Skrining IMS Saat Hamil, Kenali Jenis Pemeriksaan, Risiko hingga Waktu Tepat

4 hours ago 5

INFO CANTIKA.COM - Kehamilan adalah momen ketika pemeriksaan kesehatan menjadi dua kali lebih penting.  untuk diri sendiri dan untuk janin yang sedang tumbuh. Salah satu aspek yang sering kurang mendapat perhatian dalam kontrol kehamilan adalah skrining infeksi menular seksual (IMS). Bukan karena jarang terjadi, justru sebaliknya, beberapa IMS sangat umum bisa hadir tanpa gejala. Selain itu, IMS juga memiliki risiko serius terhadap kesehatan bayi jika tidak dideteksi.

Mengapa Perlu Skrining IMS saat Hamil?

Banyak IMS tidak menunjukkan gejala pada penderitanya, termasuk pada ibu hamil. Inilah yang membuatnya berbahaya. Seorang ibu bisa terinfeksi tanpa menyadarinya, sementara infeksi terus berkembang dan berisiko ditularkan ke janin melalui plasenta, proses persalinan, atau menyusui.
Deteksi dini melalui skrining IMS saat hamil memungkinkan penanganan yang tepat sebelum infeksi berkembang atau berdampak pada kehamilan.

Berikut jenis IMS yang secara medis direkomendasikan untuk diskrining selama kehamilan:

1. HIV

Ibu hamil dengan HIV yang tidak terdeteksi dan tidak mendapat terapi antiretroviral (ARV) berisiko tinggi menularkan virus ke bayi (transmisi vertikal). Dengan deteksi dini dan ARV yang tepat, risiko penularan dapat ditekan hingga sangat rendah. Tes HIV direkomendasikan pada kunjungan antenatal pertama.

2. Sifilis

Sifilis yang tidak diobati selama kehamilan dapat menyebabkan keguguran, lahir mati, kelahiran prematur, atau sifilis kongenital pada bayi yang dapat menyebabkan kerusakan otak, tulang, hingga organ dalam. Deteksi dan pengobatan dengan penisilin efektif memutus rantai penularan.

3. Hepatitis B

Ibu dengan hepatitis B aktif berisiko menularkan virus ke bayi saat persalinan. Bayi yang lahir dari ibu dengan hepatitis B perlu mendapat imunoglobulin hepatitis B (HBIG) dan vaksin hepatitis B dalam 12 jam pertama setelah lahir.

4. Klamidia

Salah satu IMS paling umum, seringkali tanpa gejala. Klamidia pada ibu hamil berisiko menyebabkan kelahiran prematur dan infeksi mata (konjungtivitis neonatorum) atau pneumonia pada bayi baru lahir.

5. Gonore

Seperti klamidia, gonore juga berisiko menyebabkan konjungtivitis neonatorum yang bisa berujung pada kebutaan jika tidak ditangani segera. Gonore juga terkait dengan peningkatan risiko kelahiran prematur.

Kapan Waktu Terbaik Melakukan Skrining IMS?

Waktu yang paling direkomendasikan untuk skrining IMS adalah pada kunjungan antenatal pertama, idealnya di trimester pertama kehamilan. Deteksi pada tahap ini memberi waktu yang cukup untuk memulai pengobatan sebelum kondisi berkembang lebih jauh.

Untuk beberapa kondisi seperti HIV dan sifilis, skrining ulang di trimester ketiga juga dianjurkan, terutama bagi yang tinggal di area dengan prevalensi tinggi atau memiliki faktor risiko tertentu.

Skrining IMS umumnya dilakukan melalui pengambilan sampel darah untuk HIV, sifilis, dan hepatitis B, serta swab serviks atau urine untuk klamidia dan gonore. Prosedurnya singkat dan tidak menyakitkan, bisa dilakukan bersamaan dengan pemeriksaan darah rutin kehamilan. Hasil skrining bersifat konfidensial dan menjadi dasar rencana perawatan bersama dokter kandunganmu.

Masih ada stigma seputar skrining IMS yang membuat sebagian ibu hamil enggan menjalaninya. Padahal, IMS bisa terjadi pada siapa saja, dan menjalani skrining adalah keputusan yang melindungi diri sendiri dan bayi. Pemeriksaan IMS ketika hamil adalah bagian standar dari perawatan kehamilan yang komprehensif, bukan sesuatu yang perlu dimaknai berlebihan.

Jika kamu sedang hamil dan belum menjalani skrining IMS, bicarakan dengan dokter kandunganmu di kunjungan berikutnya. Skrining ini bisa dilakukan bersamaan dengan pemeriksaan laboratorium kehamilan rutin. Untuk informasi lebih lanjut tentang pemeriksaan yang tersedia, kamu bisa Hubungi WhatsApp dan dapatkan panduan pemeriksaan yang sesuai untuk kehamilanmu.(*)

Halo Sahabat Cantika, Yuk Update Informasi Terkini Gaya Hidup Cewek Y dan Z di Instagram dan TikTok Cantika.

Read Entire Article
Fakta Dunia | Islamic |