muqallibal Qulub" adalah doa yang paling sering dibaca oleh Rasulullah SAW. Dengan mengamalkannya, kita telah meneladani beliau dalam aspek yang paling personal sekalipun.

3. Mendapatkan Jaminan Surga

Allah menjanjikan surga bagi orang-orang yang istiqamah, sebagaimana firman-Nya dalam QS. Fushshilat ayat 30. Doa istiqamah adalah kunci menuju janji tersebut.

4. Terhindar dari Kesombongan Spiritual

Orang yang tidak pernah berdoa untuk istiqamah bisa terjebak dalam rasa sombong karena merasa mampu beribadah dengan kekuatannya sendiri. Doa mengingatkan bahwa semua berasal dari Allah.

People also Ask:

Adakah doa setelah sholat Idul Fitri?

Allahummaktubli fihi kulla khairin waj'alni barran fihi bi walidayya, waj'alni ya Allah min ibadikal maghfur lahum fi hadzal yaum al-mubarak. Allahumarham mautana wa mautal muslimin.

Apa yang dilakukan setelah shalat Idul Fitri?

Setiap selesai shalat, dianjurkan untuk membaca takbir. Kedua, mursal (dibebaskan), yaitu takbir yang tidak terbatas setelah shalat, bisa dilakukan di setiap kondisi. Takbir Idul Fitri bisa dikumandangkan di mana saja, di rumah, jalan, masjid, pasar atau tempat lainnya.

Apa yang kita lakukan setelah Idul Fitri?

Inilah 5 Amalan Sunah Syawal yang Patut DilakukanPuasa Sunnah Syawal. Puasa sunah Syawal merupakan puasa sunnah yang dianjurkan untuk dilaksanakan selama enam hari setelah Idulfitri. ...Menyambung Silaturahmi. ...I'tikaf. ...Puasa Ayyamul Bidh. ...Bersedekah.

Apa doa setelah selesai shalat?

Bacaan Doa Setelah Sholat Fardhu (Arab, Latin, dan Arti)Bacaan doa setelah sholat meliputi istighfar, tasbih, tahmid, takbir, dan tahlil, serta Ayat Kursi, doa memohon perlindungan dan kebaikan dunia akhirat seperti "Robbanaa aatinaa fiddunyaa hasanataw...", dan doa meminta perlindungan seperti "Allahumma antasalam...", yang semuanya bertujuan memohon ampunan, perlindungan, dan keberkahan. Doa ini dibaca setelah salam sholat fardhu untuk mengoptimalkan waktu mustajab dan menyempurnakan ibadah.

Apakah doa-doa dikabulkan pada malam Idul Fitri?

CelebrateMercy | Your duas are accepted on the night of Eid ...Sebagaimana dinyatakan oleh Imam Syafi'i: Doa-doa diterima oleh Allah pada lima malam: malam Jumat, malam kedua hari raya Idul Adha, malam pertama bulan Rajab, dan malam pertengahan bulan Sya'ban . (Sumber: Al-Umm)

Read Entire Article
Fakta Dunia | Islamic |