Mengapa Arab Saudi Pecat Herve Renard Menjelang Piala Dunia

2 hours ago 3

KURANG dari dua bulan menjelang Piala Dunia 2026, tim nasional Arab Saudi justru mengganti pelatih kepala. Herve Renard didepak di tengah persiapan krusial tim menuju pesta akbar sepak bola dunia di Amerika Serikat, Meksiko, dan Kanada. “Itulah sepak bola. Arab Saudi sudah tujuh kali lolos ke Piala Dunia, termasuk dua kali bersama saya,” kata Renard dikutip dari Al Jazeera.

Keputusan itu tak lahir begitu saja. Dalam jeda internasional Maret lalu, Arab Saudi menelan dua kekalahan. Tim berjuluk The Green Falcons kalah telak 0-4 dari Mesir dan takluk 1-2 dari Serbia. Analisis ESPN menyebutkan hasil ini memperlihatkan inkonsistensi yang muncul justru saat tim seharusnya memasuki fase pematangan akhir menjelang turnamen besar.

Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca

Padahal, Renard datang dengan reputasi yang sulit diabaikan. Ia bukan hanya membawa Arab Saudi lolos ke Piala Dunia, tetapi juga mencatat salah satu kejutan terbesar dalam sejarah saat menumbangkan Argentina di Piala Dunia 2022. Namun, dalam logika sepak bola modern, rekor di masa lalu jarang menjadi jaminan. 

Kembalinya Renard pada akhir 2024 sempat dipandang sebagai solusi cepat setelah periode Roberto Mancini yang tidak memuaskan. Ia diharapkan membawa stabilitas sekaligus kesinambungan. Namun, periode keduanya tidak menghasilkan efek instan. Permainan tim belum menunjukkan perkembangan signifikan, sementara waktu menuju Piala Dunia terus menipis.

Dalam situasi seperti itu, federasi memilih risiko dengan melakukan perubahan mendadak. Pergantian pelatih di fase akhir persiapan bukan hal lazim, tetapi kerap dilakukan ketika federasi menilai masalahnya bukan sekadar hasil, melainkan pendekatan permainan dan respons tim terhadap tekanan.

Risiko keputusan ini semakin besar jika melihat peta persaingan. Arab Saudi tergabung di Grup H bersama Spanyol, Uruguay, dan Tanjung Verde. Dua nama pertama adalah mantan juara dunia, sementara Tanjung Verde hadir sebagai kekuatan baru yang tengah berkembang. Tanpa persiapan matang, peluang lolos dari fase grup akan semakin berat.

Di luar aspek teknis, terdapat konteks yang lebih luas. Arab Saudi sedang membangun proyek besar sepak bola, termasuk kesiapan menjadi tuan rumah Piala Dunia 2034. Dalam kerangka ini, performa tim nasional bukan sekadar soal hasil, tetapi juga citra dan legitimasi sebagai kekuatan baru di panggung global. Tekanan untuk tampil kompetitif pun menjadi semakin berlipat.

Lantas, siapa pengganti Renard? Sejumlah nama mulai muncul. Georgios Donis, seperti dikutip dari Marocco World News, menjadi kandidat terdepan. Pelatih asal Yunani itu saat ini menangani klub Al Khaleej. Positifnya, ia memahami konteks sepak bola Arab Saudi dan itu menjadi faktor terpenting mengingat waktu adaptasi yang sangat terbatas.

Selain Donis, nama Walid Regragui juga sempat dikaitkan. Ia dikenal berkat keberhasilannya bersama Maroko di level internasional dan dinilai memiliki pendekatan taktik yang disiplin. Namun, hingga kini belum ada konfirmasi resmi dari federasi.

Read Entire Article
Fakta Dunia | Islamic |