Setahun Bertakhta, Paus Leo XIV Desak Semua Perang Diakhiri

4 hours ago 2

PAUS Leo XIV menegaskan kembali seruannya agar semua konflik di muka bumi diakhiri. Hal ini diungkapkan dalam peringatan satu tahun bertakhta pada Jumat 8 Mei 2026.

Saat berziarah ke Basilika Kepausan Bunda Rosario Pompei, Paus asal Amerika Serikat itu menyoroti dua isu yang amat mendesak saat ini.

Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca

"Keluarga, yang saat ini menderita akibat melemahnya ikatan pernikahan. Kemudian, perdamaian, yang terancam oleh ketegangan internasional dan ekonomi yang mengutamakan perdagangan senjata daripada nyawa manusia," kata pemimpin tertinggi gereja Katolik di dunia itu seperti dilansir ANSA dan dikutip Antara.

Paus dengan nama lahir Robert Francis Prevost itu mengatakan perang yang berkecamuk di berbagai belahan dunia merupakan seruan agar umat manusia memperbarui komitmen mereka; tak hanya dalam hal ekonomi dan politik, tetapi juga secara spiritual dan agama.

"Perdamaian lahir dari hati dan kita tidak boleh pasrah begitu saja, meskipun terpapar gambar-gambar kematian yang disiarkan pemberitaan setiap harinya," kata Paus pertama dari Ordo Santo Agustinus itu.

Paus Amerika

Paus Leo XIV menandai satu tahun sejak pemilihan bersejarahnya, menandai transisi dari seorang kardinal yang tidak terlalu menonjol menjadi salah satu tokoh paling dikenal di planet ini.

Pemilihannya menghasilkan sesuatu yang sebelumnya dianggap mustahil: seorang paus Amerika. Namun, masa kepausannya telah menyaksikan periode ketegangan bersejarah antara Gedung Putih dan Vatikan, dengan biarawan Augustinian itu menjabat hanya beberapa bulan setelah terpilihnya kembali Presiden Donald Trump.

Mereka yang mengenal paus dengan baik mengatakan bahwa ia tetap orang yang sama meskipun terjadi perubahan besar dalam 365 hari terakhir.

“Kami tidak melihat perbedaan besar,” kata Pastor Joseph Farrell, prior jenderal Ordo Augustinian dan sahabat paus, kepada CNN. “Masih agak sulit dipercaya melihatnya (sebagai paus) namun itu sangat masuk akal. Seperti yang dikatakan salah satu biarawan kami kepada saya: ‘sepertinya dia bersekolah di sekolah paus.’”

Dan Leo masih memiliki selera humornya. Teman lainnya, seorang biarawan Augustinian, Romo Tom McCarthy, mengatakan bahwa setelah terpilih, ia memeluk Leo, tetapi kemudian bertanya pada diri sendiri apakah seharusnya ia melakukan itu. "Mereka hampir menembakmu!" canda Paus kepada McCarthy.

Read Entire Article
Fakta Dunia | Islamic |